Infomina

Media interaktif yang selalu memberikan berita dan informasi terkini dari industri perikanan. Anda juga dapat berbagi mengenai informasi perikanan yang Anda miliki disini.

Begini Cara Pemberian Pakan Ikan Gurami yang Baik
Gurame

Begini Cara Pemberian Pakan Ikan Gurami yang Baik

Komoditas perikanan khususnya ikan gurami, di Indonesia memang cukup diperhitungkan. Hal ini karena tingkat konsumsi ikan gurami memang cukup tinggi. Selain itu, banyak pembudidaya juga tertarik berinvestasi pada budidaya ikan gurami.Meskipun cukup menjanjikan, menjalankan bisnis budidaya ikan gurami tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, dan juga tanpa pengetahuan yang memadai. Pasalnya, keberhasilan pembudidayaan ikan gurami dimulai dari teknik pemberian pakannya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pembudidaya agar pembudidayaan ikan guraminya dapat berhasil dan menghasilkan omzet yang tidak sedikit.Baca juga: Tips Seleksi Benih Ikan GurameBerikut teknik tepat pemberian pakan ikan gurami:Pemberian pakan yang teratur dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan tubuh ikan lebih cepat. Induk-induk gurami yang sehat dan terjamin makanannya dapat dipijahkan dua kali setahun berturut-turut selama 5 tahun.Untuk merangsang pertumbuhan gurami, perlu diberikan pakan hewani dan nabati dalam komposisi yang ideal. Gurami tidak dapat diberi 100% pakan pabrik karena dagingnya akan menjadi lembek. Untuk memenuhi pakan nabati, bisa disediakan berbagai jenis hijauan seperti daun sente, kangkung, daun ubi kayu, dan tanaman air atau daun tanaman darat yang lunak serta masih muda.Jika ditambah enzim kompleks, komposisi pemberian pakan hewani dan nabati yang baik adalah 2% per kg. Berdasarkan pengalaman beberapa petani, pemberian daun sente (Alocasia machoriza), sejenis talas-talasan, menunjukkan pertumbuhan yang paling baik. Pemberian pakan nabati dimulai saat benih seukuran korek atau kira-kira berumur 3,5 bulan.Baca juga: Makanan Ikan Gurame Agar Cepat BesarPakan diberikan berupa pelet dengan kandungan protein yang disesuaikan dengan ukuran ikan jika:- Ukuran ikan 3—5 cm kadar proteinnya 38%- Ukuran ikan 5—15 cm kadar proteinnya 32%- Ukuran ikan >15 cm kadar proteinnya 28%- Ransum harian pakan buatan dilakukan secara berkala dengan dosis 1—3% dari bobot biomass per hari dengan frekuensi pemberian 1—2 kali per hari, yaitu pagi dan sore. Adapun pakan hijauan diberikan dengan dosis 1—2% dari bobot biomass per hari dengan frekuensi satu kali per hari.Dengan acuan dosis tersebut, bobot pakan per hari dapat berubah seiring dengan penambahan bobot ikan dalam kolam. Penambahan bobot tersebut sering disebut dengan pertumbuhan. Besarnya pertumbuhan dapat diketahui melalui teknis sampling (mengambil beberapa ekor ikan dan menimbang bobotnya).Bobot total ikan dalam kolam adalah perkalian antara bobot rata-rata ikan yang di-sampling dengan jumlah ikan yang dipelihara. Penyesuaian jumlah pakan disesuaikan dengan hasil sampling bobot total ikan yang dilakukan setiap dua minggu sekali.Sumber: Pertanianku ...
Lowongan Kerja Perikanan di PT Koltiva
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja Perikanan di PT Koltiva

Dibuka lowongan kerja perikanan untuk posisi Product Manager Aquaculture di PT Koltiva yang berada di Jakarta. Perusahaan teknologi agrikultur terintegerasi ini menyediakan pembuatan software secara custom untuk bisnis customernya. Berikut merupakan deskripsi lowongan kerja perikanan pada perusahaan tersebut:Responsibilities- Create and maintain profit and loss documentation for the product line, validate costing versus predictable revenue to ensure efficient development, and set prices to meet revenue and profitability goals.- Monitor and analyze new technologies and their potential applications to the business. Conduct and lead forward looking research, provide vision and leadership to technological R&D efforts in relation to the Aquaculture product line.- Managing the product life cycle from strategic planning to tactical activities, specifying market requirements for current and future products by conducting market research using multiple channels supported by on-going calls and visits to customers and prospects.- Prepare feature descriptions, maintain, and evangelize the product roadmap which defines product enhancements for short- and long-term releases, based on business opportunities and market research.- Prepare for product launch and release plans. Coordinates internal and external product launches working with Marketing Support and Training teams, and ensure appropriate service levels for the products after launch.- Help develop and deploy key market messages and communication strategies for the product lines with Marketing Support team (including Release Notes, demonstrations, and Improvement Reports).- Act as liaison between Sales, Client Services, Marketing Support, and Technology teams to support product positioning and customer demand as part of new product development in the Aquaculture product lines.- Develop deliver presentations for internal and external audiences, including education and training of sales staff, support groups, train the trainer programs, and presentations at symposia, trade shows, and key customer accounts.Requirements- At least 3 years of relevant work experience as Product Manager, experience in a start-up environment a plus.- Experience working at or with companies in Aquaculture and Fisheries.- Bachelor’s Degree in Computer Science, Management, or related fields.- Excellent organizational, leadership and communication skills.- Experience working in a fast-paced, multi-stakeholder environment.- Problem-solving mindset and attention to detail.- Ability to interact with technical and non-technical stakeholders to achieve product goals.- Experience working in multicultural environments, both with internal and external stakeholders.- Fluency in English, verbal and written, is a must; additional languages a plus.Pendaftaran:  KoltivaMinapoli membantu calon tenaga kerja untuk menemukan lowongan pekerjaan perikanan yang sesuai dengan kriteria melalui artikel lowongan kerja, khususnya pada bidang perikanan dan kelautan. Melalui artikel ini, anda dapat menemukan kriteria yang perusahaan perikanan butuhkan. Loker pada perusahaan perikanan yang dapat anda temukan adalah seperti perusahaan pakan ikan, tambak udang, teknologi perikanan, kolam ikan, dan lain-lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Bebeberapa jenis pekerjaan perikanan yang dapat ditemukan adalah teknisi budidaya, marketing, sales, digital marketing, quality control, research & development, dan lain-lain. ...
Mahasiswa ITS Gagas Desain Alat Budidaya Ikan Lepas Pantai Otomatis
Terkini

Mahasiswa ITS Gagas Desain Alat Budidaya Ikan Lepas Pantai Otomatis

Tiga mahasiswa Departemen Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas desain alat budidaya ikan tuna lepas pantai otomatis bertenaga surya. Alat ini diharapkan mampu meningkatkan potensi budidaya ikan lepas pantai di Indonesia. Tim beranggotakan Muhammad Akbar Hardian, Dinda Febriani Analiyah, dan Brigitta Violna El Tito. Salah satu anggota tim, Dinda Febriani mengatakan, Indonesia memiliki potensi laut yang besar dan perlu lebih dimaksimalkan.  "Salah satu potensi besar yang perlu dimaksimalkan adalah budidaya ikan tuna lepas pantai," ungkap Dinda mengutip siaran pers ITS, Kamis, 25 Maret 2021. Mahasiswi kelahiran 2001 ini menyatakan, saat ini budidaya ikan lepas pantai di Indonesia masih dilakukan secara manual. Diperlukan sekitar 15 sampai 20 orang per hari untuk mengurus tempat budidaya ikan tersebut. Tentu ada risiko pekerjaan yang dihadapi seperti tingginya angka kecelakaan kerja.  "Karenanya, budidaya ikan lepas pantai di Indonesia belum efisien," ujarnya. Baca juga: Mahasiswa FTUI Rancang Greenhouse Hidroponik dan AkuakulturBerangkat dari permasalahan tersebut, tim ini berinovasi mendesain sebuah alat budidaya ikan lepas pantai bernama ASTOR atau Automatic Offshore Aquaculture with Solar Energy. Alat ini didesain untuk meningkatkan produksi budidaya ikan tuna lepas pantai.   "Ikan tuna merupakan potensi besar yang dimiliki Indonesia dengan kontribusi penghasilan sebesar USD 480 juta per tahunnya," terang Dinda. ASTOR didesain untuk beroperasi secara otomatis yang dilengkapi dengan sistem monitor (monitoring system), sistem pemberiaan pakan (feeding system), ruang penyimpanan pakan (food storage), sistem sel surya (solar system), ruang penyimpanan (operational storage), dan sistem keamanan (security system) menggunakan kamera CCTV. Ia menjelaskan, pemberian pakan dalam sistem tersebut dilakukan melalui feeding system yang terhubung langsung dengan monitoring system. Seluruh sistem dapat bekerja dengan energi listrik yang dihasilkan oleh sel surya. Pemberian pakan oleh sistem dilakukan dua kali sehari. Sistem pemberi pakan akan menerima perintah dari sensor yang ada di dalam sistem monitor untuk mengeluarkan pakan. Baca: Probiotik Herbal Kreasi Mahasiswa KKN Undip, Panen Ikan Lele Hanya 1 Bulan Sensor pada monitor terbagi menjadi dua bagian, yaitu underwater sensor dan camera underwater. Kedua sensor tersebut menempel pada dinding keramba kolam yang terbuat dari pipa HDPE. Sensor pada sistem monitoring tersebut telah diatur untuk mengetahui waktu yang pas dalam memberi pakan ikan. Sensor tersebut dapat mengetahui ikan sedang lapar melalui tingkah laku ikan. Biasanya, ketika lapar ikan akan naik ke permukaan dan berada di bawah permukaan ketika sudah merasa kenyang. "Selain itu, sensor pada sistem monitor juga dapat mengetahui kualitas air dengan mengukur level pH air tersebut," ujarnya. Menurut Dinda, ASTOR bisa memudahkan para nelayan untuk mengontrol serta memberi makan ikan secara otomatis tanpa harus pergi ke lepas pantai karena dapat dikontrol melalui darat. Hal tersebut dapat mengefisiensi budidaya ikan lepas pantai dan meminimalisasi risiko kerja. ASTOR juga dapat meningkatkan produksi ikan tuna di Indonesia. Ikan tuna saat ini sudah masuk kategori penangkapan berlebih, sehingga dapat menyebabkan kepunahan. Peningkatan produksi ikan tuna diperlukan agar tetap menjaga keberadaan dan menutupi kebutuhan ikan tuna di Indonesia.  "Oleh karena itu, budidaya ikan tuna menggunakan ASTOR adalah cara yang tepat dalam mengatasi hal tersebut karena dapat membantu peningkatan produksi ikan melalui budidaya berkelanjutan (sustainable production)," tuturnya. Baca juga: Maksimalkan Budidaya Ikan, Mahasiswa Kembangkan Aplikasi Sahabatambak Berkat inovasinya, tim ini masuk sebagai finalis lomba Paper and Poster Competition Indonesia Ocean Expo (IOE) 2021 yang diselenggarakan Institut Teknologi Bandung (ITB), beberapa waktu lalu. "Walaupun paper kami tidak menjuarai kompetisi tersebut, tetapi paper kami mendapat predikat sebagai paper dengan poster terbaik," ucap dia.  Tim berharap dengan inovasi desainnya tersebut akan membantu Indonesia dalam memanfaatkan potensi laut di Indonesia lebih baik lagi, terlebih untuk budidaya berkelanjutan ikan tuna. Ia juga berharap desain alat yang dibuat dapat segera direalisasikan. Sumber: medcom.id ...

AQUATICA ASIA & INDOAQUA 2019

The Most Innovative Aquaculture Exhibition & Conference in Asia Pasific.

Selengkapnya
KKP Ciptakan Inovasi Kincir Air Tambak Hemat Energi Berbahan Baku Lokal & Ramah Lingkungan
Teknologi

KKP Ciptakan Inovasi Kincir Air Tambak Hemat Energi Berbahan Baku Lokal & Ramah Lingkungan

Budidaya udang menjadi salah satu primadona di kalangan pelaku usaha perikanan saat ini. Melihat pesatnya perkembangan usaha budidaya udang, berbagai teknologi pun terus dikembangkan. Salah satunya adalah inovasi kincir air tambak yang dikembangkan Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Jawa Timur. Satuan pendidikan ini berada di bawah Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).Kincir air merupakan salah satu sarana budidaya perikanan yang memiliki peran sangat penting dalam menciptakan kondisi agar terjadi keseimbangan ekosistem perairan tambak. Kincir air berperan dalam menyuplai oksigen perairan tambak dan membantu dalam proses pemupukan dan pencampuran karakteristik air tambak lapisan atas dan bawah. Pengoperasian kincir air juga membantu dalam membersihkan kotoran-kotoran yang ada di dasar tambak sehingga menstabilkan kualitas air.Pentingnya penggunaan kincir air dalam budidaya ikan dan udang, terutama yang dilakukan secara intensif ternyata membawa permasalahan tersendiri. Kincir air yang ada dipasaran harganya relatif mahal dan biaya operasional dan perawatannya besar.Baca juga: KKP: Budidaya Ikan Nila dengan Kincir Tingkatkan ProduktivitiasMelihat kondisi ini Politeknik KP Sidoarjo membuat inovasi teknologi kincir air hemat energi dari bahan lokal yang ada di sekitar, sehingga apabila ada kerusakan maka perawatannya ringan dan suku cadangnya mudah didapat. Melalui berbagai uji coba di perairan tambak ikan dan udang, Politeknik ini mengembangkan mesin kincir air hemat energi bertenaga listrik yang ramah lingkungan tanpa ada gas buang dan tidak menimbulkan kebisingan.Kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengatakan, inovasi yang dikembangkan pihaknya mendukung tiga program terobosan KKP pada Tahun 2021-2024. Pertama, peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan. Kedua, pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor. Ketiga, pembangunan kampung-kampung perikanan berbasis kearifan lokal. Inovasi kincir tambak Politeknik KP SIdoarjo khususnya mendukung poin kedua dan ketiga.Menurut Direktur Politeknik KP Sidoarjo Muhammad Hery Riyadi Alauddin, kincir tersebut berbahan baku lokal, yang memiliki tingkat komponen dalam negeri di atas 50%. Kontruksi kincir air ini memiliki penggerak motor listrik dengan komsumsi daya 0,5 HP 1 phase, dimana gear dan rantai sebagai transmisi daya  yang mereduksi putaran mesin dari 1400 RPM menjadi 110 RPM. Baca juga: Rakit Kincir Sendiri, Tekan Biaya ProduksiPutaran mesin hasil reduksi diteruskan poros utama berbahan baku pipa galvalum dengan ukuran 3/4 dim dan pillow block sebagai bantalan poros sehingga poros dapat berputar sempurna. Hasil putaran poros kemudian diteruskan oleh roda penggerak dari velg sepeda mini sebagai penopang daun kincir. Sebagai penopang seluruh komponen kincir ini dipasang rangka utama yang terbuat dari pipa galvalum yang dibentuk sesuai desain sehingga seluruh komponen ditopang. Kincir digunakan di kolam tambak selama 1 siklus (kurang lebih 3 bulan). Untuk membuat kincir air terapung maka dipasang pipa PVC dengan ukuran 6 dim sepanjang 2 meter sejumlah 2 buah untuk menopang beban kincir air sehingga dapat terapung seimbang di atas air. Untuk menghindari percikan air tambak dan air hujan maka dipasang penutup mesin dengan menggunakan plat gavalum sehingga air tidak dapat masuk ke dalam mesin penggerak.Sumber: KKPPembuatan maupun perakitan kincir mulai dari komponen rangka sampai dengan daun kincir dikerjakan oleh dosen dan taruna Program Studi Mekanisasi Perikanan Politeknik tersebut.  Temukan berbagai kincir air disini!Melalui hasil riset kolaborasi yang dilakukan mulai dari tahun 2015 sampai dengan sekarang, kincir ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang lain, dimana dissolved oxygen (DO) yang dihasilkan tinggi, cakupan area maupun tinggi semburan maksimal, biaya operasional lebih murah, sparepart mudah didapatkan, perawatan mudah dikerjakan dan  tentu saja dengan harga lebih kompetitif. Dengan adanya kincir ini diharapkan akan menekan biaya operasional budidaya udang, sehingga pendapatan menjadi lebih meningkat dan kesejahteraan petambak terwujud.Upaya pengembangan terus dilakukan dengan menggandeng pihak lain. Pada 3 Maret 2021, Politeknik KP Sidoarjo menandatangani kerja sama berupa nota kesepahaman dengan PT.Barata Indonesia (Persero) pada Pameran Nasional Bangga Buatan Indonesia di The Mandalika Lombok, Nusa Tenggara Barat. Rencananya kincir air tersebut akan digunakan untuk mendukung program perikanan budidaya secara nasional, terutama budidaya udang.Selain itu, menurut Hery Riyadi, kincir air tambak hemat energi ini telah didaftarkan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Sentra Hak Kekayaan Intelektual KKP  untuk mendapatkan paten. Kincir ini juga sedang diproses untuk mendapatkan Sertifikasi Standar Nasional Indonesia dari Badan Sertifikasi Nasional. Artikel asli ...
Budidaya Gabus dengan Pakan Pelet
Terkini

Budidaya Gabus dengan Pakan Pelet

Bagi pembudidaya ikan air tawar Ikan gabus merupakan ikan yang sangat ditakuti. Pasalnya dialam ikan gabus merupakan ikan predator tidak hanya memangsa benih ikan tetapi juga ikan dewasa dan serangga air lainnya. Tapi di sisi lain ikan gabus punya nilai ekonomis cukup tinggi. Ikan ini umumnya banyak ditangkap di danau, rawa, sungai, dan saluran-saluran air hingga ke sawah-sawah.Menurut Kepala Seksi Pengujian dan Dukungan Teknis di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, Kalimantan Selatan, Firdausi, permintaan pasarakan konsumsi ikan gabus cukup tinggi dan kontinu, serta harganya meningkat drastis pada saat musim tertentu.Khusus di Kalimantan, menurut Firdausi, ikan gabus sangat disukai masyarakat karena rasa dagingnnya yang gurih. “Selain itu, tingginya kandungan albumin dalam daging ikan gabus bermanfaat untuk mempercepat proses penyembuhan luka pasien pasca operasi membuat ikan gabus semakin dicari,” sebutnya. Baca juga: Begini Cara Pemilihan dan Pemeliharaan Indukan GabusBudidaya GabusMelihat prospek pasar gabus yang tinggi, upaya untuk mengembangkan ikan gabus terus dilakukan. Menurut Firdausi, budidaya ikan gabus sekarang mudah dilakukan. Hal ini karena sekarang pembasan gabus sudah bisa menggunakan pakan pelet (komersial) dan setelah beradaptasi dengan pakan buatan, sifat kanibalnya berkurang. “Hal itu merupakan hasil dari tim BPBAT Mandiangin yangn mampu mengubah kebiasaan makan ikan gabus dari pakan berupa daging (karnivor) ke pakan komersial (pakan pelet),” ungkapnya.Hanya yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan gabus, dijelaskan Firdausi, tempat pemeliharaan (kolam, jaring, dan lainnya) permukaannya ditutup atau dipagar keliling agar ikan gabus tidak bisa loncat. Sedangkan, untuk pengolahan kolam sama dengan budidaya ikan lainnya. Baca juga: Pemijahan Ikan Gabus (Channa striata)Benih gabus yang ditebar disarankan yang sudah beradaptasi dengan pakan buatan, ukurannya seragam dengan panjang diusahakan lebih dari 2 inci, serta sudah divaksin untuk bakteri aeromonas. Lebih lanjut Firdausi memaparkan, pakan komersil yang digunakan berupa pakan apung dengan kandungan protein lebih dari 31 % dan usahakan lebih tinggi kandungan proteinnya pada awal pemeliharaan. Untuk pemberian pakan 2 - 3 kali/hari. “Kepadatan optimal 50 - 75 ekor/m2 kalau ditambah lagi kepadatan dapat memperlambat pertumbuhan. Juga diperhatikan kualitas air yang baik walaupun ikan gabus tahan terhadap kualitas air yang jelek,” jelasnya.Baca juga: Ikan Gabus Mengandung Albumin, Ini Manfaatnya untuk Ibu HamilMasih terbatasnya pasokan benih gabus menjadi kendala pengembangan budiadaya. Kendala lainnya yaitu penyakit yang sering menyerang gabus dan pembudidaya masih belum banyak yang mengetahui teknologi budidaya ikan gabus.Maka itu, kata Firdausi, untuk permintaan benih, BPBAT Mandiangin akan memperbanyak bak pemijahan, kolam pendederan, serta menumbuhkan Unit Pembenihan Rakyat untuk ikan gabus. Soal penyakit, benih harus divaksin dulu sebelum didistribusikan ke pembudidaya. Lalu terkait sosialisasi, BPBAT Mandiangin berusaha menyebarkan teknologi budidaya ikan gabus ini melalui pendampingan/ pengawalan ke pembudidaya, melalui apresiasi,dan magang. Artikel asli ...
Tips Seleksi Benih Ikan Gurame
Gurame

Tips Seleksi Benih Ikan Gurame

Sampai saat ini seleksi benih ikan gurame masih dilakukan secara manual. Bila dilakukan seperti seleksi ikan lainnya akan mengakibatkan kematian, hal ini disebabkan oleh luka sisik, dan benih ikan gurame sangat peka apabila diperlakukan dengan kasar. Teknik seleksi benih ikan gurame yang dapat dilakukan yaitu dengan cara mengunakan wadah berbentuk kotak. Pada kotak tersebut, dibuatkan lubang yang ditutup kain halus untuk keluarnya benih.Ukuran lubang disesuaikan dengan ukuran benih yang diinginkan. Wadah berisi benih sebaiknya ditempatkan pada air yang mengalir, karena sifat ikan selalu menentang arus.Baca juga: 5 Cara Membedakan Gurame Jantan dan BetinaBenih yang dihasilkan biasanya tidak seragam meskipun berasal dari induk yang sama, terlebih lagi benih yang dihasilkan berasal dari pemijahan secara komunal (berkelompok).Untuk penyeragaman benih, dilakukan seleksi benih yang disesuaikan dengan ukuran benih yang telah distandarkan.Adapun standar pemilihan benih yang dapat dilakukan sebagai berikut:- Larva (umur 10-14 hari)- Ukuran 1-2 cm (biji oyong)- Ukuran 2-3 cm (kuku)- Ukuran 4-6 cm (silet)- Ukuran 6-8 cm (korek) yang selanjutnya ke tahap pembesaranBaca juga: Cara Pemijahan Ikan GuramePenyebab ukuran benih yang dihasilkan tidak seragamSalah satu faktor keberhasilan pada proses produksi benih adalah keseragaman benih.Pengelolaan budidaya yang mengahsilkan keseragaman benih terletak pada pengelolaan induk, terutama padap roses perawatan dan pengelolaan pakan.Ukuran benih yang tidak seragam umumnya disebabkan oleh beberapa hal yaitu sebagai berikut:Baca juga: 5 Cara Memilih Indukan Ikan Gurame yang Baik- Ketidakseragaman benih biasanya dihasilkan dari perkawinan induk-induk gurame yang tidak layak untuk dijadikan induk, seperti induk cacat.- Pengaruh pada saat pemeliharaan. Faktor yang paling mempengarhuinya seperti pengelolaan pakan yang tidak sesuai dari segi kualitas maupun kuantitas.- Persiapan wadah atau kolam yang digunakan. Wadah yang akan digunakan untuk pemeliharaan sebaiknya terlebih dahulu dipersiapkan, terutama dalam hal penyediaan pakan alami untuk benih- Faktor kepadatan benih atau jumlah benih yang ditebar tidak sesuai dengan luasan tempat. Setiap wadah atau kolam yang digunakan sebaiknya mempunyai daya dukung (carrying capacity) tertentu. Bila melebihi batas maksimum, akan sangat berpengaruh terhadap benih dan lingkungan hidup benih sehingga benih tidak dapat berkembang secara normal.Sumber: nuansatani.com ...