Infomina

Media interaktif yang selalu memberikan berita dan informasi terkini dari industri perikanan. Anda juga dapat berbagi mengenai informasi perikanan yang Anda miliki disini.

promoted info

Join Minapoli Team
Lowongan Kerja

Join Minapoli Team

731 hari yang lalu

  • verified icon1598
Startup dan Masa Depan Perikanan

397 hari yang lalu

  • verified icon1067
Pentingnya Biosekuriti Tambak Udang

375 hari yang lalu

  • verified icon1085
Resep Pepes Kakap Bumbu Bali

272 hari yang lalu

  • verified icon510
Fish Migration
Jurnal Ilmiah

Fish Migration

Many fishes migrate long distances to spawn.  In order to better understand these movements, scientists have classified these migrations into several categories.Anadromous fish are born in freshwater, then migrate to the ocean as juveniles where they grow into adults before migrating back into freshwater to spawn.Examples: salmon, smelt, American shad, hickory shad, striped bass, lamprey, gulf sturgeonCatadromous fish are born in saltwater, then migrate into freshwater as juveniles where they grow into adults before migrating back into the ocean to spawn.Examples: American eel, European eel, inanga, shortfin eel, longfin eelAmphidromous fish are born in freshwater/estuaries, then drift into the ocean as larvae before migrating back into freshwater to grow into adults and spawn.Examples: bigmouth sleeper, mountain mullet, sirajo goby, river goby, torrentfish, Dolly VardenPotamodromous fish are born in upstream freshwater habitats, then migrate downstream (still in freshwater) as juveniles to grow into adults before migrating back upstream to spawn.Examples: sicklefin redhorse, lake sturgeon, robust redhorse, flathead catfish Oceanodromous fish are born near spawning grounds, then drift on ocean currents as larvae before settling as juveniles to grow into adults before migrating back to spawning grounds.Examples: black grouper, mutton snapper, goliath grouper Although these different types of migration classifications may be difficult to pronounce, they are important to understand in order to help maintain connectivity between critical habitats.Source: thefisheriesblog.com ...
GPMT Minta Distribusi Pakan Tak Dibatasi Bila Karantina Wilayah Berlaku
Terkini

GPMT Minta Distribusi Pakan Tak Dibatasi Bila Karantina Wilayah Berlaku

Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) meminta pemerintah tidak membatasi transportasi dan distribusi pakan dan bahan pakan tidak dibatasi bila karantina wilayah (lockdown) diberlakukan."Mohon dapat dipastikan agar transportasi dan distribusi yang berhubungan dengan pakan dan bahan pakan tidak termasuk yang dibatasi. Hal ini dikarenakan pakan dan bahan pakan adalah produk strategis dan pendukung sektor peternakan dan perikanan, dimana produk yang dihasilkan merupakan kebutuhan bahan pokok nasional," ujar Ketua Umum GPMT Desianto Budi Utomo dalam surat bernomor 058P/BP-GPMT/III/'20.Surat tersebut dikirimkan kepada menteri terkait seperti Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Pertanian,Menteri Kelautan dan Perikanan hingga Ketua Satgas Pangan.GPMT pun mengirimi pemerintah surat tersebut melihat informasi yang mengatakan pemerintah sedang membuat payung hukum yang berkaitan dengan karantina wilayah. Bahkan, menurut Desianto, sudah ada pemerintah daerah yang menerapkan local lockdown.Menurut Desianto, bila karantina wilayah dijalankan, maka akan berdampak pada terganggunya transportasi pengiriman produk peternakan dan perikanan seperti anak ayam (Day old chicken/DOC), benih ikan, benur, ayam, telur, ikan, udang, makanan olahan, pakan dan produk pendukung seperti bahan pakan yakni jagung feed additive dan lainnya.Sementara, dia juga mengatakan kebutuhan makanan ternak sama dengan kebutuhan pokok manusia yang harus disediakan, yang transportasi pengirimannya harus lancar dan tidak dilakukan pembatasan. Hal ini sesuai dengan UU nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan pasal 55 ayat 1 yang mengatakan bahwa selama dalam karantina wilayah, kebutuhan hidup dasar orang dan makanan hewan ternak yang berada di wilayah karantina menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.Tak hanya itu, dalam surat tersebut Desianto pun meminta kegiatan bongkar muat dari dan ke pelabuhan terkait pakan dan bahan pakan tetap bisa beroperasi juga penyeberangan antar provinsi atau antar pulai, truk dan/atau kontainer untuk muatan pakan dan bahan pakan tetap berjalan normal. Dia menambahkan, bila suplai dan distribusi pakan dan bahan pakan terganggu, maka budidaya peternakan dan perikanan juga akan terganggu sehingga berdampak pada suplai sumber protein masyarakat yang terganggu.Sumber: Kontan.co.id ...
Lima Manfaat Air Rendaman Daun Ketapang Bagi Ikan Cupang
Ikan Hias

Lima Manfaat Air Rendaman Daun Ketapang Bagi Ikan Cupang

Sudah sejak lama daun ketapang digunakan sebagai salah satu bahan untuk meningkatkan mutu ikan cupang. Manfaat utamanya bagi ikan cupang adalah sebagai penyembuh yang efektif. Alih-alih menggunakan bahan kimia, Anda sebaiknya menggunakan daun ketapang yang diolah untuk menyembuhkan ikan cupang yang terluka.Berbagai manfaat daun ketapang untuk ikan cupang di antaranya:1. Menurunkan pH AirMenurunkan pH Air: Bagi ikan cupang, pH air yang sesuai untuk hidup dengan baik berkisar 6,2 ~ 7. Dengan penambahan air olahan daun ketapang maka pH air tinggi bisa menjadi stabil.2. Membantu Membasmi JamurMembantu Membasmi Jamur: Jika ikan cupang Anda terinfeksi jamur maka menambahkan air olahan daun ketapang akan membuatnya cepat sembuh.3. Mengobati Luka Setelah Perkelahian / PemijahanMengobati Luka Setelah Perkelahian / Pemijahan: Perkelahian antar ikan cupang jantan, akan menyisakan luka dari yang biasa sampai sangat serius. Sedangkan pada pemijahan, ikan cupang betina akan luka-luka ketika dihajar ikan cupang jantan.Luka pada ikan cupang bisa disembuhkan dengan cepat dengan menambahkan air olahan daun ketapang. Cara ini telah lama terbukti berkhasiat di kalangan pecinta ikan cupang.4. Menyerap Racun pada AirMenyerap Racun pada Air: Terkadang ikan cupang yang terlihat sehat-sehat saja bisa mati mendadak. Hal ini seringkali terjadi karena penggunaan air yang tidak sehat pada wadah soliter ikan. Pendeteksian air beracun yang mengandung logam berat tidaklah mudah. Anda harus memiliki peralatan pendeteksi air.Penggunaan air daun ketapang yang dicampurkan pada air hidup ikan cupang akan membuat kadar racun menurun. Tannin berfungsi menyerap kandungan logam berat dan zat beracun lainnya pada air.5. Mengurangi Stress Pada Ikan dan Membuat Sisik Ikan Semakin BersinarMengurangi Stress Pada Ikan dan Membuat Sisik Ikan Semakin Bersinar: Tannin pada daun ketapang bisa mengurangi stress pada ikan. Penggunaan tannin pada ikan cupang akan membuat sisiknya menjadi lebih bersinar. Selain itu, banyak yang mengatakan ikan laga cupangnya menjadi lebih kekar dan kuat karena penggunaan daun ketapang. Sebenarnya masih banyak lagi kegunaan daun ketapang untuk ikan cupang. Tapi manfaat utamanya yaitu penyembuhan, perawatan, serta dukungan untuk memperkuat ikan cupang.Sumber: Trubus Life ...

AQUATICA ASIA & INDOAQUA 2019

The Most Innovative Aquaculture Exhibition & Conference in Asia Pasific.

Selengkapnya
Skenario KKP Jika Pandemi Ganggu Ekspor dan Budidaya
Terkini

Skenario KKP Jika Pandemi Ganggu Ekspor dan Budidaya

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menyiapkan sejumlah skenario jika pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap produksi perikanan di Tanah Air, terutama perikanan budidaya dan kinerja ekspor. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo tidak menampik adanya sejumlah kekhawatiran mengenai imbah wabah Covid-19 terhadap kinerja produksi dan ekspor perikanan. Menteri Edhy mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus memantau dan memastikan, sekaligus melakukan langkah-langkah antisipatif jika ada tren penurunan ke depan.“KKP atau negara akan terus hadir untuk memastikan bahwa produktivitas tetap terjaga karena saat ini produktivitas di sektor perikanan budidaya kita sedang bagus-bagusnya. Kami terus memantau untuk memastikan bahwa perikanan budidaya terus maju,” kata Menteri Edhy, Sabtu (28/3)Dia tidak menampik, ada penurunan ekspor karena konsumsi udang/ikan di beberapa negara menurun, menyusul mewabahnya Covid-19 di  hampir semua negara di dunia. Seperti Amerika, Eropa dan China yang membatasi jumlah impor karena banyak restoran yang tutup. Kendati demikian, Menteri Edhy berharap kondisi ini tidak membuat patah semangat pelaku sektor perikanan baik tangkap maupun budidaya.“Harus diyakini bahwa negara tetap hadir untuk masyakarat. KKP akan terus memantau dan memastikan bahwa usaha budidaya tetap berjalan,” lanjut Edhy.Jika kemudian permintaan menurun, Menteri Edhy menegaskan telah menyiapkan beberapa skenario seperti misalnya Pemerintah membeli langsung (produksi perikanan). “Tapi, itu juga kita harus pikirkan ketersediaan coldstorage untuk menampung. Hal ini tentunya akan kami koordinasikan terlebih dahulu dengan Presiden. Menurut laporan yang saya terima, wabah Covid-19 memang ada pengaruh terhadap penurunan permintaan 10-20%, tapi saya rasa ini tidak terlalu signifikan,” jelasnya.Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri Edhy mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi baik di internal maupun eksternal untuk memastikan ketersediaan stok ikan dan aktivitas pembudidaya.“Saya telah menugaskan Dirjen Perikanan Budidaya untuk mendata potensi udang di masyarakat yang belum terjual dan kepada Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan untuk mendata coldstorage baik yang operasional maupun yang tidak operasional, untuk scenario di atas,” imbuh Edhy.Potensi lain dari dampak pandemik Covid-19, Menteri Edhy menambahkan, adalah terganggunya rantai pasok. Pihaknya memastikan terus melakukan antisipasi jika ke depannya ada upaya penerapan pembatasan atau bahkan penutupan akses ke beberapa wilayah. “Tentu kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar khusus untuk urusan suplai logistik dan sarana prasarana penunjang usaha tidak dibatasi. Misalnya pengiriman produk ikan, pakan, benur dan obat obatan,” tutupnya.Sementara itu Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, menegaskan pihaknya akan terus mendorong produktivitas budidaya, salah satunya udang vaname di beberapa daerah. Ia mengaku telah menyiapkan strategi untuk genjot produksi di hulu.“Kita punya target peningkatan ekspor udang sebesar 250% hingga tahun 2024. Artinya kita perlu optimalisasi lahan tambak yang ada. Daerah-daerah di kawasan pantai Selatan Jawa punya potensi besar untuk kita kembangkan menjadi sentral produksi udang. Namun, tentunya kita harus pertimbangkan daya dukung lingkungannya juga,” ungkap Slamet.Slamet mengaku sudah menyiapkan roadmap untuk 5 (lima) tahun ke depan yang berisi straregi KKP dalam menggenjot produksi udang nasional. Menurut Slamet, pihaknya bakal melakukan optimalisasi lahan tambak melalui pendekatan kawasan berbasis kawasan, dimana aspek keberlanjutannya bakal terjamin.“Kami akan pastikan bahwa supply benih dan juga ketersediaan pakan ikan terjamin dengan harga yang terjangkau di masyarakat,” lanjut Slamet.Sebagai informasi, salah satu daerah budidaya udang vaname di Jawa Barat berada di kawasan Cidaun, Kabupaten Cianjur. Adalah PT. Kawan Kita Semua yang mengelola tambak seluas 5 hektare dengan menerapkan teknologi intensif.Direktur Utama, PT. Kawan Kita Semua, Dudi Hermawan mengatakan bahwa produksi udang cukup tinggi, dari panen hari ini mencapai 70 ton dari luas lahan 2,5 hentare artinya produktivitas rata rata tambak yang ia kelola mencapai 28 ton per hektar dengan size 20-25 ekor per kg.Dudi mengaku, wabah Covid-19 turut memicu penurunan harga udang di pasar, namun sejauh ini aktivitas ekspor masih cukup stabil sehingga aktivitas ekspor masih mereka jalankan. “Namun karena situasi global ini sulit diprediksi tentu langkah antisipatif perlu dilakukan,” Kata Dudi.Dudi juga mengeluhkan kondisi pasar yang kurang menentu dan mengharapkan pemerintah hadir untuk dapat menyelesaikan masalah. “Ketidakpastian pasar menjadikan kami melakukan panen lebih awal. Kami khawatir pabrik tutup karena pasar yang kurang atau pegawainya yang sudah mulai berkurang. Disisi lain harga udang menurun sedangkan harga pakan naik. Saya sudah mendapatkan informasi bahwa awal April ini harga pakan ikan dan udang akan naik. Dengan kedatangan Bapak Menteri ke Tambak Udang Cidaun ini kami sangat bahagia karena Pemerintah memperhatikan kami, Pemerintah hadir di tengah-tengah pembudidaya. Kami harap pemerintah dapat memastikan pasar serta dapat menyerap produksi yang ada di masyarakat. Bila tidak maka kondisi pembudidaya akan semakin terpuruk, “tutup Dudi.Sumber: KKP News ...
Budidaya Sehat dengan KJA Smart
Teknologi

Budidaya Sehat dengan KJA Smart

Smart dinilai mampu menurunkan bahan organik limbah budidaya di perairan terbuka Adanya polemik penataan ulang Keramba Jaring Apung (KJA) di kawasan waduk Sungai Citarum, menghantarkan berbagai solusi untuk diaplikasikan. Walaupun sebetulnya penataan ulang ini disebut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mewujudkan program Citarum Harum terkait kegiatan sektor perikanan.Solusi tersebut antara lain melalui penelitian yang dilakukan Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan (BRSDI) Jatiluhur – Jawa Barat. Unit kerja di bawa naungan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP ini merilis tiga solusi hasil riset dan inovasi dalam mewujudkan program Citarum Harum yang berkaitan dengan kegiatan perikanan.Aulia Riza Farhan Kepala BRPSDI mengungkapkan, tiga solusi tersebut adalah teknologi keramba jaring apung dengan sistem management dengan resirkulasi dan tanaman (KJA Smart),  teknologi eelway, dan Culture Based Fisheries (CBF). “KJA Smart merupakan solusi jangka pendek guna mendukung kegiatan budidaya perikanan yang merupakan teknologi untuk pencegahan dan pengendalian eutrofikasi dengan mengadopsi sistem akuaponik yang telah dimodifikasi sehingga dapat diterapkan di perairan terbuka waduk/danau,” terang Aulia.Makanya, terang Aulia, berdasarkan dampak dari kegiatan budidaya, dilakukan upaya pembuatan desain sistem budidaya yang ramah lingkungan oleh tim BRSDI. Salah satunya adalah dengan sistem KJA SMART. Berdasar isu yang berkembang, sisa kegiatan budidaya menjadi bahan organik yang mempercepat eutrofikasi. “Makanya ini bagaimana cara supaya tidak terjadi eutrofikasi dari sisa kegiatan budidaya, kita desain KJA dengan model baru sehingga hampir 90 % sisa bahan organik ini tidak keluar dari badan air,” tambah Aulia.Keunggulan KJA Smart, imbuhnya, yakni dimana sisa pakan terbuang dan sisa metabolisme ikan tertampung dan terendapkan di sistem penampungan sisa pakan dan tanaman akuaponik dapat berfungsi sebagai fitoremidiasi polutan (metode untuk mencuci limbah menggunakan tanaman). Selain itu keunggulan lainnya adalah dapat menampung masukan beban pencemaran organik di perairan danau atau waduk, menghasilkan produk tanaman organik, serta dapat menjadi destinasi ekowisata dan eduwisata.Konstruksi KJA SmartPenelitian KJA ini, dilakukan berdasar penelitian yang sudah dilakukan terkait pengaruh eutrofikasi atau penyuburan perairan oleh karena aktivitas budidaya perikanan. Peneliti senior BRSDI Prof Krismono mengungkapkan dalam penelitiannya bahwa ketebalan endapan di Waduk Djuanda pada lokasi budidaya 10 cm lebih tebal dibandingan lokasi tanpa kegiatan budidaya ikan dan peningkatan unsur hara perairan terutama nitrogen (N) dan fosfor (P) yang diperkirakan berasal dari hasil dekomposisi sisa pakan ikan dari KJA yang terendapkan di dasar perairan.Berdasar sumber jurnal “Penelitian Uji Serap Polutan Organik oleh Bahan Aktif Tanaman Air, Pengendalian Eceng Gondok dan Uji Kelayakan KJA Smart” pada 2016 lalu, konstruksi KJA Smart terdiri dari tiga komponen utama. Yaitu; kolam kedap air, penampung sisa limbah pakan dan tanaman akuaponik berupa kangkung.Menurut Krismono, hasil penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya menunjukkan kangkung digunakan sebagai tanaman akuaponik karena fungsinya. “Kegiatan KJA Smart diharapkan untuk menurunkan konsentrasi bahan organik. Dan kangkung dapat menurunkan kadar N-NO2, P-PO4, dan N-NO3.Dan hasil penelitian menunjukkan KJA Smart mampu menurunkan kandungan P-PO4, N-NO3 dan bahan organik pasca melewati tanaman akuaponik berturut-turut adalah 6,3-84,8%; 4,1 -77,7% dan 8,8-90,71%. Dimana dalam kegiatan budidaya ikan terjadi pelepasan limbah karbon, nitrogen dan fosfor. Bahan anorganik terlarut dari nitrogen (seperti NH3 ) dan fosfor (seperti PO4 3-) dilepaskan melalui ekskresi dan C anorganik dilepaskan melalui respirasi.  Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 94/15 Maret – 14 April 2020  Artikel Asli: Trobos Aqua ...
BSF untuk Budidaya, Maggot Hingga Kepompong
Terkini

BSF untuk Budidaya, Maggot Hingga Kepompong

Tidak hanya pada fase maggotnya, pemanfaatan BSF untuk bahan baku pakan ikan juga bisa pada fase kepompongnya.Pengembangan maggot dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) untuk alternatif bahan baku pakan sebetulnya bukan sesuatu yang baru. Tetapi penelitiannya untuk mendapatkan hasil yang optimal pada budidaya ikan masih terus berjalan. Penggunaan maggot sebagai alternatif bahan baku pakan banyak dilakukan oleh para pelaku budidaya yang cenderung menggunakan pakan mandiri. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh penggiat maggot asal Garut – Jawa Barat, Yosep Purnama.Yosep sudah melakukan percobaan penggunaan maggot sebagai bahan baku pakan selama beberapa tahun terakhir. Sejak 2016 ia bersama kelompoknya yang tergabung dalam Leles Lestari Foundation sudah memproduksi maggot untuk dijadikan bahan baku pakan ikan. Ia juga mempunyai kolam budidaya untuk mencoba langsung pakan mandirinya itu. Ia memproduksi pakan berbahan baku maggot yang bervariasi, mulai dari benih hingga pembesaran, khususnya ikan nila. Untuk pakan benih, ia langsung menggunakan tepung maggot tanpa dicampur dengan bahan lainnya. Menurutnya, kandungan protein yang terdapat pada tepung tersebut berkisar 40 – 44 %. Dengan menggunakan tepung maggot, Yosep mengklaim ada percepatan waktu budidaya hingga dua minggu dibandingkan jika menggunakan pakan biasa. Sementara untuk pakan pembesaran nila, ia bersama kelompoknya memproduksi pakan berukuran 2 – 6 mililiter (ml). Disesuaikan dengan bobot ikan dan masa budidayanya. Menurutnya, pakan nila yang ia buat memiliki kandungan protein sebesar 32 % dengan komposisi maggot pada pakan tersebut sebanyak 30 – 35 %. “Kami ikut SNI (Standar Nasional Indonesia) saja untuk persentase proteinnya,” ujarnya. Menurut perhitungan Yosep, dengan menggunakan pakan maggot, laju pertumbuhan ikan nila bisa mencapai 1,88 - 2,36 %. Sementara kelangsungan hidupnya bisa mencapai 92 – 95 %. Menurutnya, tidak terlihat dampak negatif penggunaan maggot pada kesehatan ikan. “Kami kirim sample ikan kan ke UPT Benih dan data penggunaan pakannya. Jadi berdasar hasil lab mereka, pakannya aman. Ikannya juga sehat,” tambah Yosep. Ia juga mengklaim bahwa FCR (rasio konversi pakan) pakan berbahan baku maggot yang diberikan pada nila bisa mencapai 0,8. Hal ini menguntungkan bagi Yosep dan kelompoknya karena bisa menekan biaya pakan, yang merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya. Selain keuntungan selama masa budidaya, penggunaan pakan berbahan baku maggot juga memberikan keuntungan pasca panen. Yosep mengaku bisa menjual ikannya jauh lebih tinggi dibanding para pembudidaya lainnya yang ada di sekitaran Garut yang tidak menggunakan pakan maggot. “Di petani sekitaran Garut, harga nila di pembudidaya itu rata-rata Rp 15 – 16 ribu (per kg). Sekarang di saya harganya bisa Rp 24 ribu. Karena bandar tau saya menggunakan pakan green (ramah lingkungan),” ungkapnya. Penggunaan maggot sebagai bahan baku pakan juga diapresiasi oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Menteri KP, Edhy Prabowo, dalam suatu kunjungannya ke Leles Lestari Foundation beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa penggunaan maggot sebagai bahan baku penting dilakukan oleh para pembudidaya. “Artinya mengurangi ketergantungan dari pakan pabrikan yang harganya semakin hari semakin mahal,” ucap Edhy. Pentingnya pengembangan alternatif bahan baku pakan ini juga pernah disampaikan Edhy kepada delegasi FAO (Organisasi Pangan Dunia) yang berkunjung ke kantornya awal tahun lalu. Edhy menyatakan bahwa pengembangan pakan berbahan baku maggot perlu mendapat dukungan karena selain bisa menekan biaya pakan, proses produksi maggotnya juga sangat ramah lingkungan. Yakni dengan memanfaatkan sampah-sampah organik sebagai sumber makanannya. “Maggot ini memakan sayuran, limbah rumah tangga, limbah restoran, dia bisa mengurai sampah organik,” katanya. Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 94/15 Maret – 14 April 2020Artikel Asli: Trobos Aqua ...