Infomina

Media interaktif yang selalu memberikan berita dan informasi terkini dari industri perikanan. Anda juga dapat berbagi mengenai informasi perikanan yang Anda miliki disini.

promoted info

Alltech Coppens Launches Aquaculture Inventor Program
Terkini

Alltech Coppens Launches Aquaculture Inventor Program

Fish feed manufacturer, Alltech Coppens, says it is looking for to discover and support ideas developed by fish farmers for fish farmers, with its new inventor project.Ideas can come from all aspects of aquaculture, it said, including hatchery, feeding, growing, catching, processing or marketing. Netherlands headquartered bussiness is encouraging farmers, located anywhere in the world, to enter their inventions by emailing inventor@alltech.com. The closing date is looming though. It is Thursday, September 5, 2019.Farmers whose ideas are selected will have the opportunity to showcase their invention to leaders and peers of the aquaculture industry, at Aqua InDepth, the company's conference taking place in Eindhoven, the Netherlands from September 30 to October 2. The winner of the inventor program will win €2,000 worth of Alltech Coppens feed as well as support from the Alltech Innovation team to help them develop their idea and communicate it to the aquaculture industry.'We want this to be a real innovation'When asked if the competition wa only open to farmers, Pat Charlton, CEO of alltech Coppens, told this publication : "No, we welcome any entrants; however, we do want to focus on the smaller, more practical ideas, and not the large multi-million-dollar innovations. Also we want this to be a real innovation and just not just simply an idea."In terms of the kind of support the winner get from the Alltech Innovation team, he said that would be somewhat dependent on the winner and the innovation. "Maybe the inventor doesn't want to commercialize their idea. However, if the winner and the invention warrant further development, then we have a wealth of global experience to help develop, promote and market the invention. We have run our own Pearse Lyons Accelerator program for the last three years and have developed a team of both internal experts and external consultants who could help with this project based on the requirement needed. Isn't one month froom launch of this program to submission deadline slightly restrictive in term of timing to create awareness and allow for enough submissions ?"Yes, this is short notice it has been a bit of a last-minute idea, but we want to tie this in with our global Aqua InDepth meeting in October. If this year's competition is a success, we would like to make it an annual event and next year obviously we will give this more time ," added Charlton.Source : Feednavigator.com ...
KKP : Perikanan Budidaya, Penopang Ketahanan Pangan dan Penggerak Ekonomi
Terkini

KKP : Perikanan Budidaya, Penopang Ketahanan Pangan dan Penggerak Ekonomi

Perikanan budidaya ke depan mempunyai peluang strategis sebagai kegiatan ekonomi masyarakat yang menguntungkan. Sehingga, akuakultut bisa dimanfaatan sebagai penggerak kegiatan ekonomi masyarakat. Hal itu dikarenakan, usaha perikanan budidaya atau akuakultur bisa menjadi komponen penopang ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, akuakultur ini peluang dan masa depan bagi masyarakat.  “Karena itu, Sarjana Kelautan dan Perikanan diharapkan mampu melihat potensi dan peluang serta siap menghadapi tantangan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.  Sehingga, kontribusi dan profesionalisme lulusan untuk mengelola kekayaan sumberdaya perikanan Indonesia mutlak diperlukan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0,” kata Slamet Soebjakto, saat memberikan pembekalan kepada wisudawan Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Senin (19/8).Menurut Slamet, Perguruan Tinggi sebagai basis ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan tempat berkumpulnya kaum intelektual, diharapkan dapat berperan langsung dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan pembangunan perikanan nasional.Lantaran, tantangan dalam pemanfaatan sumberdaya alam akan semakin besar di tengah fenomena perubahan iklim dan lingkungan, maka diperlukan solusi dengan mendorong pengembangan IPTEK yang sejalan dengan perkembangan dan tantangan yang ada. “Penerapan IPTEK seperti penggunaan autofeeder atau platform digital bidang investasi perikanan merupakan contoh nyata pemanfaatan teknologi informasi yang telah diadopsi sektor perikanan budidaya dalam upaya masuk ke era digitalisasi,” kata Slamet.Slamet mengatakan, dalam rangka diversifikasi pasar KKP juga mendorong dibukanya pasar baru, salah satunya dengan mulai mengekspor ikan patin ke Arab Saudi tahun ini. Hal ini sejalan dengan salah satu aspek utama pembangunan perikanan budidaya yakni pengembangan komoditas yang berorientasi pada permintaan pasar.  “Kami harapkan ekspor komoditas itu dapat menjadi produk ekspor unggulan baru perikanan” ujar Slamet.Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta, Moch. Heri Edy, menyatakan bahwa pendidikan, utamanya pendidikan tinggi merupakan salah kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat global. Sehingga, diperlukan perubahan paradigma menghadapi modernisasi di sektor kelautan dan perikanan. “Kita akan dorong kurikulum mata kuliah di bidang perikanan ini lebih fokus pada upaya-upaya dalam menjawab tantangan perikanan di era globalisasi saat ini. Kita ingin, sarjana perikanan lebih mumpuni dan menjadi problem solving bagi masyarakat perikanan,” pungkas Heri.Sumber : Tabloid Sinar Tani ...
Presiden RI Beri Penghargaan Atas Keberhasilan Inovasi di Bidang Perikanan Budidaya
Success Story

Presiden RI Beri Penghargaan Atas Keberhasilan Inovasi di Bidang Perikanan Budidaya

Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya merupakan penghargaan yang diberikan dari Presiden kepada warga Negara Indonesia yang telah sangat berjasa dan berbakti kepada bangsa dan Negara. Khusus di bidang perikanan budidaya, enam pegawai Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikaan (KKP) berhasil mendapatkan Tanda Kehormatan tersebut.Sebagaimana diketahui, salah satu kriteria untuk mendapatkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya adalah keberhasilan dalam melakukan inovasi teknologi yang telah diadopsi dan berkembang serta berguna untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. “Terus terang, saya bangga dengan pencapaian para perekayasa DJPB dari tahun ke tahun selalu ada inovasi baru yang diciptakan dan bisa menerima penghargaan Satyalancana Wirakarya dari Bapak Joko Widodo”, ungkap Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto di sela sela penganugerahan penghargaan tersebut di Jakarta. Sabtu (17/8).Menurutnya, penghargaan satya lancana wirakarya di bidang perikanan budidaya mengindikasikan  bahwa hasil perekayasaan khususnya di bidang perikanan budidaya dari para perekayasa DJPB tersebut telah diaplikasikan serta berguna bagi masyarakat.Disamping itu, pada peringatan Kemerdekaan RI ke 74 ini, DJPB juga memperoleh penghargaan pejabat fungsional bidang kelautan dan perikanan teladan tahun 2019 dari Menteri Kelautan dan Perikanan. Penghargaan Teladan I dan III tingkat nasional bagi jabatan fungsional PHPI diraih oleh pejabat fungsional PHPI yang berasal dari Loka Pemeriksaan Penyakit Ikan dan Lingkungan (LP2IL) Serang dan BBPBAP Jepara serta Penghargaan Teladan I, II dan III tingkat nasional bagi jabatan fungsional Pengawas Perikanan Bidang Pembudidayaan Ikan diraih oleh Pejabat Fungsional Pengawas Pembudidayaan Ikan yang berasal dari BPBL Ambon, BPBL Batam dan BBPBAP Jepara.Slamet mengungkapkan bahwa KKP memiliki banyak SDM unggul dan ini sejalan dengan visi Presiden untuk membawa kemajuan bagi Indonesia."Tentu sekali lagi kami sangat bangga, sekaligus optimis bahwa SDM unggul ini akan dapat diteladani dan membawa kemajuan bagi perikanan budidaya", ungkap Slamet.Adapun, deretan nama-nama penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya DJPB KKP adalah 1. Supito S.Pi, M.Si  sebagai Perekayasa Madya pada Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara atas Pengembangan Teknologi Budidaya Udang Skala Rumah Tangga guna meningkatkan pendapatan tambak rakyat; 2. Ir. Abidin Nur II, M.Sc sebagai Perekayasa Madya pada BBPBAP Jepara atas Pengembangan Udang Jerbung (Penaeus merguiensis) di Indoensia; 3. Bayu Romadhona S.Pi, M.Si sebagai Perekayasa Pertama pada BBPBAP Jepara atas Implementasi dan Pendampingan Teknis Budidaya Udang dan Rajungan Teknologi Sederhana bagi petambak masyarakat di Kabupaten Demak; 4. Ita Rizkiyanti S.Pi sebagai PHPI Muda dari BBPBAP Jepara atas Pembuatan Probiotik Kering Isolat Lokal dan Aplikasinya pada masyarakat dan pembudidaya ikan; 5. Ari Prakoso S.St.Pi sebagai Pengawas Pembudidayaan Ikan pada Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee atas Pembinaan Kehidupan Sosial Masyarakat (eks Narkoba) melalui usaha budidaya udang/ikan di Desa Pacu kota Lhokseumawe dan 6. Ibnu Sahidhir S.Pi, M.Sc sebagai Perekayasa Muda pada BBPBAP Jepara atas Pemasyarakatan Teknologi Fermentasi dalam Akuakultur secara online untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya.Dari hasil perekayasaan tersebut, komoditas yang banyak dikembangkan adalah udang. Kondisi demikian sudah sejalan dengan target perikanan budidaya menjadikan udang sebagai salah satu komoditas tulang punggung untuk mengdongkrak ekspor perikanan Indonesia.  Saat ini pengembangan budidaya udang terus ditingkatkan melalui pembinaan dan pendampingan serta terobosan teknologi baik teknologi budidaya maupun teknologi sarana dan prasarana pendukung yang telah dilakukan. Upaya tersebut telah dikembangkan oleh para perekayasa, pengawas pembudidayaan ikan serta PHPI sampai dihasilkan masyarakat yang mampu mengaplikasikannya dan meningkatkan kesejahteraannya.Untuk diketahui bahwa produksi udang nasional meningkat pada tahun 2017 mencapai sekitar 1 juta ton, dibandingkan pada tahun sebelumnya hanya mencapai 698 ribu ton. “Pengembangan udang windu dan udang jerbung sudah benar dilakukan, dikarenakan komoditas tersebut sebagai udang asli Indonesia. Sehinggga apabila nanti muncul kendala dalam usaha budidaya udang vaname, masyarakat sudah memiliki alternatif budidaya udang”, ujar Slamet. Bagi para perekayasa di bidang perikanan budidaya lebih termotivasi untuk menciptakan inovasi baru serta terus berkomitmen melakukan pembinaan dan pengaplikasian teknologi yang dihasilkan bagi peningkatan kesejahteraan pembudidaya serta keberlanjutan lingkungan dan usahanya. Dengan diterimanya penghargaan, diharapkan para perekayasa, pengawas pembudidayaan ikan serta PHPI jangan mudah berpuas diri karena masih banyak yang harus kita kembangkan bersama guna meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya masyarakat pembudidaya ikan. Sehingga masyarakat dapat menuju masyarakat perikanan budidaya yang mandiri, berdaya saing serta berkelanjutan,”pungkas Slamet.Sumber : Humas DJPB ...

AQUATICA ASIA & INDOAQUA 2019

The Most Innovative Aquaculture Exhibition & Conference in Asia Pasific.

Selengkapnya
Resep Gohu Ikan Tuna
Fish2Eat

Resep Gohu Ikan Tuna

Tingkat kesulitan: mudah Waktu memasak: 10 menit Untuk: 4 porsi   Bahan 250 g fillet ikan tuna segar 2 sdm air jeruk lemon cui/jeruk nipis 1 sdt garam 50 g daun kemangi 10 buah cabai rawit, iris kasar 10 butir bawang merah, iris-iris 2 sdm kenari sangrai, tumbuk kasar 5 sdm minyak goreng, panaskan Cara masak1.       Cuci ikan, lalu potong bentuk dadu ½ - 1 cm. Lumuri dengan air jeruk dan garam, sisihkan sebentar.2.       Iris daun kemangi kasar-kasar, aduk bersama cabai rawit, bawang merah, dan kenari.3.       Campurkan potongan ikan bersama campuran bahan, aduk hingga rata, lalu masukkan minyak panas ke dalamnya, aduk rata. 4.       Pindahkan gohu ke dalam wadah saji, hidangkan dan nikmati segera.Sumber : Primarasa ...
Resep Ikan Gabus Cabai Hijau
Fish2Eat

Resep Ikan Gabus Cabai Hijau

Tingkat kesulitan: Mudah Waktu memasak: 30 menit Untuk: 4 porsi   Bahan   200 g ikan gabus asin Minyak goreng 3 siung bawang putih, cincang 1 cm jahe, cincang 4 batang serai bagian putih, memarkan 5 lembar daun jeruk 2 batang daun bawang, iris 2 cm 1 sdt cuka 5% 100 g kentang, potong ukuran 1 x 1 x 4 cm, goreng Bumbu tumbuk kasar 300 g cabai hijau, rebus setengah matang 100 g bawang merah, rebus setengah matang ¼ sdt garam   Cara masak1.       Cuci ikan gabus, masukkan ke dalam air mendidih sampai ikan lunak. Jika ingin tidak terlalu asin, ganti airnya berulang-ulang. Tiriskan sampai benar-benar kering.2.       Potong ikan ukuran 2 x 3 cm. Goreng dalam minyak banyak sampai ikan matang dan kering, angkat, tiriskan3.       Panaskan 150 ml minyak dalam wajan, masukkan bawang putih, jahe, serai, dan daun jeruk, aduk sampai harum. Masukkan bumbu tumbuk kasar dan daun bawang, aduk.4.       Setelah bumbu matang, masukkan cuka. Aduk sampai bau menyengatnya hilang. Masak terus di atas api kecil sampai bumbu berminyak.5.       Masukkan  potongan ikan gabus dan kentang goreng, aduk sampai tercampur dan bahan berlumur bumbu, angkat. Sumber : Primarasa ...
Resep Ikan Bawal Bakar
Fish2Eat

Resep Ikan Bawal Bakar

Tingkat kesulitan: MudahWaktu memasak: 45 menitUntuk: 2 porsi Bahan:2 ekor (@ 200 g) ikan bawal putih2 sdt air jeruk nipis2 sdm minyak goreng, untuk menumis Bumbu halus:4 butir bawang merah2 siung bawang putih1 iris tipis lengkuas2 cm kunyit1 cm jahe1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan½ sdt garam  Bumbu oles: Campur jadi satu1 sdm kecap manis1 sdm minyak goreng1/8 sdt merica bubuk½ sdt bawang putih halus Sambal kecap:4 butir bawang merah1 buah tomat 4 buah cabai rawit3 sdm kecap manis1 sdt air jeruk limau Cara masak: 1. Bersihkan ikan, buang insang dan isi perut ikan, cuci bersih di bawah air mengalir. Buat 3 – 4 buah keratan pada badan ikan. Lumuri seluruh badan ikan dengan air jeruk nipis, sisihkan.  2. Panaskan minyak goreng dalam wajan, tumis bumbu halus hingga matang dan harum, angkat. Olesi bagian luar dan dalam ikan bawal dengan bumbu tumis. Sisihkan sedikitnya 1 jam agar bumbu meresap.  3. Siapkan pemanggang di atas api atau bara arang. Olesi kawatnya dengan minyak goreng. Bakar ikan di atas api kecil sambil dibalik-balik dan diolesi bumbu oles hingga matang.  4. Sambal kecap: Iris bundar tipis bawang merah. Belah-belah tomat menjadi 8 bagian. Iris bundar tipis cabai rawit. Aduk jadi satu dengan kecap manis dan air jeruk limau. Sajikan sebagai pelengkap ikan bakar.Sumber : Primarasa ...