Infomina - Info Produk

Minapoli adalah platform jaringan infomasi dan bisnis perikanan terintegrasi. Buat dan bagikan informasi perikanan sekarang dan temukan manfaatnya terkoneksi dengan jaringan Minapoli.

Info Produk

Lorica - Inovasi Skretting untuk Daya Tahan Udang Anda
Info Produk

Lorica - Inovasi Skretting untuk Daya Tahan Udang Anda

Skretting merupakan perusahaan terkemuka dunia yang bergerak di bidang pakan akuakultur. Total produksi pakan berkualitas dari Skretting mencapai dua juta ton per tahunnya. Skretting telah beroprasi di lima benua untuk memproduksi dan mengirimkan berbagai jenis pakan, mulai dari pembenihan hingga pembesaran untuk lebih dari 60 spesies ikan dan udang budidaya. Skretting merupakan anak perusahaan dari Nutreco.Lorica – Inovasi pertahanan untuk udang AndaSalah satu inovasi terbaru dari Skretting sebagai pionir produsen pakan di dunia adalah pakan fungsional untuk udang yang diberi nama Lorica. Inovasi ini didesain untuk pertahanan tubuh udang terhadap berbagai sumber stressor, seperti penyakit dan perubahan lingkungan yang ekstrim. Selain itu bentuk proteksi yang diberikan bahan Lorica adalah dengan mendukung peningkatan sistem imun, serta menjaga keseimbangan di dalam tubuh udang.Pertahanan untuk udangSebagai upaya pertahanan tubuh udang, Lorica berperan dalam meningkatkan struktur saluran pencernaan dan hepatopankreas. Hal tersebut meningkatkan kemampuan tubuh udang dalam melawan patogen di tubuhnya. Selain itu, bahan baku fungsional yang digunakan dalam Lorica dapat membantu melindungi udang selama fase kritis, contohnya seperti saat penanganan dan distribusi udang atau saat diberikan perlakuan tertentu.Proteksi lainnya adalah dengan cara meningkatkan tingkat kelangsungan hidup udang yang sudah tahan terhadap penyakit, sehingga dapat megurangi potensi terjadinya infeksi penyakit. Adanya konsep ini akan membantu menurunkan populasi bakteri patogen yang berpotensi menyerang udang.Baca juga: Skretting – Inovasi Pakan untuk Akuakultur BerkelanjutanPendukung sistem imunLorica menggunakan bahan baku yang telah diformulasi khusus untuk meningkatkan respon sistem imun pada udang, sehingga lebih tahan terhadap berbagai penyebab stress seperti infeksi patogen. Kandungan dalam Lorica juga mengoptimalkan integritas dan fungsi hepatopankreas dalam proses penyerapan nutrien sehingga lebih optimal.Menjaga KeseimbanganLorica mendukung keseimbangan tubuh udang dalam bersaing dengan patogen dan tekanan lingkungan melalui mekanisme imunologi dan struktural udang. Dampak dari infeksi bakteri juga dapat diturunkan melalui kerja sama antar bahan baku penyusun Lorica. Bahan baku tersebut akan menyerang bakteri patogen dengan cara mengurangi kepadatan bakteri dan menghambat komunikasi antarbakteri. Hal ini akan meningkatkan efektifitas dalam mengurangi dampak infeksi bakteri.Baca juga: Skretting Concerned by The Use of "Finite Marine Ingredients" in AquafeedsRekomendasi dalam penggunaan pakan Lorica adalah melalui pemberian pakan selama 7 hari untuk mencegah stress akibat penanganan atau pemindahan udang dan mencegah infeksi penyakit. Hal ini dilakukan selama periode kritis, yaitu 7 hari sebelum stress, ketika stress, dan 7 hari setelahnya. Lorica juga dapat digunakan selama siklus produksi untuk meningkatkan performa budidayanya. Frekuensi pemberian pakannya minimal diberikan sebanyak 4 kali perhari. [adv infomina]Skretting merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pakan ikan dan pakan udang dengan mengandalkan teknologi terbaru dalam produksinya. Berbagai jenis pakan yang tersedia di antaranya adalah pakan udang lorica, pakan kerapu skretting stella G, Pakan udang PL shrimp, pakan kakap skretting stella B dan lain-lain.  Temukan semua produknya di Pasarmina ...
Skretting – Inovasi Pakan untuk Akuakultur Berkelanjutan
Info Produk

Skretting – Inovasi Pakan untuk Akuakultur Berkelanjutan

Pendekatan yang Skretting lakukan sebagai upaya dalam menghadapi tantangan industri akuakultur masa kini dan yang akan datang adalah dengan inovasi. Pengembangan inovasi yang dilakukan oleh Skretting melibatkan berbagai unit yang telah disiapkan untuk terus melakukan riset-riset ilmiah berbasis teknologi terkini.Skretting memanfaatkan kolaborasi antara unit Research and Development, Skretting Aquaculture Research Centre (ARC), dan juga perusahaan Skretting di seluruh dunia untuk terus menciptakan inovasi-inovasi terbaru khususnya di bidang pakan. Inovasi terbaru dari Skretting di antaranya adalah MicroBalance® FLX, Lorica, dan SHIELDBaca juga: Skretting Concerned by The Use of "Finite Marine Ingredients" in AquafeedsMicroBalance FLX Inovasi dari MicroBalance FLX ini berbasis pada teknologi terkini mengenai mikronutrien dan interaksi di dalamnya. Dengan menyeimbangkan kandungan mikronutrien pada pakan, Skretting dapat memperkenalkan fleksibilitas bahan baku pakan yang belum ada sebelumnya. MicroBalance FLX  mempertimbangkan sisi ekonomis dari pakan, dengan menyediakan bahan baku alternatif yang lebih terjangkau namun memiliki nilai nutrisi yang tetap sama. Sehingga pembudidaya dapat tetap mempertahankan kualitas ikan mereka.Setelah dilakukannya riset selama beberapa tahun ke belakang oleh Skretting ARC, MicroBalance FLX hadir sebagai pakan dengan kandungan fishmeal yang jauh lebih rendah untuk beberapa spesies ikan. Hal ini sangat membantu upaya mengurangi penggunaan bahan baku yang berasal dari laut (marine-based) dalam pakan.Hadirnya produk ini mempermudah para pembudidaya untuk menyediakan pakan dengan kandungan fishmeal yang rendah, namun tetap dapat menunjang pertumbuhan, kesehatan, dan kualitas ikan budidaya. Baca juga: Skretting to Lend Test Facilities to Feed InnovatorsLoricaLorica merupakan pakan fungsional untuk udang, dan didesain untuk memperkuat pertahanan tubuh udang dari ancaman lingkungan. Kandungan pada pakan Lorica juga berperan untuk meningkatkan struktur dari sistem pencernaan dan hepatopankreas udang, serta meningkatkan resistensi udang terhadap serangan pathogen. Pada dasarnya, manfaat dari pakan ini adalah untuk membantu udang menghadapi stressor dari lingkungan, mendukung respon imun udang, mengurangi dampak infeksi bakteri, serta menghambat komunikasi antar bakteri pada tubuh udang. Beli produk skretting disini!SHIELDInovasi lainnya dari Skretting adalah produk SHIELD, yang mengkombinasikan perpaduan antar bahan fungsional untuk  mendukung pertahanan tubuh ikan sejenis salmon terhadap tantangan kutu laut (sea lice). Cara kerja dari produk ini adalah mengurangi penempelan kutu laut pada salmon, dan meningkatkan pertahanan tubuh ikan, sehingga ikan dapat menghadapi serangan kutu laut secara lebih baik.Selama puluhan tahun, Skretting ARC telah melakukan berbagai penelitian besar terhadap berbagai jenis spesies ikan maupun udang. Kompetensi utama dari tim ARC meliputi nutrisi dan kesehatan ikan dan udang, bahan baku pakan, proses pembuatan pakan, dan keamanan serta kualitas makanan. Skretting juga memiliki berbagai fasilitas yang mendukung pengembangan inovasi dan produksi pakan. Fasilitas yang terdapat di dalamnya meliputi stasiun penelitian ikan dan udang, pabrik percontohan untuk produksi pakan, dan laboratorium kimia. Untuk terus menciptakan inovasi terbaru, Skretting ARC juga berkolaborasi dengan lebih dari 50 universitas dan institusi di seluruh dunia. Advertorial Minapoli ...
Budidaya Gurami Optimal Bersama STP
Info Produk

Budidaya Gurami Optimal Bersama STP

Dengan pakan Suri Tani Pemuka (STP) pembesaran ikan lebih cepat dan citarasa ikan lebih gurih Bagi warga yang ingin melakukan budidaya ikan di tengah pemukiman, ikan gurami (gurame) bisa jadi pilihan. Pasalnya, budidaya gurami tidak menimbulkan bau dan hemat air. Selain itu, ancaman penyakitnya tidak banyak dan harga jualnya pun lebih stabil dibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainnya.  Hal itulah yang menjadi alasan Siswanto yang melakoni pembesaran ikan gurami (Osphronemus gouramy) Kota Metro, Provinsi Lampung, sejak tahun 1999 silam. Bahkan ia termasuk perintis budidaya ikan air tawar secara intensif di kota tersebut.  Ketika ditemui di rumahnya yang dikelilingi kolam ikan di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, baru-baru ini, pria setengah baya ini mengaku sengaja memilih budidaya ikan gurami karena selain harganya relatif stabil dibandingkan dengan jenis ikan lainnya, juga tidak mengganggu warga sekitar. “Maklum rumah saya berada di lingkungan pemukiman padat penduduk, jika saya memelihara ayam tentu mengganggu para tetangga akibat bau tidak sedap,” ujar Siswanto beralasan.  Kecuali itu, meskipun budidaya gurami masa pembesarannya relatif lama, namun pakan bisa dikombinasikan dengan dedaunan yang banyak terdapat di sekitar rumahnya dan penyakitnya pun tidak begitu banyak. “Dari awal memang saya kesengsemnya dengan gurami dan tidak pernah beralih hingga kini,” lanjutnya.  Pada awalnya Siswanto membudidayakan ikan gurami pada satu kolam. Setelah setahun membesarkan ikan dipanen sebanyak 50 kg gurami ukuran 7 ons per ekor yang dijual ke rumah makan/restoran di Kota Metro. Pada awalnya untuk sampai panen, dibutuhkan waktu pemeliharaan hingga setahun dengan pakan pabrikan yang dikombinasikan dengan pakan alami berupa dedaunan seperti, daun talas, daun singkong, daun jati, daun pepaya, kangkung, serta daun mengkudu.  Pakan STP  Untuk mempercepat pembesaran ikan, Siswanto terus mencari terobosan, termasuk mengganti benih dan pakan. Sejak menggunakan pakan merek NGA produksi PT Suri Tani Pemuka (STP), pembesaran ikan lebih cepat sehingga untuk mencapai berat enam hingga tujuh ons hanya diperlukan waktu pemeliharaan 10 bulan. Selain itu citarasa ikan juga lebih gurih sehingga disukai rumah makan/restoran.  Kini Siswanto sudah memiliki 25 kolam dengan tingkat kepadatan tebar 10 ekor bibit/meter kubik dan FCR hampir mendekati satu. Jika pada awalnya Siswanto membuat kolam tanah maka sekarang umumnya kolam yang dibangun berada di atas permukaan tanah dengan dilapisi plastik tebal dengan kedalaman 80 cm.  Mas Sis begitu warga dan kenalannya memanggil—pernah beralih menggunakan pakan merek lain dari pabrikan yang berbeda atas anjuran distributor pakan di Kota Metro. Namun akhirnya kembali ke produk STP karena selama ganti pakan tersebut, pertumbuhan ikannya menjadi lebih lambat. “Ya kayaknya memang dengan kondisi di sini cocoknya pakan STP,” lanjutnya. Meskipun harga pakan STP terus bergerak naik, namun Mas Sis tak bergeming lagi untuk beralih ke merek lain.  Soal benih, menurut Ketua Kelompok Tani Manjur ini tidak mengalami kesulitan karena usaha pembenihan gurami sudah berkembang di Metro, Kabupaten Lampung Tengah, dan Lampung Timur. Hal ini seiring terus bertambah banyaknya pembudidaya ikan gurami di daerah ini.  Siswanto menambahkan, ia ‘setia’ dengan pakan STP karena selain lebih fresh karena pabriknya berlokasi di Lampung, juga kualitas pakannya stabil sehingga pertumbuhan gurami tetap baik dan lebih tahan terhadap serangan penyakit dari satu siklus ke siklus berikutnya. “Soal harga nomor dua, saya lebih mementingkan kestabilan kualitas pakan agar pertumbuhan ikan tetap terjaga pada setiap siklus,” ungkap Sis.  Di tempat terpisah Gunawan, Fish Technical Service PT STP mengapresiasi kepercayaan Siswanto yang setia menggunakan pakan produksi STP dari awal menjalankan budidaya hingga kini. Sebagai rewardnya, pihak STP memberikan berbagai fasilitas untuk kelancaran budidaya yang dijalankan Siswanto. “Sejak tiga tahun lalu, Pak Sis menjadi mitra pendampingan STP,” jelas Gunawan.  Secara berkala tim laboratorium keliling dan technical service PT STP melakukan cek kualitas air di kolam budidaya gurami milik Siswanto. Terakhir tanggal 4 Februari lalu, tim TS STP melakukan uji sampel air kolam budidaya milik Siswanto. Dari hasil uji lab parameter air, TS STP merekomendasikan agar Siswanto melakukan aplikasi dolomit pada kolam dengan dosis 3 gram/m3/minggu guna menjaga kestabilan mineral air.  Ditambahkan Gunawan, aplikasi dolomit juga dimaksudkan untuk menaikan kadar alkali air kolam yang rendah. Sebab jika dibiarkan menyebabkan plankton tidak stabil, bahkan bisa drop. “Kondisi ini menjadikan bahan organik bisa memicu pertumbuhan penyakit/bakterial,” terangnyaPotensi Pasar  Setelah dibesarkan selama 11 bulan, rata-rata ukuran ikan berkisar antara 4-5-6 ekor/kg. Ikan tersebut dibeli tukang bakul seharga Rp 29 ribu hingga Rp 30 ribu/kg. Dibandingkan dengan ikan tawar lainnya, harga jual ikan gurami lebih stabil. Hanya pada musim kemarau harga ikan gurami lebih mahal. Kepadatan tebar 500 -600 ekor/kolam dan bisa panen rata-rata 400 ekor. Sis mengaku tidak banyak pembudidaya gurami di Metro Utara. Pasalnya untuk membesarkan gurami butuh modal yang lebih besar untuk pengadaan pakan. Banyak juga yang coba-coba, tapi karena kebanyakan hanya mengandalkan bantuan pemerintah tidak langgeng. Mengenai produksi per bulan, menurut Sis, tidak pasti karena panen dilakukan dengan mempertimbangkan harga jual, kebutuhan dana dan umur ikan. Hanya Sis mengaku, hasil dari penjualan ikan jauh lebih besar dibandingkan dengan padi sawah.  Jika umur ikan kurang dari 10 atau 11 bulan, biasanya tidak tahan jika dibawa perjalanan jauh. Sementara pemasaran gurami, selain ke Metro, Bandarlampung juga sebagian ke Sumatera Selatan. Jadi perlu ikan yang lebih kuat agar tetap dalam kondisi hidup sampai di tujuan.  Setelah sukses melakoni budidaya gurami, Sis berencana melakukan diversifikasi dengan menjual gurami beku (frozen). Ia melihat selama ini, kendala penjualan gurami adalah dalam keadaan hidup dan konsumen kesulitan membersihkannya.“Jadi jika kita jual gurami yang sudah dibersihkan dan dalam keadaan beku, saya yakin konsumen lebih tertarik. Karena jika dijual di dalam frezer maka, kapan pun konsumen bisa membelinya,” ungkap Sis  Artikel Asli : Trobos Aqua ...