Infomina - Gurame

Minapoli adalah platform jaringan infomasi dan bisnis perikanan terintegrasi. Buat dan bagikan informasi perikanan sekarang dan temukan manfaatnya terkoneksi dengan jaringan Minapoli.

Gurame

Cara Budidaya Ikan Gurame, Terbukti Panen Lebih Cepat & Lebih Untung
Gurame

Cara Budidaya Ikan Gurame, Terbukti Panen Lebih Cepat & Lebih Untung

Cara budidaya ikan gurame ini telah diterapkan oleh salah satu mitra GDM yang bernama Bapak Ogo di Cilacap. Beliau memulai ternak ikan gurame dengan total 1440 benih ikan gurame dengan ukuran sebesar korek api. Dari 1440 benih ikan gurame tersebut, Bapak Ogo berhasil panen ikan gurame sebesar 720 kg.Jadi, bagaimana cara budidaya ikan gurame agar cepat panen? Yuk simak penjelasan berikut ini.1. Seleksi Indukan Gurame Yang BaikUntuk menghasilkan ikan gurame yang baik maka dibutuhkan indukan yang baik pula. Induk gurame yang baik juga akan menghasilkan telur yang lebih memiliki daya tahan serta kemampuan hidup.A. Ciri-ciri Indukan Ikan Gurame Yang Siap Dipijahkan:1. Perut yang terasa lebih lembek ketika diraba2. Perut membesar ke arah belakang3. Anus akan nampak putih kemerahanB. Ciri-ciri Indukan Betina Ikan Gurame Yang Baik :1. Bagian perut terlihat membundar2. Warna badan akan relatif lebih terang3. Susunan sisik sedikit membuka4. Gerakan ikan tenang dan lambanC. Ciri-ciri Indukan Jantan Ikan Gurame Yang Baik :1. Warna badan kemerahan dan hitam terang2. Susunan sisik normal3. Bagian perut ikan akan meruncing3. Gerakan menjadi lebih lincah.Baca juga: 5 Cara Memilih Indukan Ikan Gurame yang Baik2. Proses Pemijahan Ikan GurameSelanjutnya adalah proses pemijahan ikan gurame atau proses perkawinan ikan gurame. Proses pemijahan ini sangat penting karena dari proses pemijahan ini akan didapatkan ikan-ikan gurame anakan yang baru.Berikut tahap proses pemijahan ikan gurame :A. Membuat Sarang Pemijahan.Bahan yang digunakan untuk sarang dapat berupa kelapa, rajutan karung atau ijuk yang diletakkan diatas anyaman tali. Penempatan bahan ini dimaksudkan agar memudahkan induk jantan untuk menyusun sarang.B. Memindahkan IndukInduk yang telah dipilih untuk dipijahkan dipindahkan ke dalam kolam pemijahan dengan menggunakan baskom atau ember besar berisi air agar ikan tidak stress. Perbandingan ikan yang ditebar adalah 1 ekor ikan untuk 5 m2 kolam dengan perbandingan jantan betina adalah 1:3.C. Pemijahan Akan Berlangsung Satu Minggu Setelah Induk Berada di Kolam.Induk jantan akan membuat sarang kemudian induk betina akan meletakkan telurnya pada sarang. Induk betina bertugas untuk menjaga telur. Setelah itu, induk jantan akan membuat sarang lagi untuk betina lainnya dan akan membuahi telur ikan betina selanjutnya.D. Penanganan dan Penetasan Telur GurameLangkah selanjutnya setelah dilakukan pemijahan adalah Anda harus melakukan penanganan dan penetasan telur gurame. Nah, untuk mengetahui pemijahan yang dilakukan berhasil atau tidak dapat dilihat dengan mengamati permukaan air kolam.Apabila tercium bau amis yang diikuti dengan munculnya banya minyak di permukaan air, berarti proses pemijahan telah terjadi. Umumnya, proses pemijahan akan berlangsung selama tiga hari.Jumlah telur yang dihasilkan oleh satu induk betina tergantung dengan jenisnya, biasanya sekitar 5000-7000 telur. Meski begitu, keberhasilan pemijahan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kondisi perairan, susu kolam pemijahan hingga kualitas pakan yang diberikan.Pengangkatan sarang harus dilakukan dengan hati-hati. Caranya adalah dengan memegang sisi luar bagian bawah sarangnya.Cara pengangkatan sarang ini sangat mempengaruhi tingkat kebrhasilan menetasnya telur. Oleh sebab itulah perlu sangat diperhatikan dan hati-hati dalam mengangkat sarang. Disarankan untuk mengangkat sarang menggunakan wadah, seperti baskom atau ember yang diisi dengan air.Lama penetasan telur umumnya terjadi selama 2-3 hari setelah pemijahan. Penetasan terjadi pada suhu sekitar 27-28oC. Setelah benih berumur 11 hari maka dapat dipindahkan ke dalam bak pendederan.Baca juga: Segmentasi Pendederan Gurami3. Proses Persiapan Bak PendederanSebelum benih ikan dipindahkan, maka Anda perlu menyiapkan kolam/bak pendederan. Berikut tahap dalam persiapan bak pendederan :Kolam dibersikan dan dikeringkan.Jika Anda menggunakan kolam tanah, maka tanah perlu dicangkul untuk mempercepat proses dekomposisi.Kemudian perbaiki saluran keluar masuk air kolam dengan memasang filter/saringan di pintu saluran masuk air. Hal ini bertujuan untuk melancarkan sirkulasi air dan meminimalisir serangan hama penyakit pada budidaya ikan gurame.Berikut cara persiapan bak pendederan:1. Pada H-10 tebar, lakukan:2. Tebar secara merata GDM SaMe Granule Bio Organik dengan dosis 150 kg/ha lalu masukkan air hingga setinggi 30 cm.3. Larutkan 5 kg GDM Black BOS dengan air, kemudian siram/tebar merata ke air kolam. Ini bertujuan untuk menjaga PH pada air kolam tetap stabil, sekaligus mempersiapkan kolam agar mikroorganisme baik yang dibutuhkan oleh ikan gurame bisa tumbuh dengan optimal.4. Pada H-7 sebelum tebar, semprot/siramkan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis perikanan kedalam kolam, dengan dosis 10 liter/ha.4. Proses Pendederan Ikan GurameSetelah kolam siap, benih dapat ditebar pada pagi (07.00-09.00) atau sore hari untuk mencegah stress. Sebelum ditebar, benih diadaptasikan terlebih dulu dengan air kolam.Caranya, dengan mengapungkan wadah berisi benih ikan di permukaan air kolam sehingga terjadi penyesuaian suhu. Setelah itu, buka wadah agar benih keluar dengan sendirinya dan masuk ke dalam kolam.Berikut ini tahap persiapan dan pembuatan kolam ikan gurame:A. Persiapan dan Pembuatan Kolam Ikan GurameKolam yang digunakan untuk budidaya ikan gurame dapat berupa kolam tanah, kolam tembok dan kolam terpal. Berikut akan dibahas bagaimana persiapan dan pembuatan kolam ikan gurame:I. Persiapan dan Pembuatan Kolam Tanah1. Menggali lokasi yang akan dibuat kolam.2. Pematang dibuat dengan tinggi 1 m dan lebar 0,5 m untuk bagian atas, dan 1 m untuk bagian bawahnya.3. Memasang pipa atau bambu besar untuk mengatur masuk dan keluarnya air4. Cangkul tanah pada dasar kolam sedalam 30 cm, lalu ratakan lagi. Ini bertujuan agar tanah menjadi lembut setelah diberi air.5. Buatkan saluran pada bagian tengah kolam dengan bentuk memanjang. Mulai dari pintu masuk air hingga pintu keluar air. Buat dengan ukuran lebar 0,5 m dan kedalaman 15 cm. Saluran ini berfungsi sebagai tempat berkumpulnya gurame ketika proses pemanenan.6. Pupuk kolam dengan GDM SaMe sebanyak 150 kg/ha, lalu masukkan air hingga ketinggian 30 cm pada 10 hari sebelum tebar benih. 7. Larutkan GDM Black BOS sebanyak 5 kg disetiap 1 ha lahan secara merata pada 10 hari sebelum tebar benih.II. Persiapan dan Pembuatan Kolam Tembok1. Kolam digali kemudian dibuat tembok atau beton2. Pada tengah kolam dipasang saluran atau dipasang bat yakni semacam kubangan yang akan mempermudah proses pengisian/pembuangan air dan bermanfaat saat pemanenan.3. Kolam dibiarkan 2 hingga 3 hari.4. Pupuk kolam dengan GDM SaMe sebanyak 150 kg/ha, lalu masukkan air hingga ketinggian 30 cm pada 10 hari sebelum tebar.5. Larutkan GDM Black BOS sebanyak 5 kg disetiap 1 ha lahan secara merata pada 10 hari sebelum tebar benih.6. Diamkan selama 10 hari, hingga mikroorganisme, plankton atau atau zooplankton yang dibutuhkan oleh ikan tumbuh dan berkembang.III. Persiapan dan Pembuatan Kolam Terpal1. Membangun dan merakit terpal seperti kolam dengan penopang bambu atau kayu dengan kedalaman kira-kira 90 cm.2. Kolam terpal diisi air dan didiamkan hingga kira-kira 1 minggu untuk menetralkan kolam terpal dari bahan kimia serta merangsang pertumbuhan plankton sebagai makanan ikan gurame.3. Larutkan GDM Black BOS sebanyak 5 kg disetiap 1 ha lahan secara merata pada 10 hari sebelum tebar benih.4. Diamkan selama 10 hari, hingga mikroorganisme, plankton atau atau zooplankton yang dibutuhkan oleh ikan tumbuh dan berkembang.Baca juga: Cara Budidaya Ikan Gurame Di Kolam TerpalB. Syarat Lokasi Kolam Ikan Gurame1. Ketinggian lokasi antara 50-400 mdpl.2. Suhu air berkisar antara 24-30ºC, ikan gurame perlu berada di tempat dengan suhu yang stabil.3. Kualitas air harus bersih, tidak tercemar dan tidak keruh.4. Nilai derajat keasaman (pH) perairan berkisar antara 7-8.5. Kandungan oksigen terlarut minimal 2 mg/L.C. Tahap Perawatan Kolam Untuk Ikan GurameI. Tahap Perawatan Kolam Terpal Untuk Ikan Gurame1. Membersihkan terpal yang digunakan agar tidak terjadi pengendapan bahan organik berlebih yang dapat mempengaruhi kualitas air kolam.2. Mengisi kolam terpal dengan jumlah air yang tepat3. Dapat memasukkan eceng gondok ke dalam kolam untuk mengurangi efek suhu tinggi dalam kolam.4. Selain eceng gondok juga dapat menanam pohon peneduh disekitar kolam.5. Membersihan kolam kolam secara berkala agar air kolam tetap terjaga kualitasnya.6. Aplikasikan 10 liter Suplemen Organik Cair Spesialis Perikanan untuk 1 ha lahan disetiap 10 hari sekali.7. Memeriksa pH pada air kolamII. Tahap Perawatan Kolam Tembok Untuk Ikan Gurame1.  Menjaga keaadaan air agar tetap bersih.2. Membersihkan kolam dari kotoran yang akan membuat air menjadi keruh3. Pergantian air dilakukan 1 hingga 2 minggu sekali.4. Pergantian air secara eektif sebaiknya dilakukan sebanyak 30% dari air yang ada di kolam.5. Aplikasikan 10 liter Suplemen Organik Cair Spesialis Perikanan untuk 1 ha lahan disetiap 10 hari sekali.6. Memeriksa pH pada air kolamIII. Tahap Perawatan Kolam Tanah Untuk Ikan Gurame1. Memeriksa volume air yang ada pada kolam2. Mengamati warna kolam secara berkala, apabila keruh air harus diganti.3. Memeriksa pH pada air kolam.4. Memeriksa suhu pada kolam secara berkala.5. Aplikasikan 10 liter Suplemen Organik Cair Spesialis Perikanan untuk 1 ha lahan disetiap 10 hari sekali.5. Proses Pemindahan Bibit Ikan Gurame Dari Bak Pendederan Ke KolamSetelah ikan yang berada di bak pendederan sudah mulai berkembang, maka ikan akan dipindahkan ke dalam kolam untuk pembudidayaan selanjutnya hingga panen. Proses pemindahan bibit ikan gurame dilakukan seperti berikut :- Keluarkan air dalam bak pendederan sedikit demi sedikit.- Menggunakan scoop net untuk menangkap ikan.- Kemudian benih dimasukan ke dalam wadah berisi air.- Letakkan wadah secara mengapung pada kolam dan biarkan ikan beradaptasi dengn suhu kolam dan dikeluarkan secara perlahan.6. Cara Perawatan Budidaya Ikan GurameIngin tahu rahasia sukses budidaya ikan gurame yang terbukti meningkatkan keuntungan sebesar 331%. cek selengkapnya di https://gdm.id/probiotik-ikan-gurame/Dalam budidaya ikan gurame, Anda harus memperhatikan perawatan pada ikan gurame agar ikan gurame dapat tumbuh dengan baik dan dapat di panen sesuai harapan. Berikut ini cara perawatan ikan gurame berdasarkan usianya:A. Cara Perawatan Ikan Gurame KecilPerawatan pada ikan gurame kecil harus memperhatikan sirkulasi air dan kualitas air yang baik. Pemberian pakan juga diperhatikan kualitasnyaB. Cara Perawatan Ikan Gurame BesarMasih sama dengan ikan gurame kecil, ikan gurame perlu diperhatikan kebersihan kolam dan suhu air kolam. Air kolam yang kotor akan menyebabkan penyakit pada ikan gurame. pH pada air kolam juga harus netral.7. Jenis dan Cara Pemberian Pakan Ikan GurameCacing sutra merupakan salah satu pakan alami pada ikan guramePerawatan pada ikan yang paling penting adalah pemberian pakan. Perlu diperhatikan, pemberian pakan ini juga harus diperhatikan kualitas dari pakannya itu sendiri. pakan yang memiliki kualitas yang baik akan meberikan efek yang baik juga untuk ikan budidaya, Anda.A. Pemberian Pakan Ikan Gurame KecilIkan gurame yang kecil dapat diberikan pelet halus dengan takaran 10% dari total bobot keseluruhan.B. Pemberian Pakan Ikan Gurame BesarIkan gurame yang sudah berumur beberapa bulan dapat diberikan daunt alas, daun pepaya, daun singkong dll. Selain itu, dapat diberikan pakan selingan seperti dedak, ampas tahu dan bungkil kedelai. Pemberian pelet ikan juga disarankan karena pelet ikan memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang baik untuk ikan.8. Masa Panen Ikan GurameMasa panen pada ikan gurame biasanya adalah 8 bulan, dengan ukuran ikan adalah sebesar telapak tangan. Hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam panen ikan gurame adalah cara pemanenannya.Menggunakan jaring yang halus sangat disarankan agar tidak merusak sirip ikan dan apabila sirip rusak dapat menurunkan kualitas ikan tersebut. Selain menggunakan jaring, adalah dengan mengguanakan tangan.Caranya adalah dengan menulusuri kolam kemudian menangkatnya dengan perlahan dan hati-hati. Kemudian masukkan kedalam wadah, agar bisa dijual secara langsung.Nah, itulah cara budidaya ikan gurame agar sehat dan cepat panen. Jangan lupa untuk gunakan produk GDM Organik untuk mendapatkan hasil optimal dan cepat panen.Sumber: GDM ...
Cara Budidaya Ikan Gurame Di Kolam Terpal
Gurame

Cara Budidaya Ikan Gurame Di Kolam Terpal

Pada umumnya budidaya ikan gurame dikolam terpal semakin diminati oleh masyarakat untuk saat ini, hal yang paling terutama bagi mereka yang tidak mempunyai lahan kosong yang terbilang minim sumber air. Bila awalnya dalam membudidayakan ikan gurame dilakukan di empang maupun di kolam yang terdapat aliran air, saat ini ikan gurame dapat dibudidayakan di kolam terpal. Bahkan untuk kolam terpal yang digunakan tidak perlu yang luas yang penting didesain baik sesuai dengan kapasitas populasi ikan gurame. Untuk modal yang akan dibutuhkan dalam budidaya ikan gurame kolam terpal juga lebih hemat bila dibanding dengan membuat kolam beton.Selain itu kolam terpal juga sangat mudah dibongkar pasang apabila nanti sudah tidak akan digunakan lagi. Berikut tahapan cara budidaya ikan gurame di kolam terpal yang baik dan benar agar mendapatkan keuntungan yang maksimal,Beli Wadah Budidaya Ikan Disini!Proses Membuat Media KolamUntuk media ternak yang akan digunakan untuk membuat kolam ialah plastik atau juga terpal, kita dapat membeli terpal di toko alat pertanian dengan harga bervariatif. Apabila anda tidak ingin menggunakan terpal maka dapat diganti dengan menggunakan plastic yang transparan yang memiliki ukuran panjang dan lebarnya hampir sama seperti terpal. Selain terpal atau plastik untuk ternak ikan gurame di kolam terpal juga membutuhkan batu bata merah yang akan digunakan sebagai tembok penopang dengan ketinggian maksimal panjang 4 meter, lebar 2 meter dan ketinggian 1 meter. Untuk tahap awal yang dilakukan yakni dengan membuat tembok dari susunan batu bata merah, setelah tersusun rapi kemudian letakkan terpal atau plastic dibagian dinding dalam dan lantai dasar kolam. Baca juga: Cara Membuat Kolam Terpal bagi Pemula, Cocok untuk Budidaya IkanTeknik Pengisian Air Kolam Langkah selanjutnya setelah membuat kolam selesai dilakukan, berikutnya ialah mengisi kolam dengan air kurang labih dengan ketinggian air 50-75 cm. Hal ini bertujuan agar ikan tidak dapat mudah melompat atau saat hujan tidak akan meluap setelah kolam terisi air proses ternak ikan gurame dikolam terpal belum dapat ditempati ikan gurame, tetapi kolam yang berisi air tersebut harus didiamkan kurang lebih 1 minggu. Setelah itu baru kolam ditebari benih ikan gurame yang sudah berusia 2 bulan karena sudah mampu bertahan di cuaca dan suhu kolam terpal. Baca juga: Tahapan Budidaya Ikan di Kolam TerpalTakaran Jumlah Benih Untuk ukuran kolam yang sudah dijelaskan sebelumnya dapat digunakan untuk ternak gurame kurang lebih 200 ekor, hal ini bertujuan agar populasi ikan saat semakin besar tidak berlebihan. elain itu selama berternak ikan gurame di kolam terpal harus rutin diberi pakan pada waktu pagi dan sore harinya. Untuk mengurangi efek panas matahari anda dapat menambahkan eceng gondok sehingga pada suhu air tidak terlalu berlebihan. Sedangkan untuk perawatan yang diperlukan antara lain dengan membuat saringan air seperti dalam aquarium, karena jenis ikan ini sangat membutuhkan oksigen yang baik dan air yang bersih. Dalam setiap 2 minggu sekali air diberi sanitizer hal ini bertujuan untuk membunuh bibit penyakit didalam kolam terpal. Dalam proses ini apabila diterapkan dengan baik, maka budidaya dan ternak gurame dalam metode menggunakan kolam terpal dapat menghasilkan panen yang baik. Bahkan perhitungan keuntungan yang didapat dapat lebih besar dibanding metode lainnya. Dalam hitungan kurang lebih 4 bulan, ikan budidaya gurame kolam terpal dapat dipanen dan siap disetorkan ke tengkulak atau distributor ikan air tawar untuk disalurkan ke berbagai kota. Itulah informasi tentang cara budidaya ikan gurame di kolam terpal mudah-mudahan bisa bermanfaat dan menambah wawasan Anda, Selamat mencoba !Sumber : Agrikompleks ...
Gurami Bima, Lebih Unggul dari Galunggung Super dan Tulungagung
Gurame

Gurami Bima, Lebih Unggul dari Galunggung Super dan Tulungagung

Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) yang berada di bawah Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan penebaran ikan gurami hibrida unggul hasil pemuliaan di Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota (27/5). Gurami yang diberi nama Bima itu diberikan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan 'Anakocia'.Menurut siaran pers BRSDM KKP (9/5), Gurami Bima merupakan merupakan hasil persilangan ikan gurami jantan Jambi dan betina Majalengka. Pada 28 Mei 2021, Kepala BRPI Joni Hariyadi beserta Kepala Dinas Perikanan dan Penyuluh Perikanan Kabupaten Limapuluh Kota, juga melaksanakan sosialisasi kepada pembudidaya perikanan di tujuh kecamatan yang merupakan sentra produksi ikan gurami.Upaya peningkatan performa pertumbuhan gurami Bima BRPI Sukamandi dilakukan melalui program riset peningkatan mutu genetik, “Pembentukan Varietas Unggul Ikan Gurami Tumbuh Cepat” yang dimulai pada tahun 2014.Baca juga: Tips Seleksi Benih Ikan GuramePenelitian ini dimulai dengan melakukan koleksi ikan gurami dari beberapa populasi yang berbeda. Antara lain Majalengka, Tasikmalaya, Jambi dan Kalimantan. Pada tahun 2015, dilakukan karakterisasi genotipik dengan hasil yang menunjukkan bahwa populasi Majalengka dan Jambi memiliki hubungan kekerabatan paling jauh, sehingga potensial untuk digunakan dalam upaya pemuliaan melalui program hibridisasi.Selanjutnya pada tahun 2016-017 dilakukan evaluasi performa pertumbuhan, hasilnya menunjukkan bahwa persilangan antara induk betina ikan gurami Majalengka dengan induk jantan ikan gurami Jambi terbukti memiliki nilai heterosis yang tinggi, yaitu sebesar 32,68 persen pada umur 14 bulan. Hal tersebut menunjukkan bahwa ikan gurami hibrida Bima prospektif sebagai varietas ikan gurami unggul tumbuh cepat.Sementara uji multilokasi dilakukan pada tahun 2018, hasilnya menunjukkan bahwa ikan gurami hibrida Bima memiliki pertumbuhan 26,97 persen lebih cepat daripada ikan gurami lokal di Tulungagung. Sedangkan hasil uji multilokasi di Sukamandi menunjukkan bahwa ikan gurami hibrida tumbuh cepat memiliki pertumbuhan 17,18 persen lebih cepat daripada ikan gurami Galunggung Super.Baca juga: 5 Cara Memilih Indukan Ikan Gurame yang BaikSelain itu, hasil pengujian performa ketahanan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila dan bakteri Mycobacterium fortuitum menunjukkan bahwa benih ikan gurami Bima memiliki ketahanan yang lebih tinggi daripada benih ikan gurami Galunggung Super hasil rilis Balai Pengembangan Budidaya Ikan Gurami dan Nilem (BPBIGN) Singaparna.Hasil uji toleransi lingkungan juga menunjukkan bahwa benih ikan gurami hibrida tumbuh cepat memiliki ketahanan toleransi yang lebih tinggi daripada benih ikan gurami Galunggung Super terhadap paparan cekaman suhu, salinitas serta pH. Hasil-hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa ikan gurami hibrida tumbuh cepat selain memiliki pertumbuhan yang lebih cepat juga memiliki ketahanan terhadap cekaman lingkungan serta ketahanan terhadap penyakit yang lebih baikArtikel Asli ...
Begini Cara Pemberian Pakan Ikan Gurami yang Baik
Gurame

Begini Cara Pemberian Pakan Ikan Gurami yang Baik

Komoditas perikanan khususnya ikan gurami, di Indonesia memang cukup diperhitungkan. Hal ini karena tingkat konsumsi ikan gurami memang cukup tinggi. Selain itu, banyak pembudidaya juga tertarik berinvestasi pada budidaya ikan gurami.Meskipun cukup menjanjikan, menjalankan bisnis budidaya ikan gurami tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, dan juga tanpa pengetahuan yang memadai. Pasalnya, keberhasilan pembudidayaan ikan gurami dimulai dari teknik pemberian pakannya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pembudidaya agar pembudidayaan ikan guraminya dapat berhasil dan menghasilkan omzet yang tidak sedikit.Baca juga: Tips Seleksi Benih Ikan GurameBerikut teknik tepat pemberian pakan ikan gurami:Pemberian pakan yang teratur dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan tubuh ikan lebih cepat. Induk-induk gurami yang sehat dan terjamin makanannya dapat dipijahkan dua kali setahun berturut-turut selama 5 tahun.Untuk merangsang pertumbuhan gurami, perlu diberikan pakan hewani dan nabati dalam komposisi yang ideal. Gurami tidak dapat diberi 100% pakan pabrik karena dagingnya akan menjadi lembek. Untuk memenuhi pakan nabati, bisa disediakan berbagai jenis hijauan seperti daun sente, kangkung, daun ubi kayu, dan tanaman air atau daun tanaman darat yang lunak serta masih muda.Jika ditambah enzim kompleks, komposisi pemberian pakan hewani dan nabati yang baik adalah 2% per kg. Berdasarkan pengalaman beberapa petani, pemberian daun sente (Alocasia machoriza), sejenis talas-talasan, menunjukkan pertumbuhan yang paling baik. Pemberian pakan nabati dimulai saat benih seukuran korek atau kira-kira berumur 3,5 bulan.Baca juga: Makanan Ikan Gurame Agar Cepat BesarPakan diberikan berupa pelet dengan kandungan protein yang disesuaikan dengan ukuran ikan jika:- Ukuran ikan 3—5 cm kadar proteinnya 38%- Ukuran ikan 5—15 cm kadar proteinnya 32%- Ukuran ikan >15 cm kadar proteinnya 28%- Ransum harian pakan buatan dilakukan secara berkala dengan dosis 1—3% dari bobot biomass per hari dengan frekuensi pemberian 1—2 kali per hari, yaitu pagi dan sore. Adapun pakan hijauan diberikan dengan dosis 1—2% dari bobot biomass per hari dengan frekuensi satu kali per hari.Dengan acuan dosis tersebut, bobot pakan per hari dapat berubah seiring dengan penambahan bobot ikan dalam kolam. Penambahan bobot tersebut sering disebut dengan pertumbuhan. Besarnya pertumbuhan dapat diketahui melalui teknis sampling (mengambil beberapa ekor ikan dan menimbang bobotnya).Bobot total ikan dalam kolam adalah perkalian antara bobot rata-rata ikan yang di-sampling dengan jumlah ikan yang dipelihara. Penyesuaian jumlah pakan disesuaikan dengan hasil sampling bobot total ikan yang dilakukan setiap dua minggu sekali.Sumber: Pertanianku ...
Tips Seleksi Benih Ikan Gurame
Gurame

Tips Seleksi Benih Ikan Gurame

Sampai saat ini seleksi benih ikan gurame masih dilakukan secara manual. Bila dilakukan seperti seleksi ikan lainnya akan mengakibatkan kematian, hal ini disebabkan oleh luka sisik, dan benih ikan gurame sangat peka apabila diperlakukan dengan kasar. Teknik seleksi benih ikan gurame yang dapat dilakukan yaitu dengan cara mengunakan wadah berbentuk kotak. Pada kotak tersebut, dibuatkan lubang yang ditutup kain halus untuk keluarnya benih.Ukuran lubang disesuaikan dengan ukuran benih yang diinginkan. Wadah berisi benih sebaiknya ditempatkan pada air yang mengalir, karena sifat ikan selalu menentang arus.Baca juga: 5 Cara Membedakan Gurame Jantan dan BetinaBenih yang dihasilkan biasanya tidak seragam meskipun berasal dari induk yang sama, terlebih lagi benih yang dihasilkan berasal dari pemijahan secara komunal (berkelompok).Untuk penyeragaman benih, dilakukan seleksi benih yang disesuaikan dengan ukuran benih yang telah distandarkan.Adapun standar pemilihan benih yang dapat dilakukan sebagai berikut:- Larva (umur 10-14 hari)- Ukuran 1-2 cm (biji oyong)- Ukuran 2-3 cm (kuku)- Ukuran 4-6 cm (silet)- Ukuran 6-8 cm (korek) yang selanjutnya ke tahap pembesaranBaca juga: Cara Pemijahan Ikan GuramePenyebab ukuran benih yang dihasilkan tidak seragamSalah satu faktor keberhasilan pada proses produksi benih adalah keseragaman benih.Pengelolaan budidaya yang mengahsilkan keseragaman benih terletak pada pengelolaan induk, terutama padap roses perawatan dan pengelolaan pakan.Ukuran benih yang tidak seragam umumnya disebabkan oleh beberapa hal yaitu sebagai berikut:Baca juga: 5 Cara Memilih Indukan Ikan Gurame yang Baik- Ketidakseragaman benih biasanya dihasilkan dari perkawinan induk-induk gurame yang tidak layak untuk dijadikan induk, seperti induk cacat.- Pengaruh pada saat pemeliharaan. Faktor yang paling mempengarhuinya seperti pengelolaan pakan yang tidak sesuai dari segi kualitas maupun kuantitas.- Persiapan wadah atau kolam yang digunakan. Wadah yang akan digunakan untuk pemeliharaan sebaiknya terlebih dahulu dipersiapkan, terutama dalam hal penyediaan pakan alami untuk benih- Faktor kepadatan benih atau jumlah benih yang ditebar tidak sesuai dengan luasan tempat. Setiap wadah atau kolam yang digunakan sebaiknya mempunyai daya dukung (carrying capacity) tertentu. Bila melebihi batas maksimum, akan sangat berpengaruh terhadap benih dan lingkungan hidup benih sehingga benih tidak dapat berkembang secara normal.Sumber: nuansatani.com ...
Makanan Ikan Gurame Agar Cepat Besar
Gurame

Makanan Ikan Gurame Agar Cepat Besar

Ikan gurame merupakan salah satu jenis ikan yang memeliki masa pertumbuhan tergolong lambat, sehingga perlu adanya Makanan ikan gurame yang tepat, agar cepat tumbuh besar. Tidak dipungkiri, faktor pemberian makanan atau asupan protein nabati dan hewani yang seimbang ini sangat penting.Ikan gurame murupakan salah satu budidaya ikan yang menguntungkan. Karena ikan gurame merupakan komoditas ikan yang memiliki harga jual yang tinggi, Berikut makanan ikan gurame yang anda harus tahu agar ikan gurame cepat besarPeletMakanan ikan gurame yang pertama adalah pelet yang mengandung protein hewani sebesar 25% sampai dengan 30%. Dalam pemberian pelet, pilihlah pelet terapung. Untuk memudahkan ikan memakanya.Anda juga harus memperhatikan nilai gizi yang terkandung dalam pelet, karena akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ikan. Sedangkan ukuran pada pelet dapat disesuaikan dengan mulut ikan.Cara memberi memberi pakan ikan gurame di lakukan 2x sehari yaitu pagi dan sore.  Makanan tersebut diberikan  sebanyak 2% dari bobot benih. Anda juga tidak boleh memberikan makanan secara berlebihan.Misalnya, cukup dengan 80% tingkat kekenyangan. Hal tersebut dapat dilihat dari ketika ikan sudah mulai menjauh dari makanan. Jika pemberian makan berlebihan di takutkan akan mengendap dan bisa menjadi racun untuk ikan.Anda cukup menaburkan pallet pada satu titik kolam dengan sedikit demi sedikit. Anda tidak perlu meyebarkan pelet pada seluru bagian kolam.Baca juga: Inovatif, Sekelompok Mahasiswi Ini Buat Pelet Ikan Murah dari Bahan AlamPakan Tambahan Dari HewanPakan tambahan yang berasal dari hewan ini bisa seperti ikan teri, ikan rucak, limbah ikan dan ikan lainya. Juga keong, siput, bekicot dan limbah udang, cacing tanah,belalang dan hewan kecil lainya.Jagung RebusJangung rebus diketahui sangat baik untuk mempercepat dalam kematangan ‘’gonade’’ sehingga, dapat memperpendek waktu pemijahan. Jumlah jagung rebus yang dapat diberikan adalah 3%-5% dari berat badan induk.  Dengan begitu telur yang matan pada  usia 45-60 hari dapat diperpendek menjadi 25-30 hari.Untuk pemberian makan ikan gurame adalah dengan menempatkan jagung di anyaman bambu (0,5 x 0,5 meter). Kemudian di tenggelamkan sekitar 15 cm pada jarak 0,5 meter pada pinggir kolam. Pilihlah tempat dimana ikan berkumpul. Dana tempat yang terlindungiDaun-DaunanUntuk menekan biaya dalam pemeliharaan ikan gurame, anda dapat memanfaatkan daun-daun sebagai pakan tambahan. Makanan ini dapat di tambahkan karena sifat ikan gurami yang omnivora.Baca juga: Membuat Sendiri Pakan Alternatif Ikan GuramiAnda dapat menambahkan daun-daunan yang dapat di tanam di sekitar kolam. Seperti daun santhe. Daun santhe ini memiliki bentuk mirip daun talas. Daun tersebut yang memiliki ciri yang menonjol daunya, yang tegak keatas lurus dengan tangkainya,Selain daun santhe, ada juga daun talas. Yang umbi nya dapat di manfaatkan untuk dimakan. Sedangkan daunnya cukup digemari ikan gurame.Ada juga daun kangkung, daun ketela pohon/ singkong, caisin, daun talas, daun lamtoro, daun papaya, daun pisang, salada air, genjer.Dan perlu di ingat untuk daun yang mengandung getah, harus di layukan terlebih dahulu seperti daun singkong dan talas. Karena di takutkan akan menganggu kesehatan ikan.Baca juga: Tim Riset UNS Ubah Larva BSF Jadi Pelet Ikan Kaya ProteinPenerapan MakananAnda juga dapat menerapkan makanan sebagai berikut. Seperti umur 10 hari anda dapat memberi dedek halus dan kuning pada telur. Kemudian umur 10 hari sampai 1,5 bulan  bisa rayap ular semut.Sedangkan  1,5-3,5 bulan dapat diberikan hewani dan daun-daunan. Untuk 3,5 sampai 8 bulan diberikan tumbuhan air. Dan 8-12 bulan diberikan daun-daunan dan  pelet.Terakhir jika lebih dari 12 bulan tetap daun-daunan dan pelet.  Untuk makanan ikan gurame biar cepat besar anda dapat memberikan juga enzim komplek kira-kira sebanyak kira-kira sebanyak 2 % dari pakan pabrik.Itulah pakan ikan gurami yang bisa terapkan. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan dapat bermanfaat bagi anda. Sekian. Sumber: UKM Kreatif ...
5 Cara Memilih Indukan Ikan Gurame yang Baik
Gurame

5 Cara Memilih Indukan Ikan Gurame yang Baik

Ikan gurame termasuk jenis ikan air tawar konsumsi yang masih banyak digemari sampai saat ini. Tingginya permintaan tersebut membuat usaha budidaya ikan gurame masih sangat berpotensi menghasilkan untung yang besar.Dalam melakukan usaha budidaya ikan gurame agar dapat menghasilkan keuntungan,  tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan, salah satunya adalah proses pemilihan indukan, yang nantinya akan digunakan pada proses pembibitan.Sumber: bibitikan.com1. Indukan Harus BerpasanganHal pertama yang harus diperhatikan dalam memilih indukan ikan gurame adalah jenis kelaminnya. Usahakan jenis kelamin indukan harus berpasangan. Untuk itu, anda wajib mengetahui perbedaan antara gurame jantan dan betina.Ikan gurame jantan dapat diketahui dari bentuk dahinya yang menonjol, dagu tebal, ujung sirip ekor membundar, tulang insang berwarna kuning, dasar sirip berwarna putih serta perut terlihat meruncing.Ikan gurame betina memiliki ciri berupa bentuk dahi yang rata, dagu tidak tebal, ujung sirip ekor rata, tutup insang berwarna putih kecokelatan, dasar sirip hitam dan perut membundar.Baca juga: Cara Mudah Seleksi Induk Ikan Kerapu Macan2. Pertumbuhan Badan yang CepatIndukana gurame yang baik adalah yang memiliki pertumbuhan yang baik dan cepat. Bentuk ikan juga harus ideal, baik berupa panjang tubuh dan beratnya. Ciri lain yang menandakan pertumbuhannya baik adalah ukuran kepala relatif kecil, kulit licin dan mengkilap, warna sisik cerah, ikan bergerak aktif serta tidak adanya luka dan cacat fisik.3. Perhatikan Dagu Ikan Gurame JantanBaca juga: 3 Cara Pemijahan Induk KakapKualitas ikan gurame dapat ditentukan dari bentuk dagunya. Ikan gurame jantan yang akan dijadikan indukan haruslah memiliki bentuk dagu yang tebal dan besar. Dagu indukan jantan harus kuat dan lebar karena akan digunakan sebagai tempat penyimpanan telur.4. Perhatikan Kondisi SisiknyaSelain dagu, sisik ikan gurame juga harus diperhatikan dengan baik. Ikan gurame yang akan dijadikan indukan haruslah memiliki sisik yang tertata rapi, tidak terkelupas maupun terluka serta bebas dari penyakit.5. Cukup UmurHal terakhir yang dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih indukan gurame adalah umur ikan tersebut. Pastikan bahwa calon indukan sudah cukup umur, yakni untuk jantan harus berusia 4 tahun atau dengan bobot 2-3 kg. Sedangkan untuk yang betina harus berusia 3 tahun dengan bobot 2-2,5 kg. Artikel asli  ...
Cara Pemijahan Ikan Gurame
Gurame

Cara Pemijahan Ikan Gurame

Pemijahan ikan gurami secara alami dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pemijahan di kolam khusus dan pemijahan pada kolam pemeliharaan.Secara terinci, cara pemijahan ikan gurami dijelaskan sebagai berikut.Pemijahan Ikan Gurame di Kolam KhususFaktor penting yang perlu diperhatikan dalam kolam pemijahan adalah airnya jernih dengan kedalaman kolam antara 75-100 cm, dan aliran air tidak terlalu deras. Bahan-bahan untuk pembuat sarang disediakan secukupnya berupa rumput-rumput kering, ijuk, dan lain-lain.Perbandingan induk jantan dan betina yang ideal disiapkan 1 : 4 atau satu ekor per 20-30 m². Kolam pemijahan dibuat sekitar 60-100 m² atau lebih besar, tergantung kesediaan lahan.Sebelum digunakan sebagai pemijahan, dasar kolam dikeringkan dan dilakukan perbaikan-perbaikan pematang yang besar. Sarana pemijahan ikan gurami dalam kolam antara lain beberapa keranjang dari bambu berbentuk seperti kerucut yang dipajang secara mendatar lebih kurang 20 cm di bawah permukaan air.Keranjang bambu berfungsi untuk penempatan sarang. Kolam pemijahan yang telah diisi air, dapat segera ditebari (dilepaskan) induk-induk ikan gurami.Sebelum pemijahan berlangsung, biasanya induk jantan akan membuat sarang terlebih dahulu sedikit demi sedikit. Pemijahan akan segera terjadi pada sore, biasanya pukul 15.00 – 17.00 atau malam hari. Setelah berpijah, maka lubang sarang akan ditutup dengan rumput kering atau ijuk.Pemeriksaan sarang terhadap telur dapat dilakukan dengan cara menusuk bagian tengah sarang tersebut. Apabila dari dalam sarang ke luar bintik-bintik minyak ke permukaan air dan menebar bau amis, pertanda ikan gurami sudah berpijah.Telur-telur tersebut dapat dipungut untuk ditetaskan di tempat lain atau dalam wadah penetasan berupa corong dari fiber glass atau akuarium.Baca juga: 7 Langkah Pemijahan Buatan Ikan GabusPemijahan di Kolam Pemeliharaan IndukKolam pemeliharaan induk dapat berfungsi rangkap sebagai kolam pemijahan, sehingga ukuran kolam disiapkan cukup luas. Dalam kolam ini disediakan bahan-bahan pembuatan sarang lengkap dengan keranjang bambu.Tempat sarang berupa keranjang sampah plastik bulat diameter 20-25 cm atau tempat lain yang serupa dan ditempatkan pada kedalaman 10-15 cm di bawah permukaan air.Bahan sarang berupa sabut kelapa, ijuk, atau bahan lain yang dapat dibuat sarang yang ditempatkan di permukaan air sekitar tempat sarang.Ikan gurami yang sudah siap memijah membuat sarang untuk menampung telur. Padat penebaran induk ikan gurami antara 1-2 ekor/40-50 m².Kegiatan pemijahan ikan gurami berlangsung setelah sarang yang dibuat induk jantan selesai. Telur-telur yang terdapat dalam sarang dapat diangkat untuk ditempatkan dalam wadah yang terkontrol.Pengecekan telur dilakukan setiap pagi pada setiap sarang yang sudah dibuat induk ikan gurami dengan cara menusuk sarang atau dengan menggoyangkannya. Apabila keluar telur atau minyak, maka pemijahan sudah terjadi dan sarang berisi telur.Sarang yang berisi telur dikeluarkan dari tempat sarang secara perlahan untuk dipindahkan ke dalam baskom plastik yang telah diisi air kolam induk.Secara perlahan, sarang dibuka sampai telur ke luar dan mengapung di permukaan air. Telur-telur tersebut diambil dengan menggunakan sendok untuk dipindahkan ke dalam wadah penetasan berupa corong dari fiber glass atau akuarium yang sudah diisi dengan air bersih.Cara Pemijahan Ikan Gurame di Kolam (Terpal/Tembok)Kolam pemijahan dapat berupa kolam tanah, kolam terpal, atau kolam tembok tetapi dasar kolam diusahakan tetap tanah. Dasar kolam tanah akan merangsang induk gurami untuk segera memijah.Syarat kolam pemijahan yaitu airnya jernih, tenang dan mengalir kecil sehingga suplai oksigen juga terpenuhi, ada pintu pemasukan dan pengeluaran air dan tidak boleh terlalu banyak mengandung lumpur karena airnya cepat keruh, air yang keruh dapat menutupi permukaan telur, akibatnya akan mempengaruhi keberhasilan penetasan telur.Baca juga: Cara Membuat Kolam Terpal bagi Pemula, Cocok untuk Budidaya Ikan1. Persiapan Kolam PemijahanPersiapan kolam pemijahan bertujuan untuk menciptakan lingkungan kolam dalam kondisi optimal bagi ikan gurami untuk melakukan pemijahan.Kolam pemijahan harus dilengkapi dengan saluran pemasukan air dan pengeluaran. Saluran pemasukan air dibutuhkan untuk mensuplai air baru agar air kolam tetap segar dan ketersediaan oksigen terlarut tetap terjaga. Aliran air yang masuk ke kolam dapat merangsang ikan untuk memijah.Ikan Gurami seperti ikan air tawar lainnya juga akan terangsang berpijah bila ada suasana baru dalam kolam, seperti bau ampo yang terbentuk akibat pengeringan tanah kolam kemudian kena air baru.Hal inilah yang menyebabkan pengeringan dan penjemuran pada dasar kolam pemijahan mutlak dilakukan. Selain kegiatan pengeringan, pemberian pakan daun talas juga dapat merangsang gurami untuk segera kawin.Tahapan kegiatan yang perlu dilakukan untuk menyiapkan kolam pemijahan ikan gurami adalah sebagai berikut :Kolam dikeringkan 3-7 hari, tergantung cuaca dan ketebalan lumpur di kolam. Tujuan pengeringan kolam yaitu merangsang birahi induk untuk segera kawin, membunuh hama dan penyakit serta membuang gas-gas yang membahayan ikan (misalnya: amoniak (NH3) dan H2S).Perbaikan pematang, membersihkan kolam dari semua kotoran yang ada dan masuk ke kolam serta membersihkan rumput liar disekitar pematang. Jika dasar kolam banyak mengandung lumpur segera dikurangi atau dibuang.Setelah pengeringan kolam, dilakukan pengapuran dengan dosis 100 gr/m². Pemberian kapur selain untuk menaikkan pH tanah juga untuk membunuh bibit-bibit penyakit yang terdapat di dasar kolamKolam pemijahan diisi dengan air bersih, jernih dan memenuhi persyaratan untuk kehidupan dan telur nantinya sedalam 80 cm. Setelah 3-4 hari dari pengisian air kolam, induk sudah dapat dimasukkan ke kolam pemijahan.Apabila sumber air kurang jernih atau keruh, sebaiknya air diendapkan terlebih dahulu dalam bak pengendapan. Air kolam yang keruh akan menyebabkan telur terselimuti oleh lumpur sehingga telur-telur membusuk dan tidak menetas.Disamping itu, air yang keruh kita akan kesulitan untuk mengetahui apakah telah terjadi aktifitas pemijahan dan apakah sarang telah berisi telur atau belum.2. Mempersiapkan SarangInduk gurami membuat sarang terlebih dahulu sebelum melakukan pemijahan. Gurami meletakkan dan menyimpan telurnya didalam sarang.Di alam, induk gurami jantan membuat sarang yang terbuat dari rumput-rumput kering yang disusun di pojokan kolam.Agar proses pemijahan gurame dapat berlangsung lebih cepat, pembudidaya perlu menyediakan tempat kerangka sarang (sosog) dan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat bahan sarang (seperti ijuk, sabut kelapa).Keberadaan bahan sarang tersebut juga merangsang induk cepat untuk memijah.a. Kerangka Sarang (Sosog)Kerangka sarang dapat berupa sosog, ranting-ranting pohon dan bilah bambu yang cukup ditancapkan di pinggir pematang kolam.Pemakaian dengan bilah bambu lebih praktis, hemat biaya, dan induk gurami lebih fleksibel dalam membuat sarang. Sedangkan sosog adalah anyaman bambu berbentuk kerucut dengan diameter lingkaran mulut sosog antara 25-30 cm dan dalamnya 30-40 cm.Pemasangan sosog dilakukan di pematang dengan cara tangkainya ditancapkan ke pematang kolam. Namun ada juga yang memasang sosog di bagian tengah kolam dengan cara memasang tangkai pada pangkal sosog .Penempatan sosog di bagian tengah kolam bertujuan untuk mengantisipasi induk yang enggan membuat sarang di pinggir kolam, karena kondisi pinggir kolam yang kurang nyaman dan banyak lalu lalang orang.Pemasangan sosog disarankan sekitar 15-30 cm di bawah permukaan air kolam. Jarak pemasangan antara sosog yang satu dengan lainnya sekitar 2 – 4 m.Jumlah sosog yang dipasang di kolam pemijahan disesuaikan dengan jumlah induk betina. Satu ekor induk betina biasanya membutuhkan satu sarang untuk meletakkan telurnya.Namun, semakin banyak kerangka yang dipasang maka akan semakin baik karena induk gurami akan lebih leluasa memilih tempat yang diperkirakan aman dan nyaman untuk meletakkan telurnya.Baca juga: Teknik Pemijahan Ikan Patinb. Bahan SarangBahan sarang untuk pemijahan gurami dapat berupa ijuk, sabut kelapa dan rumput-rumput kering. Namun , yang paling banyak digunakan adalah ijuk dan sabut kelapa karena lebih praktis, murah, dan mudah didapat.Pilihlah ijuk yang lembut untuk menghindari pecah atau rusaknya telur akibat gesekan dengan ijuk. Sebelum digunakan ijuk dan sabut kelapa dicuci hingga bersih dan dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur.Bahan pembuat sarang ini biasanya ditempatkan di pinggir atau di tengah kolam dengan posisi menggantung supaya induk dapat dengan mudah mengambil ijuk atau sabut kelapa.Agar bisa menggantung, ijuk dan sabut kelapa dijepit secara longgar dengan bilah bambu yang dipasang di pinggiran kolam. Namun kelemahannya, banyak ijuk yang jatuh ke dasar kolam atau tertimbun lumpur.Penempatan bahan sarang yang umum dilakukan pembudidaya yaitu diatas para-para yang terbuat dari bambu.Para-para bambu ini diberi kaki pada keempat sudutnya sehingga mampu menahan ijuk/sabut kelapa yang ditempatkan di atasnya.Bahan tersebut diletakkan di atas para-para yang terendam air atau rata dengan air supaya mudah diambil induk jantan.Oleh induk jantan, ijuk/sabut kelapa diambil dan dipindahkan ke sosog atau bilah bambu yang ditancapkan pinggir pematang kolam.3. Penebaran Induk ke Kolam PemijahanInduk gurami yang telah matang gonad dan siap mijah dapat segera dipindahkan ke kolam pemijahan.Ciri-ciri induk ikan gurame yang baik adalah sebagai berikut:- Memiliki sifat pertumbuhan yang cepat.- Bentuk badan normal (perbandingan panjang dan berat badan ideal).- Ukuran kepala relatif kecil- Susunan sisik teratur,licin, warna cerah dan mengkilap serta tidak luka.- Gerakan normal dan lincah.- Bentuk bibir indah seperti pisang, bermulut kecil dan tidak berjanggut.- Berumur antara 2-5 tahun.- Adapun ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:a. Ikan gurame betina- Dahi menonjol.- Dasar sirip dada terang gelap kehitaman.- Dagu putih kecokelatan.- Jika diletakkan pada tempat datar ekor hanya bergerak-gerak.- Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan.b. Ikan gurame jantan- Dahi menonjol.- Dasar sirip dada terang keputihan.- Dagu kuning.- Jika diletakkan pada tempat datar ekor akan naik.- Jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih.Baca juga: Cara Mudah Memilih Bibit dan Indukan Ikan NilaCiri-ciri ikan gurame mau bertelur adalah pada daerah antara bawah sirip dada sampai anus menonjol sebagai pertanda induk betina telah matang gonad atau sudah mengandung telur dan siap dipijahkan.Penangkapan dan pelepasan induk yang telah matang gonad dilakukan secara hati-hati agar induk tidak terluka atau stress.Penangkapan induk sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari ketika cuaca tidak terlampau panas. Hal ini untuk menghindari stress pada ikan akibat perbedaan suhu yang terlalu tinggi antara di kolam induk dengan suhu di kolam pemijahan.Pemindahan induk ke kolam pemijahan dilakukan setelah kolam pemijahan sudah siap dan telah diisi air.Penangkapan induk gurami yaitu dengan cara melokalisir induk dengan menggiringnya di salah satu sisi kolam dengan menggunakan jaring yang dibentangkan.Setelah ruang geraknya dipersempit, induk dapat ditangkap dengan menggunakan tangan dan dilakukan dengan hati-hati. Penangkapan induk harus dilakukan satu demi satu.Penangkapan induk tidak disarankan menggunakan seser, karena akan mengakibatkan sisik ikan banyak yang terkelupas.Cara memegang induk gurami ada caranya yaitu induk dipegang dengan tangan dengan posisi badan terbalik. Induk dipegang pelan dan hati-hati, mata gurami diusahakan tertutup oleh telapak tangan agar tidak berontak.Bagi yang belum mahir dapat menggunakan kain halus basah yang diselimutkan pada tubuh ikan secara hati-hati. Selanjutnya induk diangkat secara pelan-pelan dengan posisi terlentang juga.Induk yang tertangkap dimasukkan ke dalam drum atau ember besar berisi air yang telah dipersiapkan.Ketika memasukkan induk ke kolam pemijahan harus dilakukan secara hati-hati. Masukkan induk bersama dengan wadahnya ke kolam pemijahan dan biarkan gurami keluar dan berenang dengan sendirinya.Pemindahan induk dapat juga dengan cara mempergunakan kain halus basah, kemudian diangkut dan dilepaskan bersama pembungkusnya. Dengan cara ini kemungkinan induk jatuh karena meronta dapat dikurangi atau dihindari.Jika induk sampai terjatuh maka akan dapat menyebabkan stress sehingga induk tidak mau memijah. Sumber: titikdua.net  ...
5 Cara Membedakan Gurame Jantan dan Betina
Gurame

5 Cara Membedakan Gurame Jantan dan Betina

Tahukah Anda mengenai Cara Membedakan Gurame Jantan dan Betina? Siapa sih yang tidak kenal dengan ikan gurame?Ikan yang berukuran cukup besar dan memilik daging yang empuk serta rasanya yang tidak perlu diragukan lagi, menjadikan ikan gurame sebagai salah satu ikan yang banyak dicari ketika anda berkunjung ke sebuah rumah makan.Ketahuilah Ikan gurame sendiri memang merupakan ikan asli yang dibudidaya dari Indonesia, meski harganya cukup mahal, namun rasanya yang enak dan bergizi, menjadikan ikan gurame ini sebagai menu andalan yang paling banyak diminati.Ikan gurame sendiri memiliki beragam jenis mulai dari gurame jepang, gurame angsa, gurame blue safir, gurame porselen dan masih banyak jenis lainnya.Masing-masing jenisnya ini pun memiliki ciri dan keunikan sendiri. Budidaya ikan gurame di Indonesia sendiri bisa dikatakan memang sebagai sesuatu yang memiliki prospek baik karena memang permintaannya yang cukup tinggi.Tidak hanya di Indonesia, Negara asia tenggara lainnya seperti Thailand, Malaysia bahkan mencapai Australia juga mulai menggemari jenis ikan ini.Sehingga bukan hal yang tidak mungkin dalam beberapa tahun kedepan, Negara-negara beriklim tropis lainnya bisa mulai membudidayakan ikan gurame tersebut.Baca Juga : Budidaya Ikan Gurame, Pemula Harus Perhatikan IniIkan gurame sendiri memiliki beberapa ciri umum antara lain seperti daging ikannya yang tebal, bagian mulut yang dimiliki ikan tersebut cenderung kecil, gigi ikan yang terletak pada bagian rahangnya berukuran kecil.Namun pada bagian diluar itu cenderung lebih besar, sirip bagian punggung dan bagian duburnya memiliki duri, dan bahkan semakin dewasa umur dari ikan gurame, maka durinya ini juga akan semakin besar.Sisik pada tubuhnya juga besar-besar dan kepala sisiknya cenderung kasar.Beberapa ciri tersebut merupakan ciri umum ikan gurame. Nah bagi Anda yang mulai berminat membudidayakan ikan gurame, selain harus bisa mengetahui ciri umum ikan gurame, tentu anda haruslah jeli juga dalam membedakan mana ikan gurame jantan dan mana ikan gurame betina.Hal ini agar tidak terjadi kesalahan dalam proses perkawinan ikan gurame tersebut.Berikut akan diberikan penjelasan mengenai beberapa cara membedakan gurame jantan dan betina yang harus anda ketahui :1. Perhatikan bentuk tubuh ikan gurameCara pertama dalam membedakan jenis kelamin ikan gurame jantan dan ikan gurame betina adalah dengan melihat bentuk tubuh ikan. Ikan gurame jantan memiliki bentuk tubuh yang ramping, bagian perutnya terlihat lebih runcing. Hal ini karena pada gurame jantan tidak adanya kantung Rahim.Berbeda halnya dengan ikan gurame betina, tubuh ikan gurame betina lebih berbentuk bulat dan tebal di bagian perutnya, apalagi ketika gurame betina sedang dalam proses bertelur, maka tubuhnya akan semakin berbentuk bulat dan besar.Baca juga: Teknik Pembenihan Ikan Gurami2. Lihat pergerakan ikan gurameMengenali jenis kelamin ikan gurame bisa dilihat melalui gerakannya, memang lebih sulit namun tidak ada salahnya untuk Anda amati.Secara umum ikan gurame jantan memiliki pergerakan yang cepat dan lincah, ini juga karena didukung oleh tubuhnya yang cenderung ramping.Sebaliknya ikan gurame betina karena memiliki tubuh yang bulat dan besar, maka cenderung bergerak agak lamban.3. Kepala dan dahi ikan gurameSalah satu cara membedakan jenis kelamin ikan gurame adalah dengan melihat ciri fisik ikan tersebut.Untuk ikan gurame dengan kelamin jantan bagian kepala dan dahinya lebih cenderung menonjol dan terlihat lebih jenong bila dibandingkan dengan ikan gurame betina yang mana hampir bentuk kepala dan dahinya tidak menonjol.4. Organ reproduksi ikan gurameCoba anda perhatikan bagian reproduksi ikan gurame tersebut. Pada ikan gurame jantan, alat reproduksinya akan terlihat jelas karena tubuhnya ramping dan runcing.Ini juga akan memudahkan pada saat dilakukan pemijahan. Alat reproduksi gurame jantan akan terlihat menonjol dan berbentuk lonjong seperti benjolan. Sedangkan pada ikan gurame betina organ reproduksinya berbentuk oval dan apabila organ tersebut ditekan maka dapat mengeluarkan cairan berwarna putih.Baca juga: Membuat Sendiri Pakan Alternatif Ikan Gurami5. Sirip dan sisik ikan guramePerbedaan ikan gurame jantan dan ikan gurame betina juga dapat dibedakan melalui sirip dan sisik ikan tersebut.Apabila siripnya memiliki warna hitam atau coklat gelap maka ikan tersebut merupakan ikan gurame jantan.Ini merupakan salah satu ciri khas tersendiri untuk ikan gurame jantan. Sedangkan untuk ikan gurame betina, siripnya memiliki warna yang cenderung terang yaitu putih atau krem.Untuk bagian sisiknya, pada ikan gurame jantan, susunan pada sisiknya lebih normal. Sisik ikan gurame jantan akan terlihat sangat tersusun dengan rapi dan beraturan layaknya ikan pada umumnya.Lain halnya dengan ikan gurame betina, dimana sisiknya akan terlihat cenderung terbuka.Dari kelima hal diatas itulah yang dapat Anda lakukan untuk mampu mengenali mana ikan gurame berjenis kelamin jantan dan mana yang berjenis kelamin betina.Mengetahui beberapa ciri-ciri diatas dapat membantu Anda dalam membudidayakan ikan gurame terlebih ketika ingin melakukan proses perkawinan.Semoga informasi dalam artikel kali ini mengenai Cara Membedakan Gurame Jantan dan Betina dapat bermanfaat bagi anda dalam proses budidaya ikan gurame. Sumber: Agrotek.id ...
Membuat Sendiri Pakan Alternatif Ikan Gurami
Gurame

Membuat Sendiri Pakan Alternatif Ikan Gurami

Peran pakan sangatlah penting dalam budidaya ikan, termasuk ikan gurami. Akan tetapi, kendala harga pakan ikan yang mahal seringkali membuat pembudidaya kewalahan. Karena itu, sebaiknya Anda membuat sendiri pakan alternatif ikan gurami. Pasalnya, pakan ikan ini dapat mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan bobot yang lebih maksimal saat proses budidaya. Sebab, banyak mengandung gizi dan asupan lainnya di dalam pakan ikan.Pakan alternatif ikan gurami bisa Anda buat dari sisa limbah pertanian, limbah industri rumah tangga dan lainnya. Pakan alternatif ikan gurami ini terdapat dua jenis secara umumnya, yaitu berasal dari tumbuhan (nabati) dan juga berasal dari hewan (hewani).Pakan ikan gurami berasal dari tumbuhan sebagai berikut.- Bekatul (dedak halus dan kasar)- Ampas tahu, ampas kedelai, dan ampas kelapa- Daun pepaya, daun singkong, daun sente, dan daun lamtoro.- Tebok pisang (cincang) dan daun pisang- Azolla micropylla dan rumput kering (fermentasi).Pakan ikan gurami berasal dari hewan antara lain:- Ikan teri, ikan busuk, dan juga ikan lainnya.- Bekicot, keong, dan juga siput.- Limbah ikan, limbah udang, dan juga limbah industri basah- Cacing tanah, belalang, dan juga hewan kecil lainnya.Langkah-langkah membuat pakan alternatif ikan gurami berikut ini.- Persiapkan wadah atau tempat untuk membuat pakan ikan dengan ukuran sedang atau lainnya.- Lakukan penghalusan jenis pakan yang sulit diurai atau difermentasi dengan bantuan alat mesin penghalus dan juga pisau atau parang yang tajam.- Setelah itu, lakukan pencampuran bahan pakan ikan gurami hingga tercampur dan merata.- Lakukan pengeringan jika bahan pakan basah hingga 2—3 hari dengan cahaya matahari berturut-turut.- Setelah mengering, lakukan pencampuran dengan air dan larutan nutrisi berupa dedak jadi dan juga larutan fermentasi lainnya.- Setelah itu, lakukan pengendapan di suatu tempat dengan suhu ruangan yang sangat optimal. Hal ini bertujuan mempercepat pembuatan pakan ikan gurami.- Diamkan beberapa hari sehingga siap untuk dikonsumsi oleh ikan gurami.Sumber: bulelengkab.go.idTentang MinapoliMinapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina.  ...
Segmentasi Pendederan Gurami
Gurame

Segmentasi Pendederan Gurami

Gurami merupakan salah satu komoditas perikanan yang cukup memiliki nilai ekonomis. Pasalnya, kini dari mulai rumah makan hingga restoran mewah menyajikan ragam menu gurami. Namun siapa sangka dibalik kelezatan dan manisnya daging gurami memiliki proses budidaya yang sangat panjang, dan tak semua pembudidaya sabar memeliharanya.  “Gurami merupakan ikan yang mempunyai segmentasi pendederan yang cukup banyak. Jika dihitung dari fase telur hingga ukuran panen 500 gram (gr) per ekor, memerlukan waktu kurang lebih 2 tahunan,” terang RC.R Tjahyo yang merupakan pembudiaya gurami kawakan asal Kota Bekasi-Jawa Barat. Dia pun menjelaskan, pendederan merupakan fase pemeliharaan ikan dari ukuran tertentu setelah pembenihan hingga mencapai ukuran tertentu sebelum masuk fase pembesaran. Di budidaya gurami ini, banyak ditemukan fase pendederan. Dimana pada umumnya dimulai dari pedederan telur gurami hingga mencapai ukuran kuku jempol, kemudian silet, tiga jari, bahkan sampai gurami ukuran 150 gr atau 1 kilogram (kg) isi 6 ekor masih tergolong benih. Karena sejatinya pangsa pasar untuk gurami konsumsi menerima ukuran minimal adalah 400-600 gr per ekor.Baca juga: Budidaya Ikan Gurame, Pemula Harus Perhatikan IniKunci Pendederan Karena fase pendederannya yang cukup banyak maka baiknya dalam melakukan usaha budidaya gurami dilakukan secara berkelompok, dengan tujuan agar mempercepat masa pemeliharaan dan juga masa panen. “Namun, apabila ingin terjun dalam usaha budidaya gurami dan hanya berniat menjual benihnya saja tidak menjadi persoalan. Karena di tiap-tiap ukuran pendederannya mempunyai pasar masing-masing,” beber Tjahyo selaku ketua Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Pamahan 1. Fredrick Tiagita Putra yang juga salah satu anggota Pokdakan Pamahan 1 dipercayai Tjahyo mengenai urusan benih gurami. Ia menjelaskan, pendederan pertama gurami dimulai dari telur hingga ukuran kuku jempol atau bisa distandarkan dengan ukuran bak sortir lele nomor 4-5. Jika diukur panjang badan rata-rata benih sekitar 1,8 sentimeter (cm). Pendederan pertama tersebut biasanya memerlukan waktu selama 40-50 hari, dengan mengutamakan cacing sutera (Tubifex.sp) sebagai pakannya. Setelah ukuran kuku jempol, sambung Fredrick, ukuran pendederan selanjutnya adalah silet. Yang dimaksud disini adalah pemeliharaan benih gurami dipelihara dari mulai kuku jempol hingga mencapai ukuran silet (pisau cukur berbentuk persegi panjang). Dalam pemeliharaannya sudah menggunakan pakan buatan berupa pelet dengan ukuran yang kecil menyesuaikan bukaan mulutnya. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pendederan kedua ini sekitar 1,5 - 2 bulan tergantung dari iklim dan juga teknik perawatan. Baca juga: Teknik Pembenihan Ikan Gurami“Kuncinya pada saat melakukan pemeliharan di fase pendederan pertama dan kedua adalah pergantian air kolam yang rutin. Tujuannya, untuk menjaga nafsu makan, sertamenjadi waktu penambahan vitamin tertentu. Sehingga nantinya benih dapat tahan dengan perubahan cuaca yang ekstrim dan pertumbuhannya cepat,” himbau Fredrick yang kini sedang menyelesaikan pendidikan doktoralnya. Menyambung Fredrick, Tjahyo mengungkapkan, indikator benih gurami yang sehat ditandai dari nafsu makan yang rakus. Karena selama nafsu makan benih rakus maka pertumbuhan ikan akan cepat besar. Pendederan ketiga adalah mencapai ukuran tiga jari, Tjahyo melanjutkan, pemeliharaan dari ukuran silet menuju tiga jari membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 3 – 4 bulan. Dalam fase ini memiliki beberapa sisi keuntungan karena ikan yang dipelihara dari ukuran silet cenderung memiliki daya tahan lebih baik dibandingkan dengan ukuran di bawahnya. Sumber: Trobos AquaTentang MinapoliMinapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina.  ...
Budidaya Ikan Gurame, Pemula Harus Perhatikan Ini
Gurame

Budidaya Ikan Gurame, Pemula Harus Perhatikan Ini

Ternak ikan gurame selalu menjanjikan untuk digeluti. Bagaimana tidak ikan satu ini merupakan hidangan mewah di setiap restoran atau rumah makan hampir di seluruh Indonesia. Namun, untuk melakukan budidaya tidak semudah itu, tentu ada panduan yang harus dilakukan oleh para penggiat budidaya ikan gurame agar dapat mendulang kesuksesan.Ikan Gurame sendiri adalah salah satu jenis ikan air tawar. Jenis ikan gurame ini banyak ditemui di kawasan Asia Tenggara. Ikan ini biasanya dikonsumsi untuk kebutuhan kuliner, karena rasanya yang terkenal lezat.Banyak orang yang memburu aneka kuliner ikan gurame dengan kekhasan rasa yang beragam di setiap daerah, maka tidak aneh jika ikan gurame banyak dicari. Kebutuhan yang tinggi akan produksi ikan gurame ini tentu akan menjadi bisnis yang cukup menjanjikan.Harga jenis ikan ini di pasaran relatif stabil, bahkan dapat terus meningkat dari tahun-ke tahun. Di Indonesia, budidaya ikan gurame banyak dikembangkan di daerah-daerah seperti Tasikmalaya, Garut, Purwokerto, Ciamis, Magelang, Pakayumbuh (Sumatera), dan Manado.Panduan Budidaya Ikan Gurame Bagi Para PemulaBudidaya ikan gurame kini banyak dikembangkan di berbagai daerah. Permintaan yang cukup tinggi akan produksi ikan ini menjadi motivasi bagi para peternak tersebut. Selain karena rasanya yang sangat lezat, ikan ini juga mengandung aneka protein dan vitamin yang mendukung kesehatan Anda. Oleh karena itu, di bawah ini akan dijelaskan panduan bagi Anda, terutama bagi para pemula, dalam memulai budidaya ikan gurame.Berbagai panduan ini bisa Anda coba agar hasil usaha dari budidaya Anda tersebut memuaskan. Media pertama yang harus Anda persiapkan dalam memulai bisnis budidaya ikan gurame adalah kolam. Pertama-tama Anda harus memastikan kebersihan kolam, agar kolam tersebut terbebas dari berbagai hama yang rentan menimbulkan penyakit.Untuk menghindari hal itu, sebaiknya diberi filter atau saringan pada celah pemasukan air atau celah pengeluaran air guna mengantisipasi munculnya hewan yang bisa menjadi hama pada kolam Anda tersebut. Agar ikan juga mendapatkan makanan secara alami, maka pada dasar kolam perlu diberi pemupukan.Ukuran ideal untuk kolam tersebut adalah 6-12 meter persegi, dengan kedalaman 90-150 cm. Untuk kolam dengan ukuran tersebut sudah bisa menampung puluhan gurame dengan bobot 2,5 ons. Bila Anda tidak memiliki lahan untuk membuat kolam, maka bisa membuat kolam terpal dengan ukuran yang lebih kecil.Dengan ukuran 1 meter2 Anda sudah bisa membuat kolam terpal yang mampu menampung 10-15 gurame. Untuk mendapatkan terpal dengan ukuran sekitar 2 x 3 meter, Anda hanya membutuhkan biaya sekitar Rp30.000. Lalu untuk pemupukan, harga pupuk per 1 kg adalah sekitar Rp15.000.Pemilihan IndukanSalah satu proses awal dalam budidaya ikan gurame adalah pemilihan indukan. Indukan gurame yang siap dipijahkan adalah yang telah berusia 4-7 tahun, dengan bobot 1,5-2 kg per ekor. Pada rentang usia tersebut gurame sedang dalam masa produktifnya.Harga gurame dengan usia tersebut berkisar Rp60.000 per kg. Ciri-ciri gurame yang siap dipijahkan adalah memiliki perut yang besar dan dekat dengan anus. Memiliki warna badan yang lebih gelap dan agak pucat, serta gerakannya lincah.Gurame yang siap dipijahkan perlu ditempatkan sendiri dari ikan-ikan lainnya. Karena itu Anda perlu mempersiapkan satu kolam lagi untuk proses pemijahan tersebut. Usahakan kolam tersebut tidak berlumpur dan dasarnya bersedimen pasir.Karena gurame indukan ini biasanya cukup lincah dan banyak bergerak, upayakan kedalaman kolam di atas 80 cm. Pada kolam untuk pemijahan tersebut perlu diberi semacam sosog yang terbuat dari bambu lalu ditancapkan pada kolam. Sosog ini fungsinya cukup penting, yakni sebagai sarang untuk telur gurame indukan.Penetasan TelurKetika pada kolam pemijahan tersebut Anda menemukan semacam sarang yang telah tertutup, maka segera angkat sarang tersebut karena di dalam sarang tersebutlah terdapat telur-telur ikan gurame.Buka sarang tersebut dan letakkan telur-telur gurame tersebut pada sebuah ember besar yang telah berisi air. Biasanya telur yang kualitasnya bagus akan berwarna kuning, sedangkan telur yang kurang bagus dan kemungkinan tidak menetas biasanya berwarna putih.Proses penetasan telur gurame ini biasanya membutuhkan waktu 3-4 hari. Media untuk proses penetasan ini Anda hanya membutuhkan air bersih dan ember besar dan lebar dengan kapasitas 40 liter-an, dengan harganya sekitar Rp60.000.Pemeliharaan BenihUntuk memelihara benih ikan gurame, Anda memerlukan sebuah kolam khusus. Proses pemeliharaan benih gurame tentu berbeda dengan pemeliharaan gurame dewasa atau indukan, karena itu harus diletakkan terpisah agar pertumbuhannya maksimal dan tidak dimakan oleh ikan yang besar.Makanan yang diberikan pada benih gurame pun juga berbeda, yakni harus berupa pellet yang halus. Proses pendedaran benih gurame ini membutuhkan waktu sekitar 3-4 bulanPemberian PakanMakanan utama yang baik untuk gurame adalah pellet. Dalam sehari, Anda sebaiknya memberi makan gurame sebanyak dua kali, yakni pada waktu pagi dan sore. Agar pertumbuhan ikan gurame Anda maksimal, maka Anda perlu mencari pellet yang memiliki kandungan protein 25%.Harga pellet per kilogram adalah Rp6.000. Maka Anda perlu membeli pellet dengan jumlah sesuai kebutuhan. Guna menghemat biaya pakan, Anda juga bisa memberi makan gurame dengan daun-daunan seperti daun kangkung, pepaya, tauge, atau dapat juga berupa jagung rebus, ampas tahu, dan dedak.Proses Panen Tahap terakhir dalam budidaya ikan gurame adalah panen. Tahap ini sangat ditunggu-tunggu. Namun pelaksanaan panen harus Anda jalankan dengan hati-hati, agar hasilnya pun juga maksimal. Masa panen biasanya dalam waktu 4-6 bulan sejak benih dimasukkan dalam kolam Dalam memanen, Anda juga perlu melihat kebutuhan pasar, jenis gurame seperti apa yang banyak diminati oleh pasar.Artikel Asli: Info Akuakultur ...
Teknik Pembenihan Ikan Gurami
Gurame

Teknik Pembenihan Ikan Gurami

Latar BelakangIkan Gurami (Indonesia Giant Goramy, Osphronemus goramy Lac) merupakan salah satu ikan asli Indonesia. Berasal dari kepulauan Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Sedangkan penyebarannya sudah meliputi Asia Tenggara, India, Cina, Madagaskar, Mauritius, Seychelles, Australia, Sri  Lanka, Suriname, Guyana, Martinique dan Haiti.Ikan ini sudah lama dibudidayakan secara komersial sehingga di beberapa daerah sudah terbentuk kawasan pengembangan budidayanya, antara lain Jawa Barat (Bogor, Tasikmalaya, Ciamis, Garut), Jawa Tengah (Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga), DI Yogyakarta (Kulonprogo, Bantul, Sleman), Jawa Timur (Tulung Agung, Blitar, Lumajang), Sumatera Barat dan Riau.Baca juga: Teknik Pembenihan Ikan MasSejalan dengan pengembangan kawasan usaha budidaya gurami yang semakin luas, maka kebutuhan induk dan benih juga semakin meningkat. Untuk itu diperluaskan pasokan benih dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik. Disisi lain, teknik pendederan secara tradisional hanya mampu menghasilkan tingkat kelangsungan hidup dengan ukuran larva sekitar 75%. Sehingga diperlukan adanya perbaikan teknik pembenihan ikan gurami agar kesinambungan produksi dan kualitasnya dapat dipenuhi. Ciri – Ciri Induk Jantan & BetinaCiri – ciri Induk Jantan :1.       Benjolan di bagian kepala (dahi)2.       Bibir bawah tebal dan memerah pada saat birahi3.       Memiliki warna putih pada pangkal sirip dadaCiri – ciri Induk Betina :1.       Tidak mempunyai benjolan di bagian kepala (dahi)2.       Bibir bawah tidak tebal dan tidak memerah pada saat birahi3.       Memiliki warna hitam pada pangkal sirip dadaInduk dipijahkan pada kolam tembok atau kolam tanah baik secara masal maupun berpasangan. Dengan perbandingan jantan : betina = 1 : 3 - 4.Kolam Pemijahan Gurami(Sumber : dejeefish)Pakan yang diberikan berupa pellet apung dengan kadar protein >28% sebanyak 2% biomass/hari dan daun sente/talas sebanyak 5% bobot biomass/2 hari.Analisa Usaha Pembenihan NO URAIAN BIAYA (Rp.) 1 Biaya Produksi Sewa kolam & persiapan kolam (300m²) Pembelian benih lepas akuarium 30.000 ekor @Rp. 120,- Pembelian pakan 200 kg @Rp. 10.000,- Pembelian pupuk 200 kg @Rp. 1.000,- JUMLAH   1.500.000,- 3.600.000,-   2.000.000,- 200.000,- 7.300.000,- 2 Penjualan benih uk. Silet (4 - 6cm) @Rp. 1.100,- Sintasan hidup di kolam 30% 1.100 x 30.000 x 0.3 = 9.900.000,- 3 Keuntungan per 4 bulan 9.900.000 – 7.300.000 = 2.600.000,-  Analisa Usaha Pembesaran NO URAIAN BIAYA (Rp.) 1 Biaya Produksi Sewa kolam & persiapan kolam (500m²) Pembelian benih uk. Korek 10.000 ekor @Rp. 1.500,- Pembelian pakan 1.800 kg @Rp. 10.000,- JUMLAH   3.500.000,- 15.000.000,-   18.000.000,- 36.500.000,- 2 Penjualan ikan uk. 500 gr, Rp. 35.000,-/kg Sintasan hidup di kolam ±50% 10.000 x 0.7 x 0.5 x 35.000 = 122.500.000,-  3 Keuntungan per 6 bulan 122.500.000 - 36.500.000 = 86.000.000,-  Analisa Usaha Pembenihan (Penetasan Telur) NO URAIAN BIAYA (Rp.) 1 Biaya Produksi Sewa Akuarium uk. (60x40x40) cm dan peralatan selama 16 hari (30xRp.500x16) Beli 30.000 butir telur @Rp. 50,- Beli cacing tubifex 10 liter @Rp. 10.000,- JUMLAH   240.000,-   1.500.000,- 100.000,- 1.840.000,- 2 Penjualan benih lepas akuarium @Rp. 120,- 30.000 x 0.7 x 120 = 2.250.000,-  3 Keuntungan 2.520.000 - 1.840.000 680.000,-  Baca juga: Teknik Pemijahan Ikan PatinPemijahanPersiapan :1.       Kolam pemijahan diberi tempat sarang dan tempat bahan sarang.2.       Tempat sarang diameter 20 – 25 cm.3.       Kedalaman tempat sarang 10 – 15 cm dibawah permukaan air.4.       Bahan sarang berupa sabut kelapa, ijuk atau bahan lainnya.Dilakukan secara alami di kolam pemijahan induk. Ikan yang sudah siap pemijahan membuat sarang untuk menampung telur.  Sarang Gurami bertelur Sumber : BBPBAT Sukabumi Pengecekan telur dilakukan pagi hari dengan cara menusuk sarang atau dengan menggoyangkannya. Bila keluar telur atau minyak, maka pemijahan sudah terjadi dan sarang berisi telur. Sarang yang berisi telur dikeluarkan dari tempat sarang secara perlahan untuk dipindahkan ke dalam baskom plastik yang sudah diisi air kolam. Sarang dibuka secara perlahan sampai telur keluar dan mengapung dipermukaan air. Telur – telur tersebut diambil dengan menggunakan sendok untuk dipindahkan kedalam wadah penetasan berupa corong dari fiberglass atau akuarium yang sudah diisi dengan air bersih.Baca juga: Pembenihan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch)Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva1.       Kepadatan telur : 1 butir/2 cm², dengan aerasi kecil.2.       Waktu penetasan : antara 24 – 48 jam3.       Suhu : 29 – 30˚C4.       Pemindahan Larva ke wadah yang lebih besar setelah berumur 7 – 9 hari5.       Pakan : Cacing rambut (Tubifex sp.), Daphnia sp., Moina sp., atau pakan alami lainnya yang sesuai ukuran.Pemeliharaan BenihWadah Pemeliharaan :1.       Akuarium dengan aerasi untuk suplai oksigen.2.       Kolam Pendederan  (kolam tanah, kolam tembok, atau bak terpal), yang terlebih dahulu dilakukan proses pemupukan (persiapan kolam)Pemberian Pakan :Pakan AlamiCacing Rambut (Tubifex sp.)Daphnia sp.Moina sp.Pakan Buatan Pellet (diberikan setelah berumur 80 hari, ukuran disesuaikan dengan bukaan mulut ikan).Ukuran Benih yang dihasilkanUmur 40 hari : 1 < 2 cm (setara kuku)Umur 80 hari : 2 < 4 cm (setara jempol)Umur 120 hari : 4 < 6 cm (setara silet)Umur 160 hari : 6 < 8 cm (setara korek)Sumber : KKPTentang MinapoliMinapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina.  ...
Teknologi RAS Berhasil Tingkatkan Produksi Benih Gurame
Gurame

Teknologi RAS Berhasil Tingkatkan Produksi Benih Gurame

Jakarta – Jika dikomparasi dengan sistem konvensional, pendederan ikan gurame dengan teknologi Recirculation Aquaculture System (RAS) dapat meningkatkan padat tebar hingga 28 – 30 ekor per liter, sedangkan sistem konvensional padat tebar hanya 0,2 ekor per liter.  Masa pemeliharaan benih juga relatif lebih pendek yaitu 30 hari telah mencapai ukuran 2 – 4 cm, dengan tingkat kelulusan hidup mencapai 95% dan tingkat keseragaman ukuran hingga 90%.  Dalam sistem konvensional, waktu pemeliharaan mencapai 50 hari, kelulusan hidup hanya 60% dan keseragaman ukuran 80%. Produktivitas produksi dengan teknologi RAS naik hingga 140 kali lipat dibanding konvensional. Saat dimintai tanggapannya mengenai hal tersebut, Slamet Soebjakto, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya di Jakarta (17/5) menjelaskan bahwa teknologi RAS merupakan teknologi yang tepat dalam meningkatkan produktivitas pembenihan ikan dengan mengefisiensikan penggunaan air dan lahan, disamping itu menciptakan usaha yang minim dampak negatif terhadap ekologi.Baca juga:  KKP Gunakan Teknologi RAS untuk Siapkan Industri Benih Ikan Nasional “Teknologi RAS ini merupakan teknologi pembenihan ikan intensif yang dapat diterapkan untuk berbagai jenis komoditas baik tawar, payau maupun laut, sehingga nantinya dapat menjadi solusi mengatasi permasalahan kebutuhan benih ikan di seluruh Indonesia”, ujar Slamet.  Lanjut Slamet, keunggulan RAS dibandingkan sistem konvensional diantaranya yaitu aman dari pencemaran yang terjadi di luar lingkungan perairan sehingga sanitasi dan higienitasnya lebih terjaga serta ramah lingkungan. Selain itu, juga mudah dalam pemeliharaan dan stabilitas kualitas air lebih terjaga serta penggunaan air lebih hemat.  “RAS harus terus dikembangkan untuk berbagai komoditas budidaya karena dapat mengendalikan hama dan penyakit, meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan serta meningkatkan produktivitas sistem budidaya, sehingga pendapatan juga akan meningkat tajam”, tambah Slamet.Baca juga: Jadermawan Sinaga: Nila RAS ala Ibu Rumahan Salah satu keberhasilan implementasi teknologi RAS yaitu pada pembenihan ikan Gurame yang dilakukan oleh Tim Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu KKP untuk mencukupi kebutuhan benih gurame di Provinsi Sulawesi Utara. Kepala BPBAT Tatelu, Fernando J. Simanjuntak menyebutkan bahwa penerapan RAS ini memang ditujukan untuk meningkatkan padat tebar benih, kelangsungan hidup, keseragaman serta laju pertumbuhan sehingga terjadi peningkatan produktivitas. Saat dimintai keterangan lebih teknis, Fernando menjelaskan komponen RAS yang digunakan terdiri dari wadah pemeliharaan, tabung filter, lampu UV, reservoir dan heater (pengatur suhu) serta pompa air. Filter akan berfungsi sebagai unit pembersihan dan perbaikan kualitas air, kemudian tempat berkembangnya bakteri pengurai amonik sisa pakan dan feses atau sisa metabolisme lainnya.  “Tabung filter dan UV terbagi atas 2 (dua) aitu 2 (dua) filter kimia yaitu 75% zeolit dan 25% arang aktif dan 1 (satu) filter biologi yaitu dengan penggunaan bioball”, ungkapnya. Wadah pemeliharaan benih dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan telah terintergrasi dengan sistem resirkulasi. Sedangkan reservoir, heater dan pompa air berada diluar wadah pemeliharaan ikan. Secara ekonomi usaha pendederan ikan gurame dengan teknologi RAS sangat menguntungkan. Dengan biaya investasi untuk wadah pemeliharaan berupa container plastik ukuran 47 cm x 65 cm x 40 cm sebanyak 18 buah, kemudian pembelian rak besi, bak reservoir, tabung filter, media filter (zeolit dan arang aktif), pompa, lampu UV dan heater membutuhkan biaya sebesar Rp. 33,6 juta, dengan biaya penyusutan per siklus (2 bulan) sebesar Rp. 1,2 juta.Baca juga: Teknologi Ini Percepat Produksi Benih Ikan Berkelanjutan Sedangkan untuk operasional sebesar Rp. 14 juta per siklus untuk pembelian telur gurame, cacing sutera, obat-obatan dan biaya listrik.  Telur gurame yang ditebar sebanyak 30.000 telur menghasilkan produksi benih gurame ukuran 2 – 4 cm sebanyak 25.500 ekor per siklus.  Jika harga per ekornya adalah Rp. 2 ribu, maka penghasilan setiap kali siklus adalah Rp. 51 juta. “Keuntungan per siklus sebesar Rp. 34,5 juta selama 2 bulan, sedangkan keuntungan setahun mencapai Rp. 207 juta, ini sangat menguntungkan secara ekonomi karena pay back periode (waktu pengembalian modal) hanya ± 0,7 tahun”, sebut Fernando.  Pendapatan pembenihan gurame dengan teknologi RAS mampu mencapai Rp. 49.000,- per liter air dalam wadah budidaya sedangkan konvensional hanya Rp. 317,- atau meningkat rata-rata sebesar 155 kali lipat. Hal ini dimungkinkan karena padat tebar dengan teknologi RAS jauh lebih tinggi.  Kondisi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi RAS pada pembenihan ikan terbukti jauh lebih efisien dalam penggunaan air dan lahan dibandingkan sistem konvensional.Tentang MinapoliMinapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina.  ...
7 Fakta Unik Ikan Gurame yang Perlu Anda Tahu
Gurame

7 Fakta Unik Ikan Gurame yang Perlu Anda Tahu

Gurame merupakan salah satu ikan asli Indonesia yang sudah menyebar ke wilayah Asia Tenggara dan Cina. Ikan yang hidup di air tawar ini biasanya bermukim di perairan yang cenderung tenang seperti waduk, kolam, rawa, dan danau.Meski lebih umum dijadikan konsumsi, beberapa orang juga senang memelihara gurame sebagai ikan hias karena bentuknya yang unik, yakni kepalanya berbentuk kerucut dan tubuh belakangnya mirip dengan ikan nila dan mujair. Bagi Anda yang ingin tahu lebih banyak mengenai ikan gurame, berikut ini 7 fakta unik ikan gurame yang perlu anda ketahui. 1.     Bisa hidup di tempat yang minim oksigen.Jika diperhatikan, Anda mungkin sering melihat ikan gurame berenang ke permukaan air. Hal ini disebabkan gurame memiliki insang kedua yang berbentuk labirin dan terletak di bagian atas insang utamanya.Insang berbentuk labirin ini berfungsi untuk mengambil oksigen langsung dari udara. Berkat labirin ini pula, gurame dapat hidup di dalam air yang keruh, bahkan minim oksigen sekalipun. Selama ia bisa berenang dan menyentuh permukaan, gurame akan tetap bisa hidup karena suplai oksigen dari udara dapat langsung ia serap.   Baca juga: Ingin Memelihara Ikan Tanpa Tambahan Oksigen?2.     Tergolong sebagai pemakan segala.Di alam bebas, gurame pada umumnya memiliki kecenderungan memilih jenis makanan yang spesifik, sesuai dengan usia tumbuhnya. Pada fase larva dan benih, umumnya gurame memakan jasad renik, seperti fitoplankton, zooplankton, dan serangga air. Sementara pada fase dewasa, gurame cenderung lebih menyukai tumbuh-tumbuhan, seperti azolla, kangkung air, dan genjer.Akan tetapi, pada kolam budi daya biasanya petani memilih untuk memberikan daun singkong, daun pepaya, atau bahkan pelet agar pertumbuhannya lebih optimal.3.     Punya kandungan gizi yang tinggi dan rendah lemak.Gurame memiliki kandungan gizi yang tinggi dan baik untuk tubuh. Kandungan protein, vitamin A dan B, serta asam aminonya yang tinggi baik untuk pertumbuhan.  Selain itu, ikan gurame memiliki kadar air tinggi dan kandungan lemak yang rendah sehingga juga baik untuk Anda yang sedang melakukan diet rendah lemak.4.     Bentuk tubuh gurame jantan lebih ramping daripada gurame betina.Perbedaan paling menonjol antara gurame jantan dan betina terlihat dari bentuk tubuhnya. Gurame jantan punya bentuk tubuh yang ramping, sedangkan gurame betina memiliki bentuk tubuh bundar. Selain itu, dari segi pergerakannya, gurame jantan cenderung lincah dan agresif, sementara gurame betina cenderung bergerak dengan lambat.Baca juga: Teknik Pembenihan Ikan Gurami5.     Gurame jantan ikut menjaga telur.Kematangan kelamin gurame biasanya terjadi pada usia 2—3 tahun. Sebelum gurame betina bertelur, gurame jantan terlebih dahulu akan membuatkan sarang dari ijuk atau tanaman kering yang ada di dalam kolam untuk meletakkan telur.Sarang ini biasanya berukuran 30—40 cm dan diletakkan di tempat yang tersembunyi. Setelah itu, gurame betina akan meletakkan telurnya di sarang untuk kemudian dibuahi oleh gurame jantan. Induk jantan inilah yang kemudian akan menjaga telur hingga menetas. Biasanya telur akan menetas setelah lima hari.6.     Gurame yang lebih tua punya dahi yang lebih menonjol.Ikan gurame yang tua dan muda dapat dibedakan melalui bentuk dahinya. Ikan yang lebih muda memiliki dahi yang cenderung rata dan datar, sedangkan ikan yang tua memiliki dahi yang menonjol. Selain itu, pada ikan muda terdapat 8 buah garis tegak dan garis ini tidak ditemukan pada gurame yang sudah berumur.7.     Sirip di perut ikan gurame juga berfungsi sebagai alat peraba.Gurame memiliki alat semacam detektor di bagian perutnya. Detektor ini sebenarnya adalah sirip perut yang mengalami modifikasi menjadi sepasang benang yang panjang. Dengan demikian, fungsi utama sirip yang mulanya sebagai alat gerak mengalami perubahan menjadi alat peraba.Baca juga: Selain Lele, Berikut Cara Budi Daya Ikan Nila dan Gurame dalam EmberItulah 7 fakta unik ikan gurame yang perlu Anda ketahui. Bagi Anda yang ingin memelihara gurame, penting untuk memperhatikan pakan dan kebersihan kolamnya. Karena meskipun dapat hidup di air yang keruh dan minim oksigen, Namun jika Anda ingin gurame yang Anda pelihara terjaga kesehatannya, kejernihan air kolam harus benar-benar diperhatikan.Selain itu, Anda juga perlu membersihkan permukaan kolam dari tanaman eceng gondok karena tanaman ini dapat menghalangi gurame untuk mengambil oksigen dari udara. Sementara itu, suhu yang paling tepat untuk mengembangbiakkan ikan gurame adalah 24—28 derajat Celcius.Tentang MinapoliMinapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina.  ...