Infomina - Kerapu

Minapoli adalah platform jaringan infomasi dan bisnis perikanan terintegrasi. Buat dan bagikan informasi perikanan sekarang dan temukan manfaatnya terkoneksi dengan jaringan Minapoli.

Kerapu

Tahap Pembesaran untuk Ikan Kerapu Macan di KJA
Kerapu

Tahap Pembesaran untuk Ikan Kerapu Macan di KJA

Jenis ikan kerapu merupakan salah satu komoditas ikan laut yang memiliki harga yang cukup tinggi. Daya tarik dari ikan karang ini selain memang lezat juga karena memiliki kandungan gizi yang baik seperti omega 3 dan asam lemak tak jenuh. Budidaya ikan kerapu macan merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar dan juga menjaga kelestarian spesies ini di alam. Wadah budidaya yang dapat digunakan untuk ikan kerapu macan adalah keramba jaring apung atau biasa disebut sebagai KJA.Kelebihan penggunaan wadah jenis keramba jaring apung adalah karena luasnya perairan yang dapat digunakan. Selain itu pembudidaya dapat membudidayakan ikan kerapu dengan kepadatan yang cukup tinggi tanpa kekurangan oksigen.Sebelum memulai pembesaran ikan kerapu macan, Anda perlu memperhatikan serta mempersiapkan beberapa hal seperti pemilihan lokasi, kualitas air laut yang akan Anda jadikan tempat budidaya, ukuran wadah budidaya yang akan digunakan, serta sarana prasarana yang digunakan selama proses pembesaran ikan kerapu macan.Berikut ini beberapa penjelasan mengenai persiapan hingga proses produksi ikan kerapu macan.Baca juga: 5 Jenis Kerapu yang Bisa DibudidayakanLokasiPersyaratan umum yang harus dipenuhi dalam pemilihan lokasi keramba adalah sebagai berikut :1. Terlindung dari angin dan gelombang besar.Hal ini sangat penting untuk Anda perhatikan, karena untuk menghindari KJA yang rusak karena terhantam gelombang besar. 2. Kedalaman perairan yang sesuai yaitu min 15 meterJarak antara dasar dan KJA sebaiknya perlu berjarak cukup jauhagar sisa pakan maupun feses dari ikan kerapu macan yang dibudidayakan tidak berinteraksi dengan dasar perairan. Hal ini akan menyebabkan kondisi anaerobik dan menghasilkan senyawa beracun bagi ikan dan biota di sekitarnya.3. Jauh dari limbah atau pencemaran.Limbah tentu akan menurunkan kualitas air yang digunakan untuk pembesaran ikan kerapu macan. Keadaan ini dapat menyebabkan ikan kerapu stress dan menurunkan daya imunya sehingga mudah terserang penyakit.4. Dekat sumber pakan.Akses yang dekat dapat membantu pembudidaya untuk lebih efisien dalam melakukan kegiatan budidaya.5. Sarana transportasi.Pastikan lokasi KJA Anda dapat diakses oleh alat transportasi.Kualitas AirPersyaratan kualitas air untuk budidaya pembesaran ikan kerapu macan adalah :a. Suhu antara 27-29°C dengan pH 5-9b. Salinitas 30 – 33 mg/lc. PH air 7,5 – 9.d. Kadar ammoniak (NH3) < 0,6 mg/le. Kecerahan kolam lebih dari 3 meterf. Kadar oksigen terlarut minimum 5 mg/liter air.Wadah BudidayaKaramba Jaring Apung yang dapat Anda gunakan adalah berbentuk bujur sangkar dengan dengan ukuran 3 x 3 x 3 m sebanyak 4 keramba.Baca juga: Cara Mudah Seleksi Induk Ikan Kerapu MacanSaranaa. BenihUkuran benih yang digunakan 10 cm, dengan kepadatan 2.000 ekor per karamba.b. PakanPakan rucah dengan kandungan protein >50% - 70%.c. PeralatanPeralatan yang diperlukan adalah genset/tenaga listrik, perahu, timbangan, mekanik, ember, scoop net/lambit, dan jaring. Sedangkan peralatan laboratorium antara lain pengukur kualitas air (termometer, DO meter dan refraktometer, kertas lakmus).Proses Produksia. Persiapan wadah Kegiatan meliputi pencucian jaring atau waring, setelah itu dipasang di keramba dengan diikat dengan tali dan diberi pemberat berupa batu atau jangkar yang diikat di keempat ujung waringb. Penebaran ikan Kegiatan ini dilakukan pada pagi atau sore hari saat suhu air tidak terlalu tinggi. Dilakukan aklimatisasi yaitu memasukkan kantong plastik berisi ikan kedalam calon media pemeliharaan. Kantong dibiarkan mengapung delama 10 – 15 menit, setelah itu ikatannya dibuka dan ikan dibiarkan keluar dengan sendirinya dengan cara menenggelamkan setengah mulut plastik c. Pemberian pakan Ikan rucah segar (ikan-ikan non ekonomis penting) dapat diberikan pada ikan kerapu macan. Anda juga dapat menggunakan ikan lainnya dengan kandungan lemak rendah seperti selar, tanjan, dan benggol karena harganya relatif murah dan nilai gizinya masih mencukupi untuk ikan budidaya.Baca juga: Budidaya Kerapu dengan Teknologi Tambak Dikembangkan di Lamongand. Penyotiran (Sampling) Penentuan dosis pakan dan SR dapat dilakukan dengan melakukan sampling. Hal ini juga digunakan untuk mengukur pertumbuhan ikan kerapu macan yang dibudidayakan. Sampling dilakukan seminggu sekali dengan mengambil ikan secara acak sebanyak sepuluh persen dari jumlah ikan yang ada. Pada saat sampling dilakukan perhitungan, pengukuran panjang, dan berat tubuhnya sehingga dapat diamati SR nya.e. Perbaikan dan Pembersihan Waring Anda dapat menjaga kebersihan wadah dengan menjemur terlebih dahulu jaring yang kotor, kemudian disemprot dengan air sampai seluruh kotoran yang menempel terlepas dari waring. f. PemanenanPemanenan sebaiknya dilakukan pada sore hari karena suhu relatif lebih rendah dan dapat mengurangi tingkat stress pada ikan. Ada dua metode pemanenan yang biasa diterapkan yaitu metode panen selektif (sebagian) dan metode panen total. Sumber: djpb.kkp.go.idrepository Institut Teknologi Sepuluh NopemberAquatec Indonesia ...
Profits are High Thanks to Intensive Farming of Grouper
Kerapu

Profits are High Thanks to Intensive Farming of Grouper

Taking advantage of salt water from Cua Lap river, Mr. Tran Quang Phu (SN 1971, in An Thanh hamlet, An Ngai commune, Long Dien district) has developed the economy by the model of specialized grouper farming. This model helped him earn more than 500 million dong / year profit.Going along a narrow dirt road, crossing the white salt field, we just got to the grouper farming area of Mr. Phu. He said, from intercropping, integrated farming of brackish water aquatic species such as jammed shrimp, tiger shrimp, yellowfin pompano, mullet he switched to specialized farming of grouper with two phases. “In early 2016, when grouper farming movement in ponds thrived in some ponds in Khanh Hoa province, I visited and learned the farming process, as well as types of food, care and strength. Boldly ordered seed for breeding, ”Mr. Phu said.Also read: Stimulating Immune for GrouperAt first, due to his lack of experience in breeding and dieting, the fish grew slowly, the survival rate of the fish was not high, only about 30%. Mr. Phu spent his time studying grouper growth, nutrition and development characteristics of grouper through books and newspapers, and actively participated in training courses on grouper farming in earthen ponds by the Provincial Agricultural Extension Center. organization. Thanks to that, he gradually grasped farming procedures and techniques.After 2 years of testing, he found that black grouper and hybrid grouper were suitable for brackish water ponds. Fish are less sick, growth time is relatively suitable with soil pond environment. On the other hand, the farming technique is also not complicated, the care is easy and the product is easy to consume. Seeing that grouper farming brings economic efficiency, Mr. Phu continues to invest capital, rent more ponds, increase the total farming area to 3ha. Mr. Phu divided into 10 ponds and many rearing cycles, of which 5 ponds specialized in grouper farming, the remaining 5 ponds were mixed with grouper, tiger shrimp, yellowfin pompano and mackerel.Mr. Tran Quang Phu (An Thanh hamlet, An Ngai commune, Long Dien district) harvests grouper.Mr. Phu shared his experience: post-acquired seed was stocked in a pond with a small area for easy management and care. In order for fish to have a high survival rate and develop well, before stocking, ponds must renovate, cover banks, slugs remove mud from the bottom, apply lime, dry the bottom and then get water into the pond. Seedlings are chosen to buy from reputable manufacturers in the market. The maximum commercial density of 1 fish / m 2 . After 10 months, the fish weighs about 1-1.2kg / fish. Conversion factor is about 6: 1 (6kg trash fish can get 1kg of commercial fish). With this approach, each year Mr. Phu harvests about 2.5 tons of commercial fish in 3 ponds.The grouper's food is fresh fish like pompano and silverfish. In the first 1-2 months, the freshly bought fish is ground to be finely ground to fit the fish's mouth size. After 2 months, the fish weighs 150-200g / fish. At this time, grading the culture into big ponds The feed for fish cultured in large ponds is fresh cut trash fish fed at the rate of about 3% by weight of fish, so for each ton of harvested fish, 30kg of feed will be used. Every 15 days, supplement minerals, Vitamin C to increase resistance to fish. He also used a 20cm-diameter plastic pipe as a platform for fish to shelter. "Grouper fish rarely happen disease. Common fish diseases are intestinal diseases and parasitic diseases that cause ulcers. Also read: Replacing Fishmeal With Soy Protein Concentrate in Juvenile Pearl Gentian Grouper DietsHowever, if you regularly check and prevent diseases in time, there is no problem. On the other hand, the advantage of grouper compared to other aquatic species is that if an epidemic occurs, it will not be completely damaged. For example,Grouper is a highly nutritious food with fragrant, chewy and delicious meat, so it is consumed strongly in restaurants and restaurants. Therefore, farmers do not have to worry about output. “Every year, I stocked 10 to 15 thousand seeds, the average survival rate was 50%, with the average selling price of 200,000 VND / kg, I got 1 billion VND. After deducting expenses, I make a profit of 500 million dong / year ”, Mr. Phu informed.Mr. Vo Xuan Hau, Long Dien Agricultural Extension Station, said that the grouper farming movement according to the model of Mr. Phu in the locality was not much. In addition to the model of raising grouper with industrial food deployed by the Provincial Agricultural Extension Center, there are 3 small and scattered farming households.In the coming time, the locality will strengthen coordination with functional sectors to organize training, technical training, deploy technology transfer, create conditions for people to access and replicate to increase income. on the same area. Source: Tepbac.com ...
5 Jenis Kerapu yang Bisa Dibudidayakan
Kerapu

5 Jenis Kerapu yang Bisa Dibudidayakan

Kerapu merupakan salah satu biota laut yang bisa dibudidayakan oleh masyarakat dan menjadi mata pencaharian yang mendatangkan keuntungan. Ada beberapa jenis kerapu yang bisa dibudidayakan dan laku di pasaran. Berikut ini jenis kerapu yang bisa Anda pilih untuk dibudidayakan. Kerapu bebekIkan kerapu bebekPada saat masih berukuran benih, kerapu ini sering dijadikan sebagai ikan hias dengan nama panther fish. Namun, setelah membesar, ikan ini menjadi ikan konsumsi yang memiliki harga jual tinggi. Tak hanya di Indonesia, ikan kerapu bebek sudah dibudidayakan di beberapa negara lain, seperti Thailand, Filipina, Vietnam, Taiwan, dan Australia. Produksi ikan kerapu ini biasanya diekspor ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong.Baca juga: Cara Mudah Seleksi Induk Ikan Kerapu MacanKerapu macanIkan kerapu macanKerapu macan merupakan jenis ikan berharga jual tinggi. Kerapu ini merupakan ikan asli Indonesia yang tersebar hampir di seluruh perairan Indonesia. Persebarannya pun tak hanya di Indonesia, kini ikan kerapu macan sudah tersebar hingga wilayah Indo-Pasifik. Di alam, kerapu macan dapat tumbuh dengan panjang total 95 cm dan berbobot 11 kg. Kerapu macan dapat dipanen setelah berukuran 500—600 gram/ekor.Klik disini!Kerapu lumpurIkan kerapu lumpurKerapu lumpur sudah dibudidayakan di daerah Kepulauan Riau dan Sumatera Utara, seperti Kabupaten/Kota Nias, Tapanuli Tengah, Sibolga, Langkat, Deli Serdang, dan Medan. Ikan kerapu merupakan jenis ikan yang bisa berganti sendiri jenis kelaminnya. Seperti kerapu lumpur yang masih berumur kurang dari 3 tahun biasanya ikan ini berkelamin betina. Ketika umurnya lebih dari 4 tahun, kelamin ikan berubah menjadi jantan.Baca juga: Teknik Pembenihan Ikan Kerapu BebekKerapu sunuIkan kerapu sunuKerapu sunu adalah salah satu jenis kerapu yang menjadi komoditas ekspor dengan harga jual tinggi. Di Indonesia terdapat dua jenis kerapu sunu yang biasa dijadikan komoditas ekspor bernilai tinggi, yaitu P. Leopardus (Leopard corraltrout) dan P. maculatus (Bareed cheeh corral trout). Kerapu sunu merupakan ikan konsumsi laut yang memiliki prospek cerah karena teknologi pembenihan massalnya sudah ditemukan. Dengan begitu, ketersediaannya dapat memenuhi seluruh permintaan yang datang, baik untuk pasar lokal maupun internasional.Kerapu batikIkan kerapu batikKerapu batik merupakan jenis ikan karang bernilai ekonomi tinggi dan terdapat banyak di daerah perairan kepulauan, khususnya di wilayah perairan atol. Karena harga jualnya yang tinggi, membuat masyarakat tertarik membudidayakannya.Sumber: Kabupaten Buleleng ...
Pastikan Benih Ikan Kerapu Macan Anda Berkualitas Disini!
Kerapu

Pastikan Benih Ikan Kerapu Macan Anda Berkualitas Disini!

Standar Nasional Indonesia dalam bidang perikanan pada dasarnya adalah standar mutu yang dapat digunakan oleh seluruh pembudidaya ikan di Indonesia. Standart ini dapat anda jadikan jaminan mutu atau tolok ukur anda selama melakukan proses budidaya. Pada artikel kali ini, akan membahas mengenai SNI pada benih ikan kerapu macan yang siap ditebar.SNI nomor 6488.2:2011 ini dapat anda gunakan sebagai standar karena telah melalui berbagai proses diskusi yang melibatkan Subpanitia Teknis 65-05-S2 dan juga Kementrian Kelautan dan Perikanan. Standar benih ikan kerapu ini juga dapat digunakan untuk pembinaan mutu dalam rangka sertifikasi benih ikan kerapu yang berkualitas. Ukuran dan Usia Benih Ikan Kerapu Sesuai SNISebelum mengetahui syarat kualitatif dan kuantitatif yang perlu anda penuhi agar benih ikan kerapu macan anda sesuai dengan SNI, anda perlu memahami ukuran-ukuran benih ikan kerapu macan yang juga mengindikasikan fase dalam perkembangan benih ikan. Ukuran untuk benih ikan kerapu macan terbagi menjadi tujuh fase dimulai dari 3-4 cm hingga ukuran 9-10 cm. Usia dari masing-masing ukuran benih, dapat anda lihat di Tabel 1.Tabel 1. Ukuran dan Usia Benih Ikan Kerapu Sesuai SNIJika usia benih anda sudah mencapai standar namun ukurannya masih lebih kecil atau lebih besar, anda tidak perlu khawatir, karena pada dasarnya pertumbuhan ikan ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Jika  pertumbuhannya kurang, ada kemungkinan benih anda mengalami kekurangan nutrisi dari pakan yang diberikan, atau kualitas airnya yang tidak sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Sehingga standar ukuran benih ikan kerapu macan seperti ini dapat anda gunakan untuk menganalisa dan mengevaluasi pertumbuhan ikan yang anda budidayakan.Klik disini!Pesyaratan Kualitatif Benih Ikan Kerapu MacanSetelah mengetahui ukuran dan usia benih ikan kerapu yang sesuai dengan standar, kini anda perlu mengetahui persyaratan benih ikan kerapu macan secara kualitatif dan kuantitatif yang berkualitas sesuai dengan SNI. Secara umum benih ikan kerapu macan memiliki syarat kualitatif sebagai berikut1. Warna: krem kecoklatan, cerah, tidak pucat2. Bentuk tubuh: normal, sirip lengkap3. Kesehatan: anggota tubuh lengkap, tidak cacat dan tidak tampak kelainan bentuk, sehat dan bebas virus (iridiovirus, viral nervous necrosis), bakteri, jamur, dan parasite4. Gerakan/perilaku: aktif/lincah, berenang normal dan cenderung bergerombol5. Respon terhadap pakan yang diberikan: sangat responsifSecara spesifik sesuai ukuran, syarat kualitatif benih ikan kerapu macan adalah seperti di Tabel 2. Tabel 2. Persyaratan Kualitatif Benih Ikan Kerapu MacanPesyaratan Kuantitatif Benih Ikan Kerapu MacanSelain kualitatif, benih ikan kerapu yang berkualitas juga harus dapat diukur secara kuantitatif. Pengukuran ini meliputi usia, panjang, bobot, dan juga keseragaman ikan. Anda perlu memerhatikan tingkat keseragaman ukuran ikan untuk mengurangi adanya kanibalisme dalam kolam benih anda. Syarat kuantitatif benih ikan kerapu macan dapat anda lihat pada Tabel 3.Tabel. 3 Persyaratan Kuantitatif Benih Ikan Kerapu MacanCara Pemeriksaan dan Pengujian Benih Ikan Kerapu MacanTentunya untuk dapat mengetahui apakah benih ikan kerapu macan anda sesuai dengan ukuran yang telah distandarkan, anda perlu tahu bagaimana cara mengukur parameter-parameter tersebut. Berikut ini adalah cara untuk mengukur benih ikan kerapu anda. 1. Umur: dightung sejak telur menetas, dinyatakan dalam hari2. Panjang total: dilakukan dengan mengukur jarak antara ujung mulut sampai ujung sirip ekor dengan menggunakan alat jangka sorong atau penggaris yang dinyatakan dalam sentimeter (cm)3. Bobot badan: dilakukan dengan menimbang ikan dengan menggunakan timbangan analitis yang dinyatakan dalam gram (g)4. Pengamatan kesehatan ikan- Pengambilan contoh untuk pemeriksaan kesehatan ikan sesuai SNI 7306:2009- Pengamatan visual dilakukan untuk pemeriksaan adanya gejala penyakit dan kesempurnaan morfologi ikan- Pengamatan mikroskopik, bakteriologis dan virologis dilakukan untuk pemeriksaan jasad patogen (parasite, jamur, virus dan bakteri) di laboratorium5. Respon dan daya tahan benih- Dengan menggerakkan air media pemeliharaan atau penampungan, benih yang sehat akan bergerak/berenang melawan arus- Tanpa pemberian aerasi di tempat penampungan (5-10 menit) benih yang sehat akan berenang normal6. Dilakukan secara visual dan dinyatakan seragam bila > 80% dari populasi benih berukuran seragamSumber:  SNI 6488.2:2011 ...
Cara Mudah Seleksi Induk Ikan Kerapu Macan
Kerapu

Cara Mudah Seleksi Induk Ikan Kerapu Macan

Salah satu kunci keberhasilan dalam usaha budidaya Ikan Kerapu Macan adalah ketersediaan induk yang bagus. Oleh karena itu perlu dilakuakan seleksi calon induk menurut ukuran serta memenuhi syarat untuk di pijahkan, yaitu harus sehat tubuh tidak cacat induk kerapu yang matang gonad di ketahui dari morfologinya.Sebelum proses penyeleksian, terlebih dahulu dilakukan pembiusan untuk menghindari induk stress, pembiusan menggunakan Ethyleneglycol monopheyl ether 100 ppm. Obat bius dimasukan ke dalam kotak Styrofoam berukuran 80x40x40 cm3 yang telah di isi air laut setinggi 20 cm. Obat bius yang dimasukan ke dalam bak sebanyak 6,5 ml.Induk di tangkap satu-persatu dan di masukan ke dalam kotak Styrofoam. Kegiatan seleksi di lakukan apabila induk telah terlihat hilang kesadaran yang di tandai tubuhnya akan miring dan jika di pegang tidak meronta.Baca juga: Teknik Pembenihan Ikan Kerapu BebekCara Seleksi Induk Ikan Kerapu Macan- Induk BetinaSecara visual,ukuran tubuhnya lebih besar daripada induk jantan, warna tubuhnya cerah dan pergerakannya lambat. Untuk mengetahui tingkat kematangan gonad dilakukan kanulasi dengan selang kanula dengan diameter 1 mm dimasukan kelubang genital sedalam 4-6 cm kemudian dihisap secara perlahan-lahan.Telur yang di hisap berwarna kekuningan, berbentuk bulat dan telur terpisah satu dengan yang lainnya. Telur kemudian diamati menggunakan mikroskop dan diameter terlur lebih dari 450 μm. Dengan seleksi induk diharapkan induk yang akan dipijahkan benar-benar matang gonad sehingga telur yang dihasilkan berkualitas baik.Baca juga: Pembenihan Kerapu Online dengan SWITCHER- Induk JantanUntuk mengetahui tingkat kematangan gonad induk jantan diklakukan dengan metode striping secara perlahan-lahan dari perut sampai ujung genitalnya. Striping secara perlahan-lahan dengan tujuan menghindari keluarnya sperma berlebihan dan terjadinya kerusakan organ dalamnya.Tingkat kematangan induk jantan ditentukan oleh kekentalan sperma hasil stripping. Apabila sperma yang keluar berwarna putih susu maka induk siap pijah, induk jantan siap dipijahkan jika memiliki sperma dengan ciri berwarna putih susu dan kental.Demikian sedikit pembahasan mengenai Cara Mudah Seleksi Induk Ikan Kerapu Macan semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami.Sumber: bertani.co.idTentang MinapoliMinapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina.  ...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Genjot Ekspor Ikan Kerapu
Kerapu

Kementerian Kelautan dan Perikanan Genjot Ekspor Ikan Kerapu

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan akan terus menggenjot devisa ekspor dari produksi ikan kerapu. Hal ini dilakukan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi selama masa pandemi virus corona (Covid-19).Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya menggenjot ekspor untuk komoditas unggulan budidaya, termasuk kerapu. Ia menilai, kerapu berpotensi menjadi salah satu unggulan dalam meraup devisa ekspor."Pertumbuhan ekonomi kita saat ini sedang tertekan sangat dalam akibat pandemi Covid-19, oleh karenanya salah satu upaya yang harus dilakukan yakni dengan menggenjot nilai ekspor. Sebagai sektor strategis berbasis pangan tentu akuakultur harus mampu berkontribusi lebih besar dalan mendorong pertumbuhan ekonomi. KKP terus berupaya melakukan pengembangan budidaya di kawasan-kawasan potensial guna menggenjot produksi," ujar Slamet dalam penjelasannya di Jakarta, Selasa (14/7/2020).Baca juga: KKP Genjot Sektor AkuakulturSlamet menjelaskan, bahwa saat ini market demand untuk Kerapu di negara tujuan ekspor kembali terbuka dan menunjukkan tren yang mulai meningkat."Negara tujuan ekspor kerapu yakni Tiongkok sudah kembali membuka impor paska pandemi Covid-19. Tentu ini peluang besar bagi kita untuk mengisi kekosongan market share yang ada. Market demand yang kembali naik, juga secara langsung memicu geliat usaha budidaya kerapu di berbagai daerah. Saya kira ini yang harus kita dorong terus," ujarnya.Sementara itu, pengusaha budidaya ikan kerapu di Belitung akhir pekan lalu melakukan ekspor 15 ton ikan kerapu ke Hongkong, Tiongkok dengan nilai ekspor mencapai US$90 ribu. Ekspor dilakukan oleh CV. Sinar Mandiri dan merupakan aktivitas ekspor kerapu pertama kali di Kabupaten Belitung sejak pandemi Covid-19.Adapun aktivitas panen ikan kerapu ini dilakukan langsung di Keramba Jaring Apung (KJA) yang terletak di perairan pulau RU, Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung.Baca juga: Bea Cukai Dorong Ekspor Perdana Ikan Kerapu dari Tual ke Hongkong"Ini ekspor perdana di tengah pandemi covid-19 dan memang selama ini untuk ekspor berhenti sementara karena corona, nah ini mulai lagi," kata Bupati Belitung, Sahani Saleh.Sahani menyebut bahwa ekspor ikan kerapu ini merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan kembali perekonomian masyarakat Belitung saat pandemi Covid-19. Ia juga memastikan usaha budidaya kerapu akan menjadi program prioritas kedepan dan akan terus dikembangkan, mengingat potensi budidaya laut di Belitung sangat luar biasa."Karena budidaya perikanan ini juga multiplayer effect dan ini berdampak kepada nelayan kecil. Seperti pakan (makanan) ikan kerapu, itu dari nelayan kecil dan itu bukan sedikit, banyak sekali untuk satu hari. Karenanya saya kira nanti Pemda akan menjadikan budidaya perikanan ini sebagai program prioritas daerah dan diharapkan mampu menopang perekonomian," ujarnya.Sebagai daerah kepulauan, Belitung memiliki potensi sektor perikanan yang luar biasa. Pertumbuhan sektor perikanan terbilang cepat meningkat lantaran, selain pengembangan budidaya difokuskan untuk komoditas ekspor, juga karena letak geografis Belitung yang memiliki kemudahan akses dengan negara tujuan ekspor, terutama Hongkong.Sumber: IndozoneTentang MinapoliMinapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina.  ...
Budidaya Kerapu dengan Teknologi Tambak Dikembangkan di Lamongan
Kerapu

Budidaya Kerapu dengan Teknologi Tambak Dikembangkan di Lamongan

Desa Labuhan Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan Jawa Timur merupakan kawasan sentra budidaya kerapu yang menggunakan teknologi tambak. Sebagian besar penduduk di lokasi tersebut melakukan budidaya ikan kerapu. Hingga kini petambak disana berkembang menjadi salah satu produsen ikan kerapu yang memasok kebutuhan dalam negeri dan luar negeri. “Budidaya ikan kerapu di tambak merupakan salah satu teknologi yang luar biasa dalam rangka mendukung produksi budidaya kerapu berkelanjutan”, ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/7/2020).Slamet menjelaskan bahwa dalam rangka memenuhi permintaan pasar, baik pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri sebagai komoditas ekspor dengan sasaran utama Hongkong, Singapura, Jepang dan China, kegiatan budidaya tambak kerapu di Desa Labuhan memiliki prospek usaha yang menjanjikan. Dengan benih kerapu cantang yang digunakan berasal dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo. Benih kerapu cantang merupakan  keberhasilan BPBAP Situbondo mengembangkan kerapu persilangan dari induk kerapu macan betina dengan induk kerapu kertang jantan, yang secara morfologis merupakan kombinasi kedua spesies induknya.“Tambak kerapu di Desa Labuhan ini merupakan tambak yang pertama kali dibina oleh BPBAP Situbondo, ketika saya menjadi Kepala Balai tahun 2007 dengan mencoba budidaya kerapu di tambak Bapak Karno, yang sebelumnya hanya memiliki tambak sekitar 3 Ha dan kini telah berkembang seluas 20 Ha”, papar Slamet.Baca juga: Teknik Pembenihan Ikan Kerapu Bebek"Diharapkan para petambak di Lamongan untuk dapat menjaga kualitas produksi secara berkelanjutan, dengan mengikuti petunjuk dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Dinas dan juga penyuluh setempat. Serta tak lupa juga terapkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB)," ungkap Slamet.Slamet memastikan budidaya kerapu di tambak ini akan didorong pengembangannya dan fokus pada upaya peningkatan devisa ekspor. Oleh karenanya, keterlibatan pihak swasta atau pemilik modal sangat diharapkan melalui investasi di bidang ini. Untuk mendorong kemudahan investasi, Pemerintah telah memberikan ruang bagi percepatan investasi yakni melalui berbagai regulasi yang ramah investasi yakni melalui penyederhanaan birokrasi perijinan, dan perlindungan usaha melalui regulasi perencanaan ruang/zonasi. Secara terpisah, Ketua Kelompok Pembudidaya Bhakti Usaha 2, Chusnul Karim saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa teknologi budidaya tambak ikan kerapu yang diterapkan di desa Labuhan adalah tradisional plus dan sistem semi intensif, dengan luas 3 ribu m2, padat tebarnya sebanyak 6 ribu ekor, kemudian memakai kincir yang dinyalakan setiap malam hari.Luas lahan tambak kerapu yang dimiliki pokdakan Bhakti Usaha 2 mencapai 30 Ha, dengan jumlah petambak yang tergabung dalam pokdakan tersebut sebanyak 50 orang. Hasil panen kerapu parsial kemarin Rabu (8/7/2020) mencapai 0,5 ton untuk 1 petak dengan size 600 gram up dengan kisaran harga Rp 60 ribu, sehingga diperoleh kurang lebih mencapai Rp 30 juta dengan tingkat kelangsungan hidup 85%.Sebelumnya saat kunjungan ke Tambak Kerapu Desa Labuhan Rabu (8/7/2020) kemarin, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengapresiasi atas keberhasilan Desa Labuhan Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan merupakan kawasan sentra budidaya kerapu di tambak. Ini merupakan teknologi budidaya yang luar biasa, kerapu merupakan salah satu komoditas budidaya ikan laut, namun dapat diproduksi di tambak, tidak harus di keramba jaring apung.Baca juga: Indonesia Kembali Ekspor Kerapu ke Hongkong Menteri Edhy juga menjelaskan bahwa komoditas kerapu merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya yang benilai ekonomi tinggi dan juga komoditas ekspor yang cukup besar demand nya.Hal senada juga disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungannya mendampingi Menteri Edhy ke Tambak Kerapu Desa Labuhan kemarin, memberikan motivasi dan semangat kepada para petambak ikan kerapu serta menegaskan bahwa potensi ikan kerapu ini sangat besar, kita harus masifkan produktivitasnya agar lebih berkontribusi besar dalam perekonomian nasional terutama di tengah pandemi Covid-19 ini.Sumber: Kabarnusa ...
Peluang Usaha Budidaya Ikan Kerapu
Kerapu

Peluang Usaha Budidaya Ikan Kerapu

Ikan kerapu merupakan salah satu jenis ikan laut yang sangat sering dijumpai di perairan laut dangkal, bahkan di muara sungai. Ikan Kerapu termasuk ikan yang sangat digemari masyarakat, hal ini karena tekstur dagingnya yang empuk dan kandungan gizinya yang sangat baik untuk kesehatan. Makanya tak heran jika harga ikan kerapu mahal, dan bahkan saat ini sudah banyak para nelayan yang membudidayakan ikan kerapu karena harga yang tinggi dan peminatnya juga cukup banyak.Ikan Kerapu merupakan salah satu ikan predator karena memiliki gigi yang tajam dengan jumlah yang cukup banyak, serta rongga mulut yang cukup lebar. Bagi yang hobi memancing ikan di laut pastinya seringkali mendapatkan ikan yang satu ini, pasti paham dengan karakteristik tubuhnya. Jenis ikan kerapu sendiri memang bisa dibilang cukup banyak. Ikan kerapu menjadi salah satu menu masakan andalan yang kerap dihadirkan di rumah-rumah makan hingga restoran berbintang.Baca juga: Budidaya Kakap Putih Kian BergeliatHarga ikan kerapu yang ada di pasaran memang bisa dikatakan sangat tinggi. Tak heran jika banyak orang yang tertarik membudidayakannya. Memang peluang usaha budidaya ikan kerapu bisa dikatakan sangat menguntungkan. Yang mana dari budidaya ikan kerapu Anda dapat meraup keuntungan yang lebih. Memang laba bisnis budidaya ikan kerapu sangat besar dengan harga jual ikan ini selangit. Meski harga jaul dari ikan kerapu tinggi tak membuat permintaan ikan ini surut. Justru permintaan ikan kerapu ini terbilang sangat tinggi.Selain rasanya yang nikmat, ikan kerapu ini memiliki berbagai kandungan gizi yang tinggi. Tak heran jika budidaya ikan kerapu kini semakin popular dan banyak orang yang tertarik menerjuninya. Mungkin Anda tertarik untuk menjalankan bisnis budidaya ikan kerapu ini? Budidaya ikan kerapu ini bisa Anda lakukan dengan mudah dan gampang. Memang membutuhkan perawatan khusus agar hasil panen ikan kerapu ini lebih maksimal.Memulai bisnis budidaya ikan kerapuBisnis peternakan ikan kerapu memang menjadi salah satu bisnis yang tidak pernah mati. Begitupun dengan bisnis budidaya ikan kerapu yang menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan. Untuk memulai bisnis budidaya ikan kerapu ini tidak sulit. Bisa dimulai dengan mudah dengan modal yang kecil. Anda dapat memulai bisnis budidaya ikan kerapu di lahan kecil atau pekarangan rumah.Baca juga: Budidaya Ikan Gurame, Pemula Harus Perhatikan IniPelaku bisnis budidaya ikan kerapuBisnis budidaya ikan kerapu ini bisa dan cocok dijalankan oleh semua orang. Anda yang kini bingung mencari pilihan bisnis yang tepat. Dengan kemauan dan minat yang tinggi maka bisnis budidaya ikan kerapu ini dapat Anda jalankan dengan mudah. Konsumen bisnis budidaya ikan kerapuKonsumen budidaya ikan kerapu memang tidaklah sulit, konsumen budidaya ikan kerapu cukup besar mulai dari konsumsi rumah tangga hingga berbagai usaha kuliner.Peralatan bisnis budidaya ikan kerapuDalam bisnis budidaya ikan kerapu membutuhkan beberapa peralatan penting diantaranya pengadaan bibit ikan kerapu,  wadah dan jerigen, selang dan paralon, timba, jaring, terpal, pompa air, pembuatan kolam ikan kerapu, peralatan pembersih kolam, sewa lahan, drum, dan lainnya. Dengan adanya peralatan tersebut maka bisnis budidaya ikan kerapu makin maksimal.Mulai Budidaya Anda Sekarang!Pemasaran budidaya ikan kerapuDalam berjualan budidaya ikan kerapu, Anda bisa memasarkannya dengan cara menjualnya ke pasar, rumah makan, restoran atau hotel. Juga dapat memasarkan ikan kerapu bagus ke swalayan atau supermarket.Harga jual budidaya ikan kerapu Patokan harga untuk budidaya ikan kerapu dapat Anda buat dalam hitungan per kg dimana harga mulai Rp 150.000 hingga Rp 250.000 bahkan mencapai Rp 450.000. Ini tergantung dari harga ikan kerapu yang ada di pasaran.Keuntungan dalam menjalankan bisnis budidaya ikan kerapuKeuntungan bila Anda memilih terjun dalam peluang bisnis budidaya ikan kerapu ini yakni merupakan bisnis peternakan ikan kerapu yang paling menguntungkan. Sebab pemasaran ikan kerapu terbilang mudah.Baca juga: Teknik Pembesaran Bawal Bintang Di Keramba Jaring Apung BPBL Batamekurangan bisnis budidaya ikan kerapuSegi kekurangan bisnis budidaya ikan kerapu ialah budidaya ikan kerapu memiliki tingkat persaingan yang tinggi dan ketat.Sumber:  Radar NTTTentang MinapoliMinapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina.  ...
Indonesia Kembali Ekspor Kerapu ke Hongkong
Kerapu

Indonesia Kembali Ekspor Kerapu ke Hongkong

Belum genap satu bulan dan masih di masa pandemi COVID-19, Kabupaten Natuna Provinsi, Kepulauan Riau, kembali melakukan aktivitas ekspor ikan kerapu ke Hongkong melalui PT Putri Ayu Jaya tepatnya check point di Sedanau, Bunguran Barat.“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang selalu berupaya membantu kami, sehingga aktivitas ekspor ini dapat terus berjalan lancar meskipun dalam situasi sulit di tengah pandemi COVID-19,” ujar Eko Prihananto, pemilik PT Putri Ayu Jaya, Jumat (15/5).Eko mengatakan, melalui surat permohonan yang telah dikirimkan oleh KKP kepada gugus tugas percepatan penanganan COVID-19, seluruh aktivitas usahanya lancar. Termasuk dalam hal distribusi dan penyerapan hasil panen ikan kerapu, hingga memenuhi permintaan negara tujuan ekspor.Melalui jalur laut, aktivitas ekpor ikan kerapu ke Hongkong dapat kembali dilakukan tanggal 11-12 Mei 2020 kemarin dengan kapasitas ekspor mencapai 17,3 ton atau senilai USD $ 103.872. Aktifitas ekspor sebelumnya senilai USD $ 93.984, sehingga selama pandemi ini, nilai ekspor kerapu dari Kabupaten Natuna sebanyak USD $ 197.856 atau Rp 2,9 milyar lebih.Aktivitas ekspor ikan kerapu ini menggunakan 2 buah kapal berbendera Hongkong yakni kapal MV. Cheung Kam Wah dan Cheng Wai Hing. Kedua kapal tersebut sudah mendapat izin dari KKP dan surat karantina dari kantor kesehatan pelabuhan Sedanau. Aktivitas ekspor tersebut selain dihadiri petugas dari KKP dan Karantina Pelabuhan juga dihadiri Syahbandar Sedanau, Bea dan Cukai, Imigrasi dan TNI AL.Dengan mengantongi beberapa izin yang diperlukan, kedua kapal tersebut dikatakan sudah memenuhi prosedur untuk mengangkat kerapu hidup dan telah menjalani masa karantina selama 14 hari serta telah melengkapi administrasi keimigrasian.Ikan kerapu hasil panen yang diserap untuk memenuhi permintaan ekspor ini tersebar di beberapa kecamatan diantaranya kecamatan Bunguran Barat, Bunguran Timur, Midai, Serasan, Pulau Tiga, Pulau Laut dan Subi.“Posisi Natuna sangat strategis karena dekat dengan negara tujuan ekspor sehingga dapat memenuhi permintaan restoran-restoran dari Hongkong, yang saat ini beberapa telah dibuka kembali. Dari aktifitas ekspor tersebut dapat mendongkrak ekonomi masyarat pembudidaya Kabupaten Natuna di masa yang sulit ini,” ungkap Eko.Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto di Jakarta (16/5) menjelaskan bahwa kinerja ekspor ikan kerapu di tengah pandemi ini bisa terus berjalan dengan lancar apabila semua pihak yang terkait bisa saling koordinasi dan bersinergi.“Dari informasi yang kami peroleh, saat ini beberapa restoran di Hongkong dan China telah dibuka kembali dan permintaan ikan kerapu dari negara tujuan ekspor sudah mulai rutin, artinya kinerja ekspor ikan kerapu juga akan mulai kembali normal. Dengan potensi budidaya ikan kerapu di Kabupaten Natuna dan posisinya dekat dengan Hongkong, maka akan meningkatkan kinerja ekspor, tentunya secara bersamaan akan menaikkan devisa negara di tengah menurunnya pendapatan negara dari ekspor sekarang ini,” jelas Slamet.Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Natuna, Zakiman mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Natuna menyambut baik aktivitas ekspor kerapu ini, asalkan dengan tetap memperhatikan protokol atau Standar Operasional Prosedur Pencegahan Virus COVID-19 yang telah ditetapkan. “Aktivitas ekspor ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir Kabupaten Natuna di tengah pandemi ini, apalagi sebentar lagi menjelang Hari Raya Idul Fitri, tentu ini momen sangat pas sekali,” ujar Zakiman. Sumber: KKP News ...
Replacing Fishmeal With Soy Protein Concentrate in Juvenile Pearl Gentian Grouper Diets
Kerapu

Replacing Fishmeal With Soy Protein Concentrate in Juvenile Pearl Gentian Grouper Diets

Soybean meal is one of the most suitable alternatives to substitute for fishmeal in aquatic animal feeds due to its high protein content, good balance of essential amino acids (EAA) and lower cost. Soy protein concentrate (SPC) – made by moving a portion of the carbohydrates (sugars) from dehulled and defatted soy flakes through aqueous ethanol – has similar content of crude proteins and essential amino acids compared to fishmeal, along with lower anti-nutritional factors.Several studies have assessed the influence of SPC on fish during the past 20 years, and results showed that different species have unequal levels of tolerance for SPC. Research has shown that SPC can effectively replace fishmeal as a protein source in the diet of some commercially important fishes like Atlantic salmon, rainbow trout and pompano, while other species only tolerate some levels of SPC.The pearl gentian grouper – a hybrid species (Epinephelus lanceolatus ♂ × E. fuscoguttatus ♀) – is an important commercial fish that grows rapidly, has strong disease resistance and is highly nutritious. It is widely cultured in China using land-based and sea-cage techniques and is mainly fed with formulated pellet diets. As a typical carnivorous species, pearl gentian grouper requires high protein and is heavily dependent on high levels of fishmeal in its diet to meet its protein requirement, resulting in higher production costs. It is still unknown whether it is possible to replace fishmeal with SPC for pearl gentian grouper.This article – adapted and summarized from the original publication – reports on a study of the effects of fishmeal replacement by soy protein concentrate on the growth performance, apparent digestibility and retention of protein and amino acid in juvenile pearl gentian groupers.This work was supported by the Natural Science Foundation of Hainan province (No. 20163074 and No. 20163071), Major Science and Technology Projects in Hainan Province from Science and Technology Department of Hainan Province government, China (No. ZDKJ2016009), Hainan Key Laboratory for Conservation and Utilization of Tropical Marine Fishery Resources and Sanya Key laboratory of seawater aquaculture research (No. L1507). Thanks to National Feed Engineering Technology Research Center (Beijing, China) and Beijing Longkefangzhou Bio-Engineering Technology Co., Ltd. (Beijing, China) for their help to detect the anti-nutrition factors in SPC and experimental diets.Study setupPearl gentian grouper were purchased from a commercial hatchery (Hainan, China). Before the trial, fish were stocked in an indoor recirculating aquaculture system at the Hainan Key Laboratory for Conservation and Utilization of Tropical Marine Fishery Resources (Hainan Tropical Ocean University, Sanya, China) for two weeks, and fed a commercial diet (Nisshin Flour Milling Co., Ltd., Japan) twice daily to satiation.The fish (8.00 grams ± 0.10) were randomly distributed in 18 tanks – 500 liters each tank, 50 fish per tank – in an indoor seawater recirculating system and each diet assigned tanks in triplicate. The fish were fed twice a day, and feed intake of each diet and mortality of the fish were recorded in each tank. Six isonitrogenous and isocaloric diets (46 percent crude protein, 18 MJ/kg gross energy) were formulated and used in the study. In these diets, SPC replaced 0 to 75 percent of fishmeal protein (SPC0, SPC15, SPC30, SPC45, SPC60, and SPC75).After feeding the fish with diet in each tank for 30 minutes, the uneaten diet was siphoned out and dried overnight at 50 degrees-C before being weighed to avoid any contamination with feces. And the weight of the uneaten diet was subtracted to calculate the daily feed intake in each tank. Feces were also collected from each tank daily for 30 days (from day 12 to day 42 of the feeding trial), for lab analyses.Water quality in the tanks was monitored daily and maintained at a temperature of 29.2 ± 0.4 degrees-C; dissolved oxygen at 7.10 ± 0.2 mg/L; salinity at 25.8 ± 0.5‰; pH at 7.2 ± 0.2; and total ammonia nitrogen at 0.3 ± 0.2 mg/L.For detailed information on the experimental design and diet formulations; feeding trial; sample collection and calculation formula for growth performance; and biochemical and statistical analyses, refer to the original publication.Results and discussionFinal survival of juvenile pearl gentian grouper was significantly affected based on the concentration of dietary SPC. Fish survival was higher in groups SPC15, SPC30 and SPC45 (from 94 to 96 percent), compared to SPC60 and SPC75. The body weight gain (BWG), weight gain rate (WGR), specific growth rate (SGR) and protein efficiency ratio (PER) increased in fish fed with diet SPC15, but gradually decreased with further increase of SPC concentrations. Conversely, the feed conversion ratio (FCR) values significantly decreased in groups SPC15, SPC30 and SPC45, but increased in the SPC75 group, suggesting that SPC15, SPC30 and SPC45 had a significantly higher FCR.The daily feed intake (DFI) was significantly higher in SPC0 compared to the groups treated with SPC, suggesting there was a significant effect of dietary SPC on fish DFI. The hepatosomatic index (HSI; ratio of liver weight to total body weight – a measure of the energy reserves of an animal, especially in fish) of fish was significantly higher in group SPC0 compared to SPC30 and SPC75, but had no significant differences with SPC15, SPC45 and SPC60. Based on regression models of BWG corresponding to SPC replacement levels (Fig. 1), the optimal SPC replacement level was 11.71 percent. However, based on SGR and dietary SPC replacement levels, the optimal level was 14.41 percent (Fig. 2).Fig. 1: Regression model for average body weight gain (y-axis) in response to fishmeal protein replacement level (x-axis) by SPC. Fig. 2: Regression model for specific growth rate in response to fishmeal protein replaced by SPC.Regarding the approximate composition of the whole body and muscle of the groupers, in the dorsal muscle the moisture and protein content were affected based on the concentration of dietary SPC, while other compositions were not influenced. There was no significant difference in the crude protein of the dorsal muscle in fish fed with SPC0, SPC15 and SPC30 diet. However, those values were significantly higher compared to fish fed with SPC45, SPC60 and SPC75, with the increasing dietary SPC concentration. The moisture of the dorsal muscle showed an opposite trend.For whole body, the approximate components showed significant differences. The moisture content gradually increased with increasing SPC concentration and reached its maximum value in fish fed with the SPC75 diet. The fish fed with diets from SPC30 to SPC75 had significantly higher whole-body moisture than for groups SPC0 and SPC15. The crude ash showed the opposite result. Crude protein content of the whole body in groups SPC30 and SPC45 was significantly higher among all the SPC treatments and decreased in groups SPC60 and SPC75.In our study, fish fed the SPC15 inclusion diet had a relatively better growth performance, and other treatments showed a gradual decrease with increasing SPC concentration. Plant proteins can be used in many fish diets for the partial or total replacement of fishmeal, as an option to reduce production cost. Among the plant proteins, soy products are nutritionally superior ingredients of feeds for aquatic animals. Several studies have reported that when dietary SPC inclusion was below 60 percent, a satisfactory growth and feed utilization was obtained for a number of species. Further increases of SPC inclusion in the diet led to lower diet utilization and higher mortality.Some reports argued that lower growth performance may be related to a decrease in feed intake rather than nutritional imbalance or deficiency. This was suggested because plant proteins are usually less palatable to fish than fishery ingredients. In our study, when fish were fed diets with high levels of replacement of fishmeal with SPC, a reduction in DFI was observed, which could cause reduced growth. We noticed that high SPC inclusion (above 60 percent) caused reduction in diet utilization, as reflected by an increase in FCR in our work. similar results have been reported for other fish species.In our study, along with the growth performance of fish, the crude protein levels in muscle of fish fed a diet with 45 to 75 percent SPC replacement were also significantly decreased. And the whole-body protein of fish fed with a diet with 60 to 75 percent SPC replacement had significantly lower values. This could have been caused by possibly deficient levels of the amino acids methionine and lysine in the SPC-based diet and an imbalance of essential amino acids. The addition of feed attractants and amino acid supplementation are suggested strategies for further research.Perspectives Our results demonstrated that juvenile pearl gentian grouper have limited tolerance for SPC. The maximum level of SPC substitution for fishmeal in the fish diet, according to weight gain and specific growth rate, was estimated to be 11 to 14 percent. However, the 30 percent SPC replacement did show a positive influence on protein and amino acid retention. Therefore, we suggest that SPC replacement of fishmeal for juvenile pearl gentian grouper should not be more than 30 percent.Source: Global Aquaculture Alliance ...
Teknik Pembenihan Ikan Kerapu Bebek
Kerapu

Teknik Pembenihan Ikan Kerapu Bebek

Ikan kerapu memiliki banyak spesies salah satu diantaranya adalah kerapu bebek (Cromileptes altivelis) atau biasa juga disebut kerapu tikus. Kerapu bebek merupakan ikan kerapu yang sangat digemari oleh mancanegara dan bernilai ekonomis paling tinggi diantara ikan kerapu lainnya.Sumber: Jitunews Pengembangan teknologi pembenihan kerapu bebek di Balai Budidaya Air Payau Takalar merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan akan benih kerapu bebek baik secara kualitas maupun kuantitas, sehingga mampu menunjang pengembangan kegiatan budidaya kerapu bebek yang berkesinambungan. Selain itu juga dilakukan alih teknologi untuk dikembangkan di tengah masyarakat.Pengelolaan IndukInduk kerapu bebek yang digunakan adalah induk hasil tangkapan alam. Ukuran induk untuk betina 1,3 – 2,4 kg dan jantan 2,5 – 3 kg. Perbandingan induk jantan dan betina adalah 1:2. Induk-induk tersebut dipelihara dalam bak beton berbentuk silinder bervolume 50 m3 dengan pergantian air minimal 300% perhari. Pakan yang diberikan berupa pakan rucah dan cumi-cumi dalam bentuk segar. Dosis pemberian pakan adalah 3-5 %/BB dengan frekuensi pemberian pakan 1 kali/hari. Selain itu juga diberikan beberapa multivitamin (vitamin C, nature-E dan vitamin B-kompleks).Untuk memacu perkembangan gonad induk selain melalui teknik manipulasi lingkungan juga dengan melakukan injeksi hormonal berupa LHRH-a dengan dosis 100 µg/kg berat badan.Perkembangan gonad induk betina ditandai dengan semakin membesarnya perut. Selain itu, juga dapat diketahui dengan metode kanulasi menggunakan selang plastik (canula) berdiameter 1,2 mm. Sedangkan untuk induk jantan dapat diketahui dengan metode stripping yaitu dengan mengurut perut ke arah genital, dimana tingkat kematangan gonadnya ditandai dengan banyaknya sperma (cairan kental berwarna putih susu) yang dikeluarkan pada saat stripping.Baca juga: Budidaya Kerapu dengan Teknologi Tambak Dikembangkan di LamonganPemijahanPemijahan pada induk kerapu bebek selain itu dilakukan secara alami juga dilakukan dengan menggunakan injeksi hormonal. Pemijahan terjadi pada malam hari yaitu sekitar pukul 22.00 sampai pada pukul 02.00 dini hari pada saat bulan gelap (minggu 1 bulan baru Islam). Telur yang dibuahi akan terbawa keluar mengikuti aliran air, kemudian akan tersaring pada kolektor. Ukuran telur berkisar 900-900 mikron. Telur yang telah terkumpul pada kolektor dipanen pada pagi hari.Penanganan TelurTelur yang dipanen dipindahkan ke dalam bak inkubasi. Sebelum dimasukkan dalam bak inkubasi. Sebelum dimasukkan dalam bak inkubasi terlebih dahulu kotoran yang tercampur dipisahkan/dibuang melalui penyaringan dengan ukuran mata jaring 1 mm. Telur dalam bak inkubasiakan terbagi menjadi tiga bagian yaitu mengapung, melayang, dan tenggelam. Telur yang baik adalah yang mengapung, sedangkan telur yang buruk adalah yang mengendap di dasar bak inkubasi. Untuk telur yang melayang pada dasarnya adalah telur yang terbuahi namun larva yang dihasilkan relatif lemah, sehingga tidak disarankan untuk dipakai dan sebaiknya dibuang. Setelah dilakukan perhitungan maka selanjutnya telur tersebut ditebar dalam bak pemeliharaan larva.Pemeliharaan LarvaPemeliharaan larva dilakukan pada bak beton yang sebelumnya telah didesinfeksi sehingga bebas dari parasit dan penyakit. Air media untuk pemeliharaan larva juga telah disterilisasi dengan menggunakan kaporit 20 ppm dan dinetralisir dengan natrium tiosulfat setengah dosis kaporit. Padat penebaran telur yang dianjurkan adalah 10-15 butir/liter. Penebaran telur yang terlalu tinggi kepadatannya merupakan salah satu penyebab tingginya mortalitas pada saat larva berumur 2 hari (D2).Sumber Gambar : Australian Center of International Agricultural ResearchBaca juga: Peluang Usaha Budidaya Ikan KerapuPendederan Pada saat larva berumur 40 hari maka sebagian besar larva telah menjadi juvenil (benih) dengan panjang total 2-2,5 cm. Pada saat ini larva dipanen dan selanjutnya didederkan. Pendederan benih kerapu bebek dilakukan dengan sistem resirkulasi. Adapun padat penebaran adalah 2,5-3 ekor/liter (2500-3000 ekor/m3) dengan debit air 0,2 liter/detik. Untuk mencapai ukurna 4-5 cm dibutuhkan waktu pemeliharaan 3-4 minggu. Ikan kerapu bebek tidak bersifat kanibal seperti halnya dengan kerapu macan, sehingga tingkat kelangsungan hidup pada pendederan dapat mencapai 100% apabila tidak terjadi serangan virus (VNN).Sumber: https://www.djpb.kkp.go.id/index.php/mobile/arsip/file/558/1-pembenihan-kerapu-bebek.pdf/Australian Center of International Agricultural ResearchTentang MinapoliMinapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina.  ...
Stimulating Immune for Grouper
Kerapu

Stimulating Immune for Grouper

A recent study has shown that sodium alginate is a natural and a safe immune stimulant for grouper.Grouper ( Epinephelus coioides ) is one of the high economic value marine fish, delicious meat, they are grown popularly in Asian countries such as China, Japan, Malaysia, Singapore, Thailand. In Vietnam, they are being raised mainly in provinces and cities: Quang Ninh, Hai Phong, Nghe An, Hue, Khanh Hoa, Ba Ria - Vung Tau ... There are only a few models of fish farming in earthen ponds, the rest are raised in cages.Currently, in our country domestic demand and grouper exports are relatively high, so grouper in the wild is being overfished. Therefore, rearing is increasingly being promoted by many forms of intensive and semi-intensive farming. However, the development of a rapid farming model has led to an increase in the number of deadly fish diseases with a high loss rate.Common diseases in marine fishes are diseases caused by parasites, viruses, and bacteria. In which, hemorrhagic septicemia in fish caused by bacteria, Photobacterium sp. is a dangerous agent, causing mortality of about 80% in farmed fish. P. damselae bacteria can attack and cause disease in marine fish farmed at all stages of fish development, from larval stages, fingerlings to grow-out fish. When sick, the fish can manifest in the chronic and acute form, manifestation of pasteurellosis such as ulceration on the skin, the appearance of white cream nodules or white tubercules granulomas in some internal organs, causing visceral necrosis, concentrated in the kidneys and spleen, causing widespread infection and necrosis (Evelyn, 1996, Romalde, 2002; Bames et al., 2005). Diseased fish can die after 5-10 days causing economic losses in countries like Japan, USA, France, Spain, Greece and Turkey. In Vietnam, the disease is distributed in almost all farming areas across the country.Currently, marine fish farmers mainly use antibiotics in treating diseases. To minimize antibiotic use, research is needed on immunosuppressive products. Sodium alginate is the sodium salt of alginic acid extracted from the cell walls of marine algae especially brown algae. Many studies of alginic acid supplementation in the diet have yielded high results, typically in the diet of young tilapia (Oreochromis niloticus) , showing the improvement of the health and intestinal tract of fish and copper. Supplementation of alginic acid in juvenile salmon also showed growth and enhanced innate immune responses. The 4g alginic acid/kg supplement for sturgeon also contributes to the growth and immune efficiency in the fish. In addition, the sodium alginate extracted from brown algae has stimulated the strengthening of non-specific carp defenses against Edwardsiella tarda (Fujiki, Matsuyama, & Yano, 1994).Research on application of sodium alginate in grouperGrouper fed a diet containing sodium alginate at 0 (control, named C) and 1.0 g / kg (named S) at 28 ° C (two groups named C- 28 and S-28) and 20 ° C (two groups named C-20 and S-20) for 12 days and then challenged with Photobacterium damselae.ResultAt the end of the experiment, supplemental treatment of sodium alginate S-28 showed that lysozyme activity, phagocytic activity, superoxide effuse and respiratory activity were higher than C-28 and S-20 and achieved the lowest value is the C-20 group.The sodium alginate supplementation treatments showed that the stress index, cortisol, glucose, and glucose levels in serum were significantly lower than the non-supplemented treatment, the sodium alginate supplementation S28 had a lower stress index. compared to group C28 and reached the highest stress value in group C20.Grouper cultured at 28 ° C was more susceptible to Photobacterium damsela than at 20 ° C. Fish after challenge with  P. damselae   showed the survival rate of the S20 group reached the highest value of 100% after 144 hours, while C-20 and S-28 groups reached 70.0% and 56.7% and the lowest was the C-28 treatment with 30.0% survival.Our results show that the use of sodium alginate in the diet has been shown to reduce stress levels, enhance immunity against pathogens caused by the bacteria Photobacterium damselae .   The study found that sodium alginate should be added to a diet of grouper cultured at 28 ° C to limit susceptibility to Photobacterium damselae. The results of the study serve as a scientific basis for further studies to contribute to better disease management in grouper/cage culture in provinces in particular and in Vietnam in general.Source: Tepbac ...