Infomina - Sidat

Minapoli adalah platform jaringan infomasi dan bisnis perikanan terintegrasi. Buat dan bagikan informasi perikanan sekarang dan temukan manfaatnya terkoneksi dengan jaringan Minapoli.

Sidat

Feeding Eels with Black Soldier Fly Larvae
Sidat

Feeding Eels with Black Soldier Fly Larvae

Black soldier fly larvae meal is a potential ingredient to replace fishmeal and fish oil as a specialized source of protein and lipids.Insects are a rich source of protein, lipids, vitamins and minerals. Therefore, the use of insect meal to replace fish meal is becoming more and more popular in the aqua feed industry in many countries. Insects will have high feed conversion efficiency, they can grow quickly and reproduce easily even when the nutrient source is low. Insects also accumulate fat easily, especially when they are young. Black soldier flies are promising insects in aquafeeds. Photo: Fb Black soldier fly.The black soldier fly is a promising insect, used in aquafeeds. Black soldier fly larvae contain about 42% protein, 35% lipid and contain many amino acids. Especially the amount of saturated fat lauric acid and linoleic acid is much higher than in fishmeal. Black soldier fly (HI) larvae meal is a potential ingredient to replace fishmeal and fish oil as a specialized source of protein and lipids. The effectiveness of black soldier fly larvae meal in the diet has also been demonstrated in many other aquatic species such as rainbow trout, carp...Eel farming is a popular model nowadays, due to its delicious taste and stable resale price. Normally, when raising eels, they will use protein sources from earthworms and need to use earthworms to make food for eels more attractive. The experts found that the black soldier fly could be a potential source of proteins and lipids for use in eel feed.Worms are often used to make food attractive to eels. Photo: Fb Worms in the West.After the substitution trial, the growth rate was significantly increased when the eels were fed black soldier fly larvae meal, and the FCR was also much lower than when the eels were fed fishmeal. Plus the reduced crude lipid content in eel meat. The appropriate rate of black soldier fly addition ranged from 5.26% -15.78%. The active ingredients in the black soldier fly larvae meal further improved the growth performance, increasing the amount of saturated fatty acids required for the metabolic and reproductive reactions of the eels. Stiffness, toughness, adhesion and elasticity are physical indicators used to evaluate muscle texture. In this test, eel muscle cohesion decreased when black soldier fly larvae meal was supplemented and stiffness was significantly increased. These changes may be due to an increase in the diameter of the muscle fiber and the thickening of the muscle bundle. In addition, the lipase enzyme activity in the eel intestine increased. Also read: Feed Trial Successfully Replaces Fishmeal with Black Soldier Fly Larvae for Farmed Atlantic SalmonIt is possible that the fatty acids in the black soldier fly larvae meal are not beneficial for the digestion of the eels, so they secrete more lipase to aid in the digestion of fat. And it should be noted, lower levels of black soldier fly larvae meal are not harmful to the eels. However, when this supplement level is too high, it will cause negative effects on the liver function of eels.Dried black soldier fly larvae. Photo: Fb Black soldier fly.The diversity and abundance of the gut microbial community increased as the proportion of black soldier fly larvae meal increased, which was beneficial for intestinal homeostasis. Firmicutes gram-positive bacteria are one of the most abundant bacteria groups in the intestinal tract of eels. They promote fatty acid absorption by the epithelium, leading to accumulation of lipid droplets in enterocytes and other tissues. Also read: Black Soldier Fly Larval Production in a Stacked Production SystemHowever, the addition of black soldier flies in the eel feed reduced the absorption capacity in the eel intestine. If eels have an imbalance of fatty acids, it can reduce their ability to digest lipids and use energy.In summary, the addition of black soldier fly to the feed had a beneficial effect on eels, with 15.78% improved growth performance and gut microbiota balance. The present trial proves that it is feasible to replace fishmeal with black soldier fly larvae meal in eel diets. However, a fatty acid imbalance may limit this substitution. So separating the black soldier fly into meal and defatted oil could be a better approach, to replace fishmeal and fish oil in eel feed. Source: Tepbac.com ...
Cara Budidaya Ikan Sidat di Kolam Terpal itu Mudah Kok!
Sidat

Cara Budidaya Ikan Sidat di Kolam Terpal itu Mudah Kok!

Tahapan atau cara budidaya ikan sidat, khususnya di kolam terpal itu sebenarnya mudah lho! Gak percaya? Baca terus artikel ini hingga tuntas.Ikan sidat atau biasa dikenal dengan sebutan ikan unagi bagi masyarakat Jepang merupakan ikan air tawar yang masih satu keluarga dengan ikan belut. Dengan tekstur tubuh yang hampir sama dengan belut, membuat ikan ini menjadi salah satu ikan yang paling banyak digemari oleh masyarakat Jepang, hingga banyak masyarakat Jepang yang menginginkan ikan ini untuk dikonsumsinya.Banyaknya permintaan pasar akan ikan sidat di negara Jepang membuat negara Jepang sendiri tidak mampu memenuhi kebutuhan ikan sidat. Selama ini negara Jepang hanya mampu memproduksi sekitar 30 % saja dan untuk 70 % nya negara Jepang mendatangkan kebutuhan ikan sidat dari berbagai macam negara-negara yang lain, salah satunya adalah negara Indonesia.Dengan adanya kebutuhan konsumsi yang berbanding terbalik dengan jumlah yang ada, membuat negara Jepang sering mengimport ikan sidat dari negara-negara lain, termasuk dari Indonesia. Hal seperti inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang membudidaya ikan sidat.Baca juga: Cara Budidaya Sidat Yang Efektif dan Terbukti AmpuhSaat ini di Indonesia sudah banyak sekali masyarakat yang membudidayakan ikan sidat sebagai salah satu cara untuk menaikan penghasilannya. Salah satu ikan yang memiliki cita rasa gurih dan enak ini, tidak heran jika menjadi salah satu ikan yang banyak digemari oleh masyarakat, sehingga tidak heran jika permintaan ikan sidat ini turut meningkat.Dengan adanya masyarakat yang turun langsung dalam usaha budidaya ikan sidat, menjadikan ikan sidat menuai banyak keuntungan. Hal ini dikarenakan, ikan sidat tidak hanya diproduksi untuk dikonsumsi negara sendiri, akan tetapi juga akan diekspor ke negara lain seperti hanya Jepang.Salah satu cara yang efektif untuk membudidayakan ikan sidat di lingkungan sekitar kita yaitu dengan memanfaatkan terpal. Memulai membudidayakan ikan sidat di kolam terpal, termasuk salah satu cara yang mudah untuk anda geluti dan anda pelajari.Cara Budidaya Ikan Sidat di Kolam TerpalSelain mudah, anda pun juga akan mendapatkan beberapa keuntungan saat anda membudidayakan ikan sidat di kolam terpal seperti halnya ketika memanen sidat akan lebih mudah, biaya pembuatan kolam cenderung rendah, serta sangat mudah untuk dibersihkan dan dirawat. Dengan begitu ikan sidat akan tumbuh dengan baik.Berikut hal-hal yang harus anda lakukan dalam cara budidaya ikan sidat di kolam terpal:Baca juga: Riset Dosen IPB Soal Pengembangan Teknologi Penangkapan Benih1. Siapkan Kolam Terpal untuk Ikan SidatPertama kali yang perlu anda lakukan untuk membudidayakan ikan sidat yaitu dengan membuat kolam terpal dengan ukuran yang ideal sekitar 2x7x0,7 meter. Anda pun juga bisa menggunakan pompa untuk membuat air mengalir. Sebaiknya anda menggunakan air sungai, sebab habitat asli dari ikan sidat adalah perairan sungai. Anda pun juga harus membuat kedalaman kolam dengan kedalaman 40 cm dan tambahkanlah oksigen dengan pompa udara yang memiliki 12 lubang.2. Bibit dan Pakan Ikan SidatSetelah anda sudah menyiapkan benih ikan dan kolam terpal, pasti anda pun juga menyiapkan pakan untuk ikan sidat. Pakan yang perlu anda berikan untuk ikan sidat yaitu berupa hewan yang hidup seperti halnya udang hidup, kepiting hidup, bahkan cacing tanah. Selain itu, anda juga bisa memberikan pelet dengan protein berukuran 1 ml dan berikanlah beberapa makanan penambah asupan untuk ikan sidat agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.3. Waktu Panen SidatSaat anda sudah melakukan beberapa tahap tersebut, pasti ikan sidat anda akan tumbuh berkembang dan mulai membesar. Kemudian anda bisa memanen ikan sidat dengan waktu sekitar 2 tahun yang akan anda ekspor ke Jepang, sedangkan ikan sidat yang akan anda jual ke dalam negeri hanya akan membutuhkan waktu panen antara 1 tahun sampai dengan 1,5 tahun, maka dengan kurun waktu itu anda pun bisa memanen ikan sidat.Demikian artikel kami mengenai cara budidaya ikan sidat yang semoga dapat bermanfaat dan terima kasih. Sumber: aliffarm.com ...
Benih dan Pakan Ikan Sidat
Sidat

Benih dan Pakan Ikan Sidat

Penyediaan Benih Ikan SidatSampai saat ini belum ada negara yang mampu memijahkan ikan sidat dengan rekayasa budidaya/pembenihan. Penyediaan benih sidat (Elver) masih mengandalkan tangkapan dari alam. Proses penangkapan elver biasanya dilakukan di muara – muara sungai.  Elver akan masuk ke dalam sungai bersamaan dengan masuknya air pasang dari laut, pada saat tersebut dengan dibantu penarangan lampu petromak elver yang masuk dari laut ditangkap dengan jaring sorong.  Elver hasil tangkapan ditampung dalam wadah penampungan yang terbuat dari happa ukuran 2 x 3 x 1 m dengan mesize 1mm.  Elver kemudian dibersihkan dari campuran sampah, anak kepiting dan udang.  Banyaknya elver yang tertangkap tergantung dari banyaknya elver yang memasuki muara sungai, biasaya musim penangkapan elver terbesar pada bulan Mei – Oktober setiap tahunnya.  Jumlah tangkapan biasanya dapat mencapai 100 – 500 kg (sulawesi).  Lokasi penangkapan elver di Sulawesi Utara sementara ini meliputi muara Sungai Amurang, Sungai Poigar dan Sungai Inobonto. Daerah tangkapan elver di Pulau Sumatera antara lain di Bengkulu, Pasaman Pasaman Barat, Muko-Muko, Kepulauan Mentawai dan Lampung. di Pulau Jawa sendiri banyak dijumapi di Sukabumi, Cilacap dan daerah Segara Anakan.Baca juga: Mengenal Sidateruntung Indonesia termasuk negara yang memiliki sungai-sungai yang mengalir langsung ke laut dan menghasilkan benih ikan sidat muda (Glass eel) yang bisa ditangkap langsung dari alam. Benih ikan sidat muda yang masih berwarna trasparan ditangkap dengan menggunakan jaring sorong dan alat ini bersifat aktif pada suangai-sungai yang langsung bermuara ke laut. Penangkapan elver muda di alam dilakukan pada saat puncak bulan mati, biasanya penangkapan pada malam hari antata jam 12 malam – 5 pagi.  Peralatan yang digunakan dalam proses penangkapan meliputi: lampu petromak, senter, wadah penampungan, dan jaring seser.Glass eel dan Elver hasil tangkapan segera diangkut ketempat budidaya, elver diangkut melalui darat dengan menggunakan transportasi yang paling cepat sampai dilokasi penampungan. Elver diangkut secara tertutup dengan cara dimasukkan dalam kantong plastik yang diberi air dan oksigen, kantong plastik diikat dan dibungkus karung. Jumlah elver pada setiap kantong dengan lama pengangkutan 4 – 6 jam sebanyak 1 – 1,5 kg atau 5000 – 7500 ekor/kantong.Baca juga: Cara Budidaya Sidat Yang Efektif dan Terbukti AmpuhSumber AirSumber air yang digunakan di dalam pendederan elver di hatchery indoor adalah air tawar dengan parameter kualitas air sebagai berikut: suhu air berkisar antara 22 – 26°C, pH air berkisar antara 6 – 7.5, dan oksigen terlarut 6 – 7 ppm.PakanDalam kegiatan pendederan elver didalam indoor hatchery ada dua jenis pakan yang digunakan, yaitu pakan pada stadia awal pemeliharaan berupa cacing darah dalam bentuk beku atau  frozen blood worm dan pakan pellet berbentuk pasta dengan kandungan nutrisinya sudah diperkaya. Blood worm atau cacing darah adalah larva serangga golongan Chironomus. Oleh karena itu, meskipun disebut sebagai cacing, binatang ini sama sekali bukan golongan cacing-cacingan tetapi serangga. NyamukChironomus tidak menggigit dan kerap dijumpai di perairan bebas dengan dasar berlumpur atau berpasir sangat halus yang kaya akan bahan organik.  Fase makan dari serangga ini terdapat pada fase larvanya, sedangkan bentuk dewasanya, sebagai nyamuk yang tidak menggigit, hanya berperan untuk kawin kemudian bertelur dan mati.  90% bagian tubuh bloodworm adalah air dan sisanya, 10%,  terdiri dari bahan padatan. Dari 10% bahan padatan ini 62.5% adalah protein, 10% lemak, dan sisanya lain-lain.Baca juga: Riset Dosen IPB Soal Pengembangan Teknologi Penangkapan BenihDengan kandungan nutrisi yang kaya protein, bloodworm merupakan salah satu pakan ikan yang disukai.  Dalam blantika ikan hias, bloodworm telah digunakan sebagai pakan ikan sejak tahun 1930-an. Pada umumnya bloodworm dipanen dari alam.  Oleh karena itu, ketersediaannya sangat ditentukan oleh kondisi alam.  Pada saat kondisi alam tidak memungkinkan bloodworm untuk dipanen, seperti karena banjir, kemarau berkepanjangan, bloodworm mendadak bisa menjadi langka, dan harganya otomatis akan melambung.Pakan pellet berbentuk pasta yang digunakan sebagai makanan lanjutan pembesaran elver dalam indoor hatchery adalah semula pakan pellet butiran(KRA 3) yang kemudian dihaluskan menjadi tepung pellet, tepung pellet ini kemudian dicampur dengan bahan nutrisi lainnya (protein, vitamin dan mineral) ditambah air bersih secukupnya. Sampai saat ini formulasi pakan pellet berbentuk pasta yang dibuat merupakan campuran tepung pellet KRA 3, vitamin C, dan sebagai perekat digunakan tepung tapioka secukupnya.Teknik PemeliharaanElver hasil tangkapan di alam terlebih dahulu dikondisikan dengan cara mengadaptasikannya dalam wadah pemeliharaan selama 2-3 hari, selama proses adaptasi elver tidak diberi makan, namun kualitas air media budidaya selalu dipertahankan dalam kondisi baik. Dalam proses ini air media budidaya dikondisikan dengan suhu air 29- 30°C, proses pengkondisian suhu air dibantu dengan menggunakan alat pemanas air secara otomatis, salinitas air juga dipertahankan sampai 3 – 5 ppt dengan cara menambahkan dan melarutkan NaCl ke dalam media budidaya sebanyak 2 kg per wadah. Selain mengatur suhu air dan salinitas, media budidaya juga dilengkapi aerator dengan menambahkan 3-4 titik aerasi pada setiap wadah. Padat tebar elver pada masa pemeliharaan 1 bulan pertama adalah 5000 – 10.000 ekor/wadah. Selama proses pengadaptasian di dalam wadah elver yang mati dan sisa-sisa serasah, pasir dan lumpur serta hewan-hewan air seperti anak kepiting, udang dan ikan yang ikut tertangkap di angkat/dikeluarkan dari wadah.Baca juga: KKP Dorong Pemda dan Pengusaha Budidaya Ikan SidatWadah PemeliharaanWadah pemeliharaan yang digunakan dalam pendederan dan pembesaran elver didalam indoor hatchery berupa bak fiberglass bundar kapasitas 1000 liter air dengan kuntruksi sebagai berikut; tinggi bak 70-80 cm, diameter 1500 cm, bagian dasar bak berbentuk kerucut, dengan bagian tengah berlobang dengan diameter 2 inch, bagian dalam bak licin sedangkan bagian luarnya agak kasar.  Pada bagian atas bak fiber dibentuk kanopi atau melengkung ke dalam kurang lebih 7 – 10 cm. Sumber: suksemina.wordpress.com ...
6 Cara Pembuatan Pakan Ikan Sidat
Sidat

6 Cara Pembuatan Pakan Ikan Sidat

Makanan merupakan salah satu faktor yang menjadi penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan ikan dalam proses budidayanya. Kondisi pakan yang berkualitas tersebut perlu dalam setiap proses budidaya ikan termasuk dalam cara budidaya ikan sidat.Ikan sidat membutuhkan pakan dengan kualitas nutrisi tinggi untuk dapat berkembang biak dan tumbuh dengan baik. Salah satu cara mendapatkan makanan yang bergizi dan berkualitas untuk ikan sidat tersebut adalah dengan membuatnya sendiri.Berikut ini beberapa cara pembuatan pakan ikan sidat yang dapat dilakukan dan dipraktekkan oleh setiap peternak ikan tersebut.Baca juga: Mengenal SidatSesuaikan Jenis pakan untuk ikan sidatPakan yang diberikan untuk ikan sidat ada berbagai jenis dengan fungsi serta kelebihan yang berbeda satu sama lainya. Beberapa jenis pakan yang dapat diberikan kepada ikan sidat diantaranya seperti pakan alami, pellet, pakan buatan, dan pakan yang memiliki bentuk seperti pasta.  (Baca juga : Cara membuat pakan lele dari ampas tahu)Cara membuat pakan ikan sidat alamiPakan ikan sidat alami dapat dibuat dengan bahan dasar cacing sebagai salah satu jenis makanan yang palign banyak diberikan kepada ikan.Untuk jenis ikan sidat, cacing yang digunakan bukanlah cacing tanah melainkan cacing sutra atau yang sering disebut sebagai tubifex. Sebelum menjadi pakan, cacing sutra harus dibersikan terlebih dahulu dan sebaiknya menggunakan cacing sutra yang masih baru.Baca juga: Cara Budidaya Sidat Yang Efektif dan Terbukti AmpuhCara membuat pakan buatan ikan sidatCara membuat pakan ikan sidat yang lain adalah dengan memanfaatkan beberapa proses pembuatan ikan buatan yang tidak berasal dari bahan bahan alamiah.Pakan buatan ini dapat berasalah dari beberapa jenis tepung tepungan yang diolah dengan penambahan campuran vitamin maupun protein dan gizi lainnya.Cara membuat pakan pasta untuk ikan sidatPakan pasta ikan sidat sebenarnya merupakan salah satu jenis pakan buatan yang dibuat khusus untuk ikan sidat. Pasta dibuat dengan bahan dasar tepung ikan serta tepung tapioka yang dicampur menjadi satu lalu ditambahkan CMC sebagai pembuat pastanya.Campuran yang sudah merata kemudian ditambahkan bahan lain seperti mineral mix dan vitamin mix. Pasta yang sudah terbentuk harus disimpan dalam lemari pendingin untuk menghindari ketengikan atau busuk dikarenakan bentukannya yang semi padat dan tidak dikeringkan.Cara membuat pakan dari tumbuhan untuk ikan sidatCara membuat pakan ikan sidat lainnya dapat mencontoh salah satu hasil penemuan yang memanfaatkan beberapa tumbuhan sebagai pakan ikan sidat tersebut.Bahan bahan pembuatan pakan ikan dari tumbuhan dan buah tersebut diantaranya pepaya, kedelai, waluh, tepung maizena, tepung udang yang diproses untuk menghasilkan pellet ikan sidat.  (Baca juga : Cara membuat pakan buatan untuk ikan nila)Baca juga: Berpotensi Ekspor, Produksi Sidat Bakal DigenjotPellet untuk ikan sidatJenis makanan atau pakan ikan sidat lainnya yang dapat digunakan dan lebih praktis adalah dengan memanfaatkan pellet ikan yang sudah tersedia dipasaran.Namun untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi dari ikan sidat itu sendiri maka dapa ditambahkan beberapa bahan pelengkap mulai vitamin, mineral, hingga air untuk memperoleh bentuk maupun konsistensi tertentu.  Beberapa cara pembuatan dan jenis pakan yang disebutkan diatas dapat menjadi alternatif pilihan sesuai dengan kondisi ikan sidat yang dibudidayakan.Beberapa proses dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada pada aktivitas budidaya ikan sidat tersebut dan pastikan bahwa bahan yang digunakan serta harganya sesuai namun tetap berkualitas. Sumber: arenahewan.com ...
Mengenal Sidat
Sidat

Mengenal Sidat

Sidat merupakan hewan yang termasuk ke dalam family Anguillidae.  Hewan ini memiliki banyak nama daerah, seperti ikan uling, ikan moa, ikan lubang, ikan lumbon, ikan larak, dan ikan pelus.  Tubuh sidat memanjang dan terlihat seperti tidak bersisik, namun sebenarnya bersisik kecil berbentuk memanjang dan dilapisi lendir yang tebal.  Susunan sisiknya tegak lurus terhadap panjang tubuhnya.  Punggung sidat berwarna coklat kehitaman.  Perutnya berwarna kuning hingga perak.  Hewan ini memiliki kemampuan mengambil oksigen langsung dari udara dan mampu bernafas menggunakan seluruh bagian kulitnya. Bleeker dalam Liviawaty dan Afrianto (1998), mengatakan bahwa ikan sidat mempunyai klasifikasi sebagai berikut :Phylum : ChordataClass : PiscesOrdo : ApodesFamili : AnguillidaeGenus : AnguillaSpesies : Anguilla sp.Ada 21 jenis sidat di dunia, dari jumlah tersebut terdapat 2 jenis di Indonesia, yaitu :1. Anguilla bicolor bicolor (McClelland, 1844) Indonesian shortfin eel2. Anguilla marmorata (Quoy & Gaimard, 1824) Giant mottled eelSidat mengalami empat fase pertumbuhan.  Larva sidat disebut glass eel.  Tubuhnya lebar seperti daun dan transparan.  Setelah berukuran sekitar 12 cm disebut elver.  Selanjutnya, menjadi fingerling dengan panjang tubuh sekitar 40 cm.  Fingerling kemudian menjadi sidat ukuran konsumsi dengan panjang tubuh 80 cm hingga 1 m lebih.Sidat termasuk dalam genus Anguilla.  Wilayah penyebarannya meliputi perairan Indo-Pasifik, Atlantik dan Hindia.  Sidat merupakan ikan katadromus, sidat dewasa akan melakukan migrasi ke laut untuk melakukan pemijahan, sedangkan anakan sidat hasil pemijahan akan kembali lagi ke perairan tawar hingga mencapai dewasa.  Sidat bersifat nocturnal yang ditandai dengan meningkatnya aktivitas sidat pada malam hari sehingga jumlah sidat yang tertangkap pada malam hari lebih banyak dibandingkan yang tertangkap pada siang hari.Baca juga: Cara Budidaya Sidat Yang Efektif dan Terbukti AmpuhHabitat SidatJumlah glass eel yang memasuki perairan tergantung daerahnya.  Glass eel biasanya bergerombol dalam jumlah cukup besar, mencapai 100 juta ekor setiap tahunnya.  Bobot glass eel saat memasuki perairan tawar 0,15-2 gram, dengan panjang tubuh 50-60 mm. Perubahan produktivitas di suatu perairan mempengaruhi distribusi jenis dan rasio kelamin sidat.  Sidat betina lebih menyukai perairan esturia dan sungai-sungai besar yang produktif.  Sementara, sidat jantan lebih banyak menghuni perairan berarus deras dan berproduktivitas rendah.  Perubahan produktivitas juga sering dihubungkan dengan perubahan pertumbuhan dan fekunditas pada sidat.  Sidat jantan tumbuh tidak lebih dari 44 cm dan matang gonad setelah berumur 3-10 tahun.  Anguilla sp tergolong gonokhoris yang tidak berdiferensiasi, yaitu kondisi seksual berganda yang keadaannya tidak stabil dan dapat terjadi intersex yang spontan. Di awal pertumbuhannya (pada tahap larva) jenis kelamin sidat sulit dibedakan.  Pada perkembangan selanjutnya sebagian gonad akan berkembang menjadi ovarium dan sebagian menjadi testis.  Perbedaan antara sidat jantan dan sidat betina terlihat jelas setelah dewasa.  Sidat jantan memiliki mata lebih lebar daripada sidat betina pada usia, panjang, dan berat yang sama. Juvenil sidat hidup selama beberapa tahun di sungai-sungai dan danau untuk melengkapi siklus reproduksinya.  Selama melakukan ruaya pemijahan, induk sidat mengalami percepatan pematangan gonad dari tekanan hidrostatik air laut.  Kematangan gonad maksimal dicapai pada saat induk mencapai daerah pemijahan.  Proses pemijahan berlangsung pada kedalaman 400 m, induk sidat mati setelah proses pemijahan. Waktu berpijah sidat di perairan Samudra Hindia berlangsung sepanjang tahun dengan puncak pemijahan terjadi pada bulan Mei dan Desember untuk jenis Angiullla bicolor bicolor, Oktober untuk Anguilla Marmorata, dan Mei untuk Anguilla nebulosa nebulosa.Baca juga: KKP Dorong Pemda dan Pengusaha Budidaya Ikan SidatDua Teknik menangkap Glass EelSeluruh pasokan glass eel hingga saat ini masih diperoleh dari alam.  Berikut ini ada dua teknik menangkap glass eel, yaitu :1. Menggunakan jaring sorongBiasanya dilakukan di sungai pada malam hari.  Penangkapan menggunakan bantuan lampu untuk menarik perhatian glass eel.  Ukuran mata jarring sorong yang digunakan 0,7 mm-1 cm.2.Memasang jaring secara melintang di sungaiTeknik ini berguna untuk menangkap glass eel yang datang bersama arus pasang.  Ukuran mata jaring yang digunakan 0,7 mm-1 cm.Baca juga: Berpotensi Ekspor, Produksi Sidat Bakal DigenjotKandungan GiziKandungan vitamin dan mikronutrien pada sidat sangat tinggi.  Kandungan vitamin B1 sidat 25 kali lipat kandungan vitamin B1 susu sapi, Kandungan vitamin B2 sidat 5 kali lipat kandungan vitamin B2 susu sapi, Kandungan vitamin A sidat 45 kali lipat kandungan vitamin A susu sapi, dan Kandungan seng (Zn) sidat Sembilan kali lipat kandungan seng (Zn) susu sapi.Sidat mengandung berbagai asam lemak tak jenuh dengan kandungan tinggi yang tidak terdapat di hewan lain.  Hewan ini dapat menjadi makanan utama yang dapat mengenyangkan, tetapi tidak menggemukkan.  Sidat sering disebut sebagai “ginseng air” karena dipercaya dapat “memperpanjang umur” dan menghambat penuaan.  Ekstrak sumsum sidat mengandung tiga jenis bahan bermanfaat, yaitu DHA, EPA, dan AKG.  DHA dan EPA merupakan asam lemak tak jenuh yang dapat menurunkan lemak darah dalam tubuh manusia.  DHA memberikan gizi bagi syaraf penglihatan sehingga bisa digunakan untuk mencegah gangguan penglihatan.  AKG dapat meningkatkan dan memperkuat fungsi imunitas.(Fishprog,2016) Sumber: dislautkan.jogjaprov.go.id ...
Pahlawan Pangan di Tengah Pandemi COVID-19, Rudy Bertahan Budidaya Ikan Sidat
Sidat

Pahlawan Pangan di Tengah Pandemi COVID-19, Rudy Bertahan Budidaya Ikan Sidat

Pahlawan Pangan di masa pandemi COVID-19 terus menjaga ketersediaan pasokan makanan. Kiprah tersebut, salah satunya lewat sosok Rudy yang bertahan membudidayakan ikan sidat. Ikan sidat bagi orang Jepang biasa disebut unagi. Jenis ikan air tawar ini kaya protein, karbohidrat, dan omega 3.Walaupun kondisi pandemi COVID-19 yang serba sulit, Rudy yang budidaya ikan sidat sejak tahun 2010 tak menyerah. Bila sejumlah pembudidaya ikan sidat lain gulung tikar, Rudy justru memutar otak, bagaimana strategi agar sidat miliknya tetap eksis dan menghasilkan pundi-pundi pendapatan.Tak dimungkiri, dampak pandemi yang berujung Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat pengiriman ikan sidat terhenti. Restoran yang berada di dalam pusat perbelanjaan tempat ia memasok sidat sempat tutup selama 5 bulan. Alhasil, 5 bulan itulah, sidat miliknya hanya berada di dalam kolam.Efek juga menerpa pengiriman ke luar negeri. Sidat Rudy yang biasa dikirim ke Jepang untuk memasok restoran di Negeri Sakura sana turut terhenti. Ia menunggu. Berharap bisa kembali mengekspor sidat ke Jepang. Kecintaan Rudy kepada ikan sidat membuahkan hasil. Ada restoran Jepang yang akhirnya buka dan memesan pasokan sidat miliknya. Secercah harapan saat COVID-19 masih berlangsung. Dengan sabar, Rudy pun merawat sebaik-baiknya sidat supaya kualitas ikan tetap terjaga baik.Lantas bagaimana seluk-beluk perjuangan Pahlawan Pangan Rudy, Sang Pembudidaya Ikan Sidat yang tinggal di Cilacap, Jawa Tengah ini? Melalui wawancara khusus dengan Health Liputan6.com, ditulis Rabu, 30 Desember 2020, Rudy menceritakan kisahnya bersama sidat miliknya.5 Bulan Tidak Suplai Sidat karena Pandemi COVID-19Bagaimana dampak budidaya ikan sidat yang dirasakan selama pandemi COVID-19? Dampak COVID-19 sangat luar biasa buat kami, terutama penjualan. Biasanya rutin berjualan, sekarang banyak sekali restoran karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) enggak bisa jualan, terutama yang ada di mall. Soalnya restoran yang kami suplai itu restoran Jepang (yang ada di mall), tapi pemiliknya orang Indonesia, ada juga orang Indonesia.Selama PSBB jadi terasa sekali berbeda. Pengunjung juga enggak bisa makan di tempat. Bahkan karena PSBB, kami tak bisa berjualan selama 5 bulan, ya dari Februari 2020. Itu pas ramai pemberitaan COVID-19 yang di Tiongkok. Indonesia sebenarnya sudah terpengaruh, terlebih lagi restoran (restoran luar negeri). Begitu kabar, di Depok, Jawa Barat ada kasus COVID-19  juga semakin genting.Praktis, kami enggak bisa jualan dan enggak bisa suplai juga. Dengan kita tidak jualan, tidak ada pemasukan, pengeluaran tetap jalan. Contohnya, ikan sidat tetap dikasih makan, listrik enggak mungkin dimatikan, tapi gaji karyawan tetap bisa. Saya pribadi langsung menerapkan kebijakan pengurangan karyawan, lalu pemasukan 50 persen. Alhamdulillah, karyawan menerima.Lima bulan tidak bisa suplai, apakah setelah itu ada titik terang?Selama pandemi COVID-19, kami bener-bener merasa bingung juga, mau bagaimana ke depannya, usaha budidaya sidat mau seperti apa. Mau jual beberapa aset dimiliki untuk menopang hasil, ya mau jual kemana, toh kondisi kita lagi mengkhawatirkan. Di situlah, kami bertahan dengan anggaran seadanya. Alhamdulillah, setelah 5 bulan, ada resto baru franchise Jepang masuk. Itu suatu keberuntungan luar biasa, kami suplai sidat ke sana sebanyak 700 kg sampai 1 ton. Lumayan untuk menopang kami. Franchise Jepang sudah berjalan 3 bulanan. Bagaimana nasib hasil panen ikan sidat saat tidak ada suplai 5 bulan? Sebenarnya kapasitas panen per bulan bisa 2,5 ton. Karena mitra terkendala ekspor, saat ini belum bisa ekspor. Langkah yang kami lakukan, ikan sidat yang sudah berukuran di atas 400 gram yang masuk market Jepang, Saya tahan.Tentunya, masih menunggu Jepang menerima lagi (pintu ekspor dibuka). Hanya cara itu yang kami lakukan. Kalau kami tidak melakukan langkah itu terjadi oversize, yang mana masuk ke pasar Jepang tidak bisa terima. Ukuran sidat antara 250-350 gram. Saya lakukan untuk mengantisipasi jangan sampai oversize yang tidak diterima dan timbulkan kerugian.Antisipasi Sidat terhadap Fenomena La NinaAdanya pengurangan pemberian pakan, apakah pengaruhi panen dan pertumbuhan ikan sidat?Itu pasti. Pertumbuhan sidat dipengaruhi pakan yang diberikan. Beda dengan jenis ikan air tawar pada umumnya, yang kalau tidak diberi pakan pelet atau tambahan, tapi dia bisa bertahan tumbuh dengan makanan lain, seperti lumut dan daun-daunan. Nah, kalau sidat enggak bisa begitu. Kalau dia tidak diberi pakan, enggak makan yang lain. Sudah terbiasa dengan pelet sidat yang kami beri. Sangat berpengaruh sekali pertumbuhan, yang biasanya panen 1 bulan bisa mundur 1,5 sampai 2 bulan. Tapi dengan pemberian pakan 1 kali sehari, termasuk memerhatikan kondisi sidat.Ya, kan kita mikir, COVID-19 mau sampai kapan berakhir. Kalau kita kebut makan, masuk ukuran market size, ternyata pintu ekspor belum dibuka, akhirnya niat berefek oversize. Butuh banyak pertimbangan.Apakah pernah mencoba penjualan online?Pernah, dibantu juga sama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk penjualan online, tapi pasaran lokal kurang. Kurang diminati, bahkan belum terjadi transaksi. Baru 2 bulan penjualan online, belum ada transaksi yang masuk.Bagaimana antisipasi terhadap fenomena La Nina?Untuk saat ini, curah hujan stabil, sejauh pengalaman, Saya kebetulan budidaya ikan sidat sejak tahun 2010 dan Cilacap tahun 2014. Selama saya budidaya, tidak ada pengaruh signifikan terhadap curah hujan tinggi dan banjir. Kemudian kemarau panjang, pertumbuhan memang lebih lambat karena salinitas naik. Kendala ini sebenarnya tidak terlalu besar. Kami sedikit merekayasa di lapangan. Yang pasti tetap dipantau terus informasi La Nina. Untuk luas kolam ikan sidat, Saya 3 hektar, anggota lain 1,5 hektar, serta mitra kami sekitar 1,5 hektar. Total sekitar 6 hektar. Kalau panen sidat, apakah serentak?Panennya bertahap. Makanya, per 2 minggu sekali ada sortir, yang ditempatkan satu kolam, tapi pengiriman (suplai) per minggu ke restoran. Mau konsumsi, tinggal angkat stokpile. Jadi, setiap 2 minggu sekali ada sortir, kita pindahkan ke kolam stockpile.Ikan Sidat Kaya Gizi, tapi Belum FamiliarIkan sidat kaya protein, bagaimana dengan minat lokal?Sebenarnya sih, kalau kita bicara sidat, masyarakat Indonesia masih belum terlalu mengenal. Contohnya, di daerah bukan pesisir, yang jauh dari sungai, Saya sering ditanya, sidat apa ya? Lho kok enggak tahu sidat. Lalu giliran lihat ikannya, eh ternyata mereka geli.Kayak ular wujudnya. Pengenalan sidat masih belum familiar. Kalau tentang nilai gizi dan protein ketika mereka diberikan pemahaman, baru paham. Oh, ikan sidat bagus buat gizi anak. Kalau bicara harga, mahal juga. Menurut Saya, pengenalan masyarakat umum menengah ke bawah agak sulit. Pertama, belum familiar. Kedua, setelah lihat visual geli. Ketiga, sisi harganya mahal. Berbeda dengan kalangan menengah ke atas, rata-rata mereka mengenal sidat dan doyan.Ikan sidat belum familiar, apakah dipengaruhi cara mengolah atau memasaknya?Ini yang memang membedakan pengolahan. Masyarakat pesisir yang hidup di dekat sungai, seperti Saya sudah mengenal sidat dari kecil. Yang kita tahu itu, pepes dan digoreng. Selalu seperti itu, setelah saya kenal dengan orang Jepang, sidatnya dibakar. Dan lebih enak. Saya coba makan langsung bisa diterima di lidah, Oh enak ya. Bahkan lebih enak. Germas ajak makan sidat di Cilacap sudahkah disuarakan?Kalau masyarakat kami sendiri, di area aliran sungai banyak sidat. Kebetulan kami budidaya itu lebih dari 50 gram. Masyarakat kami mengonsumsi. Sekarang banyak dari tangkapan alam bukan budidaya. Saya punya ide untuk gerakan makan sidat. Kami punya kelompok mengolah sidat jadi abon sidat dan dipasarkan online. Abon sidat dan bakso juga ada. Tenaga ahli belum ada. Mau dipromosi, kita tetap menjual. Kami jual dengan harga terjangkau, itu sudah produksi. Tinggal pengembangannya. Produksi olahan sidat masih 8 bulan lalu. Sempet pameran dari dinas kabupaten Cilacap. Sebenarnya antusias banyak beli, tapi dari harga mahal. Kami menghitung pajak penghasilan. Saya sedikit berpikir, kalau abon dari sidat tangkapan alam harganya terjangkau.Harga kemarin dijual per 100 gram abon Rp50.000, banyak ngeluh harga tapi kalau sidat alam bisa setengah harga Rp25.000 per 100 gram. Bahkan di bawah Rp25.000, karena hasil tangkapan alam dari beli nelayan lebih murah.Perjuangan Membuat Ikan Sidat EnakBagaimana pemantauan demi hasilkan sidat yang berkualitas? Begitu ikut pelatihan ada 5 tahapan yang harus kami syaratkan ke calon mitra. Pertama, sumber daya alam, apakah cocok dengan budidaya sidat. Kedua, sumber daya manusia. Jangan suruh budidaya ayam terus sidat, kan enggak nyambung ya. Nah itu, SDM diberi pemahaman dan pelatihan. Bahkan diberikan magang  di tempat kami sampai bisa. Ketiga, medianya, ada kolam sesuai regulasi dari kami.Keempat, benih wajib dari kami. Kami ada aturan bagaimana kualitas sidat buat diekspor ke Jepang. Kriterianya, tidak mengandung chemical, bahan tidak cocok. Menghasilkan rasa dan kualitas baik. Kalau ditanya, apakah kolam Pak Rudy terbaik? Enggak begitu ya. Saya memang budidaya sidat dari 2010 sampai sekarang. Bisa bertahan dan berkembang.Awal pertama kirim ke Jepang itu hasil tangkapan alam. Tapi Kita harus menjaga ekosistem, sehingga 2,5 persen budidaya dilepaskan ke alam supaya bibit sidat di alam tidak habis. Itu sudah menjadi komitmen kami bahwa tetap menjaga ekosistem.Bagaimana perjuangan membuat daging ikan sidat lebih enak?Kendala di lapangan saat pertama kali budidaya sidat, antara lain, pertumbuhan lambat, bisa dibilang enggak tumbuh, daging tidak berubah (rasa), masih sama dengan (hasil sidat tangkapan) alam. Kemudian Saya mendapatkan beberapa pemahaman dari kenalan orang Jepang.Saya dikasih tahu cara budidaya baik dan benar serta kualitas terbaik dan  daging lebih enak. Pertama, kulitnya harus tipis, tipis itu berarti sidat muda yang punya badan besar, daging empuk, masih muda dan besar. Aroma daging akan lebih enak, enggak bau amis, lepek atau lumpur.Dari situlah, Saya menggali semakin banyak informasi dan beberapa mitra dari Dinas KKP, dinas terkait perikanan di kabupaten/kota. Saya pelajari betul-betul. Dari kualitas yang mereka (orang Jepang) inginkan. Alhamdulillah, berhasil dijual, selama ekspor ke Jepang. Ada juga yang mengajak kontrak dengan kami. Tetapi karena stok cost-nya tinggi, pada waktu itu terus terang produksi kami nggak cukup. Satu ton per bulan enggak mampu secara permodalan.Tiga tahun didera trial and error, pernahkah merasa putus asa?Saya trial and error selama 3 tahunan.Pada waktu itu, dukungan dari keluarga sudah tidak ada lagi, istri orang, putus asa. Yang ada hanya pengeluaran, tapi pemasukan tidak ada. Padahal, Saya sedang mempelajari. Untuk sekolah budidaya sidat lebih mahal di lapangan.Semangat Bertahan Budidaya Ikan SidatApa yang membuat semangat bertahan budidaya sidat?Yang bikin semangat, pertama, sidat dipijahkan. Prospeknya luar biasa, benih di Indonesia berlimpah, sedangkan di Jepang berkurang. Apabila dipijahkan kemungkinan besar, ke depan bagus. Dan pemainnya belum banyak. Kedua, Saya melihat dari sisi harga jual. Harga jual stabil dan ikan air tawar ikan termahal. Ga ada ikan air tawar semahal ikan sidat.Apa saja pengembangan teknologi budidaya sidat dari awal sampai sekarang?Perubahan teknologi di kami sebenarnya mula-mula budidaya dengan tradisional. Contoh, penggunaan kolam-kolam--tidak ideal, kolam banyak petak kecil. Kemudian tidak pakai kincir, setelah dipelajari dengan waktu ,harusnya luas dan pakai kincir. Soal kesehatan ikan sidat, tidak boleh menggunakan antibiotik. Kami menggunakan probiotik, lingkungan atau dicampur pakan. Untuk mencari data valid lagi, kami menggunakan software untuk memasukkan identitas sidat ada. Semacam ada barcode biar bisa ketahuan, apakah kualitas sidat grad A atau B. Cara ini, supaya pembeli/pemesan percaya produk kami itu terkontrol dan berkualitas.Kapan mulai ekspor sidat ke Jepang?Setelah 3 tahun trial and error, akhirnya selang setahun kemudian (tahun keempat, 2014), sidat masuk market size. Ada permintaan dari Jepang, setahun mintanya 60 sampai 250 kg. Bahkan 1.000 ton. Dari situ, kami bisa ekspor.Apakah orang Jepang sering bertanya ikan sidat?Beberapa kali dapat kunjungan orang Jepang. Kami bikin sampel makanan. Mereka datang mau makan dan ternyata enak. Untuk kunjungan orang Jepang, ya setahun bisa 5 kali lah. Saat pandemi ini, baru orang Jepang yang dari Jakarta datang berkunjung.Mereka lebih banyak memberikan saran dan bertanya pakannya alami atau buatan. Lalu apakah menggunakan antibiotik atau tidak. Posisi sumber air kolam tercemar limbah atau tidakSumber: Liputan 6 ...
Cara Budidaya Sidat Yang Efektif dan Terbukti Ampuh
Sidat

Cara Budidaya Sidat Yang Efektif dan Terbukti Ampuh

Budidaya sidat (Anguilla marmorata, A. bicolor) mulai banyak diminati masyarakat karena keuntungan yang didapat sangat menjanjikan dengan peluang ekspor yang terbuka lebar. Budidaya ikan sidat ini sebenarnya mirip dengan budidaya belut atau ikan pada umumnya. Yang membedakan budidaya ikan sidat dengan belut atau ikan yang lain adalah ikan sidat sangat peka terhadap perubahan lingkungan sehingga perlu dibuat seperti habitat alaminya.Berikut adalah Step By Step Budidaya Sidat1. Persiapan Kolam Pada Budidaya Ikan SidatSidat dapat dibudidayakan di kolam tanah, beton ataupun terpal yang disesuaikan dengan sumber daya dan dananya.  Hal terpenting dari persiapan kolam pada budidaya sidat adalah sirkulasi air dan aerasi harus terus menerus 24 jam.A. Jenis KolamKolam beton dan kolam terpal adalah kolam yang paling banyak digunakan untuk budidaya sidat. Karena sifat ikan ini yang sangat peka dengan perubahan lingkungan dan suka seperti habitat alaminya maka kolam beton dan kolam terpal lebih mudah dikontrol lingkungan ekosistemnya.B. Suhu KolamSuhu air kolam yang optimal adalah antara 28° – 32°C. Suhu air kolam ini lebih detail sesuai  dengan tahapan budidayanya. Untuk pendederaan glass eel suhu optimal 28°-31°C, untuk pendederan elver suhu optimal 29°-32°C, sedangkan untuk pembesaran memerlukan suhu optimal 28°-32°C.Baca juga: Riset Dosen IPB Soal Pengembangan Teknologi Penangkapan BenihC. Tingkat pH Pada AirTingkat keasaman (pH) air kolam dalam budidaya sidat untuk pertumbuhan optimalnya adalah berkisar 7 – 8. Seperti pada umumnya budidaya perikanan lebih menyukai kondisi pH yang mendekati normal.pH kurang dari 7 tidak cocok untuk budidaya sidat karena untuk menaikkan ph tersebut memerlukan proses oksidasi yang dapat mengurangi kandungan oksigen dalam air.D. Kandungan OksigenKandungan oksigen terlarut dalam air merupakan faktor terpenting dalam budidaya sidat. Kandungan oksigen terlarut  yang baik untuk pertumbuhan ikan sidat adalah >5 mg/L . Hal ini sesuai dengan kebutuhan oksigen terlarut minimal untuk daerah tropis maupun daerah dingin atau perairan laut.2. Pemilihan Bibit Sidat Yang BaikUntuk mendapatkan bibit ikan sidat ini tidaklah mudah, karena sebagian besar masih mengandalkan hasil dari tangkapan alam dan belum ada yang bisa memijahkannya. Bibit ikan sidat dimulai dari ukuran terkecil dimana kondisi tubuh bibit sidat masih transparan yang disebut dengan glass eel. Saat ini banyak pengepul bibit sidat yang memasarkan lewat media online.Baca juga: Berpotensi Ekspor, Produksi Sidat Bakal Digenjot3. Pakan Sidat Merupakan Faktor Penting Dalam Proses BudidayaPakan ikan sidat mulai dari pendederan sampai pembesaran dapat berupa pakan alami atau pakan buatan. Pakan alami mulai dari plankton sampai cacing sutra. Pakan buatan dapat berupa pasta ataupun pellet yang disesuaikan dengan umur sidat.Agar kondisi air kolam selalu terjaga dan pakan alami berupa plankton dapat tumbuh secara optimal diperairan kolam, maka perlu ditambahkan Suplemen Organik Cair GDM Perikanan pada air kolam sebanyak 6 ml/m³ setiap minggu sekali.Dan akan lebih baik lagi jika SOC GDM ditambahkan dalam pakan buatan untuk sidat 10 ml/kg pakan. Pemberian pakan sidat rata-rata adalah 2% – 4% dari biomassa bobot sidat tiap hari, yang diberikan 2 kali yaitu pagi sebanyak 40% dan malam sebanyak 60%.4. Tahap Pendederan SidatPendederan sidat ada 2 tahap, yaitu pendederan I untuk glass eel dan pendederan II untuk elver.Pendederan I dilakukan di kolam fiber glass berbentuk bulat dengan kapasitas 500 liter. Padat tebar 20 ekor/liter, dengan masa pemeliharaan 45-50 hari sampai ukuran 500 ekor/Kg. Penggantian air dengan system resirkulasi 75% setiap hari. Pada tahap ini kolam dilengkapi bak filter, aerasi dan Ultra Violet.Pendederan II dilakukan setelah sidat sudah mulai berpigmen sampai umur 3 bulan atau bobotnya mencapai 50 ekor/Kg. Penggantian air tetap dilakukan dengan system resirkulasi 30% setiap hari.Baca juga: KKP Dorong Pemda dan Pengusaha Budidaya Ikan Sida5. Pembesaran Ikan SidatTahap pembesaran sidat dilakukan di kolam pembesaran sampai ukuran konsumsi atau 2-3 ekor/Kg. Padat tebar pada tahap ini adalah 5 ekor/M². Pergantian air masih tetap dilakukan sebanyak 40% setiap 3 hari. Pakan yang baik untuk tahap ini adalah pakan pellet yang mengandung protein minimal 40%.6. Tahap Panen SidatIkan sidat yang siap panen untuk konsumsi berukuran 180-200 gram/ekor. Cara panen ikan dapat dilakukan bertahap atau serentak dalam satu kolam.Jika bertahap, caranya adalah dengan memancing ikan sidat dengan pemberian pakan, saat berebut ikan sidat lebih mudah dijaring. Tetapi jika serentak, kolam harus dikurangi airnya dan ikan sidat digiring ke bak penampungan. Pisahkan ikan sidat berdasarkan ukuran pada bak penampung yang airnya dangkal yang sudah dilengkapi aerator.Sumber: gdm.id ...
Riset Dosen IPB Soal Pengembangan Teknologi Penangkapan Benih
Sidat

Riset Dosen IPB Soal Pengembangan Teknologi Penangkapan Benih

Pengembangan inovasi teknologi dari kegiatan penangkapan ikan sidat dilakukan dengan mengidentifikasi keragaan jenis alat tangkap yang digunakan oleh nelayan dalam menangkap benih sidat (glass eel) dan  induk sidat. Efisiensi dan efektivitas dari alat tangkap benih sidat dan induk dilakukan melalui kajian hasil tangkapan yang dikategorikan ke dalam target dan hasil tangkapan sampingan (bycatch). Informasi yang didapat dari hasil kegiatan penangkapan benih/induk sidat menjadi parameter dalam mengestimasi efisiensi dari alat penangkapan benih/induk sidat. Selanjutnya dilakukan perbaikan dalam teknologi penangkapan ikan yang dapat meningkatkan kualitas benih sidat/induk sidat serta alat tangkap yang ramah lingkungan. Baca juga: KKP Dorong Pemda dan Pengusaha Budidaya Ikan SidatPeneliti dan dosen IPB University dari Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan,  Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Dr Ronny Irawan Wahju mengatakan bahwa selain dari teknik penangkapan, sistem holding mempunyai peranan yang sangat penting ketika  benih/induk sidat ditangkap sampai ke pengumpul dan terakhir ke tempat pembesaran sidat. Penerapan sistem holding yang sesuai untuk benih (glass eel) sangat diperlukan terutama bagi kelangsungan hidup fase glass eel sampai elver dimana pada fase glass eel ini, tingkat mortalitasnya masih tinggi (lebih dari 80 persen). Dengan  memiliki teknologi sistem holding yang sesuai, akan meningkatkan survival rate dari benih dan induk sidat dari sejak ditangkap sampai ke pembesaran sidat. Pengembangan inovasi teknologi dilakukan melalui perbaikan alat penangkapan benih/induk sidat serta sistem holding dari benih/induk untuk meningkatkan kualitas benih/induk sidat untuk menunjang industri pembesaran dan pengolahan sidat. "Nelayan penangkap benih sidat (glass eel) perlu melakukan pengendalian dan pengaturan jumlah tangkapan glass eel, misalnya melalui pengaturan waktu dan lokasi penangkapan.  Hal ini dimaksudkan agar cukup tersedia glass eel yang lolos dari upaya penangkapan yang kelak akan menjadi induk dan menghasilkan benih kembali. Selain itu, ada pengaturan tentang jumlah minimal yang ditangkap, pelarangan penangkapan induk sidat dewasa, baik yang akan atau sedang beruaya menuju ke laut, serta melindungi habitat calon induk dan menentukan prioritas kawasan konservasi bagi larva dan calon induk sidat di perairan estuaria dan sungai sehingga ketersediaan larva dan calon induk bisa terjaga (sustain)," katanya. Baca juga: Teknologi HSRT, Inovasi Pembenihan Ikan untuk Skala Rakyat Untuk meningkatkan benih dan calon induk sidat dalam penjualan, maka peningkatan benih yang dimaksud adalah jumlahnya cukup, stadia atau ukurannya siap tebar di wadah budidaya, tersedia sepanjang tahun dengan kualitas yang baik. Pemeliharaan ikan sidat memerlukan waktu relatif lama. Untuk itu pembudidaya dapat membuat segmentasi usaha mulai dari pemeliharaan/pendederan glass eel dengan beberapa kelompok ukuran elver (benih) siap tebar (20-50 gram) sampai pembesaran untuk menghasilkan ikan konsumsi (150-300 gram). Pengembangan calon induk adalah upaya untuk pengembangan pembenihan sidat karena benih sidat (glass eel) masih diperoleh dari tangkapan alam yang jumlahnya terus menurun. "Selain itu calon induk yang sudah diinduksi/dipercepat proses pematangan gonadnya bisa di-restocking ke alam agar pemijahan sidat di alam bisa dikontrol sesuai dengan kebutuhan. Melalui program restocking calon induk/induk sidat ke alam, diharapkan produksi benih alam bisa terjamin/terkontrol ketersediaanya. Dengan demikian, pembudidaya (pembenih,  pendeder, pembesaran), serta pengolahan mendapatkan keuntungan bersama yang berkelanjutan," ujarnya. Baca juga: KKP Gunakan Teknologi RAS untuk Siapkan Industri Benih Ikan NasionalBagi petani pembudidaya benih ikan sidat yang bersifat musiman, pembudidaya harus dapat mengelola benih (glass eel) seefisien mungkin. Glass eel hasil tangkapan nelayan harus dikondisikan dengan baik sebelum ditransportasikan ke daerah lain atau didederkan menjadi elver yang selanjutnya digunakan dalam pembesaran. Melalui pengelolaan sumberdaya benih yang baik,  produksi glass eel dari alam akan stabil. Hal ini berarti ketersediaan benih untuk kegiatan budidaya akan terjamin dan harga benih pun akan stabil. Kondisi ini jelas akan mendukung kegiatan budidaya pembesarannya dan kesejahteraan akan meningkat. Akibat lanjutnya adalah budidaya ikan sidat dapat berjalan secara berkesinambungan. Sejalan dengan upaya pengelolaan sumberdaya benih di alam, maka upaya merintis pemijahan secara buatan melalui manipulasi hormonal, lingkungan dan pakan harus dilakukan dengan seksama. Harapannya  keberhasilan budidaya ikan sidat di Indonesia dapat dicapai dengan efisiensi benih melalui penerapan budidaya yang sesuai prosedur operasional baku. Yaitu pengelolaan benih, lingkungan dan pakan yang baik. Dengan penerapan efisiensi benih maka minimal tiga hal yang akan didapatkan. Yaitu budidaya akan berhasil secara berkelanjutan, kelestarian sumberdaya benih ikan sidat di alam akan terus terjaga dengan baik dan perlu dikembangkan kerjasama kemitraan perguruan tinggi dan perusahaan serta kemitraan antar perusahaan pembesaran sidat dengan petani sidat. Sumber: kumparan.comTentang MinapoliMinapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina.  ...
KKP Dorong Pemda dan Pengusaha Budidaya Ikan Sidat
Sidat

KKP Dorong Pemda dan Pengusaha Budidaya Ikan Sidat

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong berbagai pihak termasuk pemerintah daerah dan pelaku usaha perikanan mengembangkan budi daya ikan sidat mengingat potensinya di pasar global sangat tinggi."Perlu dijalin kesepakatan antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, nelayan, pembudi daya, peneliti, akademisi serta pemerhati lingkungan untuk membangun komitmen pengelolaan ikan sidat di Indonesia yang bertanggung jawab dan lestari," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto, dikutip dari Antara, Minggu (12/7/2020).Menurutnya, KKP berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan budidaya sidat di kawasan-kawasan potensial dengan mengimplementasikan pengelolaan secara bertanggung jawab. Pengembangan budidaya ikan sidat diakuinya harus dilakukan secara bertanggung jawab untuk memastikan keberlangsungan habitat sidat tetap lestari.Guna menjaga kelestarian dan keberlangsungan populasi sidat, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No 19 Tahun 2012 mengenai larangan pengeluaran benih sidat dari wilayah Indonesia, dengan ukuran kurang dari atau sama dengan 150 gram per ekor dilarang untuk diekspor.Baca juga: Sumatera Barat Kembangkan Ikan Sidat untuk Ekspor"Penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan serta penggunaan benih untuk budi daya dengan ukuran sesuai ketentuan turut menjadi faktor penunjang keberhasilan usaha budi daya yang dilakukan," katanya.Selama siklus hidupnya, ikan sidat berperan sebagai ikan air tawar yakni mulai dari fase glass eel, elver hingga dewasa. Kemudian, ikan sidat menjadi ikan laut saat akan memijah hingga stadia telur. Setelah memijah, ikan dewasanya akan mati.Ia memaparkan lokasi pemijahan ikan sidat jenis Anguilla Bicolor Bicolor berada di dekat perairan lepas palung Mentawai Sumatera, sedangkan Anguilla Marmorata berada di bagian barat Pasifik Utara.Adapun, ikan sidat dapat ditemukan di Pelabuhan Ratu dan Cilacap, dan pantai selatan. Ikan-ikan ini ada sepanjang tahun dan mengalami puncak pembiakan pada Desember-Februari dengan komposisi terbanyak jenis Anguilla Bicolor Bicolor dan sedikit Anguilla Marmorata.Menurut data sementara, hasil produksi sidat di Indonesia pada 2019 mencapai 515,18 ton atau tumbuh hingga 59 persen dibandingkan tahun sebelumnya.Sementara itu, Head of Aquaculture JAPFA Group, Ardi Budiono menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan kemitraan dengan beberapa pengusaha lokal untuk dapat membesarkan benih sidat dari ukuran glass eel sampai menjadi elver atau proses Shirasu . Proses ini memakan waktu kurang lebih 4-5 bulan hingga benih mencapai ukuran 2-3 gram.Baca juga: Berpotensi Ekspor, Produksi Sidat Bakal Digenjot"Setelah mencapai ukuran 2-3 gram per ekor, kami tampung hasilnya di perusahaan untuk dapat dibesarkan hingga mencapai ukuran panen yakni 250 gram per ekor. Proses selanjutnya adalah dikirimkan ke pabrik pengolahan, untuk dijadikan produk olahan siap santap. Model integrasi budi daya dan pengolahan sidat ini merupakan satu-satunya di Indonesia," jelas Ardi.JAPFA Group memproduksi rata-rata lebih dari 100 ton sidat per tahun atau 380 ton sidat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Total nilai ekspor yang tercatat sepanjang 2019 mencapai Rp437 miliar, Sebaliknya, total nilai ekspor sepanjang Januari- Juni 2020 senilai Rp216 miliar.Sumber: Bisnis.comTentang MinapoliMinapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina. Eventmina.  ...
Sumatera Barat Kembangkan Ikan Sidat untuk Ekspor
Sidat

Sumatera Barat Kembangkan Ikan Sidat untuk Ekspor

Unit Pelaksana Teknis Konservasi dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan, Dinas Perikanan Sumatera Barat (Sumbar) tengah mengembangkan ikan sidat (Anguiliformes) untuk tujuan ekspor sekaligus melestarikan ikan sungai yang populasinya mulai langka tersebut. Kepala UPT Konservasi dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan Sumbar Irwansyah Yan melalui Kasi Konservasi Sani Ikhsan Putra di Padang, Selasa, menyatakan, permintaan ikan Sidat langsung dari eksportir di Jepang sudah ada, namun karena tangkapannya masih belum banyak ikan dipasarkan ke Jakarta dan selanjutnya di ekspor ke Jepang dalam jumlah yang relatif kecil. "Ikan sidat ini oleh masyarakat setempat kurang dikonsumsi dan juga sangat jarang ditemui dijual di Pasar Padang. Hasil tangkapan nelayan biasanya dipasarkan ke Jakarta dengan harga sekira Rp150 ribu/kg," ujarnya sembari menjelaskan. ikan ini biasanya ditemui di sungai di pulau-pulau di kabupaten kepulauan Mentawai dan memiliki keunikan berupa pemijahan di laut dan setelah ukuran tertentu naik ke muara dan besar di sungai. Di Jepang ikan Sidat yang disebut unagi ini dijadikan kabayaki, makanan khas Jepang yang mengandung protein tinggi. Ikan Sidat yang diekspor biasanya berukuran 4-6 ekor per kgnya. Dalam upaya memperbanyak populasi ikan Sidat, pihaknya tengah mengembangbiakan ikan tersebut dengan mendatangkan benihnya dari Pelabuhan Ratu Jawa Barat. Ikan ini dirawat di balai benih ikan Sicincin, Kab. Padang Pariaman sampai ukuran tertentu yang aman untuk dikembang lanjutkan oleh peternak ikan budidaya. "Sudah ada peternak yang akan mengembangkan ikan yang hidup di air mengalir serta jernih ini. Kalau untuk ekspor ikannya harus bersih dan terawat," jelasnya. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ekspor sidat (termasuk belut) pada paruh pertama 2019 mengalami peningkatan sekitar 25 persen dibandingkan tahun lalu yaitu 5.186 ton sedangkan periode yang sama tahun lalu sebesar 4.142 ton. Sidat tersebut di antaranya diekspor paling banyak ke China, Hong Kong, Jepang dan Thailand dengan menghasilkan devisa 9,49 juta dolar AS atau meningkat dibanding sebelumnya 7,78 juta dolar. Meski permintaan ekspor atas sidat tinggi, tetapi pasokan sidat di dalam negeri sangat terbatas. Dari sisi pasokan, sidat hingga saat ini masih merupakan usaha penangkapan dari perairan umum. Jenis sidat pun belum dibudidayakan pada tingkat hatchery sehingga benihnya tergantung penangkapan dari alam. Di negara lain ikan Sidat masuk dalam Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) sebagai spesies yang terancam punah.  Sumber: Antara News ...
Berpotensi Ekspor, Produksi Sidat Bakal Digenjot
Sidat

Berpotensi Ekspor, Produksi Sidat Bakal Digenjot

Selain udang, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mengembangkan dan mendorong budidaya (pembesaran, red) sidat di masyarakat. Hal itu dikarenakan, ekspor sidat yang dilakukan pada awal tahun 2020 ke Jepang nilainya cukup signifikan, yakni Rp 6,1 miliar. Bahkan, negeri Sakura  sangat meminati komoditas sidat dari Indonesia, sebagai bahan utama olahan unagi.Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto mengatakan, karena kinerja ekspornya signifikan, pihaknya bertekad mengembangkan sidat sebagai salah satu komoditas ekspor. “ PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk telah mengembangkan budidaya sidat di desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Kab. Banyuwangi. Budidaya sidat tersebut juga melibatkan masyarakat melalui kemitraan,” papar Slamet Soebjakto, di Banyuwangi, Rabu (15/1).Slamet mengatakan, Ditjen Perikanan Budidaya  akan memfasilitasi pengembangan budidaya sidat di kawasan potensial. Lantaran, benih sidat masih mengandalkan dari alam, masyarakat diimbau melakukan pengelolaan secara terukur dan bertanggungjawab. Artinya, pengelolaannya sesuai ketentuan dan menjamin habitat sidat terjaga dengan baik.Dalam hal pengelolaan sidat, KKP sudah punya payung hukum jelas, sehingga pemanfaatannya bisa terukur. Satu sisi stok lestari, disisi lain budidaya juga terus berkembang. Apalagi permintaan sidat, khususnya ke Jepang tinggi.Menurut Slamet, segmen usaha pembesaran sidat telah mengangkat ekonomi masyarakat. Karena itu, KKP melalui Ditjen Perikanan Budidaya sedang merancang agar produktivitas akuakultur ini bisa digenjot, meningkatkan efisiensi dan nilai tambah melalui pengelolaan yang terintegrasi dan ramah lingkungan.“ Tentu kami akan gandeng private sektor dan memfasilitasinya guna memastikan iklim usaha dan investasi bisa kondusif. Satu satunya jalan agar sub sektor akuakultur memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi, kita harus genjot ekspor melalui industrialisasi,” papar Slamet. Slamet mengungkapkan,  semakin meningkatnya ekspor produk akuakultur menunjukkan bahwa kualitas produk, manajemen ketelusuran dan jaminan keamanan pangan semakin baik. “Karena itu, kami mengapresiasi keberhasilan ekspor akuakultur seperti sidat dan pakan ikan. Ekspor pakan ini luar biasa, karena selama ini kita impor bahan baku utama seperti tepung ikan dan kedelai, “ kata  SlametSeperti diketahui, KKP pada awal tahun 2020  telah memulai ekspor produk akuakultur yang nilainya cukup signifikan.  Ekspor perdana produk akuakultur  yang dilakukan PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk nilainya sebesar Rp 13,3 miliar. Dari total nilai ekspor tersebut,  untuk produk fillet ikan nila sebesar Rp 3,4 miliar dengan tujuan ekspor USA. Kemudian, olahan ikan nila sebesar Rp  3,5 miliar,  dengan tujuan ekspor Filipina.  Olahan ikan sidat yang besarnya  Rp 6,1 miliar dengan tujuan Jepang. Sedangkan untuk pakan ikan nilainya sebesar Rp 300 juta , negara tujuannya Timor Leste.Data KKP menyebutkan,  pada tahun 2019 ekspor PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk yang didominasi oleh produk akuakultur nilainya lebih dari Rp 438 miliar. Nilai ekspor tersebut tercatat naik signifikan  sebesar 54 persen dari tahun 2018 yang besarnya Rp 284 miliar.Sumber: Tabloid Sinar Tani ...
Pemerintah - FAO Gelar Pelatihan Pemantauan Populasi Sidat
Sidat

Pemerintah - FAO Gelar Pelatihan Pemantauan Populasi Sidat

Bogor (TROBOSAQUA.COM). Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Food and Agriculture Organization menggelar pelatihan untuk pelatih (Training for Trainer) pemantauan populasi ikan sidat (stadia glass eel) pada 21-22/3. Disiarkan oleh KKP, pelatihan ini diadakan untuk mengatasi keterbatasan data dan informasi tentang populasi ikan sidat, melalui Program Mainstreaming Biodiversity Conservation and Sustainable Use into Inland Fisheries Practices in Freshwater Ecosystems of High Conservation Value (I-Fish), digelar di Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPBATPP). Acara ini diikuti 60 peserta terdiri dari nelayan, pengepul, penyuluh, pemerintah daerah/Dinas dari Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Sukabumi, WWF, swasta pembudidaya sidat (PT Labas dan PT Iroha), pejabat eselon 2 lingkup KKP (PUSDATIN, Direktorat Pengelolaann Sumber Daya Ikan, Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Pusat Riset Perikanan), SEAFDEC-IFRDMD, LIPI dan FAO Indonesia.   Ikan sidat bersifat katadromous dengan wilayah pemijahan dan pertumbuhan larva di laut dan selanjutnya mengalami perkembangan ke stadia dewasa di perairan darat.  Mengingat lokasi pemijahan – larva belum diketahui secara pasti maka upaya pendataan populasi dilakukan pada stadia glass eel dan induk, guna memperoleh gambaran stok populasi di alam. Glass eel mulai banyak ditangkap untuk keperluan budidaya (pembesaran). Pelatihan ini berdasarkan pada panduan pemantauan populasi ikan sidat stadia glass eel yang disusun oleh Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut beserta pakar dari Pusat Riset Perikanan dan LIPI serta tim I-Fish FAO.  Dalam pertemuan ini juga dibangun komitmen jejaring pengumpulan data populasi sidat (stadia glass eel) di kabupaten Cilacap dan kabupaten Sukabumi dengan salah satu rencana aksi dilakukan pendataan dan pelaporan hasil pemantauan populasi secara rutin dan terstandar untuk mengetahui status pengelolaannya.  Melalui pendataan populasi ikan sidat ini merupakan salah satu komitmen Indonesia dalam menjaga sumber daya ikan sidat secara lestari dan berkelanjutan. ist/ntrSumber Foto : Dok. KKPArtikel Asli ...