Infomina - Lele

Minapoli adalah platform jaringan infomasi dan bisnis perikanan terintegrasi. Buat dan bagikan informasi perikanan sekarang dan temukan manfaatnya terkoneksi dengan jaringan Minapoli.

Lele

Modal Rp 1,75 Juta Lele Bioflok, Setahun Bisa Balik Modal
Lele

Modal Rp 1,75 Juta Lele Bioflok, Setahun Bisa Balik Modal

Salah satu cara untuk memanfaatkan lahan pekarangan adalah dengan membuat bak pembesaran lele dengan sistem budidaya bioflok. Cukup modal Rp 1,75 juta saja untuk pembesaran lele, dalam waktu 3-4 kali siklus atau dalam setahun sudah bisa balik modal.Budidaya ikan lele merupakan salah satu budidaya di bidang perikanan yang terus berkembang. Ini dikarenakan teknologi budidaya lele yang relatif  mudah dikuasai masyarakat. Sejak tahun 2014, budidaya lele pun semakin viral dengan adanya budidaya sistem bioflok. Bahkan digadang-gadang menjadi sistem budidaya lele yang bersih dan bisa dilakukan di pekarangan yang tidak terlalu luas.“Biasanya kalau pelihara lele kan identik dengan bau limbah dan butuh kolam yang besar. Tapi dengan lele bioflok ini, pemeliharaan lele lebih bersih dan tidak membutuhkan lahan yang besar. Bisa di pekarangan depan atau belakang rumah. Bisa dimulai dari 1 bak saja dulu,” tutur Pemilik Bina Mina Mandiri, sarana pelatihan budidaya lele bioflok, Koko Kusumah.Mengapa bisa bersih dan tidak berbau? Sebab teknologi bioflok memanfaatkan nitrogen anorganik menjadi nitrogen organik yang tidak beracun. Nitrogen yang sudah diubah ini bsia digunakan untuk pakan lele, sehingga lebih hemat biaya pakan.Baca juga: Cara Ternak Lele Bioflok Sederhana Hasil MaksimalKoko menambahkan, Anda bisa memulai budidaya lele bioflok dengan modal Rp 1,75 juta saja untuk satu bak bulat diameter 3 meter dan diisi dengan terpal. Kepadatan ikan lele sebanyak 2 ribu ekor. Ketinggian air yang ideal adalah 80-100 cm dan pada hari kedua setelah diisi air, maka perlu memasukkan probiotik 5 ml/meter kubik.Pada hari ketiga, masukkan prebiotik molase 250 ml/meter kubik dan pada malam harinya, taburkan dolomite 150-200 gram/m. “Kita diamkan 2 Minggu agar terbentuk flok-flok. Kemudian tebar ikan lele ukuran 7-8 cm dengan padat tebar 1000 ekor per meter kubik. Lakukan pemeliharaan selama 3 bulan,” tambah Koko.Namun Koko menegaskan perlu ada komitmen dari pembudidaya ikan lele sistem bioflok ini agar bisa sukses. Mulai dari pengaplikasian probiotik dalam air dan diberikan 2 kali sehari dicampur dengan 3ml/kg pakan. Sebaiknya juga bak jangan dinaungi sehingga tetap terjadi pertukaran udara yang baik. Baca juga: Tips Membuat Bioflok untuk Budidaya Nila“Jangan lupa lakukan kontrol intensif seperti waktu pemberian pakan, takaran pakan, lakukan juga puasa pakan begitu akan dipanen, cek pH, cek flok, dan berikan juga campuran prebiotik pada air. Oh iya jangan langsung gunakan air PAM yang tinggi klorin. Tampung air terlebih dahulu pada tandon dan endapkan baru dialirkan dan dicampur dengan prebiotik,” bebernya.Dengan modal Rp 1,75 juta per bak tersebut dan perawatan yang intensif, tingkat kelangsungan hidup (survival rate/SR) mencapai 80 persen dan bisa dipanen dengan ukuran 1 kilogram isi 8 ekor.“Jadi satu bak itu bisa produksi 2 kuintal dan dijual dengan harga Rp 16 ribu per kilogram, maka omzet bisa mencapai Rp 3,2 jutaan, hitungan bersihnya per bak setelah dipotong biaya operasional sekitar Rp 800 ribu. Ya dalam waktu setahun (3-4 kali siklus) keuntungan sudah bisa balik modal,” jelasnya.Tertarik untuk mulai terjun  mempercantik pekarang sekaligus mendatangkan cuan dengan pembesaran lele bioflok?Sumber: Tabloid Sinar Tani ...
Kenali Penyakit Lele, Sebelum Mengobati
Lele

Kenali Penyakit Lele, Sebelum Mengobati

Perlunya mengetahui jenis penyakit yang menyerang, sehingga pengobatan dapat dilakukan secara efektif dan tepat Jika terlintas mengenai kata lele, maka banyak hal yang terpikirkan mengenai hal tersebut. Mulai dari bentuknya, rasa hingga budidayanya yang mungkin kebanyakan orang menganggapnya mudah dipelihara dan tahan banting dalam kondisi air yang buruk sekalipun. Namun siapa sangka, dalam budidayanya, lele ini memiliki beragam kendala yang dihadapi oleh para pembudidaya.   Berbagai penyakit acap kali menyerang dalam usaha budidaya lele baik segmen pembesaran dan pembenihan. Beberapa waktu lalu, TROBOS Aqua dan TROBOS Communication menggelar acara workshop (loka karya) secara online (daring) budidaya lele dengan tema “Kiat Sukses Cetak Lele Sesuai Permintaan Pasar”, dan dalam acara tersebut banyak juga dibahas mengenai ragam penyakit dan juga obat yang tepat dalam pengaplikasiannya.   Ancaman PenyakitDalam acara tersebut, Sahban I Setioko selaku pembudidaya lele di daerah Pasir Gaok, Bogor – Jawa Barat (Jabar) menjadi salah satu narasumber. Ia katakan, bahwa dalam budidaya lele tak terlepas dari adanya ancaman penyakit. Beragam hal yang dapat memicu serangan penyakit, namun pada umumnya kualitas air yang buruk menjadi trigger (pemicu), sehingga ikan terserang penyakit.   Baca juga: Panduan Lengkap Budidaya Ikan Lele “Penyebab lele sakit bisa dari air, sumber pakan, dan lain-lain. Ketika kondisi lingkungannya berubah, lele akan cenderung stress dan produksi lendir berlebih, sehingga penyakit pun menyerang tubuhnya,” terang pria yang menamai usahanya EmapangQQ.  Sambungnya, lantas jika lele sudah terserang penyakit banyak upaya yang harus dilakukan untuk memulihkannya kembali ke kondisi normal. Mulai dari pergantian air yang rutin dan pemberian obat-obatan khusus sesuai dengan jenis bakteri atau jamur yang menyerang. Walaupun beberapa cara telah diupayakan, tak jarang pula pada akhirnya terjadi kematian saat sedang disembuhkan.   Mungkin untuk para pelaku usaha yang baru terjun dalam budidaya lele ini menjadi ancaman yang cukup menakutkan. Maka dari itu para pembudidaya perlu belajar mengenal ragam jenis penyakit, ciri-cirinya serta langkah tepat dalam penanganannya. “Yang paling mudah adalah melihat lele sakit secara fisik, karena jika ikan yang kita budidayakan banyak terjadi kematian, maka perhatikanlah lebih jeli baik dari fisiknya hingga cara berenangnya ikan,” ungkap Sahban.   Sahban menjelaskan, biasanya akan terlihat kejanggalan pada fisik lele yang sakit, seperti perut menggembung, kemudian munculnya bintik putih pada tubuh dan ekor, atau kumis dan mulut lele yang merah, hingga luka di tubuh lele yang menyebabkan daging dan kulit terkupas. Masing-masing dari penyakit tersebut memiliki penyebab yang berbeda-beda, maka dari itu perlunya belajar dalam mengidentifikasi jenis penyakit yang menyerang.   Baca juga: 5 Fakta Unik Ikan Lele yang Perlu Anda KetahuiSenada dengan Sahban, Desy Sugiani selaku peneliti dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPBATPP) Bogor menjelaskan, bahwa memang benar yang dikatakan, untuk upaya dalam mengenai jenis penyakit adalah dengan melakukan pengamatan fisik ikan. Namun yang perlu menjadi catatan, ada pula benih yang tiba-tiba mati tanpa memiliki ciri klinis pada fisik ikan.   “Bisa jadi ikan seketika mati, padahal di tubuhnya bersih tanpa ada tanda-tanda serangan penyakit. Namun, setelah diteliti lebih lanjut, ternyata organ tubuhnya sudah rusak dan tidak tertolong,” terang Desy yang juga merupakan narasumber di acara tersebut.  Dalam aplikasinya, Desy tambahkan, perlu penanganan yang tepat dalam menyembuhkan ikan, karena pada kenyataannya masih banyak ditemukan para pelaku usaha yang lelenya terserang penyakit namun salah mengambil langkah dalam mengobatinya, atau salah identifikasi serta salah penggunaan obatnya. “Tak sembarang dalam mengobati, karena kita harus tahu, bakterinya gram positif atau negatif, kemudian bakteri apa dan apa obatnya yang tepat. Setelah itu barulah diobati dengan dosis dan obat yang sesuai,” kata Desy.Sumber: TROBOS Aqua ...
Belajar Budidaya Ikan Lele di Saat Pandemi
Lele

Belajar Budidaya Ikan Lele di Saat Pandemi

Indonesia saat ini sedang memasuki fase melawan adanya virus pandemi COVID-19 atau yang sering disebut corona terlebih adanya varian virus baru dari India yang lebih berbahaya. Tak hanya merugikan dari sisi kesehatan saja, Presiden Joko Widodo juga mengatakan bahwa virus corona sudah sangat berdampak pada perekonomian di Indonesia. Pemuda harus mampu berinovasi dan menjadi agen perubahan, termasuk memanfaatkan peluang untuk berwirausaha pada saat pandemi seperti sekarang ini. berbicara mengenai wirausaha, tak sedikit orang yang merasa pesimis dan ragu untuk memulai usaha terutama di masa pandemi seperti sekarang ini. Alih-alih memulai, justru banyak yang menunda, menanti hingga pandemi berakhir. Namun pertanyaannya, kapan pandemi ini berakhir? Tidak ada yang tahu pasti jawabannya.Joko Untoro mengatakan pengertian kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan cara manfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.Pada masa pandemi seperti ini, banyak usaha yang bisa dibuat dan dilakukan. Salah satu usaha yang bisa dibuat pada masa pandemi seperti ini adalah usaha ternak lele. Pengusaha bisa membuat kandang atau tempat berkembang biak lele dirumah. Ketika lele sudah panen dan menghasilkan ratusan ekor lele, konsumen tidak usah repot-repot mencari atau ke pasar untuk membeli ikan lele. Layanan antar juga bisa membuat konsumen merasa puas.Baca juga: 5 Fakta Unik Ikan Lele yang Perlu Anda KetahuiCara yang Baik untuk Ternak LeleUntuk menghasilkan lele yang berkualitas dan sehat pastikan sobat kumparan memiliki ketekunan yang baik agar budidaya ikan lele tidak sia-sia. Ikan lele merupakan jenis ikan yang mudah untuk dipelihara, karena jenis ikan lele sangat kuat untuk hidup dalam kondisi air apapun. Namun, hal itu bukan berarti mengabaikan kualitas air yang dipakai. Semakin baik kualitas air, maka semakin baik pula pertumbahan ikan lele.1. Memperhatikan lokasi hidup ikan lele, suhu yang baik untuk budidaya ikan lele adalah pada suhu 26-32 C. Jangan terlalu rendah, karena akan mengganggu proses pencernaan makanan pada ikan lele. Sedangkan, bila suhu terlalu tinggi, pencernaan makanan akan berlangsung cepat. Satu lagi yang harus kamu perhatikan adalah pH. Pastikan kondisi tempat harus berada dalam kisaran pH 7-8 saat mulai melakukan budidaya ikan lele.2. Membuat kolam untuk pembesaran ikan lele, ada beberapa jenis kolam yang digunakan, yaitu kolam terpal, kolam semen dan kolam tanah. Dari ketiga bahan pembuat kolam tersebut, jenis kolam terpal merupakan yang paling murah dan mudah digunakan untuk budidaya ikan lele. Untuk ukuran, tidak seperti budidaya ikan lain, untuk lele tidaklah rumit dan sulit. Kolam dengan ukuran 5x2 meter sangat cukup digunakan untuk menampung kurang lebih 1000 ekor benih ikan lele. Ukuran kolam untuk budidaya ikan lele lebih dari itu, tinggal dihitung menggunakan syarat minimal daya tampung per-meter kolam. Setiap meter persegi kolam budidaya ikan lele dapat menampung kurang lebih 100 ekor benih ikan lele. Jadi, kalau ukuran kolam yang kamu buat untuk budidaya ikan lele adalah 7×4 meter, berarti bisa menampung sekitar 2000 ekor ikan lele. Sebaiknya, jangan terlalu padat karena ikan lele akan mudah terserang penyakit.Baca juga: Panduan Lengkap Budidaya Ikan Lele3. Memilih benih ikan lele berkualitas. Sebelum memilih benih untuk budidaya ikan lele, kita harus dapat membedakan benih ikan lele untuk pembesaran dengan pembenihan. Untuk benih ikan lele pembesaran ukurannnya 5-7 cm. Saat memilih, upayakan ukurannya seragam. Misalnya, memilih benih ikan lele berukuran 6 cm, berarti semua benih ikan lele ukurannya harus sama. Benih ikan lele yang berkualitas umumnya memiliki tubuh yang seimbang, antara kepala dan badannya. Selain itu, benih ikan lele harus bebas dari cacat, tubuh mengkilap, gerakannya lincah dan sungut berseri (tidak pucat).4. Mempersiapkan kondisi kolam untuk ditebar benih lele. Langkah pertama, kolam diisi dengan air bersih dan bebas cemaran limbah apapun. Isilah kolam hingga ketinggian kurang lebih 60 cm. Langkah kedua, siapkan pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing atau domba. Masukan pupuk kandang tersebut ke dalam karung dengan ukuran 1-1,5 kg/m2. Jika kolam ikan lele yang kamu buat berukuran 5×2 meter, berarti kamu bisa pakai pupuk sekitar 10-15 kg. Selanjutnya, isi karung tersebut dibagi menjadi dua sama berat. Jadi, dalam satu kolam ada dua karung pupuk kandang. Masukan pupuk kandang tersebut (jangan dikeluarkan dari karungnya) ke dalam kolam. Kamu boleh meletakannya di pinggir atau di tengah, yang penting posisi karung itu nantinya mengambang dan bergerak bebas. Setelah seminggu, angkatlah kedua karung berisi pupuk tersebut. Namun, sebelum diangkat, celupkan karung berulang ke dalam kolam supaya kandungan dalam pupuk terserap total oleh air. Setelah itu kamu bisa menebarkan benih ikan lele saat karung sudah diangkat total5. Langkah selanjutnya dalam budidaya ikan lele adalah menebar benih. Sebelum kamu melakukan penebaran benih ikan lele, letakkan terlebih dahulu benih ikan lele tersebut di dalam wadah dari bahan plastik. Cara penebarannya harus dilakukan dengan cara memiringkan wadahnya dan mengeluarkan sedikit demi sedikit benih ikan lele. Waktu yang bagus untuk penebaran benih ikan lele adalah saat pagi atau sore hari, karena bila dilakukan pada siang hari kondisi air sedang sangat panas sehingga berpotensi mengakibatkan kematian benih ikan lele karena stres.Baca juga: KKP Mendorong Kawasan Digitil Lele Pertama di Indonesia6. Pengelolaan air dan pemberian pakan lele Dalam budidaya ikan lele, ada dua hal penting yang harus kamu perhatikan yaitu pengelolaan air dan pemberian pakan. Berikut ini ada poin-poin yang harus diperhatikan oleh sobat kumparan: - Air yang digunakan di dalam kolam budiaya ikan lele, tidak disarankan untuk diganti sebelum masa panen. Kondisi air pun harus tenang dan tergenang. Hindari melakukan pengurasan air dengan cara sirkulasi karena berpotensi mengurangi kestabilan pH kolam. - Penambahan air dalam kolam budidaya ikan lele boleh dilakukan setelah benih ikan lele dimasukkan dan diberikan pakan pertama kali. Lakukan secara bertahap setinggi 20-30 cm setiap pergantian pakan jenis tertentu hingga akhirnya mencapai 120 cm yang dipakai sampai masa panen. - Poin berikutnya dalam budidaya ikan lele adalah pemberian pakan ikan lele. Pakan ikan lele sebaiknya diberikan sebanyak 5-6 kali sehari. Jarak pemberian pakan sekitar 2-3 jam. Berikan pakan ketika matahari sudah terbit supaya polusi yang mencemari daerah sekitar kolam budidaya ikan lele dapat hilang terlebih dahulu terpapar sinar matahari. Baca juga: Perpaduan Budidaya Bawang Merah dan Lele Untungkan Petani- Jangan berikan pakan ikan lele saat hujan, karena air hujan berpotensi memberikan zat asam pada pakan yang diberikan. Pakan yang tercemar akan mengganggu kesehatan ikan lele. Jadi, tunggulah hingga hujan reda kalau ingin memberikan pakan dalam budidaya ikan lele7. Saat panen ikan lele Budidaya pembesaran ikan lele hanya memerlukan waktu 2-3 bulan untuk panen. Saat waktu panen tiba, takaran ikan lele 1 kg sudah berjumlah 7-8 ekor. Gunakanlah peralatan memanen yang berbahan licin dan halus agar tidak menimbulkan lecet pada ikan lele. cara memanennya, yaitu dengan menyurutkan air kolam terlebih dahulu. Kemudian, gunakan serokan untuk menangkap ikan lele dan masukan dalam wadah berbahan plastik. Kamu juga bisa memakai jaring kalau air kolam masih cukup banyak.Masyarakat banyak yang memanfaatkan ikan lele sebagai salah satu alternatif pemenuh kebutuhan gizi protein dalam makanan sehari-hari. Ikan lele menjadi pilihan lain dalam pemenuhan protein disamping daging ayam, sapi, ataupun ikan. Ikan lele memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi seperti protein, lemak, vitamin B, dan juga fosfor. Sehingga ikan lele banyak digemari oleh masyarakat karena harganya yang terjangkau dan bernilai gizi tinggi. Nah sobat kumparan, selain sebagai ikan konsumsi, ternyata ikan lele juga memiliki manfaat untuk hal lain. Contohnya dapat menjadi pembersih air, maknanya ikan lele dapat membersihkan air yang kotor. Terkadang ikan lele juga di taruh di kolam-kolam untuk membersihkan jentik-jentik nyamuk. Lele juga sering dipelihara di perairan sawah untuk memakan hama-hama yang membahayakan padi.Sumber: Kumparan.com ...
Benih Seukuran, Budidaya Aman
Lele

Benih Seukuran, Budidaya Aman

Ikan Lele (Clarias.Sp) sudah lama jadi primadona ikan air tawar, pasalnya ikan berkumis satu ini banyak diminati berbagai kalangan di dalam negeri. Merilik ke sisi budidayanya, untuk keberhasilanya memerlukan beberpa faktor penting yang diperhatikan. Salah satunya adalah keseragaman ukuran benih lele yang dihasilkan baik oleh pembenih ataupun yang digunakan oleh pembudidaya pembesaran. Ketidakseragaman benih cukup merugikan bagi kedua segmen budidaya lele tersebut. Menelisik lebih jauh mengenai seberapa pentingnya keseragaman lele yang dibudidayakan, TROBOS Aqua mewawancarai beberapa narasumber. Salah satunya Sahban I Setioko selaku pembenih lele di Pasir Gaok, Bogor.  Baca juga: Persiapan Mapan, Tekan KematianIa mengatakan, jika ditanyakan seberapa penting, sudah pasti ini menjadi salah satu kunci keberhasilan bagi segmen pembesaran. Sedangkan untuk di segmen pembenihan tak kalah penting pula mengenai keseragaman, karena berdampak pada jumlah benih yang bisa diproduksi yang ujungnya berpengaruh pada omzet usaha nantinya.  “Keinginan para pembenih adalah memproduksi benih lele dalam kurun waktu tertentu dan ukurannya sama semua, sehingga bisa langsung dijual semua. Namun kan hal itu tidak mungkin terjadi, karena ada sejumlah faktor yang mempengaruhi benih yang seragam, dari mulai induk hingga teknis budidayanya baik dari manajemen pakan, air, dan lainnya,” candanya saat diwawancarai sore itu.  KanibalismeMenjelaskan lebih gamblang, Sahban katakan, sudah kita ketahui bersama bahwa lele ini merupakan ikan air tawar yang sangat diminati, permintaan benihnya pun cukup tinggi. Namun, dibalik itu semua ada satu faktor yang sangat menunjang keberhasilan usaha budidaya lele yakni keseragaman benih. Dalam hal ini adalah seragam ukuran benih yang dihasilkan dan dipelihara, yang menjadi masalah utama jika benih yang dipelihara tidak seragam akan memicu sifat kanibal (memakan sesama)  di berbagai fase pembenihan.  “Apabila dalam segmen pembenihan tidak menjalankan Standar Opersional Prosedur (SOP) yang ketat, maka benih yang dihasilkan ukurannya beragam. Sehingga, yang besar akan memakan yang kecil,” terang pria yang menamai usahanya empangQQ.  Sambungnya, dampak dari kanibalisme di pembenihan lele beragam, yang kemungkinan besar akan mendapatkan kerugian karena jumlah benih yang dihasilkan sedikit dan tidak berbanding dengan jumlah pakan yang telah dikeluarkan. Selain itu, akan hilangnya kepercayaan dari pelanggan yang biasa membeli benih, jika keadaan tersebut tidak segera diperbaiki maka akan bangkrut usahanya. Baca juga: Pilih-Pilih Teknologi Pembenihan LeleSenada dengan Sahban, Alexander yang juga merupakan pembenih lele asal Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar) mengatakan, kanibalisme muncul akibat dari ketidakseragaman benih yang dipelihara. Hal tersebut bisa dipicu berbagai hal seperti pemberian pakan yang tidak tepat, baik teknis dan jenis pakan yang diberikan, dan kemudian kualitas air yang buruk pula dapat menyebabkan benih tidak seragam.  “Apabila kualitas air kolam benih buruk, semisal kandungan amoniak tinggi. Maka ikan yang memiliki stamina baik akan tetap bertahan dan tumbuh, sedangkan untuk ikan yang tidak kuat akan lebih memilih bertahan dengan kondisi air yang ada dan tidak tumbuh. Dengan demikian akan terjadi kesenjangan ukuran benih lele nantinya,” ujar pria yang akrab disapa Alex. Dari sisi lain, Haji Usman selaku pembudidaya pembesaran lele di Depok – Jabar mengatakan, kanibalisme pun juga terjadi di usaha pembesaran. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah faktor ketidaksergaman benih lele yang dipelihara.  Hal tersebut cukup fatal dirasakan, pertama dengan memelihara benih lele yang ukurannya tidak seragam maka akan terjadi kanibalisme. Terlebih lagi ditunjang dengan lebih dominan benih yang ukurannya lebih besar ketika pemberian pakan, sehingga yang kecil tersisihkan dan pertumbuhannya terhambat. Jika yang besar lapar maka yang kecilpun akan dimakan olehnya.  “Walaupun setiap adanya kematian yang terlihat dicatat setiap harinya, namun yang terjadi jika dihitung saat panen hasilnya berbeda dengan catatan. Jumlah kematiannya lebih banyak daripada data pencatatan, hal ini disebabkan kanibalisme terjadi di kolam pembesaran selama pemeliharaan,” Ungkap Usman. Untuk meminimalisir adanya kanibalisme dalam budidaya lele, Sahban katakan, ada sejumlah hal yang perlu dilakukan. Semua faktor budidaya dari mulai sarana prasarana, indukan, pakan, dan manajemen air yang baik perlu dibenahi sesuai standar Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) maupun Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), serta tidak terlepas dari Standar Nasional Indonesia (SNI) budidaya lele. Jika pembudidaya mengacu kepada hal tersebut keseragaman ikan bisa diperoleh, dan kanibal pun dapat di tekan.  Indukan Berkualitas“Salah satu upaya dalam menghasilkan benih yang seragam dapat dilakukan pembenahan dalam menggunakan induk lele. Karena ini merupakan salah satu faktor yang cukup mempengaruhi dalam menghasilkan benih berkualitas dan cukup seragam ukurannya,” terang Sahban sore itu. Lanjutnya, pemilihan indukan lele haruslah yang telah tersertifikasi, maksudnya adalah indukan yang diperoleh sebaiknnya dari balai perikanan milik pemerintah. Karena induk yang telah tersertifikasi tersebut teleh melalui seleksi ketat dan perbaikan genetik mengenai laju pertumbuhan, daya tahan, serta tingkat keseragaman yang lebih tinggi. Jika dibandingkan dengan yang banyak beredar di pembudidaya konvensional yang hanya mengandalkan induk dari hasil benih yang telah dipelihara hingga besar.  Hingga saat ini, Sahban katakan, banyak asumsi yang salah terjadi dikalangan pembenih lele. Bahwa jika dalam memelihara benih kemudian ada benih yang ukuranya jauh lebih besar (jumper) daripada rata-rata ukuran benih lainnya maka itu baik dijadikan indukan nantinya. Ini yang perlu diedukasi kepada teman-teman pembudidaya, bahwa anggapan itu salah adanya.  Secara logika bahwa memang jika benar memilih ikan tersebut karena lebih cepat besar, namun nyatanya benih jumper tersebut tidak seragam saat dibudidayakan. “Maka dari itu, kita percayakan saja kepada balai pemerintah yang melakukan seleksi baik pertumbuhan dan keseragaman, serta daya tahan, sehingga menghasilkan induk yang memang berkualiatas,” tutur Sahban yang lokasinya acap kali menjadi tempat Praktik Kerja Lapang (PKL). Baca juga: Cara Pembenih Lele Hadapi HujanMenimpali Sahban, Alex pun juga mengutarakan betapa pentingnya dalam menggunakan indukan berkualitas dan tersertifikasi. Alex sampaikan, berdasarkan pengalamannya benih lele yang dihasilkan dari indukan lele dengan strain (jenis) sangkuriang memiliki tingkat keseragaman yang cukup tinggi. Dengan demikian, pelanggan yang biasa mengambil benih pun akan lebih senang ketika dipelihara kembali, karena dengan adanya keseragaman benih yang dihasilkan maka angka Survival Rate (SR) atau daya hidup tinggi, sehingga target produksi di segmen pembesaran pun tercapai. Susilo Hartoko selaku Ketua Bidang Lele di Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) pun ikut angkat bicara mengenai indukan lele. Ia katakan, bahwa dalam usaha pembenihan indukan yang tersertifikasi dan berasal dari balai merupakan komponen penting yang tidak boleh dilewatkan. Tak sampai di sana saja, jika sudah memiliki induk lele yang berasal dari balai perlu juga pemahaman bagi kita bagaimana memelihara induk lele yang baik. Karena jika di balai dipelihara dengan baik, dan ketika tiba di kolam pembudidaya tidak dirawat dengan baik, yang ada kualitasnya bisa menurun. Artikel asli ...
Morfologi dan Klasifikasi Ikan Lele (Clarias)
Lele

Morfologi dan Klasifikasi Ikan Lele (Clarias)

Ikan yang mempunyai ciri khas sepasang antena yang menyerupai kumis ini mempunyai nama yang berbeda disetiap tempat, Di Indonesia sendiri ikan lele mempunyai beberapa nama yakni , antaranya : ikan petet (Kalimantan Selatan ), ikan keling (Makasar), ikan kalang (Padang ), ikan maut (gayo, Aceh ), ikan cep (Bugis), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah).Untuk diluar negeri pun sama halnya dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), Ikan keli (Malaysia), gura magura (Srilangka ), catretrang (Jepang ). Dalam bahasa inggris disebut pula Catfish, Siluroid, Mudfish, dan Walking catfish.Baca juga: Tips Pemeliharaan Induk Lele yang BenarKlasifikasi Ikan LeleIkan lele tergolong kedalam Famili Clariidae dengan Klasifikasi sebagai berikut :Kingdom : AnimaliaSub - kingdom : MetazoaPhylum : ChordataSub - phyllum : VertebrataClass : PiscesSub - Class : TeleosteiOrdo : OstariophysiSub - Ordo : SiluroidaeFamili : ClariidaeGenus : ClariasSpecies : Clarias SpMorfologi ikan lele- Ikan lele mempunyai ciri-ciri atau morfologi sebagai berikut,- Kepala ikan lele yang panjang , hamper mencapai seperempat dari panjang tubuhnya dengan bentuk kepala pipih ke bawah (depressed ).- Pada bagian atas dan bawah kepalanya tertutup oleh tulang pelat , Tulang ini membentuk ruangan rongga di atas insang.- Mulut ikan lele dilengkapi oleh gigi , gigi nyata, atau hanya berupa permukaan yang kasar dimulut bagian depan.- Lele juga memiliki 4 pasang sungut yang terletak di sekitar mulut , Sepasang sungut hidung, sepasang sungut mandibular luar , sepasang sungut mandibular dalam, dan sepasang sungut maxilar.Baca juga: Cara Ternak Lele Bioflok Sederhana Hasil Maksimal- Ikan lele ini mempunyai alat olfaktori dideket sungut yang berfungsi untuk perabaan dan penciuman serta penglihatan pada ikan lele yang kurang berfungsi baik.- Pada bagian mata ikan lele berbentuk kecil dengan tepi orbital yang bebas.- Tubuh ikan lele berbentuk memanjang , dengan agak bulat ,dan tidak mempunyai sisik.- Badan lele pada bagian tengahnya mempunyai bentuk yang membulat , sementara bagian belakang tubuhnya berbentuk pipih kesamping (compressed ).- Sepasang sirip ekor ikan lele berbentuk membulat dan tidak bergabung dengan sirip punggung maupun sirip anal, sirip perut membulat dan panjangnya mencapai sirip dubur.- Pada bagian sirip dada lele dilengkapi sepasang duri tajam yang umumnya disebut dengan nama patil- Warna ikan lele umunya lele berwarna hitam, coklat walau adapula yang berbentuk merah muda dan albino terganung jenisnya.Sumber: sampulpertanian.com ...
Peluang Bisnis Budi Daya Ikan Lele dan Cacing Sutera, Simak Langkah-langkahnya
Lele

Peluang Bisnis Budi Daya Ikan Lele dan Cacing Sutera, Simak Langkah-langkahnya

Fakultas Pertanian atau Faperta Universitas Gadjah Mada UGM mengembangkan budidaya ikan lele dan cacing sutera di Dusun Duwet Banjarharjo, Kalibawang, Kulonprogo. Teknologi ini sebelumnya juga pernah dikembangkan di Dusun Salam, Kalibawang.Cacing sutera diperlukan untuk pembenihan pada budi daya ikan air tawar. Budi daya ikan lele memerlukan pasokan cacing sutera yang cukup dan kontinyu. Budi daya cacing sutera tidak memerlukan lahan yang luas dan pengembelian investasinya terbilang cepat.  Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan cacing sutera sebagai pakan benih lele dumbo agar selalu tersedia. Selain itu, budidaya cacing sutera juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Seperti dikutip Tempo dari laman Fakultas Pertanian UGM Rabu 14 April 2021, Terdapat beberapa tahapan kegiatan antara lain:Baca juga: Budidaya Cacing Sutera Dorong Produksi Benih Ikan Nasional1. Penentuan lokasi budidaya cacing suteraTahap pertama yang harus dilakukan adalah pengolahan tanah dengan membentuk aliran air untuk budidaya cacing, dibuat alur dengan membuat sekat dengan jarak 2 meter, menggunakan potongan asbes. Dibuat kolam lele dengan ukuran 2 m x 4 m x 22 m dan dibuat alur sebanyak 10 alur, dengan target panen 2 jalur/hari. Posisi kolam lele berada di ujung alur air yang akan dibuang.Jika air kolam lele akan digunakan kembali untuk budidaya cacing, maka air yang berasal dari kolam lele dipompa kembali ke dalam alur budidaya cacing. Setelah lahan sawah siap sesuai dengan standar budidaya cacing sutera kemudian dilakukan pengaliran air sawah. Air yang dialirkan berasal dari buangan air budidaya lele.Baca juga: Melihat Budidaya Cacing Sutera dengan Sistem Apartemen2. Penebaran bibit cacing suteraPenebaran bibit cacing sutera sebanyak 60 liter untuk luas lahan 600 m2. penebaran dilakukan dengan cara menebar merata ke permukaan alur lahan budidaya cacing sutera.3. Penebaran benih leleSetelah itu dilakukan penebaran benih lele dengan ukuran 2 m x 4 m, jumlah benih yang ditebar 1600 ekor dengan ukuran 7- 9 cm. Penebaran dilakukan pada sore hari. Bulan pertama pemberian pakan dengan pellet yang 1 mm atau 2 mm. setelah budidaya berjalan selama satu bulan pakan diberikan dengan ukuran 3 mm hingga panen. Pakan diberikan sebanyak dua kali sehari pagi dan sore.Baca juga: Bagaimana Cara Menebar Benih Ikan Lele yang Baik dan Benar Agar Ikan Tidak Stres dan Mati?4. Panen cacing suteraPemanenan cacing sutera kemudian dijual kepada pembenih ikan lele, juga melanjutkan budidaya cacing sutra secara berkelanjutan. Pemanenan dilakukan setiap hari sebanyak 2 jalur dengan target panen 5- 7 liter. Panen dilakukan setelah tiga bulan setelah penebaran. Setiap harinya, sebanyak 6 liter cacing sutera dapat dipanen dengan harga Rp. 150.000 dengan luasan 500 m2. Sumber: bisnis.tempo.co ...
Cara Pemijahan Ikan Lele
Lele

Cara Pemijahan Ikan Lele

Saat ini banyak berkembang cara pemijahan ikan lele, mulai dari cara alami hingga cara intensif. Hampir semua metode bisa dilakukan sendiri oleh para pembudidaya. Cara pemijahan ikan lele secara alami dilakukan dengan melepaskan ikan lele berpasangan dalam kolam yang telah dipersiapkan. Ikan lele yang siap kawin akan melakukan pembuahan dengan sendiri.Sedangkan, cara pemijahan ikan lele intensif dilakukan dengan penyuntikan hormon, penyuntikan hipofisa, hingga pembuahan in vitro atau pembuahan dalam tabung reaksi yang dilakukan oleh manusia. Berikut beberapa metode pemijahan ikan lele yang bisa dilakukan para pembudidaya secara mandiri.Baca juga: Teknik Pemijahan Ikan PatinPemijahan ikan lele secara alamiLangkah pertama untuk pemijahan ikan lele secara alami adalah dengan memilih induk betina dan jantan yang sudah matang gonad. Pilih sepasang ikan lele yang memiliki bobot seimbang, tujuannya agar salah satu induk tidak ketakutan terhadap induk lainnya. Keseimbangan bobot sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemijahan.Sebelum proses pemijahan ikan lele dilakukan, siapkan terlebih dahulu kolam tempat memijah. Kolam yang ideal untuk pemijahan adalah panjang 2-3 meter, lebar 1-2 meter dan kedalaman 1 meter. Sebaiknya dasar kolam terbuat dari semen atau fiberglass agar mudah mengawasi telur hasil pembuahan. Sebelumnya kolam harus dikeringkan dan dijemur, kemudian diisi air sedalam 30-40 cm. Gunakan air yang berkualitas baik, bersih dan jernih.Pasang kakaban, bisa dibuat dengan ijuk yang dijepit dengan bambu seukuran area kolam. Gunakan pemberat agar kakaban tersebut tenggelam tidak mengapung di atas permukaan air. Kakaban berfungsi agar telur hasil pemijahan tidak berhamburan dan mudah dipindahkan. Buatlah kakaban sekokoh mungkin agar tidak berantakan oleh indukan yang aktif. Air untuk pemijahan ikan lele harus kaya oksigen, oleh karena itu berikan aerasi pada kolam pemijahan. Atau, apabila tersedia sumber air yang cukup buatkan aliran masuk dan keluar. Atur debit air sebanyak 2-3 liter per detik. Baca juga: Seleksi Induk Ikan Lele Siap PijahWaktu yang tepat untuk memasukan indukan kedalam kolam pemijahan adalah sore hari. Biasanya ikan lele akan memijah sekitar pukul 23.00 hingga pukul 05.00. Selama proses pemijahan ikan lele kolam harus ditutup, untuk mencegah induk ikan loncat keluar kolam. Pada pagi hari, biasanya proses pemijahan sudah selesai. Telur akan menempel pada kakaban. Telur yang berhasil dibuahi berwarna transparan sedangkan yang gagal berwarna putih susu.Setelah proses pemijahan selesai, segera angkat induk dari kolam pemijahan ikan lele. Hal ini untuk menghindari telur disantap oleh induk ikan, karena setelah memijah induk ikan betina akan merasa lapar. Selanjutnya telur yang telah dibuahi ditetaskan. Penetasan bisa dilakukan di kolam pemijahan ataupun di tempat lain seperti akuarium, fiberglass atau kolam terpal. Selama proses penetasan suplai oksigen (aerasi) harus dipertahankan dan suhu distabilkan pada kisaran 28-29oC. Telur yang telah dibuahi akan menetas dalam 24 jam menjadi larva. Setelah itu segera pisahkan telur yang gagal atau larva yang mati untuk mencegah tumbuhnya jamur. Larva yang menetas akan bertahan tanpa pemberian makanan tambahan selama 3-4 hari. Selanjutnya lakukan proses pemesaran larva.Pemijahan dengan penyuntikan hipofisaPada dasarnya pemijahan ikan lele dengan penyuntikan hipofisa sama dengan pemijahan cara alami. Baik dari kesiapan induk, kondisi kolam maupun penanganannya. Perbedaannya terletak pada proses penyuntikan hipofisa pada induk ikan sebelum proses pemijahan dilakukan. Proses penyuntikan dilakukan baik terhadap induk jantan maupun betina. Fungsi penyuntikan hipofisa untuk merangsang pertumbuhan dan pematangan sel telur. Sehingga hasil yang diperoleh akan lebih maksimal dibandingkan dengan pemijahan ikan lele secara alami.Kelenjar hipofisa didapatkan dari ikan donor, bisa ikan lele atau ikan mas yang telah dewasa. Usahakan ikan donor memiliki bobot yang setara dengan bobot induk. Misalnya, untuk induk dengan bobot 750 gram carilah ikan donor dengan bobot yang sama. Hal ini untuk memastikan induk ikan memperoleh dosis hipofisa yang tepat.Cara mendapatkan kelenjar hipofisa adalah dengan membelah kepala ikan. Berikut cara untuk mendapatkan kelenjar hipofisa dari ikan lele. Peralatan yang dibutuhkan adalah pisau, tang penjepit, pinset, gelas atau tabung reaksi, gelas penggerus dan suntikan. Sebagai catatan, semua peralatan yang digunakan harus bersih lebih bagus lagi kalau steril dan tangan harus dalam keadaan bersih.- Pertama-tama potonglah ikan pada bagian pangkal kepala (misalnya, leher pada manusia) dengan pisau yang bersih.- Letakkan mulut ikan lele mengarah keatas, buka mulut ikan lele lalu belah bukaan mulut dengan pisau secara melintang sehingga kepala ikan terbelah menjadi bagian atas dan bawah. Ambil bagian atas dan bersihkan dari darah.- Buang tulang penutup hipofisa dengan tang penjepit, angkat kelenjar hipofisa. Kelenjar berbentuk butiran berwarna putih.- Gerus kelenjar hipofisa dengan gelas penggerus, encerkan dengan air aquadestilata sebanyak 2 ml.- Pindahkan hipofisa yang sudah dicampur air pada tabung, kocok selama 2-3 menit. Setelah itu biarkan selama 5 menit. Cairan akan memisah, bagian bawah berupa endapan dan lapisan atas cairan jernih.- Ambil bagian cairan jernih dengan jarum suntik. Hipofisa siap disuntikkan pada induk pemijahan ikan lele.- Penyuntikan pada induk ikan lele dilakukan pada bagian punggung. Caranya, ambil indukan tutup kepalanya dengan kain basah. Suntik pada otot punggung dengan kemiringan 30o-60o dari arah ekor sedalam 1,5-2,5 cm. Suntik secara perlahan, setelah semua cairan habis cabut jarum suntik lalu urut otot punggung agar cairan menyebar merata.- Masukan induk jantan dan betina yang sudah disuntik kedalam kolam pemijahan. Selanjutnya proses pemijahan ikan lele dengan penyuntikan sama dengan proses pemijahan alami.Baca juga: 7 Langkah Pemijahan Buatan Ikan GabusPemijahan dengan penyuntikan hormon perangsangMetode lain pemijahan ikan lele dengan cara penyuntikan adalah dengan menyuntikan hormon perangsang. Penyuntikan dengan hormon perangsang lebih praktis dilakukan karena tidak memerlukan ikan donor dan tidak ada resiko kegagalan dalam mengekstrak hipofisa. Hormon untuk penyuntikan yang banyak dijual antara lain ovaprim dan Chorulon. Hormon akan mempengaruhi kelenjar hipofisa yang berfungsi merangsang pertumbuhan dan pematangan sel telur.Sama seperti metode lainnya, kondisi calon induk ikan lele harus sudah matang gonad. Induk yang disuntik adalah jantan dan betina. Dosis penyuntikan dengan hormon perangsang ovaprim adalah 0,3-0,5 ml per kg bobot induk atau sesuaikan dengan petunjuk pemakaian. Sebelum disuntikan, hormon perangsang seperti ovaprim harus diencerkan dengan akuadestilata 3 kali lipatnya.Proses penyuntikan dengan hormon perangsang sama dengan proses penyuntikan dengan kelenjar hipofisa. Dan, proses pemijahannya sama dengan pemijahan ikan lele secara alami.Baca juga: 3 Cara Pemijahan Induk KakapPemijahan ikan lele in vitroPemijahan ikan lele secara in vitro adalah proses pemijahan dimana pembuahan dilakukan oleh manusia dalam sebuah tabung atau wadah. Cara ini menuntut tingkat keterampilan dan ketelitian yang tinggi. Berbeda dengan ketiga cara di atas, dalam pemijahan ikan lele secara in vitro induk ikan jantan dibunuh dan diambil spermanya. Sementara induk ikan betina disuntik terlebih dahulu, kemudian diurut bagian perutnya agar sel telurnya keluar. Penyuntikan bisa dengan menggunakan kelenjar hipofisa ataupun hormon perangsang.Alat dan bahan yang diperlukan untuk proses pemijahan ikan lele in vitro antara lain mangkung plastik atau kaca, bulu ayam, kertas tisu, pisau, gunting, pinset, suntikan, dan sodium klorida 0,9% (cairan infus). Wadah penetasan telur bisa memakai akuarium, fiberglass, atau bak terpal plastik. Kondisi dan kualitas air sama dengan ketiga cara sebelumnya. Semua peralatan harus dalam keadaan bersih, lebih baik lagi steril. Berikut langkah-langkah metode pemijahan in vitro:- Siapkan sperma ikan lele jantan dengan cara membedah perut secara membujur. Kantong sperma berbentuk pipih memanjang berwarna putih. Angkat kantong sperma, keluarkan sperma dengan cara memotong kantong dengan gunting, tampung dalam mangkuk.- Siapkan induk betina yang sudah disuntik 8-10 jam sebelumnya. Keluarkan sel telur dengan cara mengurut perut induk lele ke arah kelaminnya. Sel telur akan keluar lewat lubang kelamin, lalu tampung dengan mangkuk.- Campurkan sel telur dengan sperma dalam mangkuk sedikit demi sedikit. Aduk perlahan dengan bulu ayam. Encerkan campuran dengan air bersih lalu aduk perlahan sampai merata.- Masukan campuran sel telur dan sperma kedalam kolam penetasan. Tebarkan dengan bulu ayam.- Lakukan pengayaan oksigen pada kolam penetasan dengan aerotor. Aerotor jangan terlalu kencang sehingga menggoncang telur, tetapi juga jangan terlalu kecil. Selanjutnya jaga kondisi kolam penetasan seperti ketiga metode di atas hingga larva menetas. Sumber: Alam Tani  ...
Seleksi Induk Ikan Lele Siap Pijah
Lele

Seleksi Induk Ikan Lele Siap Pijah

Pemilihan induk ikan  yang baik merupakan persyaratan yang krosial dalam kegiatan pembenihan ikan, hal ini dikarenakan dari hasil seleksi yang kurang baik maka benih yang akan dihasilkan juga tidak akan baik.Induk ikan lele yang bersifat unggul akan mempengaruhi kualitas benih yang dihasilkan. Banyak sekali pembenih ikan melakukan pemijahan dengan menggunakan induk yang tidak jelas asal usulnya  sehingga dimungkinkan terjadinya perkawinan sekerabat(Inbreeding) yang beresiko menuruni sifat resesif dari induknya yang bersifat merusak kualitas benih, diantaranya pertumbuhan benih yang dihasilkan lambat serta rentan terhadap serangan penyakit sehingga mengakibatkan kualitas benih yang dihasilkan jauh dari standar. Induk ikan lele yang digunakan sebaiknya tidak mengalami kelainan fisik maupun dari satu keturunan. Umur dan ukuran dari induk ikan lele sebaiknya berbeda untuk lebih memastikan keturunan dari induk dalam kegiatan pembenihan, maka sebaiknya dilakukan seleksi terhadap induk yang bersifat unggul sehingga hanya induk-induk produktif saja yang dipelihara sehingga dapat menekan biaya perawatan induk karena untuk merawat induk diperlukan biaya pakan dan lain-lain yang tidak sedikit.Induk ikan lele yang berkualitas dapat ditentukan melalui ciri fisik dan faktor genetik. Induk yang bagus memiliki struktur organ yang lengkap dan proporsional sesuai dengan umur ikan. Sedangkan untuk ciri genetik dapat ditunjukkan dengan adanya sertifikat induk unggul dari unit produksi induk yang sudah melalui tahap uji. Induk ikan lele yang unggul akan memiliki keturunan dengan Feed Convertion Ratio (FCR) rendah sehingga akan meningkatkan penghasilan pendapatan bagi pembudidaya.Adapun ciri-ciri induk ikan lele yang baik adalah sebagai berikut :- Organ tubuh lengkap dan normal- Umur induk betina  mencapai 1,5 tahun- Umur induk jantan mencapai 1 tahun - Bobot induk minimal 1 kg- Betina tubuh gemuk tidak berlemak - Jantan bertubuh langsing dan rongga perut tidak berlemak - Alat kelamin normal dan kemerah-merahan- Selama perawatan FCR rendah- Untuk mengetahui induk yang siap untuk dipijahkan,berikut ini ciri-ciri induk ikan lele yang baik :Induk Betina :- Perut membesar dan lembek- Gerakan agak lambat dan jinak- Alat kelamin bulat, berwarna kemerahan dan tampak membesar- Warna tubuh secara umum menjadi coklat kemerahan- Warna sirip cenderung kemerahan- Bila perut diurut kearah alat kelamin akan keluar cairan telurInduk Jantan :- Tubuh gemuk ramping- Gerakan lincah dan lebih gesit- Alat kelamin runcing dan mencapai sirip anus- Warna sirip cenderung kemerahanSetelah dilakukan seleksi induk siap pijah langkah, selanjutnya adalah sebagai berikut :- Induk dimasukkan dalam wadah terpisah dan dipuasakan- Untuk induk betina dilakukan pengecekan tingkat kematangan telur dengan menggunakan kateter (selang kanulasi)- Letakkan telur yang diperoleh diatas cawan petri atau diatas kulit, jika telur terpisah satu dengan yang lainnya maka siap untuk dipijahkan- Ciri-ciri telur yang siap pijah ukuran seragam dan kuning telur menepi- Ciri-ciri sperma siap pijah berwarna putih kental dan pH sperma 6,5 – 7,5- Tempatkan induk kedalam wadah dan siap untuk dipijahkan.Sebelum dilakukan pemijahan maka seleksi induk dan penentuan TKG sangat diperlukan untuk mempertahankan Survival Rate (SR) dari benih. TKG ikan lele ada IV tingkatan dan pada TKG III induk ikan lele sudah dapat dipijahkan. Namun sebaiknya induk ikan lele dipijahkan pada TKG IV karena dengan TKG rendah maka akan mengakibatkan larva dan benih ikan lele lemah dan mengalami pertumbuhan lambat. Untuk mengetahui TKG induk ikan lele maka dapat dilakukan dengan mengambil sel telur pada kantung telur menggunakan selang kanulasi/kateter. Telur yang sudah matang akan terpisah satu dengan yang lain jika diraba dan sudah terdapat polar/inti pada salah satu sisi sel telur.Secara rutin sebaiknya dilakukan seleksi induk yang sudah siap untuk dipijahkan untuk mempermudah pengambilan, pematangan telur dengan memberikan pakan khusus terpisah dengan induk ikan yang belum matang gonad. Perlakuan khusus seperti pemberian vitamin dan pakan alami berupa kerang-kerangan diberikan rutin. Selain itu konsentrat untuk pematangan telur juga dapat diberikan bersamaan dengan pemberian pakan induk. Dengan perlakuan tersebut sel telur yang dihasilkan akan lebih bagus.Skema Seleksi Induk : Tingkat stres induk akan mempengaruhi proses pemijahan, untuk itu dalam menangani  induk ikan lele sebaiknya dilakukan sehalus dan secepat mungkin untuk menghindari stres.Induk ikan lele dengan kondisi urogenital rusak sebaiknya jangan digunakan walaupun secara fisik induk ikan lele sudah bagus. Urogenital yang rusak akan mengurangi efektifitas perkawinan.Induk ikan lele yang bersifat unggul dapat diperoleh dari balai-balai pengembangan ikan air tawar yang dibuktikan dengan adanya sertifikat. Sumber: KKP ...
Tips Pemeliharaan Induk Lele yang Benar
Lele

Tips Pemeliharaan Induk Lele yang Benar

Memelihara induk tidak sesulit memelihara benih lele. Namun, tidak sedikit pembudidaya yang keliru dalam memelihara induk. Tujuan utama pemeliharaan induk adalah agar menghasilkan telur yang banyak dan matang saat akan dipijahkan. Agar tujuan tersebut tercapai maka pembudidaya harus memenuhi kebutuhan induk yang dipelihara, terutama kebutuhan pakannya.Alasan Memilih Bisnis Pembesaran LeleCalon induk disarankan dipelihara di kolam tanah atau kolam dengan dasar tanah dengan ketinggian air sekitar 80—100 cm. Kepadatannya sekitar 20—30 ekor per m2. Bahkan, sejumlah pembudidaya memelihara induk dengan kepadatan hingga 50 ekor per m2. Namun, institusi perikanan menyarankan kepadatan induk tidak lebih dari 5 ekor/m2. Alternatif tempat pemeliharaan induk bisa menggunakan kolam terpal, kolam beton, atau wadah lain seperti bak fiber. Pemilihan jenis kolam induk tergantung kondisi lokasi usaha.Baca juga: Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal, Perhatikan 5 Hal IniAntara induk jantan dan betina ada yang memeliharanya dalam satu kolam, tetapi ada pula yang memisahkan menjadi dua kolam. Pak Jamal misalnya, lebih memilih menyatukan pemeliharaan induk dalam satu kolam karena meyakini bahwa induk-induk tersebut lebih cepat matang gonad sekitar 2—4 minggu dibandingkan dengan induk yang dipisah.Kondisi air kolam pemeliharaan induk harus keruh supaya induk tidak memijah liar. Sementara itu, induk diberikan pakan secara rutin berupa pelet dengan kandungan protein 30—32%. Pemberiannya dua kali sehari, yaitu pagi hari sekitar pukul 07.00—08.00 dan sore hari sekitar pukul 18.00—19.00. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3—5% dari bobot induk. Ada pula yang memberikan pelet dengan kandungan protein 38% dan jumlah yang diberikan sebanyak 1—2% dari bobot induk.Baca juga: Lokasi Perawatan Jadi Penentu, Begini Cara Budidaya LeleSelain pakan pelet, sejumlah pembudidaya menyarankan untuk memberi pakan tambahan lain seperti daging bekicot, keong mas, kijing, dan cacing tanah. Pemberian pakan tambahan tersebut disarankan tidak terlalu sering karena akan terjadi penumpukan lemak terlalu banyak di dalam tubuh induk sehingga telur menjadi sedikit dan terlambat matang gonad. Pemberian pakan tambahan tersebut cukup 2—3 hari sekali. Sumber: pertanianku.com ...
Persiapan Mapan, Tekan Kematian
Lele

Persiapan Mapan, Tekan Kematian

Berbagai macam faktor bisa menyebabkan kematian pada saat fase awal budidaya pembesaran lele, maka dari itu persiapan dan pencegahan wajib dilakukan pembudidaya  Ikan lele merupakan salah satu komoditas unggulan air tawar yang cukup digemari hampir seluruh penduduk Indonesia. Pasalnya, ikan berkumis satu ini mudah didapat dan harganya juga sangat terjangkau oleh seluruh kalangan masyarakat. Saat ini, lele di pasar tradisional dan modern dibanderol sekitar Rp 23 ribu -  27 ribu per kg, dengan ukurannya yang bervariasi 7 - 10 ekor per kg nya.  Baca juga: Cara Ternak Lele Bioflok Sederhana Hasil MaksimalNamun pada kenyataanya, lele–lele yang beredar di pasar telah melalui proses budidaya yang cukup panjang, dan telah di proses oleh para pembudidaya lele segmen pembesaran dengan berbagai risiko yang mengancamnya. Salah satu kendala yang dihadapi para pembudidaya dalam menjalankan usaha pembesaran lele, yakni kematian benih yang tinggi pada fase awal budidaya. Memperhatikan hal tersebut TROBOS Aqua telah menggelar seminar daring (Aquabinar) bertemakan “Menekan Kematian Benih Lele di Segmen Pembesaran” beberapa waktu lalu.  Minimalisir KematianDalam acara tersebut Susilo Hartoko selaku Ketua bidang lele dari Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) yang juga salah satu pembicara menyampaikan kondisi aktual di lapangan. “Bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan kematian benih lele difase awal pembesaran. Dari mulai persiapan kolam, manajemen air, manajeman pakan hingga kualitas benih,” tuturnya dalam acara itu.   Terangnya lebih gamblang, melihat kini berbagai jenis kolam yang digunakan dalam membudidayakan lele tentu juga membuat persiapan yang berbeda-beda.  Hal ini yang terkadang disepelekan para pembudidaya dalam menjalankannya.  Untuk kolam tanah, Ia katakan, persiapannya tentu berbeda dengan kolam terpal dan beton. Untuk kolam tanah, sebelum memasukan benih perlu dikeringkan terlebih dahulu, dan diberikan pupuk, serta kapur pertanian baru dialiri air, setelah diisi air didiamkan 3 - 4 hari baru benih siap masuk. Sedangkan untuk kolam terpal perlu di disinfeksi terlebih dahulu, dicuci, dan dijemur hingga kering bertujuan memutus rantai bakteri. “Persiapan kolam ini yang terkadang diabaikan oleh para pelaku usaha, ketika benih masuk kolam pembesaran lingkunganya tidak mendukung, sehingga mengakibatkan stres yang berujung pada kematian,” ungkap pria yang akrab disapa Susilo.   Baca juga: Bagaimana Cara Menebar Benih Ikan Lele yang Baik dan Benar Agar Ikan Tidak Stres dan Mati?Selanjutnya adalah, kualitas benih yang perlu diperhatikan dengan baik. Tak hanya ukurannya seragam akan tetapi asal muasal indukannya perlu diketahui bukan asal besar saja. Indukannya harus berasal dari balai yang memiliki Surat Keterangan Asal (SKA), sehingga benih yang dihasilkan berkualitas.  Senada dengan Susilo, Hendi selaku Manajer Technical Aquaculture PT Leong Hup Jayaindo, yang juga pembicara dalam acara tersebut menyampaikan bahwa pemilihan benih lele yang unggul menjadikan hal yang penting dalam usaha budidaya lele segmen pembesaran. Benih yang unggul, Sambung Hendi, bisa diperoleh dari pembudidaya yang memiliki sertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB). Karena ikan yang diproduksi pembenih yang telah tersertifikasi kualitasnya lebih baik dibandingkan dengan yang belum. Artikel AsliTentang MinapoliMinapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis akuakultur terintegrasi. Dengan memanfaatkan teknologi, pembudidaya dapat menemukan produk akuakultur dengan mudah dan menghemat waktu di Minapoli. Platform ini menyediakan produk-produk akuakultur dengan penawaran harga terbaik dari supplier yang terpercaya. Selain itu, bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pembudidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina. ...
Cerita Budidaya Ikan Lele di Lahan Sempit Yogyakarta
Lele

Cerita Budidaya Ikan Lele di Lahan Sempit Yogyakarta

Belasan tong berwarna biru berjejer rapi di halaman samping rumah milik Iwan Agustian, 42 tahun, di Kelurahan Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Tong-tong itu berisi ribuan ekor ikan lele.Di samping masing-masing tong itu terdapat sebatang pipa PVC setinggi tong, yang berfungsi sebagai saluran pembuangan agar air dalam tong tidak terlalu berbau. Sementara tepat di atas tong, disiapkan kran air, yang dialirkan saat limbah lele di dalam tong dinilai sudah cukup banyak. Pagi itu, Jumat, 2 Oktober 2020, seperti hari-hari lain, Iwan member makan ikan-ikan lele peliharaannya. Pakannya berupa semacam pelet.Ratusan ikan lele spontan berkerumun dan naik ke permukaan, berebut mencari makan yang ditaburkan oleh Iwan. Gerakan lele-lele itu menimbulkan riak-riak air di dalam tong. Pria yang berprofesi sebagai anggota Satgas Sungai pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta ini mengisahkan awal dirinya memulai ternak lele cendol tersebut. Lele-lele itu disebut sebagai lele cendol karena bentuknya yang mirip cendol saat diberi pakan atau dipanen.Baca juga: Cara Ternak Lele Bioflok Sederhana Hasil MaksimalBeternak Lele Sejak 2010Iwan mengaku sudah lama beternak lele, tetapi dia mulai serius beternak lele pada tahun 2010. Saat itu dia dan beberapa rekannya bergabung dalam kelompok budidaya ikan lele, lokasinya tidak jauh dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wirosaban, Yogyakarta.15 tong plastik milik Iwan Agustian, 42 tahun, yang digunakan sebagai tempat budidaya ribuan ekor ikan lele, Jumat, 2 Oktober 2020. (Foto: Tagar/Kurniawan Eka Mulyana)Berawal dari situ, dia melihat bahwa potensi budidaya lele cukup bagus, hanya saja kondisi lahan di dalam kota menjadi kendala dalam budidaya ikan lele. Akhirnya dipikirkanlah cara membudidayakan ikan lele dengan memanfaatkan lahan sempit.“Waktu itu ada pakai terpal, kemudian kita pakai buis beton, kita bikin lima kolam, masing-masing tingginya 3 buis atau sekitar 125 sentimeter,” ucapnya mengisahkan.Saat itu masing-masing kolam diisi dengan seribu ekor bibit ikan lele. Hasilnya cukup menggembirakan. Hanya saja kemudian Iwan menemui kendala, yakni kolam yang dibuat dari susunan buis (semacam beton untuk sumur) beton itu tidak bisa dipindah-pindahkan.Tapi kan buis itu statis, tidak bisa dipindah, akhirnya kita cari yang bisa dipindah dan bisa ditata di lahan yang sempit. Salah satunya adalah dengan tong itu.Pemilihan tong plastik sebagai media pembesaran ikan lele bukan kebetulan. Iwan mengaku pernah mengikuti semacam pelatihan tentang budidaya ikan lele di lahan sempit, kemudian narasumber menyarankan menggunakan tong.Akhirnya pada tahun 2019, dia mencoba menggunakan tong sebagai media pembesaran ikan lele, sekaligus melaksanakan program yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta saat itu, yakni budidaya lele cendol.“Kami coba pakai tong dan Alhamdulillah berhasil. Kemudian pada tahun 2019 ada programnya pak Wawali (Wakil Wali Kota) Yogyakarta yaitu lele cendol. Saya mengampu 10 kelompok, dan masing-masing kelompok kita beri lima tong,” kata Iwan lagi.Baca juga: Panduan Lengkap Budidaya Ikan LeleBerdasarkan pengalamannya saat memelihara ikan lele dalam buis beton dan kajian yang dilakukan, diketahui bahwa saat memanen lima tong ikan lele, tiga tong di antaranya mampu meutup biaya produksi atau biaya pemeliharaan, sedangkan dua tong sisanya merupakan keuntungan.“Sebelumnya kita kaji bahwa dari lima tong itu, tiga merupakan ongkos produksi dan dua tong adalah laba atau keuntungan. Kemungkinan tahun 2020 ini kami akan mengampu 10 kelompok lagi dengan dana kelurahan. Kebetulan saya di FPMK (Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan), jadi ada 10 kelompok akan kita bina di Kelurahan Sorosutan,” ucap pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua RW di tempat tinggalnya.Iwan tidak mau hanya sekadar membina dan mengajari orang lain untuk beternak lele. Olehnya itu dia memelihara sekitar 3 ribu ekor ikan lele yang ada dalam 15 tong plastik di rumahnya.Ratusan ikan lele yang berkerumun saat diberi makan oleh pemiliknya, Iwan Agustian, 42 tahun, Jumat, 2 Oktober 2020. (Foto: Tagar/Kurniawan Eka Mulyana).“ Saya bukan hanya mengajari tapi juga memberi contoh. Saya bikin 15 tong, istilahnya untuk studi banding lele tong.”Satu Tong Berisi 200 EkorIwan menambahkan, dirinya juga sempat melakukan uji coba untuk mengetahui jumlah ideal lele yang dipelihara dalam satu tong. Awalnya dirinya mencoba memasukkan 300 ekor bibit ikan lele, tetapi setelah melalui beberapa uji coba, diketahui bahwa jumlah ideal ikan lele yang dipelihara dalam satu tong adalah 200 ekor.Bibit yang dimasukkan ke dalam tong tersebut memiliki ukuran antara tiga hingga lima sentimeter, yang dibelinya dari pedagang bibit ikan lele di sekitar Jl Bantul Yogyakarta.“Dari pembibitan ukuran 3-5 atau 4-6 sentimeter itu dalam waktu 2,5 bulan bisa dipanen. Ukuran saat panen antara 8-10 sentimeter,” ujarnya.Dari 200 ekor bibit ikan lele yang dipelihara, lanjut Iwan, tidak semuanya bisa hidup sampai dewasa. Tingkat kematian bibit berkisar antara lima hingga 15 persen.Baca juga: Bagaimana Cara Menebar Benih Ikan Lele yang Baik dan Benar Agar Ikan Tidak Stres dan Mati?“Tingkat kematian lele antara 5 sampai 15 persen. Tidak ada yang sama sekali tidak mati. Biasanya saat mati ada di dasar, tahu-tahu pas panen selalu ada bangkai,” kata Iwan menegaskan.Tingkat kematian ikan itu, tambahnya, bukan menjadi kendala terbesar untuk para pembudidaya lele tong atau lele cendol. Kendala terbesar justru ada pada penyediaan pakan.Selama ini dia dan rekan-rekannya menggunakan pakan buatan pabrik atau pelet. Untuk seribu ekor bibit ikan lele atau lima tong, mulai dari pembibitan hingga panen, dibutuhkan pelet sebanyak 90 kilogram. “Itu harganya kalau eceran Rp 13 ribu per kilogram, kalau per zak sekitar Rp 11 ribu per kilogramya.”Menurutnya dia dan beberapa rekannya sudah pernah mengikuti pelatihan tentang pembuatan pakan buatan untuk bibit ikan lele. Dari kajian yang disampaikan oleh pemateri, ongkos atau harganya jauh lebih murah daripada jika harus membeli pakan pabrikan.Iwan Agustian, 42 tahun, menunjukkan sirkulasi air dalam pemeliharaan ikan lele dalam tong, di halaman samping rumahnya, Jumat, 2 Oktober 2020. (Foto: Tagar/Kurniawan Eka Mulyana)Hanya saja, dirinya masih belum mengetahui secara pasti komposisi yang dibutuhkan untuk pembuatan pakan tersebut. Termasuk kandungan protein yang harus dimasukkan dalam campuran.“Memang kajiannya lebih murah daripada pabrikan, hanya saja komposisinya yang kita masih awam. Kita belum kaji kandungannya, tapi yang dibutuhkan lele itu kandungan proteinnya antara 30 sampai 33 persen. Kalau di bawah itu pertumbuhan lele lambat. Jadi sementara masih pakai pelet pabrikan,” ucapnya menambahkan.Iwan juga menjelaskan bahwa sirkulasi air dalam tong juga menjadi hal yang harus diperhatikan, sebab jika tidak, bau dari air ikan lele itu cukup mengganggu. Untuk sirkulasi, kata Iwan, bisa menggunakan prebiotik tetapi saat dia mencobanya, aroma menyengat dari air ikan lele masih cukup menyengat.Akhirnya Iwan memilih untuk menggunakan pipa PVC sebagai saluran pembuangan limbah. Hasilnya, bau dari air ikan itu tidak terlalu menyengat.Baca juga: Cara Ternak Lele Bioflok Sederhana Hasil Maksimal“Di tempat saya memang saya kocor (aliri air), untuk membuang limbah lele, sehingga tidak bau. Dari masing-masing tong langsung mengalir.”Mengenai pemasaran hasil budidaya lele dalam tong, kata Iwan, tidak terlalu sulit. Sebab dirinya sudah memiliki pelanggan, termasuk dari para pengepulikan lele. Selain itu sebagian warganya juga banyak yang mengonsumsi ikan lele dan membelinya dari dirinya.“Saya juga melayani pembelian dari warga saya. Kebanyakan justru dari warga saya daripada pengepul. Biasanya kalau warga saya sudah cukup baru ke pengepul. Ada juga langganan dari penjual pecel lele dll,” kata Iwan. Sumber: Tagar idTentang MinapoliMinapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis akuakultur terintegrasi. Dengan memanfaatkan teknologi, pembudidaya dapat menemukan produk akuakultur dengan mudah dan menghemat waktu di Minapoli. Platform ini menyediakan produk-produk akuakultur dengan penawaran harga terbaik dari supplier yang terpercaya. Selain itu, bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pembudidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina. ...
Probiotik Herbal Kreasi Mahasiswa KKN Undip, Panen Ikan Lele Hanya 1 Bulan
Lele

Probiotik Herbal Kreasi Mahasiswa KKN Undip, Panen Ikan Lele Hanya 1 Bulan

Kegiatan KKN UNDIP TIM II Periode 2020 yang dilaksanakan mulai 5 Juli 2020 dengan lokasi pada masing-masing domisili mahasiswa. Pelaksanaan KKN Pulang Kampung ini dilakukan pula oleh Anto, mahasiswa jurusan Akuakultur yang saat ini sedang melaksanakan program kerja pertama yaitu pelatihan budidaya ikan lele untuk masyarakat.Saat minggu pertama ketika observasi dan survey lokasi di Dusun Dengkeksari, Tembalang, Semarang, terdapat beberapa data yang diperoleh mengenai kondisi desa. Seperti lokasi desa yang berada di Semarang bagian atas yang jauh dari laut sehingga kosumsi ikan masih kurang karena jika ingin membeli ikan harus turun jauh ke Semarang bawah.Pada masa pandemi seperti ini masih banyak warga yang kekurangan bahan pangan mandiri apalagi kebutuhan protein hewani seperti ikan. Adanya kondisi ini, Mahasiswa KKN UNDIP melakukan pelatihan budidaya ikan lele untuk kebutuhan pangan warga. Kegiatan ini dilakukan bagi warga RT 02 RW 04 Dengkeksari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.Baca juga: Panduan Lengkap Budidaya Ikan LelePelatihan budidaya ikan lele meliputi cara berbudidaya dengan baik dan benar, mengetahui ciri-ciri memilih benih yang bagus, mengatasi ikan yang sakit, pembuatan pakan mandiri yang murah meriah dari bahan-bahan yang mudah di dapat di sekitar rumah,dan pembuatan probiotik. Pembuatan probiotik dengan bahan-bahan herbal tanpa bahan kimia yang bagus untuk pertumbuhan ikan sehingga bisa panen dengan waktu 1 bulan dengan benih ikan ukuran LBG (Lele Baru Gede) yaitu sekitar 9-12 cm.Pembuatan probiotik (IST)“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat cocok dan mudah diaplikasikan oleh masyarakat secara luas dalam menjaga ketahanan pangan dan pemenuhan nutrisi dalam mengatasi kekurangan gizi dan peluang usaha dipandemi covid-19,” katanya, Senin (3/8/2020).Kepala Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) LPPM Undip, Fahmi Arifan ST M.Eng, menyebutkan, ada sejumlah 3.852 mahasiswa mengikuti KKN Tim II 2020. Mereka disebar ke seluruh daerah di Indonesia dari Aceh hingga Papua Barat. Fahmi mengatakan, adanya pandemi Covid-19 maka kegiatan KKN tim 2 2019/2020 mengalami perubahan.KKN yang biasanya dilakukan di lokasi yang ditentukan oleh LPPM, lanjutnya, maka saat ini ditentukan berdasarkan lokasi domisili (kampung halaman) dari mahasiswa atau dapat memilih lokasi di luar domisili.“Tentunya harus tetap memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini,” katanya.Baca juga: Belanja Ikan dari Rumah, Pilihan Bijak Lawan Covid-19Pada pelaksanaan KKN Tim II TA 2019/2020 ini, melibatkan Dosen KKN sebanyak 105 orang, Dosen Koordinator KKN sebanyak 11 orang, dan Kapus-Sekpus P2KKN (Total 118 orang dosen). Dijelaskannya, KKN Tim II TA 2018/2019 esensinya tetap merupakan KKN - PPM, dengan imbangan program monodisiplin adalah 2.Artinya, setiap mahasiswa KKN wajib membuat 2 program monodisipliner sesuai kompetensi keilmuannya, dengan tema Pencegahan Penularan dan Penyebaran Covid 19 dan program pemberdayaan masyarakat dengan pengembangan potensi desa yang bertemakan SDG’s di era pandemi Covid 19.Kegiatannya antara lain, pemberdayaan keluarga atau masyarakat di lingkungan tempat tinggal yang sesuai dengan SDGs (Sustainabel Development Goals), Pemberdayaan UMKM, tema Bidang Kesehatan, Sains teknologi, Bidang Teknologi Informasi, Bidang Teknologi Industry, Pertanian, Perikanan-Peternakan, Soshum, Agroteknologi, dan Agrobisnis.”Modul-modul, poster, buku saku, lembar balik dapat digunakan oleh masyarakat desa setelah mahasiswa kembali ke kampus, sehingga program kegiatan dapat berkelanjutan,” jelasnyaSumber: jateng.tribunnews.comTentang MinapoliMinapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina.  ...
Cara Ternak Lele Bioflok Sederhana Hasil Maksimal
Lele

Cara Ternak Lele Bioflok Sederhana Hasil Maksimal

Budidaya lele dengan menggunakan sistem bioflok adalah sebuah sistem pemeliharaan ikan lele dengan metode menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi sebagai pengolah lombah budidaya lele itu sendiri. Limbah pada budidaya lele diolah menajdi gumpalan-gumpalan yang berbentuk kecil atau bisa disebut sebagai flok/flocFlok tersebut kemudian akan dimanfaatkan sebagai pakan alami lele. Untuk menumbuhkan mikroorganisme dapat dipacu engan cara kultur bakteri non pathogen atau probiotik, serta menggunakan aerator dalam kolam untuk menyuplai oksigen sekaligus sebagai pengaduk air di dalam kolam.Cara ternak lele bioflok ini sebenarnya sudah dikembangkan lebih dahulu oleh negara-negara maju seperti Australia dan Jepang, namun demikian Indonesia dari tahun ke tahun sudah mulai banyak muncul pembudidaya lele yang mengadopsi sistem bioflok ternak lele yang dijalankannya. Selain pada ikan lele, sistem bioflok ini juga dapat digunakan pada budidaya udang air tawar.Tahapan Ternak Lele BioflokBaca juga: Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal, Perhatikan 5 Hal IniPembuatan kolam lele bioflokMenyiapkan kolam budidaya adalah langkah awal dalam cara ternak lele bioflok. Adan dapat menghemat biaya kolam dengan menggunakan bahan terpal yang diperkuat dengan rangka atau tulang-tulang dari besi atau bamboo. Untuk ukuran kilam, anda dapat menyesuaikan dengan lahan yang terlah dipresiapkan. Tetapi jikan Anda memang melakkukan ternak lele bioflok ini dengan tujuan usaha makan dapat menggunakan kolam yang lebih besar dengan kapasitas produksi yang besar pula.Sebagai patikan untuk ukuran luas yang ideal yaitu 1 m3 makan dapat menampung ikan lele hingga mencapai 1000 ekor. Lain halnya jika anda melakukan tenak ikan lele dengan sistem konvensional, dimana dengan ukuran tersebut hanya mampu menampung ikan lele sebanyakan 100 ekor saja. Cara ternak lele bioflok selanjutnya adalah memberikan naungan atau atap pada kolam. Hal ini bertujuan untuk menghindari terik sinar matahari langsung dan guyuran air hujan. Terik sinar matahari langsung dan guyuran air hujan perlu anda hindari arena mempengaruhi mtu dari air kolam menjadi tidak layak.Perlatan lain yang perlu adan persiapkan adalah mesin aerator yaitu alat yang digunakan untuk meniupkan oksigen atau udara ke dalam air kolam.Baca juga: Cara Pembenih Lele Hadapi HujanMempersiapkan air ternak lele bioflokSetelah kolam yang akan anda gunakan telah siap, langkah berikutnya dalam cara ternak lele bioflok adalah menyiapkan air untuk pembesaran atau ternak ikan lele anda. Pada hari pertama isilah kolam dengan air hingga mencapat ketinggian 80-100 cm. Hari kedua,masukan probiotik atau bakteri non pathogen dengan dosis 5 ml/m3. Jenis probiotik yang dapat anda gunakan misalnya seperti POC, BMW, atau lainnya.Pada hari ketiga, masukkan pakan untuk bakteri pathogen berupa molase atau tetes tebu dnegan dosis 250 ml/m3. Pada malam harinya anda dapat menambahkan dolomite dengan dosis 150-200 gram/m3. Penggunaan dolomite hanya diambil airnya saja. Selanjutnya diamkan air selama kurang lebih 7-10 hari agara mikroorganisme dapat hidup dan tumbuh dengan baik.Baca juga: Bagaimana Cara Menebar Benih Ikan Lele yang Baik dan Benar Agar Ikan Tidak Stres dan Mati?Tahap penebaran dan perawatan ikan leleBenih ikan lele yang anda gunakan hendaknya berasal dari indukan unggulan atau berasal dari induk yang sama. Benih ikan lele yang sehat dapat anda lihat ari gerakannya yang aktif, warna dan ukurannya yang seragam, organ tubuhnya lengkap, bentuknya proporsional dengan ukuran sekitar 4-7 cm. setelah anda melakukan penebaran benih lele pada kolam bioflok makan keesokan harinya tambahkan probiotik dengan dosis 5 ml/m3.Langkah selanjutnya dalam cara tenak lele bioflok adalah proses perawatan benih ikan lele. Perawatan untuk benih ikan lele dapat anda lakukan setiap 10 hari sekali. Perawatan dalam cara ternak lele bioflok langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:Setiap 10 hari sekali anda bisa memberikan probiotik 5 ml/m3, ragi tempe sebanyak 1 sendok makan/m3, ragi tape 2 butir/m3, dan pada malam harinya anda dapat menambahkan dolmit yang diambil airnya saja sebanyakan 200 – 300 gr//m3Setelah benih ikan lele berukuran 12 cm atau lebih maka perawatn dalam cara ternak lele bioflok selanjutnya adalah setiap 10 hari sekali masukkan probiotik dengan dos 5 ml/m3, ragi tape sebanyak 2-3 sendok makan /m3, dan ragi tape 6-8 butir /m3, dan pada malam harinya tambahkan dolomit dengan dosis 200 – 300 ml//m3 yang diambil airnya saja. Untuk pemberian ragi tempe dan ragi tape terlebih dahulu dilarutkan ke dalam air.Beli pakan lele disini!Pemberian pakan pada ternak lele bioflokCara ternak lele bioflok selanjutnya adalah pemberian pakan. Selama pembesaran pada budidaya lele bioflok perhatikan waktu pemberian pakan dan berikan aerasi setiap harinya. Pemberian pakan pada lele bioflok hendaknya anda kelola dengan baik agar dpaat mencapai produksi ikan lele yang maksimal. Gunakkanlah pakan dengan kualitas yang terbaik dan sesuaikan ukuran pakan yang anda berikan dengan lebar bukaan mulut ikan.Pakan ikan lele dapat anda berikan dua kali sehari yaitu pada pagi hari dan sore hari dengan dosis pakan 80% dari daya kenyang ikan lele. Cara ternak lele bioflok selanjutnya adalah setiap seminggu sekali ikan lele bisa anda puasakan dengan tidak memberikan pakanSebelum anda memberikan pakan sebaiknya difermentasikan terlebih dahulu dengna menggunakan probiotik. Setelah flok/floc terbentuk pada kolam lele maka pemberian pakan dapat anda kurangi sebanyaka 30%.Sumber: Info AgribisnisTentang MinapoliMinapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina.  ...
Lokasi Perawatan Jadi Penentu, Begini Cara Budidaya Lele
Lele

Lokasi Perawatan Jadi Penentu, Begini Cara Budidaya Lele

Tidak jarang terjadi pada pembudidaya lele mengalami kegagalan. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki mengenai lele itu sendiri karena sudah merasa menguasai dan tidak perlu melakukan pembelajaran terlebih dahulu.Walaupun lele merupakan ikan yang memiliki daya tahan hidup tinggi, faktanya tidak berarti lele bisa dibudidayakan secara optimal di sembarang tempat. Lokasi merupakan salah satu faktor utama yang harus diperhatikan dalam budidaya lele.Melansir dari buku "99% Sukses Budidaya Lele" oleh Surya Gunawan, Jakarta, Minggu (19/7/2020). Pemilihan lokasi budidaya yang tidak tepat merupakan masalah serius dan penyebab awal berbagai kegagalan dalam budidaya lele.Lokasi yang baik untuk budidaya lele harus memenuhi persyaratan seperti berikut ini:1. Suhu dan ketinggian lokasi tidak sesuaiLele adalah jenis ikan yang bisa tumbuh dengan baik pada suhu sedang hingga panas. Lokasi yang terlalu dingin (misalnya Puncak-Bogor) menyebabkan proses metabolisme tidak optimal sehingga pertumbuhannya tidak maksimal. Akibatnya waktu panen bisa mengalami kemunduran dan pakan jadi boros. Ketinggian lokasi ideal untuk budidaya lele adalah 1-700 mdpl dengan suhu 25-28' C dan curah hujan sedang.Beli alat pengukur kualitas air disini!2. Sumber air tidak memadaiAir juga harus memenuhi kriteria layak hidup ikan. Tidak tercemar oleh limbah rumah tangga ataupun industri yang beracun seperti sabun, minyak, oli, atau limbah beracun lainnya. Air dengan kadar zat besi tinggi, terlalu asam, atau terlalu dingin kurang baik untuk budidaya lele, terutama pembenihan. Air yang bisa digunakan untuk budidaya lele adalah air sungai, air sumur bor, air kolam, air danau, atau mata air. Air hujan kurang baik digunakan karena selain asam juga terlalu dingin. Cara mengatasinya dengan mengendapkan beberapa hari atau diberi pupuk kandang hingga berwarna hijau.3. Jenis tanah tidak cocokTIdak semua jenis tanah bisa dijadikan kolam ikan. Bila akan menggunakan kolam tanah, peternak harus tahu dulu jenis tanah apa saja yang dapat dibuat kolam. Tanah yang baik untuk kolam tidak mudah rembes, longsor, ataupun pecah. Jenis tanah yang cocok yaitu tanah liat, berlumpur, subur, dan tidak porous. Adapun tingkat kemiringan tanah dari permukaan sumber air dengan kolam yaitu 5-10'.4. Sinar matahari kurangSinar matahari dibutuhkan untuk menumbuhkan pakan alami seperti plankton, jasad renik, dan proses metabolisme sehingga ikan sehat dan cepat besar. Namun, tidak boleh berlebihan atau kurang. Kekurangan sinar matahari menyebabkan metabolisme ikan tidak optimal. Sebaliknya, sinar yang berlebihan menyebabkan suhu air terlalu panas sehingga ikan dehidrasi yang berakibat pada kematian.Baca juga: Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal, Perhatikan 5 Hal Ini5. Aspek lingkungan tidak menunjangBudidaya lele harus memperhatikan aspek keamanan, baik gangguan manusia, hewan pemangsa, ataupun banjir. Hal ini sangat besar dampaknya terhadap keberhasilan usaha budidaya. Di sekitar lingkungan budidaya, sebaiknya tersedia berbagai sumber alam yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya seperti mudah memperoleh pakan alami atau bahan-bahan untuk membangun kolam dan sarana lainnya. Lokasi budidaya sebaiknya juga dekat dengan pemasaran sehingga bisa menghemat transportasi dan lele tetap segar sampai konsumen.6. Aspek teknis dan SDM tidak mendukungKegiatan budidaya lele meliputi pemilihan lokasi, persiapan sarana produksi, dan proses budidaya itu sendiri. Persiapan sarana produksi meliputi pembuatan saung juga, persiapan sumber air, pembuatan kolam dan saluran pembuangan, serta perlengkapan peralatan budidaya. Proses budidaya meliputi pemeliharaan induk, pemilihan induk, pemijahan, penetasan, pemeliharaan benih, sortasi, pendederan, dan pembesaran.Baca juga: Panduan Lengkap Budidaya Ikan LeleSupaya proses budidaya lele berjalan lancar, dibutuhkan sumber daya manusia yang memadai. Artinya, orang tersebut pernah melakukan budidaya lele sebelumnya atau setidaknya pernah mengikuti pelatihan. Hati-hati dalam memilih pekerja, jika tidak tepat akan menghambat usaha, bahkan menyebabkan kerugian.Sumber: okezone.comTentang MinapoliMinapoli merupakan marketplace++ akuakultur no. 1 di Indonesia dan juga sebagai platform jaringan informasi dan bisnis perikanan budidaya terintegrasi, sehingga pembudidaya dapat menemukan seluruh kebutuhan budidaya disini. Platform ini hadir untuk berkontribusi dan menjadi salah satu solusi dalam perkembangan industri perikanan budidaya. Bentuk dukungan Minapoli untuk industri akuakultur adalah dengan menghadirkan tiga fitur utama yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku budidaya yaitu Pasarmina, Infomina, dan Eventmina.  ...
Bagaimana Cara Menebar Benih Ikan Lele yang Baik dan Benar Agar Ikan Tidak Stres dan Mati?
Lele

Bagaimana Cara Menebar Benih Ikan Lele yang Baik dan Benar Agar Ikan Tidak Stres dan Mati?

Benih ikan lele tidak bisa langsung ditebar kedalam kolam, tetapi harus dilakukan penyesuaian iklim terlebih dahulu. Penebaran benih secara langsung dapat mengakibatkan benih ikan stres bahkan mati.Cara Menebar Benih Ikan LeleDiperlukan beberapa teknik serta hal yang harus diperhatikan pada saat menebar benih ikan lele yang baik dan benar agar ikan tidak stres dan mati, yaitu:1. Masukkan benih kedalam air kolam bersama wadahnya2. Biarkan selama kurang lebih 15 – 20 menit untuk menyesuaikan suhu antara suhu air didalam wadah benih dengan suhu air kolam3. Kemudian wadah benih dimiringkan dan biarkan benih-benih ikan lele keluar dengan sendirinya4. Taburkan benih ikan lele sesuai dengan kapasitas kolam, tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit5. Kepadatan benih permeter persegi idealnya adalah 200 – 400 ekor6. Saat benih ditebar hendaknya kedalaman air kolam tidak lebih dari 40 cm, tujuannya supaya benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan dan bernafas7. Selanjutnya kedalaman air kolam ditambah secara bertahap sesuai dengan umur dan ukuran tubuh ikan.Bagaimana, menurut anda, cara menebar benih ikan lele yang baik dan benar agar ikan tidak stres dan mati ?Sumber:  dictio.idBaca juga tentang budidaya lele:Cara Pembenih Lele Hadapi HujanBudidaya Ikan Lele di Kolam Terpal, Perhatikan 5 Hal IniJenis-jenis Pakan Ikan ...
Kita Disibukkan Kartu Prakerja, Tak Sadar Ada Aplikasi Belajar Ternak Lele Buat Amatir
Lele

Kita Disibukkan Kartu Prakerja, Tak Sadar Ada Aplikasi Belajar Ternak Lele Buat Amatir

Ternak lele sering jadi guyonan calon sarjana madesu, padahal ini ide bisnis konkret. Aplikasi ini menghubungkan peternak lele dengan jejaring pedagang pecel lele se-Indonesia lho.Ini baru solusi. Sebuah aplikasi bernama Simbiofish menjanjikan ekosistem industri yang menjanjikan di tengah pandemi. Donny Pasaribu, CEO Simbiofish, tengah berupaya menciptakan ekosistem berbasis lele dari hulu sampai hilir.Dimulai dari pinjaman modal, penyedia alat, wadah pembeli hasil tani lele, sampai hubungan langsung dengan pedagang pecel lele. Paket lengkap ini diharap bisa meyakinkan siapa pun yang membutuhkan pemasukan baru secepatnya.Dalam situs resminya, Simbiofish dijelaskan sebagai aplikasi yang bertujuan mempermudah orang bertani lele secara urban, alias bertani di lahan sempit perkotaan. Aplikasi ini menyediakan fasilitas bagi lele seperti bibit, pakan, kolam, serta peralatan yang mendukung lele agar tumbuh dengan nyaman dan ceria. Akses kepada pasar juga dibukakan oleh aplikasi yang berniat menyatukan seluruh pedagang pecel lele seluruh Indonesia ini.Dari halaman LinkedIn milik Donny, diketahui Simbiofish didirikan pada Maret 2019 lalu. Perusahaan ini juga tercatat pernah melatih narapidana di Lapas Gunung Sindur beternak lele untuk modal kemampuan para napi setelah bebas dari penjara.Apakah lele adalah jawaban finansial kita? Kemungkinannya bisa dibilang besar. Menurut Donny, harga dan permintaan lele cenderung lebih stabil dibanding harga ayam. Saat-saat corona seperti ini, Doi bilang permintaan lele masih tinggi. Simbiofish bahkan berjanji akan membeli hasil para petani lele yang menggunakan aplikasinya di Jabodetabek.Data pendukung lain: ternyata, permintaan pasar yang tinggi kepada lele belum bisa diimbangi angka produksinya. Artinya, meski udah banyak juragan lele, pasar masih aja kekurangan ikan yang suka makan tokai ini, baik lele segar, lele olahan, ataupun lele hidup untuk tempat pemancingan ikan. Per hari, pasar dilaporkan meminta 2-4 ton lele, membuat petani kewalahan memenuhinya.Padahal, produksi lele secara nasional terus mengalami kenaikan setiap tahun. Direktorat Jendral Perikanan Budidaya (DJPB) melaporkan selama tahun 2010-2014 produksi lele nasional terus tumbuh setiap tahun mulai 38 persen (2010), 30 persen (2011), 23 persen (2012), dan 25 persen (2013). Pencapaian terbesar ada pada produksi lele 2017, menyentuh 1,8 juta ton atau naik 131 persen dari tahun sebelumnya."Kenaikan terbesar terjadi pada 2017 seiring dengan program pengembangan budi daya lele sistem bioflok," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto kepada Bisnis. Bioflok adalah pembentukan probiotik (mikroorganisme yang baik dikonsumsi) secara otomatis menggunakan aerator. Alatnya mirip dengan pembuat gelembung air di akuarium rumah Anda. Pemerintah juga kayaknya seneng banget warganya punya usaha lele. Pada 2017 misalnya, pemerintah memberi bantuan budidaya lele kepada pondok pesantren dan sekolah di Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, dan Papua. Paket tersebut berisi 12 kolam berdiameter 3 meter, 42 ribu ekor benih lele, 4 ton pakan, obat, probiotik, serta fasilitas operasional.Sumber: Vice ...
Pilih-Pilih Teknologi Pembenihan Lele
Lele

Pilih-Pilih Teknologi Pembenihan Lele

Ragam versi teknologi atau metode pembenihan lele berkembang, lantas bagaimana sebenarnya teknologi pembenihan lele intensif yang ada kiniSeiring perkembangan zaman, perkembangan teknologi pun tak dapat dipungkiri. Saat ini berbagai macam cara dan upaya telah dilakukan para pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah agar bisa mengoptimalkan prosuksi benih ikan dalam negeri. Dampaknya, banyak model atau sistem pembenihan yang diaplikasikan para pembudidaya di Indonesia, dari mulai tradisional hingga intensif.  Bicara mengenai pembenihan, lele merupakan ikan konsumsi air tawar yang tergolong mudah untuk dipijahkan. Oleh karena itu, ikan berkumis ini banyak dijadikan bahan penelitian agar memaksimalkan jumlah produksinya dan juga cara pembenihannya agar lebih efektif dan efisien. Namun dengan banyaknya metode atau sistem pembenihan yang ada di dalam negeri, manakah yang lebih efisien dan efektif penerapannya bagi para pembudidaya?Intensif RASTim TROBOS Aqua menyambangi sebuah lokasi usaha pembenihan lele di daerah Cibubur, Jawa Barat (Jabar). Helmi Taufik S selaku pembudidaya lele yang menerapkan sistem Resirculating Aquaculture System (RAS) menyampaikan, bahwa tak dipungkiri lagi dengan semakin minimnya lahan-lahan di daerah maupun perkotaan, akan semakin sulit melakukan usaha budidaya ikan. Maka dari itu perlunya sentuhan teknologi dalam budidaya ikan saat ini, dalam hal ini pembenihan lele. Terutama yang masih menggunakan sistem konvensional, sudah pasti menggunakan lahan yang cukup banyak dalam usahannya. Disamping itu, lanjut Helmi, tak hanya bicara mengenai lahan yang digunakan, kualitas benih juga menjadi perhatian jika masih menggunakan cara-cara tradisional. Dalam penerapannya akan banyak menghadapi kendala dari perubahan cuaca, kurangnya pakan alami, dan manajemen kualitas air yang buruk. Maka dari itu dengan mencoba mengadopsi teknologi RAS di luar negeri untuk diaplikasikan ke pembenihan lele, dan ternyata hasilnya cukup baik. Dengan mengaplikasikan sistem RAS pada pembenihan, Helmi jelaskan lebih gamblang, lahan yang digunakan hanya berukuran 10 x 15 meter (m) atau 150 meter persegi (m2), dan wadah pemeliaharaan berupa bak fiber berukuran 1 x 2 m sebanyak 32 unit. Dimana 32 unit bak fiber tersebut di kelompokan menjadi 8 line (baris), dan setiap line terdiri dari 4 bak fiber yang pembuangan airnya saling berhubungan menuju satu bak filtrasi. Air-air dari bak fiber di proses dengan 2 macam filter, yakni filter mekanis dan biologis sehingga air kembali bisa didistribusikan kembali ke wadah pemeliharaan. Cara kerja bak filter dari sistem RAS, kata Helmi, dimana bak filter telah disekat menjadi 3 - 4 bagian, dimana bagian pertama diisi bio filter foam berbentuk busa. Tujuannya untuk memisahkan kotoran/limbah padat dengan halus. Kemudian dari sekat pertama mengalir ke sekat kedua, dan bagian kedua ada filter biologis berupa ring keramik atau bisa juga diisi bioball. Perannya adalah memfilter air secara biologis dan meminimalisir bakteri yang kurang baik.  Setelah itu, akan mengalir ke bagian terakhir melalui pipa paralon yang disinari ultra violet terlebih agar mematikan bakteri. Selanjutnya di pompa kembali menuju bak-bak fiber dengan keadaan bersih.  “Produksi yang dihasilkan dari sistem pembenihan RAS bisa mencapai 600.000 an ekor benih lele per siklus dengan ukuran 3 - 4 cm hingga 4 - 5 cm, hal ini jelas lebih menghemat jauh lahan jika dibandingkan dengan tradisional. Jika dengan sistem tradisional rata-rata berpatokan 1.000 ekor per m2, yang berarti dalam 1 kolam ukuran 1x2 hanya diisi 2 - 3 ribu ekor, namun dengan RAS 1 bak fiber berukuran 100 x 200 x 50 cm bisa mencapai 20.000-an ekor,” ungkapnya. Selain RAS, ia katakan, ada juga pembenihan lele sistem intensif lainnya yang menggunakan unit indoor hatchery (ruang penetasan dan perawatan larva) dan kolam indoor. Tujuannya agar saat proses pemijahan dilakukan, tidak terpengaruh akan perubahan cuaca yang tidak menentu. Kemudian, dengan penggunaan indoor hatchery kuaitas air lebih mudah di kontrol sehingga sintasan (SR) larva lele tinggi. “Pemilihan sistem RAS bertujuan untuk menghemat lahan budidaya, dan juga menghasilkan benih lele dengan kualitas yang lebih baik, karena benih dirawat dengan intensif dan treatment (perlakuan) khusus,” terang pria yang akrab disapa Helmi.  Intensif Non RASDi lain dearah ada Sahban I Setioko selaku pemilik Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Pasir Gaok, Bogor – Jabar ikut bicara mengenai pembenihan lele intensif di indoor hatchery. Menurutnya, sudah menjadi Standar Operasional Prosedur (SOP) bahwa pemeliharaan larva sebaiknya di indoor hatchery. Hal ini karena bisa meminimalisir serangan bakteri dan juga menjaga kualitas air lebih optimal terutama di suhu dan pH (kadar asam di perairan) air. Dengan demikian, SR larva bisa lebih tinggi dibandingkan pemijahan lele yang dilakukan di luar ruangan (outdoor).Mengenai pembenihan lele intensif banyak model yang ada di Indonesia, ada yang menggunakan RAS, akuarium, dan lain-lainnya. “Intinya pembenihan intensif adalah pembenihan yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan terus menerus, dengan dukungan resources (sumber daya) yang tepat, sehingga memperoleh hasil yang optimal. Dan dikatakan optimal bila terget kualitas, kuantintas, dan kontinuitas dapat diterima pasar,” tutur Pria yang lokasi usahanya sering dijadikan tempat penelitian.Berbeda cara dengan Helmi, Sahban lebih rinci menerangkan, pembenihan intensif tak hanya RAS. Seperti yang diterapkan di UPR Pasir Gaok juga bersifat intensif, yakni menggunakan sarana indoor hatchery dan kolam pendederan indoor, serta treatment khusus yang bertujuan mangantisipasi dampak perubahan cuaca yang berakibat pada kematian benih. Lahan yang kami gunakan sekitar 317 m2, dengan pembagian 161 m2 bangunan hatchery dan 156 m2 kolam indoor dan tandon air. Wadah pemeliharaan larva berupa akuarium berukuran 100 x 200 x 40 cm sebanyak 40 unit, dan kolam bundar berukuran diameter 2,5 m sebanyak 23 unit. Proses produksinya, dimulai dari pemijahan buatan dengan metode donor sperma jantan, kamudian telur di tebar di akuarium yang sudah dilapisi kain hapa (kain halus yang di jahit kotak) untuk media menempel telur. Setelah menjadi larva lele baru dipanen dan dihitung secara volumetrik, untuk satu akuarium diisi larva lele sebanyak 35 - 40 ribu ekor. Kemudian larva dipelihara selama 14 hari sampai mencapai yukuran 1 - 2 cm di indoor hatchery, seteleh itu dipindahkan dan di bagi ke kolam-kolam pendederan. “SR yang umumnya terjadi disni sekitar 67 %, perhitungannya pada saat mengisi larva ke akuarium sebanyak 35 - 40 rb ekor dengan estimasi total larva 1,4 juta ekor. Setelah 14 hari di pelihara di hatchery, benih dipindahkan ke kolam pendederan dan dipelihara hingga mencapai ukuran 3 - 4 cm. Kemudian jumlah benih yang dipanen kurang lebih sekitar 900 ribuan ekor jika tidak ada hambatan,” jelas Sahban.Memang untuk sistem yang diterapkan di UPR Pasir Gaok mengharuskan pergantian air secara rutin dan dalam jumlah banyak, tidak seperti RAS yang minim pergantian air. namun dengan sistem ini kualitas air dipertahankan bening dan parameter airnya baik selalu, karena air yang akan digunakan telah ditampung dan diberikan telah di-treatment sehingga saat masuk ke wadah budidya ikan tidak stress. Kelebihan dan KekuranganUntuk sistem RAS, Helmi menggambarkan, penerapannya di segmen pembenihan belum banyak yang menggunakan. Beberapa orang melihat pertama dari nilai investasinya yang cukup besar, karena masih banyak yang berpikiran untuk melakukan usaha pembenihan lele dengan cara konvesional saja bisa. Padahal, sudah teruji bahwa dengan RAS pembenihan bisa meminimalisir lahan dan meningkatkan produksi usaha. Kedua, terlebih lagi para pembudidaya berpikir jika menjalankan sistem RAS lebih rumit dari segi instalasi serta maintenance (peratawan) filternya. Namun, jika ditelaah lebih jauh, mereka yang belum intensif masih harus melakukan pergantian air kolam secara berkala, menyikat kolam, dan lain-lain. Hal tersebut sudah jelas lebih membutuhan tenaga dan biaya yang lebih.   Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua Edisi-94/15 Maret – 14 April  2020Artikel Asli: Trobos Aqua ...
Cara Pembenih Lele Hadapi Hujan
Lele

Cara Pembenih Lele Hadapi Hujan

Intensitas hujan yang cukup tinggi akan berdampak pada penurunan kualitas air budidaya, pembenih lele perlu tau cara menanganinyaMemasuki musim penghujan, sejumlah pembudidaya ikan konsumsi alami kendala dalam usahanya. Pasalnya, kematian atau ikan mulai terkena serangan penyakit kerap dijumpai, khususnya di segmen usaha pembenihan. Tingginya curah hujan akan berdampak kualitas air yang berubah-ubah dan menyebabkan stres pada ikan. Lantas upaya apakah yang dapat dilakukan para pembudidaya ikandalam menghadapi musim penghujan?DampakSahban I Setioko selaku pembudidaya lele segmen benih memberikan gambaran kondisi usaha benih lele dikala musim penghujan. Ia menjelaskan, tak jarang pembudidaya benih ikan terkena serangan penyakit dikala musim hujan, dengan tingginya intensitas hujan yang turun, akan mempengaruhi beberapa parameter kualitas air kolam pemeliharaan. Seperti, suhu yang turun drastis, ketidakstabilannya kadar keasaman di perairan (pH), yang pada akhirnya berdampak pada stressnya ikan peliharaan. Perubahan nilai atau angka, ia lanjutkan, parameter kualitas air secara drastis akan berdampak langsung kepada benih ikan. Jika, perubahan suhu yang drastis terjadi akibat curah hujan yang tinggi akan memicu stres pada ikan, sehingga akan lebih mudah terserang bakteri atau jamur. Dalam kondisi tersebut, ikan biasanya akan kehilangan nafsu makannya, kemudian produksi lendir di tubuh ikan akan berlebih. Dan pada akhirnya sistem pertahanan tubuhnya lele akan berkurang, dimana lendir pada tubuh lele merupakan salah satu proteksi alami pencegah serangan penyakit. “Tak bedanya seperti manusia, jika sudah terbiasa panas-panasan, berjemur namun mendadak harus memasuki ruangan yang dingin akan berdampak pada kekebalan tubuh yang berkurang sehingga akan pilek, batuk , demam dan sebagainya,” terang Sahban kepada TROBOS Aqua. Maka dari itu, sambungnya, setiap pembudidaya harus memperhatikan kualitas air dikala musim penhujan. Terlebih lagi, dengan seringnya turun hujan akan menurunkan nilai pH akan semakin turun, jika mencapai di bawah nilai standar 7 - 8 maka nafsu makan ikan serta perumbuhannya kan terganggu. Hal senada disampaikan  Mudji selaku pembenih lele di Kota Bekasi, bahwa hujan merupakan salah satu kondisi yang tidak mungkin dihindari. Terlebih untuk pembudidaya yang belum mempunyai sarana dan prasarana indoor (dalam ruangan), ini akan cukup merepotkan tatkala musim penghujan datang. Kondisinya, ia lanjutkan, benih lele yang dipelihara di kolam-kolam terpal dan berada di luar ruangan akan lebih mudah terkena penyakit jika memasuki musim penghujan. Alasannya, kualitas air yang sudah terbentuk optimal akan alami perubahan yang cukup ekstrem. Biasanya pH air nilainya 7,5 - 8 jika diterpa hujan lebat terus-menerus selama beberapa jam sudah pasti nlai pH akan turun menjadi 6 - 6,5. “Kondisinya juga bisa diperparah jika usaha yang dijalankan berada di lingkungan pabrik yang membuang asap industrinya sembarangan, kemudian secara tidak langsung terbawa oleh air yang turun dari langit dan jatuh ke kolam budidaya. Hal ini tersebut berdampak pada penurunan kualitas air dengan drastis, yang berujung pada kematian dalam jumlah banyak pada benih,” ungkap pria asli Malang-Jawa Timur. Tips PenangananBeberapa cara bisa dilakukan untuk pembudidaya yang unit kolam-kolamnya belum indoor untuk mengantisipasi terpaan hujan secara terus menerus. Dijelaskan Sahban sebagai pemilik Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Pasir Gaok, pertama, lakukan pergantian air di setiap kolam-kolam budidaya yang terkena hujan sekitar 30 – 50 % tergantung intensitas hujannya. Jika hanya satu atau dua jam masih tergolong wajar.  Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua Edisi-93/15 Februari – 14 Maret  2020Artikel Asli : Trobos Aqua ...
Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal, Perhatikan 5 Hal Ini
Lele

Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal, Perhatikan 5 Hal Ini

Budidaya ikan lele di kolam terpal kini menjadi pilihan tepat bagi para pemula. Bagaimana tidak, budidaya ikan yang sebelumnya hanya di kolam tanah kini lebih efektif dengan menggunakan terpal.Ikan lele menjadi salah satu jenis ikan air tawar yang dijual dengan harga terjangkau. Meskipun begitu, lele memiliki kandungan gizi yang tinggi. Dalam 100 gram ikan lele mengandung 240 Kkal, 14,5 gram lemak, 8,5 gram karbohidrat, dan 17,5 gram protein.Selain gizinya tinggi, ikan lele juga mudah dibudidayakan di rumah. Berikut beberapa cara budidaya lele dengan terpal yang bisa diikuti oleh pemula:Siapkan Media Kolam Budidaya ikan lele kolam terpal bisa dilakukan di rumah. Terpal jadi media yang paling mudah didapatkan. Berikut cara untuk menyiapkan terpal sebagai kolam ikan lele. Pastikan kolam terpal sudah dibersihkan terlebih dulu dengan sabun dan bilas sampai bersih dan keringkan. Bentangkan terpal hingga berbentuk menyerupai kolam. Supaya bisa berdiri dengan tegak, terpal bisa disanggah dengan besi atau buat kolam dengan susunan batako yang dilapisi terpal. Isi terpal dengan air hingga setinggi 20-30 cm dan diamkan air di dalam terpal selama 7-10 hari untuk pembentukan lumut dan fitoplankton. Setelah itu tambahkan air dengan ketinggian kurang lebih 80-90 cm. Setelah air siap, tambahkan beberapa irisan daun pepaya dan singkong untuk mengurangi bau air kolam.Beli Media Kolam Lele Anda Sekarang!Pilih Bibit Unggul Pemilihan bibit ikan lele tak boleh asal. Pilih bibit lele unggul yang sehat dan lebih besar. Bibit lele yang unggul biasanya gerakannya lebih agresif dan gesit saat diberi makan dan warna sedikit lebih terang.Penebaran Bibit Sebelum mulai menebar bibit, Anda memisahkan ikan lele ukuran besar dan kecil. Hal ini dilakukan untuk menghindari ikan lele memakan sesama, karena ikan lele bersifat kanibal. Perlu memperhatikan dalam cara budidaya ikan lele adalah jangan menebar bibit secara bersamaan. Ini akan membuat ikan stres dan menyebabkan kematian. Sebaiknya gunakan ember dan masukkan sebagai ember berisi bibit lele ke dalam kolam. Diamkan hingga 30 menit dan biarkan ikan lele keluar dan ember menuju kolam. Waktu penebaran yang baik adalah pagi dan malam hari.Pemeliharaan Ikan Lele Dalam budidaya ikan lele, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Setelah ikan lele berumur kurang lebih 20 hari, Anda perlu melakukan penyortiran. Pisahkan lele yang besar dan kecil dalam kolam berbeda. Kualitas air kolam yang bagus untuk lele adalah hijau. Karena lele dapat bertahan hidup di air berlumpur. Air akan berwarna merah menandakan ikan sudah dewasa dan siap dipanen. Keadaan kolam juga perlu jadi perhatian. Tinggi kolam lele di bulan pertama adalah 20 cm, bulan kedua 40 cm dan bulan ketiga 80 cm. Usahakan air kolam tidak terlalu dangkal. Ikan lele harus diberi pakan tiga kali sehari yaitu jam 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam. Jenis pakannya sentrat 781-1.Lihat Pakan Lele Lainnya Disini!Panen Ikan Lele Anda bisa memanen ikan lele jika sudah berusia kurang lebih 90 hari dari masa tebar bibit. Pastikan pengambilan ikan lele dengan sarung tangan. Anda juga bisa menggunakan jaring ataupun serokan besar. Budidaya ikan lele sistem bioflok juga bisa jadi alternatif. Sistem bioflok ini merupakan kolam berbentuk bulat dengan lapisan terpal yang dilengkapi dengan pipa pembuangan kotoran yang memudahkan pengurasan kolam. Kolam ikan lele pun terbebas dari bauArtikel Asli: Info Akuakultur ...
Pembenihan Ikan Lele Sangkuriang
Lele

Pembenihan Ikan Lele Sangkuriang

PendahuluanSebagai upaya perbaikan mutu induk dan benih lele dumbo, BBPBAT Sukabumi sejak tahun 2000 telah melakukan perbaikan genetik melalui silang balik (backcross). Hasil uji keturunan dari induk hasil silang-balik, menunjukkan adanya peningkatan dalam pertumbuhan benih yang dihasilkan.Berdasarkan keunggulan Lele Dumbo hasil perbaikan mutu diberi nama “Lele Sangkuriang” Lele pembudidaya. Menghasilkan Lele Sangkuriang kelas benih besar. Untuk menghindari penurunan pertumbuhannya maka perlu mengikuti kaidah – kaidah proses produksi sesuai dengan petunjuk pembenihan Lele Sangkuriang.Bahan dan AlatBahan :Induk pokok jantan dan betina Lele SangkuriangPakan IndukPakan pembesaranCacingOvaprimEkstrak pituitari/hipofisaKertas TissueSodium klorida (NaCI) 0,9%Pupuk dan kapur.Alat :Timbangan gantung, hapa penetasan telur.Peralatan pemijahan buatan : alat suntik min 1ml, gunting, waskom dan gelas.Peralatan pemijahan alami seperti kakaban ukuran min. 1 x 0,2 m dan penutup bak.Peralatan lainnya : Ember, lambit, serokan/scopnet, sikat pembersih dan alat seleksi.Baca juga: Cara Pembenih Lele Hadapi HujanProsedur Kerja PemijahanSeleksi IndukInduk Lele Sangkuriang yang dipilih berasal dari satu keturunan. Pada pemijahan buatan perbandingan 1 ekor jantan : 4 ekor betina. Bobot min. 700 gram/ekor. Pada pemijahan alama perbandingan 1 ekor jantan : 1 ekor betina dengan bobot min. 700 gram/ekor.Sumber : elsafarm.comInduk jantan matang gonad ditandai dengan papila yang berwarna kemerahan dan memiliki panjang melewati sirip dubur. Pada betina ditandai dengan bentuk perut gendut dan bila diraba terasa lembek.PenyuntikanMenggunakan Hipofisa dari ikan mas 1 dosis, bila dari donor ikan Lele 2 dosis, 1 kg donor untuk 1kg/induk, dan Ovaprim dosis 0,15 ml/kg induk.Dilakukan satu kali secara Intramuskular yaitu pada bagian punggung ikan. Rentang waktu antara penyuntikan dan ovulasi telur 10 – 14 jam bergantung pada suhu inkubasi induk.Beli Ovaprim Disini!Penyuntikan pada intramuskularSumber : kabartani.comPemijahanPemijahan BuatanApabila telur telah ovulasi, siapkan sperma yang diambil dari kantung sperma induk jantan, kemudian diencerkan dengan larutan fisiologis NaCl 0,9%, perbandingan 1 : 50 – 100.Mengurut induk betina untuk mengeluarkan telur yang kemudian diaduk dengan sperma secara merata. Bilas dengan air untuk merangsang terjadinya fertilisasi.Pemijahan AlamiSepasang induk jantan dan betina disimpan di bak pemijahan yang dilengkapi kakaban 4 buah/bak.Sesudah memijah dikembalikan ke kolam induk, telur dibiarkan sampai menetas. Telur dipelihara selama 5 hari atau sampai kuning telurnya habis.Pemijahan Alami Ikan LeleSumber : Sangkutifarm.comPendederan IPendederan Sistem BakLarva ditebar ke dalam bak dengan ketinggian air 20 – 40 cm. Padat tebar 20 – 30 ekor/liter. Lama pemeliharaan 14 – 21 hari. Pakan alami diberikan secara adlibitum seperti cacing Tubifex sp (minggu 1), ditambah pakan buatan yang dihancurkan atau pellet tepung (minggu 2) dosis 10 – 15% bobot biomassa, frekuensi empat kali/hari.Pendederan di KolamPersiapan kolam dengan penumpukan dan pengapuran, kedalaman air 30 – 50 cm, dibiarkan selama 4 – 5 hari untuk menumbuhkan plankton. Larva umur 4 hari ditebar, kepadatan 200 – 300 ekor/m2.Pemeliharaan selama 14 – 21 hari. Pemberian pakan pellet tepung dengan dosis 10 – 15% dari bobot biomassa, frekuensi 4 kali/hari.Pendederan IIPersiapan kolam dengan pemupukan dan pengapuran, kedalaman air 30 – 50 cm. Benih hasil seleksi dari Pendederan I ditebar dengan kepadatan 100 – 150 ekor/m2.Pemeliharaan selama 21 – 28 hari. Pemberian pakan 10 – 15% bobot biomass/hari pada Minggu ke-1 & minggu ke-2, pada minggu ke-3 sebanyak 5% dengan frekuensi 3 kali/hari.Pakan berupa pellet tepung pada minggu 1 dan pellet butiran diameter 1mm pada pemeliharaan selanjutnya. Benih yang dihasilkan ukuran 5 – 6 cm.Pendederan IIIPersiapan kolam sama seperti pada pendederan 2. Benih seleksi pada pendederan 2 ditebar dengan kepadatan 75-100 ekor/m2. Pemeliharaan selama 14 – 21 hari. Pakan sebanyak 15 – 10% bobot biomass/hari dengan frekuensi 3 kali/hari berupa pellet butiran diameter 1mm.Benih ukuran ini siap untuk dipelihara di kolam Pembesaran. Benih yang dihasilkan 7 – 8cm.Baca juga: Pilih-Pilih Teknologi Pembenihan LelePengelolaan Kesehatan Ikan dan Lingkungan- Mengamati kondisi kesehatan ikan berdasarkan respon makan dan gerakan ikan selama pemeliharaan.- Memeriksa ikan secara mikroskopis apabila terjadi gejala sakit.- Melakukan pengobatan bila terindikasi penyakit.- Mengganti air dan membuang sisa pakan/kotoran pada pemeliharaan larva sistem air bening. -Mempertahankan kondisi air agar tetap hijau atau hijau kecoklatan pada pemeliharaan larva, sistem air hijau pada pemeliharaan pendederan.Sumber : BBPBAT Sukabumi ...
Peternak Lele Zaman Now, Cuan Ratusan Juta & Ekspor ke Rusia
Lele

Peternak Lele Zaman Now, Cuan Ratusan Juta & Ekspor ke Rusia

Berawal dari anggapan masyarakat bahwa lele dipelihara di kolam atau empang yang jorok, membuat Muhammad Iqbal berputar otak. Iqbal, sapaan akrabnya, melihat peluang bisnis dari hal tersebut. Ditambah, menurut riset  ternyata lele memiliki banyak protein daripada ikan salmon. Peluang bisnis semakin terbuka lebar ketika dia memiliki kerjasama dengan rumah makan khusus lele. Dari situ, dia pun ingin merubah pemikiran orang-orang tentang lele yang dinilai tidak bersih untuk dikonsumsi. "Banyak yang mengenal lele itu bau dan jorok untuk bagaimana mindset orang bisa kita ubah. Saya kerja sama dengan restoran Pecel Lele Lela saya lihat di situ ada peluang bisnisnya dan itu berhasil mereka jadi suka," ujar Iqbal kepada CNBC Indonesia, pekan lalu. Dia menuturkan bahwa lele yang dia ternak adalah jenis lele sangkuriang. Dengan modal terbilang minim yakni Rp 5 juta. pemilik MAS 78 Farm ini berhasil mengembangkan bisnis lele hingga meraup omzet ratusan juta. Iqbal pun mengubah konsep ternak lele dengan metode biogreen. Metode ini bersih, tanpa bau dan sehat.  Bahkan, saking higienisnya air kolam lele pun bisa langsung diminum. Peternak lele asal Bekasi  ini membawa metode budi daya dengan Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB), di mana semua proses budi daya, maupun panen sudah dipersiapkan dengan baik.  Lele yang dibudidayakan bebas dari kontaminasi bahan kimia dan biologi, serta aman dikonsumsi. Salah satu ciri dari metode ini adalah penggunaan pakan probiotik, media kolam terpal bulat, dan manajemen budi daya. Selain itu menurutnya, lele dipelihara dalam kolam bundar terpal berukuran diameter 2 meter. Keunggulan penerapan kolam terpal bulat ini, selain praktis, efisien dan murah, juga mampu menampung lebih banyak bibit ikan lele.  Padat tebarnya menurut dia bisa mencapai 700 ekor lele/meter kubik. Budi daya ikan ini bila panen bisa menghasilkan 200 kg sebulan dan dipasok ke restoran juga online. "Setiap bulannya, kita bisa panen dari 4 kolam dan  memanen lele hingga 200 kg dimana 1 kg nya isinya 6-7 ekor dijual Rp 25 ribu. Tentunya kendala ada tapi saya bersyukur dengan sistem ini sangat minim risiko karena airnya," ungkapnya Berbicara peminat, Iqbal mengaku sangat tinggi jumlah masyarakat yang yang ingin menyantap lele organik ini. Dalam setahun kenaikannya mencapai 3-5 persen bahkan dia mengaku masih kekurangan untuk suplai ke penduduk sekitar.  Kini, Iqbal tak cuma beternak ikan lele tapi juga membuat produk olahan yang bisa diekspor ke luar negeri. "Jadi olahan lele itu adalah turunan bisnis dari produk yang kita budidayakan. Kita buat abon, keripik kulit dan nugget. 3 produk yang sebetulnya saya bawa keluarga negeri tersebut yakni Rusia, Jepang dan Eropa," kata Iqbal.Sumber : CNBC Indonesia ...
Lele Spesies Baru Ditemukan di Sungai Mahakam, Kutai Kartanegara
Lele

Lele Spesies Baru Ditemukan di Sungai Mahakam, Kutai Kartanegara

Ada kabar dari jernihnya hulu Sungai Mahakam, Kutai Kartanegara. Di kawasan calon ibu kota Indonesia ini, ada lele langka yang tak pernah ditemui sebelumnya. "Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali menemukan spesies baru ikan air tawar Leiocassis rudicula di hulu Sungai Mahakam, Kalimantan Timur," demikian rilis pers Biro Kerjasama, Hukum, dan Humas LIPI, Minggu (1/9/2019). Lele bernama ilmiah Leiocassis rudicula ini tidak ditemukan di air keruh berlumpur. "Distribusinya diketahui hanya terdapat di Sungai Mahakam yang menjadikan ikan ini endemik dan perlu menjadi perhatian dalam konservasi. Hasil temuan spesies baru ini disimpan di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cibinong, Jawa Barat," kata LIPI. Lele ini dinamakan Leiocassis rudicula, karena kepala ikan ini berbentuk cekungan mirip sendok kayu. Nama 'rudicula' berarti sendok kayu dalam Bahasa Latin. Seluruh bagian tubuh berwarna kuning kecokelatan, berukuran 43.8-118 mm, bagian kepala dan badan terkompresi, bagian punggung hampir merata, dan adanya cekungan di atas mata.  Penemuan ini merupakan hasil kolaborasi Pusat Penelitian Biologi LIPI dengan peneliti dari Natural History Museum, Singapura. "Ditemukan di Kutai Kartanegara," kata staf peneliti Renny Kurnia Hadiaty, Ilham Vemandra Utama, dikonfirmasi terpisah.Sumber : detik.com ...
Panduan Lengkap Budidaya Ikan Lele
Lele

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Lele

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sanggup hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan ini memiliki tingkat konversi pakan menjadi bobot tubuh yang baik. Dengan sifat seperti ini, budidaya ikan lele akan sangat menguntungkan bila dilakukan secara intensif.Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran. Segmen pembenihan betjuan untuk menghasilkan benih ikan lele, sedangkan segmen pembesaran bertujuan untuk menghasilkan ikan lele siap konsumsi. Pada kesempatan kali ini alamtani akan membahas tahap-tahap persiapan budidaya ikan lele segmen pembesaran.Baca juga: Perpaduan Budi Daya Bawang Merah dan Lele Untungkan PetaniPenyiapan kolam tempat budidaya ikan leleAda berbagai macam tipe kolam yang bisa digunakan untuk tempat budidaya ikan lele. Setiap tipe kolam memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing bila ditinjau dari segi usaha budidaya. Untuk memutuskan kolam apa yang cocok, harap pertimbangkan kondisi lingkungan, ketersediaan tenaga kerja dan sumber dana ada.Tipe-tipe kolam yang umum digunakan dalam budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba. Namun dalam artikel ini kita akan membahas kolam tanah, mengingat jenis kolam ini paling banyak digunakan oleh para peternak ikan. Sebagai pengetahuan tambahan, silahkan baca cara membuat kolam ikan. Tahapan yang harus dilakukan dalam menyiapkan kolam tanah adalah sebagai berikut:a. Pengeringan dan pengolahan tanahSebelum benih ikan lele ditebarkan, kolam harus dikeringkan telebih dahulu. Lama pegeringan berkisar 3-7 hari atau bergantung pada teriknya sinar matahari. Sebagai patokan, apabila permukaan tanah sudah retak-retak, kolam bisa dianggap sudah cukup kering. Pengeringan kolam bertujuan untuk memutus keberadaan mikroorganisme jahat yang menyebabkan bibit penyakit. Mikroorganisme tersebut bisa bekembang dari periode budidaya ikan lele sebelumnya. Dengan pengeringan dan penjemuran, sebagian besar mikroorganisme patogen akan mati.Setelah dikeringkan, permukaan tanah dibajak atau dibalik dengan cangkul. Pembajakan tanah diperlukan untuk memperbaiki kegemburan tanah dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah. Bersamaan dengan proses pembajakan, angkat lapisan lumpur hitam yang terdapat di dasar kolam. Lumpur tersebut biasanya berbau busuk karena menyimpan gas-gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida. Gas-gas itu terbentuk dari tumpukan sisa pakan yang tidak dimakan ikan.b. Pengapuran dan pemupukanPengapuran berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan membantu memberantas mikroorganisme patogen. Jenis kapur yang digunakan adalah dolomit atau kapur tohor.Pengapuran dilakukan dengan cara ditebar secara merata di permukaan dasar kolam. Setelah ditebari kapur, balik tanah agar kapur meresap ke bagian dalam. Dosis yang diperlukan untuk pengapuran adalah 250-750 gram per meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah. Semakin asam tanah semakin banyak kapur yang dibutuhkan.Langkah selanjutnya adalah pemupukan. Gunakan paduan pupuk organik ditambah urea dan TSP. Jenis pupuk organik yang dianjurkan adalah pupuk kandang atau pupuk kompos. Dosisnya sebanyak 250-500 gram per meter persegi. Sedangkan pupuk kimianya adalah urea dan TSP masing-masing 15 gram dan 10 gram per meter persegi. Pemupukan dasar kolam bertujuan untuk menyediakan nutrisi bagi biota air seperti fitoplankton dan cacing. Biota tersebut berguna untuk makanan alami ikan lele.c. Pengaturan air kolamKetinggian air yang ideal untuk budidaya ikan lele adalah 100-120 cm. Pengisian kolam dilakukan secara bertahap. Setelah kolam dipupuk, isi dengan air sampai batas 30-40 cm. Biarkan kolam tersinari matahari selama satu minggu.Dengan kedalaman seperti itu, sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar kolam dan memungkinkan biota dasar kolam seperti fitoplankton tumbuh dengan baik. Air kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton berwarna kehijauan. Setelah satu minggu, benih ikan lele siap ditebar. Selanjutnya, air kolam ditambah secara berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele sampai pada ketinggian ideal.Pemilihan benih ikan leleTingkat kesuksesan budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ditebar. Ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Silahkan baca lebih lanjut mengenai jenis-jenis ikan lele budidaya.Kami merekomendasikan jenis ikan lele Sangkuriang yang dikembangkan BBPBAT Sukabumi. Ikan lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan dari lele dumbo. BBPBAT mengembangkan ikan lele sangkuriang karena kualitas lele dumbo yang saat ini beredar di masyarakat semakin menurun dari waktu ke waktu.Benih ikan lele bisa kita dapatkan dengan cara membeli atau melakukan pembenihan ikan lele sendiri. Untuk membuat pembenihan sendiri silahkan baca cara pembenihan ikan leledan teknik pemijahan ikan lele.a. Syarat benih unggulBenih yang ditebar harus benih yang benar-benar sehat. Ciri-ciri benih yang sehat gerakannya lincah, tidak terdapat cacat atau luka dipermukaan tubuhnya, bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal. Untuk menguji gerakannya, tempatkan ikan pada arus air. Jika ikan tersebut menantang arah arus air dan bisa bertahan berarti gerakan renangnya baik.Ukuran benih untuk budidaya ikan lele biasanya memiliki panjang sekitar 5-7 cm. Usahakan ukurannya rata agar ikan bisa tumbuh dan berkembang serempak. Dari benih sebesar itu, dalam jangka waktu pemeliharaan 2,5-3,5 bulan akan didapatkan lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram.b. Cara menebar benihSebelum benih ditebar, lakukan penyesuaian iklim terlebih dahulu. Caranya, masukan benih dengan wadahnya (ember/jeriken) ke dalam kolam. Biarkan selama 15 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya. Metode ini bermanfaat mencegah stres pada benih.Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi jumlah benih yang bisa ditampung. Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar. Hal ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernapas. Pengisian kolam berikutnya disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang ideal.Menentukan kapasitas kolamBerikut ini cara menghitung kapasitas kolam untuk budidaya ikan lele secara intensif. Asumsi kedalaman kolam 1-1,5 meter (kedalaman yang dianjurkan). Maka kepadatan tebar bibit lele yang dianjurkan adalah 200-400 ekor per meter persegi. Contoh, untuk kolam berukuran 3 x 4 meter maka jumlah bibit ikannya minimal (3×4) x 200 = 2400 ekor, maksimal (3×4) x 400 = 4800 ekor.Catatan: kolam tanah kapasitasnya lebih sedikit dari kolam tembok.Pakan untuk budidaya ikan lelePakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan. Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang.Beli Pakan Lele Sekarang!a. Pemberian pakan utamaSebagai ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral.Berbagai pelet yang dijual dipasaran rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisi. Tinggal kita pandai-pandai memilih mana yang bisa dipercaya. Ingat, jangan sampai membeli pakan kadaluarsa.Pakan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Misalnya, ikan lele dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram (5% bobot tubuh) per ekor. Kemudian setiap 10 hari ambil samplingnya, lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan. Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuh.Jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensinya 4-5 kali sehari. Frekuensi pemberian pakan pada ikan yang masih kecil harus lebih sering. Waktu pemberian pakan bisa pagi, siang, sore dan malam hari.Ikan lele merupakan hewan nokturnal, aktif pada malam hari. Pertimbangkan pemberian pakan lebih banyak pada sore dan malam hari. Si pemberi pakan harus jeli melihat reaksi ikan. Berikan pakan saat ikan lele agresif menyantap pakan dan berhenti apabila ikan sudah terlihat malas untuk menyantapnya.b. Pemberian pakan tambahanSelain pakan utama, bisa dipertimbangkan juga untuk memberi pakan tambahan. Pemberian pakan tambahan sangat menolong menghemat biaya pengeluaran pakan yang menguras kantong.Apabila kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, bisa dipertimbangkan pemberian ikan rucah segar. Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak dikonsumsi manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya. Bisa juga dengan membuat belatung dari campuran ampas tahu.Keong mas dan limbah ayam bisa diberikan dengan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahannya bisa dilakukan dengan perebusan. Kemudian pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya, lalu dicincang. Untuk limbah ayam bersihkan bulu-bulunya sebelum diumpankan pada lele.Satu hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pakan ikan lele, jangan sampai telat atau kurang. Karena ikan lele mempunyai sifat kanibal, yakni suka memangsa sejenisnya. Apabila kekurangan pakan, ikan-ikan yang lebih besar ukurannya akan memangsa ikan yang lebih kecil.Pengelolaan airHal penting lain dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam. Untuk mendapatkan hasil maksimal kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga. Awasi kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk. Apabila sudah muncul bau busuk, buang sepertiga air bagian bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pembuangan air sangat tergantung pada kebiasaan pemberian pakan. Apabila dalam pemberian pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering dilakukan.Gunakan Water Treatment untuk Kolam Anda Disini!Pengendalian hama dan penyakitHama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor.Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi, ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengendalian penyakit. Panen budidaya ikan leleIkan lele bisa dipanen setelah mencapai ukuran 9-12 ekor per kg. Ukuran sebesar itu bisa dicapai dalam tempo 2,5-3,5 bulan dari benih berukuran 5-7 cm. Berbeda dengan konsumsi domestik, ikan lele untuk tujuan ekspor biasanya mencapai ukuran 500 gram per ekor. Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut. Pada saat ikan lele dipanen lakukan sortasi untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan ukuran berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.Sumber : alamtani ...
Perpaduan Budi Daya Bawang Merah dan Lele Untungkan Petani
Lele

Perpaduan Budi Daya Bawang Merah dan Lele Untungkan Petani

Para petani bawang merah di Nganjuk Jawa Timur memadukan budi daya tanaman bawang merah dengan ternak ikan lele atau disebut Bamele.Hasil dari metode budi daya unik ini diklaim bisa meningkatkan produktivitas dan mendatangkan keuntungan ganda dari hasil kedua komoditas tersebut.Susanto, petani asal Dusun Padangan, Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor, Nganjuk, merupakan salah satu petani yang mencoba teknik Bamele di lahan bawang merahnya.Menurutnya, tujuan awal teknik ini berniat untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengajak petani melakukan budidaya secara sehat dan ramah lingkungan.“Ini cara budidaya nonpestisida, tidak pakai bahan kimia karena dibawahnya ada lele. Untuk pengendalian hama kami gunakan lampu light thrap dan pengendali hayati. Jadi produk bawang merah kami sehat dan aman dikonsumsi. Buktinya, ikan lele bisa hidup dengan baik," kata Susanto seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (12/7/2019).Menurut Susanto, budidaya dengan metode ini cukup sederhana dan bisa mengoptimalkan pemanfaatan lahan.Penebaran bibit lele berukuran diameter kepala 6-7 mm sebanyak 132.000 ekor/ha dapat dilakukan dalam parit atau got lahan bawang merah berukuran lebar 40 cm. Adapun, umur pemeliharaan lele sama dengan umur panen bawang merah yaitu 60 hari-70 hari.“Hasilnya sangat memuaskan, bisa dipanen bawang merah kelas organik 16-17 ton/ha plus 10 ton lele. Harganya saat ini juga lagi bagus, bawang merah varietas Tajuk di petani dihargai Rp16.000/kg, sementara lelenya Rp15.000/kg. Sangat menguntungkan," ungkapnya.Kepala Dinas Pertanian Nganjuk, Judi Ernanto mengatakan pihaknya akan melakukan replikasi dan kembangkan teknologi Bamele ini ke seluruh Nganjuk.Adapun, luas areal tanam bawang merah Kabupaten Nganjuk sekitar 14.000 ha dengan produksi tahun lalu mencapai 152.000 ton. Nganjuk juga merupakan sentra bawang merah terbesar di Jawa Timur dan ketiga di Indonesia setelah Brebes dan Bima.Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi sangat mengapresiasi cara unik dan inovatif petani Nganjuk dalam berbudidaya bawang merah yang ramah lingkungan menggunakan teknik Bamele. “Ini contoh kreativitas pola integrasi selama ini hanya dikenal mina-padi, sekarang sudah ada mina-cabai, mina-bamer dan lainnya. Tiap daerah punya kearifan lokal dan cara sendiri dalam berbudidaya bawang merah. Silakan saja petani berimprovisasi. Bamele ini patut dicontoh sentra bawang merah lainnya," kata Suwandi.Sumber : Bisnis.com ...
KKP Mendorong Kawasan Digital Lele Pertama di Indonesia
Lele

KKP Mendorong Kawasan Digital Lele Pertama di Indonesia

Indramayu – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengapresiasi inisiatif startup yang telah melakukan sebuah lompatan transformasi praktek budidaya ikan berbasis digital melalui program kampung perikanan digital di Desa Krimun dan Puntang Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu.  Hal tersebut diungkap oleh Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto saat memberikan sambutan dalam kick off kampung sekaligus kawasan budidaya lele digital pertama di Indonesia tersebut, Selasa (19/02). Slamet berharap kedepannya dapat terbentuk kampung-kampung digital baru dengan berbasis pada berbagai komoditas andalan daerah masing-masing. Dengan begitu pembudidaya benar-benar siap menghadapi revolusi industri 4.0 yang saat ini sedang hangat. Ia yakin, lewat program itu masyarakat pembudidaya bisa memanfaatkan aplikasi digital untuk meningkatkan efisiensi usahanya sehingga pendapatan mereka meningkat. “Digitalisasi di perikanan budidaya akan membuat nilai jual yang lebih tinggi, mendapatkan kepastian pasar, sarana dan prasarana usaha yang lebih efisien, kemudahan akses teknologi produksi yang pada akhirnya membuat usaha budidaya makin efisien sehingga pendapatannya pun bisa meningkat. Investasi pun dapat dilakukan secara online, prosesnya makin efektif. Ini merupakan bukti positif dampak industri 4.0” ujarnya. “Pembudidaya tinggal mengunduh aplikasinya di ponsel pintar miliknya, sehingga memudahkan mereka dalam mengatur waktu dan jumlah pemberian pakan ikan. Penggunaan authomatic feeder ini di sistem budidaya air tawar akan membuat penggunaan pakan lebih efisien sehingga nilai FCR dapat ditekan" imbuh Slamet saat menyinggung fungsi alat pemberi pakan otomatis yang dikembangkan oleh eFishery, startup pengembang IoT di bidang Perikanan. Ia pun meyakinkan bahwa komoditas lele saat ini semakin menjadi primadona, seiring dengan meningkatnya konsumsi ikan di masyarakat. selain itu, lele saat ini telah menjadi salah satu komoditas ekspor. Namun demikian, Slamet mengingatkan bahwa masifnya pengembangan usaha budidaya ikan jangan sampai melupakan prinsip keberlanjutan. Semangat budidaya ramah lingkungan harus terus dikedepankan. ”Penataan kawasan budidaya seperti pengaturan IPAL (instalasi pengolahan air limbah-red), sirkulasi keluar masuk air untuk budidaya berkelanjutan harus benar-benar diimplementasikan” tegasnya. Kedepan ia mengingatkan pentingnya membentuk koperasi bagi pembudidaya ikan guna memperkuat kelembagaan ekonomi pembudidaya dan dapat dimanfaatkan mengakses berbagai dukungan dari pemerintah dan lembaga lainnya. KKP sendiri telah menyalurkan berbagai dukungan bagi pengembangan perikanan budidaya khususnya untuk mendukung kawasan minapolitan di Indramayu seperti excavator, rehabilitasi saluran irigasi budidaya, program pakan mandiri dan budidaya lele sistem bioflok. "KKP akan memberikan bantuan excavator untuk rehab saluran irigasi dan penataan kawasan budidaya serta pembuatan IPAL kepada koperasi pembudidaya lele" pungkasnya. Sementara itu Gibran Huzaifah, CEO eFishery menjelaskan manfaat penggunaan alat pemberi pakan otomatis atau aplikasi eFishery bagi pembudidaya ikan. Khususnya bagaimana alat ini mampu membuat pemberian pakan makin efisien. "Pembudidaya yang sudah menggunakan aplikasi ini bisa berhemat pakan, karena waktunya sudah diatur dan jumlahnya sudah ditakar secara otomatis, tinggal dioperasikan melalui ponsel, simple" katanya. Gibran menambahkan bahwa sejak diperkenalkan tahun 2013 silam, saat ini sudah ratusan pembudidaya yang memanfaatkan aplikasi yang dirancangnya. Hasilnya pun sudah terbukti, pembudidaya ikan lele sudah mampu panen hingga empat kali setahun. ”Perikanan memiliki potensi menjadi industri yang besar, pembudidaya Indonesia juga terkenal ulet dan menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Oleh sebab itu, saya yakin kita bisa menjadi pionir dalam implementasi teknologi dalam kegiatan budidaya ikan” ungkapnya. eFishery lanjut Gibran, akan melakukan kerjasama pemanfaatan 300-an unit alat pemberi pakan otomatis dengan para pembudidaya lele melalui sistem sewa dan sebulan pertama diberi kelonggaran bebas sewa. Dipilihnya Indramayu sebagai lokasi pertama percontohan budidaya lele berbasis teknologi digital bukannya tanpa alasan. Kepala Bidang Perikanan Budidaya mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Indramayu, Edi Umaedi menyampaikan bahwa Kabupaten Indramayu layak menjadi percontohan kampung perikanan digital karena memiliki lahan berupa kolam budidaya air tawar yang cukup luas yakni 560,87 hektar dimana 58,68 persennya atau 329,15 hektar digunakan untuk budidaya ikan lele. Sentra budidaya ikan lele meliputi kecamatan Losarang, Kandanghaur dan Sindang. Tahun 2018 lalu, volume produksi ikan lele dari sentra-sentra budidaya tersebut mencapai 85.496,85 ton naik 79,15 persen dari tahun sebelumnya sebesar 67.671,84 ton.  Nilai produksinya pun meningkat dari Rp 996.975.580.000,- menjadi Rp 1.336.963.249.000,- atau naik 74,57 persen pada periode yang sama. ...
5 Fakta Unik Ikan Lele yang Perlu Anda Ketahui
Lele

5 Fakta Unik Ikan Lele yang Perlu Anda Ketahui

apa yang tidak kenal ikan lele? Ikan berkumis ini selain mempunyai rasa yang lezat dan harga yang terjangkau, juga mudah ditemukan di mana-mana. Itulah yang membuatnya menjadi primadona di masyarakat. Ternyata ada hal-hal unik yang belum banyak diketahui tentang ikan lele. Berikut 5 fakta unik yang perlu Anda ketahui.1.     Ikan Lele Berperan dalam Memperbaiki Kualitas Air TercemarJika Anda beranggapan bahwa ikan lele adalah ikan yang kotor, itu salah besar. Ikan lele dapat ditemukan di habitat air bersih. Sebagian besar jenis lele mendiami daerah dangkal dengan air mengalir. Ikan lele bahkan bisa berperan memperbaiki kualitas air tercemar. Bagaimana caranya? Letakkan saja lele di tempat-tempat yang tercemar untuk membantu menghilangkan polusinya. Selain itu, ikan lele juga dapat diletakkan di sawah atau kolam untuk menghilangkan hama dan jentik-jentik nyamuk dengan cara memakannya.2.     Organ Sensori Ikan Lele Terletak di Sepanjang TubuhnyaIkan lele mampu mendengar suara hingga 13.000 siklus per detik. Ini bahkan mengalahkan kemampuan pendengaran ikan-ikan lainnya, seperti ikan bass dan ikan trout. Indra pendengaran lele terletak pada gelembung renang. Ikan ini memiliki satu set tulang yang menghubungkan gelembung renang dan telinga bagian dalamnya, yang disebut weberian apparatus. Selain sebagai indra pendengar, weberian apparatus juga berfungsi sebagai alat komunikasi mereka. Untuk mendengar suara yang terlalu lembut, ikan lele mempunyai pori-pori di sepanjang tubuhnya yang akan menangkap getaran dan menghubungkannya ke telinga bagian dalam. Berkat organ ini pula, ikan lele dapat merespons jika akan diberi makan, bahkan ketika si pemberi makan masih berjarak 90 meter dari mereka.Baca juga: Panduan Lengkap Budidaya Ikan Lele3.     Ikan Lele Adalah Ikan NokturnalIkan lele termasuk ke dalam jenis hewan nokturnal. Pada siang hari, mereka akan lebih sering bersembunyi di tempat gelap. Sementara pada malam hari mereka akan aktif bergerak untuk mencari makan. Lele mengandalkan indra perasa untuk mendeteksi mangsa, yaitu kumisnya dan indra perasa yang terdapat nyaris di sepanjang tubuhnya. Di habitat alaminya, lele biasanya memakan serangga air, telur ikan, dan ikan kecil. Sementara di tempat budi daya, makanannya dapat diganti dengan pakan yang sudah dipertimbangkan kadar nutrisinya. Ikan lele di alam juga merupakan hewan predator. Mereka memiliki kemungkinan memakan anaknya sendiri atau ikan lele yang masih kecil.4.     Ikan Lele Bisa Menghasilkan 2.000–21.000 TelurAnggota marga Clarias nyaris berjumlah 55-60 spesies, sementara itu di Asia Tenggara, ada sekitar 20 spesies ikan lele yang telah ditemukan. Tiap jenis ikan lele mempunyai kebiasaan berbeda dalam bertelur. Pada umumnya, lele bertelur di sungai atau kolam dengan suhu sedikit hangat. Biasanya telur akan disimpan di sarang yang dibuat di bawah batang kayu atau di tempat yang agak tersembunyi. Ikan lele betina bisa menghasilkan 2.000 hingga 21.000 telur yang akan menetas dalam waktu 6 – 10 hari. Banyak sekali, ya? Menetasnya telur ini bergantung pada suhu air. Ikan lele jantan akan menjaga anak yang baru menetas hingga mereka berusia 1 minggu.5.     Ikan Lele Punya Banyak Kandungan GiziDi Indonesia, ada banyak tempat makan yang menyuguhkan santapan berbahan dasar ikan lele, contohnya adalah pecel lele. Selain dagingnya yang manis dan lembut, tahukah Anda ternyata ikan lele juga mengandung beberapa kandungan gizi yang baik untuk tubuh? Dalam 100 gram ikan lele, terkandung 122 kalori dan 6 gram lemak. Angka tersebut menunjukkan bahwa lele mempunyai kandungan lemak dan kadar kalori yang cukup rendah. Selain itu, lele juga mempunyai banyak kandungan vitamin dan mineral, seperti vitamin C, vitamin A, vitamin B komples, vitamin D, kalsium, magnesium, kalium, fosfor, natrium, dan zink. Wah, ternyata makan ikan lele itu bagus juga, ya? Jadi, sudah siap mengolah menu ikan lele kesukaan Anda?Nah, itulah 5 fakta unik ikan lele yang wajib Anda ketahui. Selain kandungan gizi yang menarik untuk dijadikan santapan, sepertinya budi daya ikan lele juga patut dicoba, nih. Klik Disini Sekarang!Sumber :http://www.newworldencyclopedia.org/entry/Catfishhttps://life.trubus.id/post/penikmat-lele-wajib-tahu-fakta-ikan-berkumis-ini-4922https://id.wikipedia.org/wiki/Lelehttps://en.wikipedia.org/wiki/Catfish https://animalcorner.co.uk/catfish/ ...