Infomina - Bawal Bintang

Minapoli adalah platform jaringan infomasi dan bisnis perikanan terintegrasi. Buat dan bagikan informasi perikanan sekarang dan temukan manfaatnya terkoneksi dengan jaringan Minapoli.

Bawal Bintang

5 Jenis Ikan Bawal, Ciri Fisik, Karakteristik
Bawal Bintang

5 Jenis Ikan Bawal, Ciri Fisik, Karakteristik

Beberapa orang telah mengetahui bahwa ikan bawal merupakan ikan air tawar yang populasinya saat ini dapat dikonsumsi. Selain dagingnya yang empuk dan rasanya juga enak, ikan ini juga bisa dijadikan sebagai ikan hiasan. Namun sebelum mengenal lebih jauh tentang ikan bawal, alangkah baiknya anda harus mengetahui terlebih dahulu tentang beberapa jenis ikan bawal yang memiliki ciri khas tersendiri.Ikan bawal merupakan ikan yang mempunyai pertumbuhan atau laju yang cepat. Sehingga dalam kurun waktu sekitar 3 bulan saja, ikan ini dapat 1 kg jika dibudidayakan dengan baik dan benar. Maka tak heran jika hingga saat ini populasi dari ikan bawal terus meningkat dan digunakan dalam berbagai hal. Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis dari ikan bawal yang dapat anda ketahui.1. Ikan Bawal HitamIkan bawal memiliki tiga jenis macam yang di mana populasinya saat ini masih berkembang dengan baik. Ikan bawal sendiri pertama kali masuk di Indonesia sekitar tahun 1986. Di mana saat itu ikan bawal hanya diperdagangkan sebagai ikan hiasan. Bagaimana tidak bentuk dari ikan yang satu ini memang unik dan layak untuk masuk ke kategori ikan hiasan.Namun seiring dengan berkembangnya zaman sampai sekarang ini ikan bawal setelah masuk ke tahap konsumsi oleh masyarakat. Salah satu jenis dari ikan bawal adalah ikan bawal hitam. Meskipun memiliki nama ikan bawal hitam, namun ikan ini tidak serta merta menunjukkan warna hitam. Warna dari ikan bawal hitam memang cenderung terdapat beberapa bercak hitam. Disisi yang lain memiliki warna putih.Jika anda ingin menemukan atau mencari macam-macam ikan bawal hitam ini dapat ditemukan di beberapa tempat di Indonesia. Seperti halnya adalah perairan Sulawesi Selatan, laut Jawa, selat Malaka, di sepanjang perairan Kalimantan dan laut Arafuru. Bukan hanya itu saja ikan bawal hitam juga dapat ditemukan di wilayah teluk siam sampai laut Cina Selatan dan sekitarnya.Bahkan ikan bawal hitam juga dapat ditemukan di wilayah perairan Filipina yang yang memang terkenal memiliki jumlah ikan yang banyak. Ikan bawal hitam biasanya dapat ditemukan di perairan yang berlumpur atau cenderung pada muara-muara sungai. Selain itu ikan bawal hitam memiliki bentuk dan ukuran berbeda dengan ikan ikan bawal yang lainnya.Bentuk ikan bawal hitam cenderung lebih pipih dan memiliki tubuh yang tinggi. Selain itu jika diperhatikan lebih detail lagi ikan bawal hitam mengacu pada bentuk seperti belah ketupat. Biasanya ikan ini dapat tumbuh dan berkembang hingga mencapai bobot 1 kg lebih. Warna dari tubuh ikan bawal lebih mengarah ke abu-abu keunguan. Dan memiliki warna putih perak di bagian bawah tubuh.Jenis ikan bawal hitam yang satu ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi di masyarakat. Karena beberapa orang lebih memilih untuk mengonsumsi ikan bawal hitam karena mempunyai tubuh yang lebar. Biasanya ikan bawal hitam seperti ini memiliki makanan udang ataupun ikan-ikan kecil dan lainnya. Ikan bawal hitam juga dapat dibudidayakan jika ingin menghasilkan keuangan yang lebih.Baca juga: KKP Klaim Produksi Ikan Bawal Hybrid Unggul2. Ikan Bawal PutihKalau ikan bawal hitam memiliki nama internasional black pomfret, lantas ikan bawal putih memiliki nama internasional silver pomfret. Ikan bawal putih juga disebut dengan sebutan kuli pasir putih atau ikan perak. Sesuai dengan namanya jenis ikan bawal yang satu ini memiliki warna putih yang yang mencakup keseluruhan. Ikan jenis ini dapat ditemukan di beberapa perairan di Indonesia dengan mudah.Ikan bawal putih merupakan ikan yang hidup di di daerah perairan pantai, di air tawar maupun juga hidup di air payau. Populasi atau perkembangan dari ikan bawal putih sendiri hingga saat ini tergolong stabil atau bisa ditemukan di beberapa wilayah. Perbedaan dari ikan bawal putih dengan ikan bawal hitam tidak jauh berbeda. Di mana keduanya memang hidup di dasarkan berlumpur dengan kedalaman sekitar 100m.Namun meskipun begitu ikan bawal putih cenderung lebih agresif dan dan berkelangsungan di kedalaman sekitar 15 sampai 25 meter. Jika anda ingin menemukan ikan bawal putih ini sangat mudah, karena bisa di temukan di perairan pantai timur Indonesia. Selain itu ikan ini juga bisa ditemukan di laut Jawa, pantai laut Cina Selatan dan juga di sebagian besar timur Sumatera.Bahkan ukuran dari ikan bawal putih ini ini menyerupai dengan ikan bawal hitam. Di mana bentuk tubuhnya dapat menyerupai belah ketupat dan bisa berukuran besar. Ikan bawal putih dapat tumbuh dan berkembang hingga mencapai bobot sekitar 1 kg. Ikan bawal sendiri merupakan ikan yang hidup berkelompok, jadi anda tidak perlu heran jika menemukan rombongan atau kelompok ikan bawal di air.Biasanya warna tubuh dari ikan bawal putih ini bagian atas berwarna abu-abu. Sedangkan di bagian tubuh sendiri cenderung berwarna putih perak hingga bagian bawah tubuh. Di lain sisi bagian sirip dari ikan bawal putih memiliki warna sedikit hitam dan mempunyai ukuran sekitar 15 sampai 20 cm. Ikan bawal putih di sini memiliki berat paling besar yang pernah ditemukan adalah sekitar 2 kg.Seperti halnya ikan bawal hitam, jenis ikan bawal putih yang satu ini juga memiliki tingkat ekonomi yang tinggi. Selain digunakan sebagai ikan hiasan, ikan bawal putih juga masuk ke dalam kategori makanan. Di mana daging serta rasanya sangat lezat jika dijadikan makanan. Maka tidak mengherankan jika anda menemukan beberapa rumah makan yang menjual hidangan ikan bawal putih tersebut.Baca juga: Pembenihan Bawal Bintang (Trachinotus Blochii, Lacepede)3. Ikan Bawal Air TawarSeperti namanya jenis ikan bawal air tawar memang hidup di air tawar. Jenis ikan ini memiliki ciri khas bentuk serta warna yang berbeda dibandingkan ikan bawal hitam maupun putih. Ikan bawal air tawar memiliki tubuh yang lebih besar dibandingkan ikan bawal hitam maupun putih. Bentuk tubuh dari ikan ini cenderung bulat, dan memiliki warna tubuh abu-abu gelap atau berwarna hitam.Selain itu terdapat beberapa corak warna putih pada bagian tubuh ikan bawal air tawar. Di lain sisi pada bagian atas tubuh ikan ini berwarna sedikit hitam dan bagian tubuh bawa ikan ini berwarna orange kemerahan. Ikan bawal air tawar memiliki bentuk dan ukuran sirip yang lebih kecil, selain itu bibir atau mulut ikan ini juga cenderung kecil. Hal inilah yang membedakan ikan bawal air tawar dengan lainnya.Ikan bawal air tawar memiliki kandungan protein serta nutrisi yang tinggi jika anda konsumsi. Selain itu ikan jenis ini juga memiliki omega 3 dan omega 6 yang di mana kandungan kalori peserta karbohidrat rendah. Jadi bagi Anda yang ingin menjalani program diet dapat mengonsumsi ikan bawal air tawar. Kandungan protein dari jenis ikan bawal yang satu ini sangat membantu bagi kecerdasan otak anak-anak.Ikan bawal air tawar dapat tumbuh dan berkembang dengan berat sebesar 2 kg. Ikan yang satu ini memiliki nama lain yakni silver pompano. Di mana perkembangan dari ikan ini telah menyebar di kawasan Amerika, Taiwan, Malaysia dan juga Indonesia. Ikan bawal air tawar sendiri mempunyai insan permukaan, dimana hal ini membuatnya dapat bernafas lebih luas dibandingkan ikan lainnya.Pertumbuhan dari ikan bawal air tawar memang sangat cepat dan bisa tumbuh besar dalam jangka waktu yang pendek. Seperti halnya ikan bawal pada umumnya, ikan bawal air tawar memiliki 5 sirip yang ada di bagian tubuhnya. Seri pertama yaitu terdapat di punggung, kemudian sirip dada, sirip anus, sirip ekor dan juga sirip perut. Ikan bawal air tawar merupakan ikan yang memiliki tingkat kecepatan berenang.Ikan jenis ini ini memang hidup bergerombol dan mempunyai sifat unik saat kelaparan. Jika salah satu diantara ikan bawal merasa kelaparan, hal ini akan membuatnya menyerang sesama jenis untuk mendapatkan makanan. jenis ini juga memiliki tingkat perekonomian tinggi karena daging dan rasanya sangat lezat jika di jadikan sebagai makanan.Baca juga: Pengelolaan Induk Ikan Bawal Bintang (Tranchinotus blochii)4. Jenis Ikan Bawal BintangBeberapa orang belum mengetahui secara pasti mengenai jenis ikan bawal bintang yang masuk ke dalam kategori ikan bawal air laut. Ikan jenis ini merupakan sebutan atau nama lokal dari ikan bawal laut yang di mana nama latinnya adalah trachinotus blochii. Jenis ikan ini cukup sulit untuk ditemukan karena populasi atau kelangsungan nya hanya bisa dilihat cat di air laut murni.Jadi tidak mengherankan jika ikan bawal bintang memang memiliki populasi yang dapat ditemukan di air laut. Meskipun memiliki populasi murni di air laut, namun bukan berarti ikan bawal bintang hanya bisa berkelangsungan di air laut. Akan tetapi ikan ini dapat beradaptasi dan berkembang di muara-muara sungai ataupun pesisir pantai yang berlumpur dan sebagainya.Ikan ini memiliki keunikan tersendiri jika telah berusia dewasa yakni bergerak mengarah ke terumbu karang untuk berkelangsungan. Jika anda ingin mencari atau menemukan ikan bawal bintang dapat di lihat di daerah Pasifik, kepulauan Jepang, laut Cina Selatan dan juga samudra Hindia. Namun hingga saat ini penyebaran dari ikan bawal bintang telah tersebar hingga Australia dan juga Indonesia.Selain itu ikan bawal di sini juga dikait-kaitkan dengan piranha karena bentuk tubuhnya hampir sama. Selain itu ikan bawal sendiri juga dapat memangsa sesama jenis jika skala makanan di sekitar menurun atau tidak ada sama sekali. Jadi anda tidak perlu khawatir ataupun heran jika ikan bawal selain mengonsumsi plankton dan juga ikan-ikan kecil, juga dapat memangsa sesama jenis.Jenis ikan bawal bintang memiliki bentuk tubuh yang pipih dan cenderung seperti belah ketupat. Ikan bawal bintang sendiri mempunyai warna sedikit hitam di bagian atas tubuh. Sedangkan untuk bagian tubuhnya mempunyai warna putih perak. Selain itu pada bagian sirip bawah dan juga perut memiliki warna sedikit hitam. Meskipun begitu hal ini tidak membuat ikan bawal bintang sulit bergerak.Warna sedikit hitam ini juga dapat ditemukan pada bagian sirip ekor ikan bawal bintang. Seperti halnya dengan ikan bawal pada lainnya, ikan bawal bintang juga hidup berkelompok sehingga tidak melihat ikan ini hidup sendirian atau terpisah dengan kelompoknya. Ikan bawal bintang menjadi salah satu ikan yang paling dicari oleh nelayan di daerah lautan. Hal ini dikarenakan tingginya minat untuk dikonsumsi.5. Ikan Bawal BramaIkan bawal Brama tidak banyak atau sedikit orang yang mengenalnya. Karena jenis ikan yang satu ini berasal dari keluarga bramidae. Di mana ikan bersama berasal dari daerah Hawaii dan saat ini populasinya dapat ditemukan di daerah Indonesia. Ikan brama merupakan salah satu ikan yang hidup berkoloni ataupun berkelompok dan disisi yang lain termasuk juga jenis ikan predator.Ikan bawal Brama tidak jauh berbeda dibandingkan dengan jenis-jenis ikan bawal pada umumnya. Jenis ikan ini jika dilihat dari samping memang terbentuk sedikit lonjong. Di lain sisi warna tubuh bagian atas dan bawah dari ikan Brama sedikit gelap atau hitam. Sedangkan untuk bagian tubuh dari ikan ini memiliki warna putih keabu-abuan. Ikan bawal Brama mempunyai beberapa ciri khas yang berbeda.Ciri khas di sini dapat dilihat dari bentuk sirip perut yang dimiliki berukuran panjang. Selain itu bentuk ekor dari ikan bawal brama juga memanjang. Bentuk bibir dari ikan yang satu ini juga berbeda karena bibir bagian bawah lebih besar dibandingkan bibir bagian atas. Jenis ikan bawal ini populasinya memang belum bisa ditemukan menyeluruh di kawasan Indonesia dan sekitarnya.Namun terdapat beberapa penelitian bahwa ikan bawal potensi yang satu ini dapat ditemukan di daerah samudra Pasifik bagian Selatan, samudra Atlantik dan juga samudra Hindia. Namun untuk mendapatkan ikan bawal brama tidak semudah yang dipikirkan karena ikan ini ini memiliki tingkat berenang yang cukup cepat. Selain itu populasinya juga belum bisa ditemukan secara menyeluruh.Ikan bawal brama memiliki pertumbuhan dan berat yang lebih dominan jika dibandingkan dengan ikan bawal pada umumnya. Bagaimana tidak ikan ini dapat tumbuh dan berkembang hingga mencapai bobot sekitar 3,3 kg. Yang pasti ikan ini memiliki tubuh yang lebih besar, karena tidak sedikit yang menilai bahwa ikan bawal brama adalah spesies yang yang hampir punah.Namun di lain sisi jika dilihat dari segi makanan, belum diketahui ikan bawal yang satu ini aman dikonsumsi atau tidak. Tetapi sebagian besar penduduk dari Jepang maupun Korea, memang gemar untuk mengonsumsi ikan bawal jenis Brama karena memiliki bentuk dan ukuran yang lebih besar untuk dimakan bersama-sama. Maka tak heran jika ikan ini lebih digemari untuk masalah makanan.Dan itulah beberapa hal mengenai jenis-jenis ikan bawal yang memiliki ciri khas, bentuk, dan warna yang berbeda-beda. Selain itu dari beberapa jenis dari ikan bawal yang telah disebutkan di atas tadi, ikan-ikan tersebut memiliki populasi dan juga kelangsungan yang berbeda-beda di setiap wilayah. Jadi tidak serta merta pada wilayah perairan tersebut memiliki beragam jenis ikan bawal yang bisa ditemukan.Hingga era sekarang ini, terdapat beberapa orang yang menggunakan ikan bawal dalam berbagai keperluan. Salah satunya jika ikan bawal yang masih berukuran kecil dapat dijadikan sebagai ikan hiasan di akuarium. Ikan bawal sendiri juga bisa dibudidayakan, jika tahap serta alur yang diterapkan benar. Gelang sisik ikan bawal juga sangat melekat pada aspek makanan karena dagingnya yang lezat. Sumber: hewan.id ...
Pengelolaan Induk Ikan Bawal Bintang (Tranchinotus blochii)
Bawal Bintang

Pengelolaan Induk Ikan Bawal Bintang (Tranchinotus blochii)

Induk adalah aset utama dalam pembenihan ikan bawal bintang, karena induk akan menghasilkan telur yang merupakan tahap awal dari pembenihan. Tanpa induk yang dapat menghasilkan telur, pembenihan tidak akan berjalan. Hal tersebut menjadikan pemeliharaan induk merupakan prioritas awal pada usaha pembenihan, terutama pembenihan skala besar. Kualitas benih yang akan dihasilkan pada pembenihan sebagian ditentukan oleh kualitas induk dan pemeliharaan induknya.Ketersediaan induk yang cukup, maupun kualitasnya akan menghasilkan telur dan benih yang berkualitas. Induk bawal bintang dipelihara di dalam keramba jaring apung maupun bak resirkulasi. Baca juga: Pembenihan Bawal Bintang (Trachinotus Blochii, Lacepede)Kepadatan induk yang dipelihara adalah 1-3 ekor/m3 air media. Bak pemeliharaan sistem resirkulasi yang diugnakan bervolume 10 m3 dan berfungsi juga sebagai bak pemijahan.Selama pemeliharaan induk bawal bintang diberikan pakan yang berkualitas untuk mendukung kematangan gonad sehingga induk siap memijah. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 2-3% dari total biomasa induk yang dipelihara, dan frekuensi pemberian pakan sebanyak 1-2 kali sehari.Seleksi IndukUntuk mengetahui kematangan gonad induk bawal bintang, maka perlu dilakukan seleksi dan pengecekan. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan melakukan pengurutan pada perut (stripping) untuk induk jantan dan kanulasi pada betina.Induk jantan yang siap memijah ditandai dengan keluarnya cairan putih sperma saat dilakukan pengurutan. Sedangkan induk betina ditandai dengan adanya telur saat dilakukan kanulasi. Induk betina yang siap dipijahkan mempunyai diameter telur 0,400 mm.Baca juga: Teknik Pembesaran Bawal Bintang Di Keramba Jaring Apung BPBL BatamPemijahanSistem pemijahan pada induk bawal bintang di BPBL Batam terdiri dari 2 metode. Pemijahan alami untuk induk yang dipelihara di dalam bak dengan sistem resirkulasi. Sedangkan rangsangan hormonal ditujkan untuk induk yang dipelihara dalam keramba jaring apung.Pemijahan ikan alami dilakukan dengan bak resirkulasi dengan kepadatan 1-3 ekor/m3. Dalam sistem resirkulasi induk bawa bintang akan memijah secara alami setelah tiga bulan dipelihara di dalam bak. Induk memijah setiap bulan terang atau tanggal 13-18 bulan jawa/arab.Pemijahan dengan rangsang hormonal dilakukan dengan menggunakan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) atau LH-Rha (Leutiniing Releasing Hormone). Setelah induk diseleksi, induk jantan dan betina disuntik secara intramuskular.Penyuntikan hormon HCG dilakukan dua kali dengan dosis penyuntikan pertama 250 IU dan kedua 500 IU. Sedangkan penyuntikan hormon LH-Rha dilakukan sekali dengan dosis 0,05 mg. Rasio pemijahan adalah 1:1 bobot induk jantan dan betina. Sumber: BPBL Batam ...
KKP Klaim Produksi Ikan Bawal Hybrid Unggul
Bawal Bintang

KKP Klaim Produksi Ikan Bawal Hybrid Unggul

Setelah memproduksi benih ikan Bawal Bintang secara massal sejak 2009, kini Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam kembali melakukan inovasi terbaru dengan memproduksi massal ikan Bawal Hybrid. Bawal Hybrid merupakan hasil persilangan antara induk betina Bawal Bintang Sirip Panjang (Trachinotus blochi, Lacepode, Silver Pompano atau yang selanjutnya disebut sebagai Bawal Bintang) dengan Bawal Emas."Hibridisasi jenis ikan bawal yang dimiliki oleh BPBL Batam tersebut dilakukan dengan mengambil sifat-sifat unggul yang terdapat pada kedua jenis ikan tersebut," kata Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Maret 2021.Baca Juga: Pembenihan Bawal Bintang (Trachinotus Blochii, Lacepede)Dia mengatakan ikan Bawal Bintang itu sudah terbukti mampu beradaptasi dari habitat alami sub tropis ke lingkungan perairan Indonesia, lalu mudah dipijahkan serta bisa dikembangkan pada kisaran salinitas yang cukup lebar, antara salinitas 19 ppt sampai dengan 34 ppt). Kalau untuk Bawal Emas, muncul warna keemasan pada permukaan tubuh ikan, memiliki daging yang lebih tebal dan pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan Bawal Bintang, namun pemijahannya relatif sulit.Pengujian performa produksi Bawal Hybrid dilakukan dengan uji multilokasi di lima daerah, yaitu di Jawa Tengah oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, di Kalimantan oleh Balai Perikanan Air Laut dan Payau Kotabaru, Kalimantan Selatan, di Kepulauan Riau oleh Balai Perikanan Budidaya Laut Batam dan pembudidaya di sekitar BPBL Batam serta di Riau oleh para pembudidaya di Kepulauan Kepulauan Meranti.Sementara itu, Kepala BPBL Batam Toha mengatakan produksi bawal hybrid dengan pemijahan alami mampu menghasilkan sekitar 100 ribu hingga 150 ribu butir telur fertil dan 40 ribu ekor benih yang siap disebarluaskan ke masyarakat. Sedangkan, pemijahan dengan metode rangsang hormon, produksi dapat ditingkatkan sampai dengan dua kali lipatnya.Baca juga: Teknik Pembesaran Bawal Bintang Di Keramba Jaring Apung BPBL BatamToha menjelaskan sejak bulan September 2020 sampai dengan saat ini telah diproduksi benih Bawal Hybrid sebanyak lima siklus. Menteri Trenggono mengapresiasi program pemuliaan induk dan mendorong breeding program yang dilaksanakan oleh Balai Perikanan Budidaya Laut Batam."Saya sangat mengapresiasi program pemuliaan induk Bawal Hybrid ini, dan mendorong program breeding yang dilakukan BPBL Batam," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.Dia juga berharap komoditas yang dikembangkan Balai dapat dimaksimalkan dalam skala industri dengan melibatkan masyarakat pembudidaya, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan dan menciptakan lapangan kerja baru.Hibridisasi ini dilakukan sebagai usaha BPBL Batam untuk mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya genetik yang telah dimilikinya untuk mendukung percepatan pembangunan perikanan budidaya laut.Strategi breeding program dan pemuliaan induk akan terus dilaksanakan oleh Ditjen Perikanan Budidaya KKP berfokus pada dua kegiatan pokok, yaitu untuk mempertahankan galur murni masing-masing spesies serta untuk mendapatkan strain/ varietas bawal ikan hybrid yang memunculkan fenotip-fenotip unggul dari kedua komoditas yang ada. Sumber: travel.tempo.co ...
KKP Genjot Potensi Budidaya Bawal Bintang untuk Pasar Ekspor
Bawal Bintang

KKP Genjot Potensi Budidaya Bawal Bintang untuk Pasar Ekspor

Kementerian Kelautan dan Perikanan terus menggenjot sektor budidaya perikanan laut untuk mendongkrak perekonomian nasional, penyerapan tenaga kerja, dan meningkatkan kesejahteraan nelayan. Beberapa kegiatan pembangunan perikanan budidaya laut yang telah dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP adalah Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) dengan konsep sentra kawasan yakni di Provinsi Aceh pada tahun 2017 – 2019, di Kabupaten Meranti pada tahun 2021-2022 dan pada tahun 2021-2023 di Provinsi Kepulauan Riau. “Harapannya di Kepri sebagai provinsi kepulauan dengan 99% adalah laut, terbentuk sentra sentra kawasan budidaya dengan berbagai komoditas unggulan yang dapat memberikan dampak signifikan bagi devisa negara dan perekonomian Indonesia,” kata Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dala keterangan pernya, Jumat (6/3). Saat ini, kata Slamet, KKP terus mendorong pembudidaya untuk mengembangkan berbagai komoditas ikan laut, salah satunya adalah Bawal Bintang. Ikan tersebut dikenal dengan merek dagang silver pompano yang telah berkembang di Tanah Air. Dia menjelaskan, teknologi budidaya Bawal Bintang sudah dikuasai dengan tingkat produksi yang cukup tinggi. Peluang pasar ikan Bawal Bintang juga cukup besar baik di pasar lokal maupun ekspor. Oleh karena itu, Slamet menilai upaya pengembangan usaha budidaya Bawal Bintang masih terbuka untuk dikembangkan dalam berbagai skala usaha. Kepala BPBL Batam, Toha Tusihadi menambahkan, Bawal Bintang mempunyai prospek yang sangat baik untuk dijadikan komoditas industrialisasi, maka pengembangan teknologi budidayanya menjadi fokus perhatian yang sangat penting. Budidaya ikan Bawal Bintang telah dikembangkan oleh BPBL Batam sejak tahun 1999 dan berhasil membenihkan secara massal sejak tahun 2007.  “Budidaya Bawal bintang sangat menguntungkan, dengan harga jual rata-rata Rp 95 ribu per kilogram dan biaya produksi seperti pakan, benih, obat-obatan, listrik, tenaga kerja dan lain lain sebesar Rp68 ribu per kilo, maka keuntungan yang dapat diperoleh sekitar Rp27 ribu per kilogram,” jelas Toha. Toha juga mengatakan, Bawal Bintang untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di kota Batam masih perlu sekitar 3-4 ton per bulan dan pasarnya cukup menjanjikan. Sebagai informasi, BPBL Batam telah berhasil memproduksi 211 ribu ekor benih bawal bintang pada tahun 2019. Sebanyak 33 ribu ekor untuk memenuhi permintaan di Provinsi Kepri dan sekitarnya dan sebanyak 110 ribu ekor untuk bantuan kelompok pembudidaya ikan di Provinsi Kepri dan Riau, sisanya untuk kegiatan perekayasaan dan pembesaran di keramba jarring apung BPBL Batam. Saat ini BPBL Batam memiliki 160 ekor induk untuk memproduksi benih bawal bintang secara massal. Sebelumnya saat kunjungan ke Batam Rabu (4/3) lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meminta agar semua pihak ikut mengotimalkan sector budidaya sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo. Pasalnya, sektor perikanan budidaya di Indonesia baru terserap 10% saja.“Kepri ini, memiliki laut yang lebih luas dibandingkan daratan, tapi berapa persen laut yang sudah ada kerambanya?” tanya Menteri Edhy. “Kepri ini sangat dekat dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia serta memiliki potensi yang sangat besar di sektor perikanan laut, seperti halnya Bawal Bintang. Permintaan Bawal Bintang dari kedua negara tetangga tersebut cukup tinggi. Dengan keanugerahan potensi budidaya laut yang luar biasa di Kepri, mari kita semua bersama-sama berkomitmen membangun lebih optimal lagi untuk sektor perikanan budidaya di wilayah ini. Jangan takut gagal,” jelas Menteri Edhy.  Sumber: KKP News ...
Permintaan Ikan Bawal Bintang Capai 3 Ton Perbulan
Bawal Bintang

Permintaan Ikan Bawal Bintang Capai 3 Ton Perbulan

Kepala Seksi Uji Terap Teknik dan Kerjasama Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, Faisal Andre Siregar menyampaikan, Kota Batam memiliki potensi besar untuk pengembangan budi daya perikanan. Data BPBL Batam menunjukkan permintaan jenis ikan Bawal Bintang, komoditas yang mulai dikembangkan BPBL Batam sejak 2007 lalu, setiap bulannya mencapai 3 ton, terlebih pada saat musim liburan. Sementara itu hasil produksi BPBL Batam sendiri baru mencapai 400 Kilogram saja perbulan. Artinya masih banyak permintaan yang belum bisa terpenuhi. "Sekarang ini begitu, Permintaan kadang lebih banyak dari produksi kita," kata Faisal ketika ditemui saat kegiatan panen Komoditas Ikan Bawal Bintang di Keramba Jaring Apung BPBL Batam di Jembatan 3 Barelang, Kecamatan Bulang, Batam pada Rabu (14/8/2019). Selain dukungan iklim pariwisata yang menunjang hadirnya konsumsi di masyarakat, Batam juga memiliki kelebihan lain dalam ekosistem lautnya yang mendukung untuk kegiatan budi daya. Hal ini yang juga mendukung aktivitas BPBL sehingga bisa melakukan pembibitan berbagai jenis ikan seperti Kakap Putih, Kerapu, Bawal Bintang, hingga yang terbaru adalah komoditas berbagai jenis ikan hias, termasuk di dalamnya ikan hias jenis Nemo atau yang biasa dikenal dengan ikan Badut. BPBL Batam, lanjut Faisal, juga terus merangkul masyarakat untuk bisa ikut serta dalam kegiatan perikanan budidaya ini. Melalui serangkaian kegiatan, mulai dari pemberian bibit ikan secara gratis, pelatihan budi daya baik di lokasi BPBL Batam maupun menghadiri undangan di berbagai daerah yang menjadi wilayah kerja BPBL Batam. Tidak itu saja, Faisal juga mengatakan bahwa pihaknya juga terus melakukan monitoring terhadap kelompok masyarakat yang menerima bantuan bibit dari BPBL Batam, agar hasil budidaya yang dikembangkan bisa dipanen secara optimal. "Kita kasi bantuan bibit free kepada masyarakat, nanti hasil penjualannya untuk masyarakat sendiri. Kita juga lakukan pengawasan, tim dari kita setiap bulan kita pantau kesehatan ikan, pertumbuhannya, hingga hasil panennya nanti berapa," kata Faisal lagi. Terkait dengan komoditas yang disarankan untuk dibudidaya sendiri, pihaknya mendorong masyarakat mulai melakukan budidaya ikan Bawal Bintang. Hal ini karena potensi keberhasilannya cukup tinggi sementara masa panennya terbilang singkat antara 6 sampai 8 bulan saja. Nilai jual Bawal Bintang terbilang cukup tinggi, berada di kisaran Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram jika dijual ke distributor. Harga ini akan lebih tinggi jika berhasil memasarkan produk hasil budidaya perikanan ini ke end user. "Tingkat kelangsungan hidup Bawal Bintang ini bisa sampai 80 persen," kata Faisal lagi. Lebih jauh, Faisal menjelaskan kalau BPBL Batam akan mengembangkan komoditas lain sehingga memberikan variasi jenis ikan yang bisa dibudidayakan. Utamanya, menghadirkan komoditas yang secara ekonomis memiliki nilai jual tinggi sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Ke depan kita akan kembangkan Kerapu dan Nemo hibride supaya komoditasnya bisa lebih variatif, dan kompetitif juga dari segi harga. Kalau hasil budidaya kita langsung ke PNBP negara, tapi untuk masyarakat Kepri bisa terbangun iklim ekonominya," kata Faisal lagiSumber : Bisnis.com ...
Pembenihan Bawal Bintang (Trachinotus Blochii, Lacepede)
Bawal Bintang

Pembenihan Bawal Bintang (Trachinotus Blochii, Lacepede)

Perkembangan perikanan budidaya untuk sektor teknologi ikan bersirip (fin fish) menciptakan komoditas budidaya laut unggulan, ditemukan pada tahun 1801, bawal bintang (Trachinotus blochii, Lacepede) dapat dibudidayakan  karena beberapa potensi biologis dan teknis pemeliharaannya. Bawal bintang (Trachinotus blochii, Lacepede), memiliki tekstur daging yang baik, pertumbuhannya cepat sehingga  waktu pemeliharaannya lebih singkat, dan kelulushidupan nya tinggi diatas nilai marginal produksinya. Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, sudah mampu memproduksi benih dan ikan bawal bintang konsumsi secara massal, sehingga informasi ini dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan pasar, meningkatkan produksi akan ikan dan membatu peningkatan perekonomian masyarakat. Pemeliharaan LarvaPemeliharaan dilakukan pada bak dengan ukuran 6-10 m3 bulat maupun persegi dengan material beton maupun fiberglas. Larva ditebar setelah menetas dengan sempurna (minimal 20 jam setelah pemijahan). Padat tebar larva yang digunakan adalah 10 ekor/liter. Pemeliharaan larva menggunakan green water system dengan menambahkan  fitoplankton Nannochloropsis pada bak pemeliharaan.  Pakan alami yang diberikan adalah rotifera (Brachionus plicatilis) diberikan sebelum kuning telur pada larva akan habis, yaitu pada hari kedua.  Pakan alami selanjutnya adalah naupli artemia (Artemia salina) yang diberikan saat umur larva 12 hari (apabila diperlukan).  Saat larva berumur 15 hari artemia yang digunakan adalah artemia setengah dewasa sampai hari ke 20.  Pakan buatan (pellet) diberikan sedini mungkin mulai umur 10 hari. Pakan pellet awal  berukuran sekitar 200 mikron. Ukuran pellet yang diberikan selanjutnya disesuaikan dengan bukaan mulut larva, dengan dosis yang diberikan sampai kenyang.Tabel. Jenis dan ukuran pakan larva Jenis Pakan Jumlah Ukuran Waktu Frekuensi Phytoplankton (Nannochlorpsis sp)   5 × 103/ml    5–20 μm D3–15 1 kali/hari Rotifer (Brachionus plicatilis) 5–10/ml 100–175 μm D3–17 4 kali/hari Brine shrimp Nauplii (Artemia salina) 0,5–1/ml      250 μm D15–22 2–3 kali/hari Pakan pellet Sesuai kebutuhan 300-500 μm D10-18 4 kali/hari Pakan pellet Sesuai kebutuhan 500-800 μm D18-22 4 kali/hari Pengelolaan air pemeliharaan mutlak diperlukan guna menjaga kualitas air yang digunakan. Pengelolaan yang dilakukan adalah dengan mengganti air pemeliharaan pada umur 5 hari sampai 10 hari sebanyak 25% tiap harinya.  Saat umur larva 10-20 hari penggantian air adalah sebanyak 50% tiap hari dan larva umur 20-30 hari dilakukan pergantian air sebanyak 75% per harinya. Untuk menjaga agar kadar amoniak dalam bak pemeliharaan tetap pada syarat yang ditentukan, perlu ditambahkan Nannochloropsis. Kepadatan Nannochloropsis  adalah 5 X 103 sel/ml.  Pemeliharaan BenihPendederan dapat dilakukan dalam bak yang terbuat dari beton atau fiberglass, dapat berbentuk persegi panjang maupun bulat. Volume bak berkisar antara 1-6 ton. Padat penebaran untuk masa pendederan disesuaikan dengan ukuran benih. Padat penebaran awal pendederan adalah 1.500 ekor/m3 dengan ukuran benih ± 2 cm atau berumur sekitar 22-25 hari.Pakan yang diberikan dapat berupa ikan rucah segar atau pakan buatan (pellet).  Besarnya pakan disesuaikan dengan bukaan mulut ikan. Pada tahap awal pemeliharaan pemberian pakan dilakukan sesering mungkin atau minimal 4-6 kali sehari atau sampai ikan kenyang benar.  Pengelolaan media pemeliharaan terutama untuk menjaga kualitas air sekitar media sehingga ikan dapat tumbuh dengan optimal. Salah satu caranya yaitu dengan perawatan wadah  pemeliharaan secara kontinyu. Pembersihan dasar bak dapat dilakukan dengan penyiphonan.  Penyiphonan dilakukan setiap pagi dan sore setelah pemberian pakan.  Untuk menjaga kualitas air tetap baik pada masa pendederan diterapkan sistem air mengalir 24 jam sebayak minimal 200%.  Walaupun ikan Bawal Bintang cenderung tidak kanibalisme, namun perbedaan ukuran yang besar dapat menyebabkan kematian pada larva/benih yang kecil akibat digigit oleh larva/benih yang lebih besar. Untuk mengatasi hal tersebut, maka perlu dilakukan penyeragaman ukuran (grading).  Grading sering dilakukan pada akhir pembenihan atau awal masa pendederan dan seterusnya dengan waktu tidak tentu. Masa pemeliharaan benih ikan Bawal Bintang pada fase pendederan berkisar antara 10 hari sampai dengan 30 hari, dimana biasanya benih dipanen mulai ukuran 2,5 cm sampai dengan 5 cm (siap tebar di KJA).Sumber : BPBL Batam  ...
Teknik Pembesaran Bawal Bintang Di Keramba Jaring Apung  BPBL Batam
Bawal Bintang

Teknik Pembesaran Bawal Bintang Di Keramba Jaring Apung BPBL Batam

Ikan  Bawal  Bintang  merupakan salah satu ikan  konsumsi yang bernilai ekonomis. Keunggulan ikan Bawal  Bintang  adalah  mudah  dibudidayakan, tidak memerlukan waktu yang lama dalam membesarkan untuk mencapai ukuran konsumsi dan  mempunyai harga yang relatif tinggi baik dipasar dalam negeri maupun diluar negeri.Penebaran BenihPembesaran Ikan Bawal  Bintang ini dimulai dengan  penebaran  benih ukuran 5 cm dengan   padat penebaranan 1000 ekor/jaring,  dengan ukuran jaring 4x4x3m3 dengan ukuran  mata  jaring  ¾  inchi.  Setelah  2  bulan  masa pemeliharaan   benih  sudah berukuran 80 gram kemudian  dipindahkan ke jaring ukuran 1 inchi, dengan padat tebar  850 ekor/jaring. Setelah  mencapai ukuran 200 gram ikan dipindahkan  ke  jaring  ukuran  1,5  inchi  sampai panen ukuran 500 – 600 gram. Tempat pemeliharaan ikan Bawal bintang mengunakan KJA ukuran  8x8m   yang terbagi  menjadi  4  petak  pemeliharaan dengan   ukuran 4x4m.Pemberian PakanFrekuensi dan waktu pemberian pakan yang tepat perlu  diperhatikan  agar  menghasilkan pertumbuhan dan angka  kelulusanhidupan  yang baik  serta  penggunaan pakan yang efisien. Dosis pemberian pakan  dari   penebaran awal ikan sampai  mencapai  ukuran 100  gram  adalah sebesar 7%. Selanjutnya dari ukuran 100-200 gram/ekor dosis pakan yang  diberikan  sebesar   5%   dan ukuran  ikan 200-300 gram  pemberian  pakan  dengan dosis 4%, dan selanjutnya 300 gram sampai mencapai  ukuran panen pakan yang diberikan dengan dosis 3% dari total biomass ikan. Frekuensi pemberian pakan diberikan 2 kali sehari.   Pakan yang  diberikan  berupa pakan buatan (pellet)  dengan kandungan protein minimal 37%, dengan berbagai  ukuran  disesuaikan dengan bukaan mulut ikan.Untuk mengetahui pertumbuhan ikan Bawal Bintang yang dibudidayakan  dan menentukan jumlah pakan yang diberikan dilakukan pengambilan data (Sampling) setiap 1 bulan sekali.  Selain  itu dilakukan pemilahan ukuran (Grading) dengan tujuan untuk menyeragamkan ukuran ikan sehingga tidak terjadi persaingan makan.Pengendalian Kesehatan Dan LingkunganPenyakit yang menyerang ikan Bawal Bintang biasanya disebabkan oleh bakteri, parasit dan  virus.  Oleh  karena itu tindakan preventif sebaiknya dilakukan  lebih  awal,  sedangkan  tindakan  pengobatan  dilakukan  ketika  ikan terindikasi sakit. Tindakan  pencegahan  yang  dilakukan  yaitu : menjaga kebersihan lingkungan dengan cara pergantian jaring dan pencucian jaring setiap satu bulan sekali, pemberian makanan  yang cukup baik jumlah  maupun  nutrisinya,  dan perendaman dengan air tawar.  Adapun pengobatan  dilakukan   dengan  cara perendaman ikan, melalui  makanan, dan penyuntikan.PemanenanPemanenan dilakukan setelah ikan telah mencapai ukuran minimal 500 gram, dengan lama pemeliharaan 6-7 bulan.  Pemanenan  sebaiknya dilakukan   pada pagi atau sore hari karena pada saat tersebut suhu  relatif rendah. Untuk  pemanenan  ikan  Bawal Bintang  dipuasakan  terlebih dahulu   (tidak  diberi   pakan)   selama  12 - 48  jam sebelum ikan dipanen.  Sumber : BPBL Batam ...