Minapoli
Bappenas-UNDP Ajak Kaum Muda Bangun SDA Kelautan Berkelanjutan
Mas

Bappenas-UNDP Ajak Kaum Muda Bangun SDA Kelautan Berkelanjutan

Tim Minapoli

Tim Minapoli

Kontributor

26 Desember 2025
4 menit baca

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Badan\r\nPerencanaan Pembangunan Nasional (PPN-Bappenas) dan Badan Pembangunan PBB\r\n(UNDP) mengajak kaum muda milenial di Indonesia ikut terlibat dalam m...

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Badan\r\nPerencanaan Pembangunan Nasional (PPN-Bappenas) dan Badan Pembangunan PBB\r\n(UNDP) mengajak kaum muda milenial di Indonesia ikut terlibat dalam membangun\r\nsumber daya alam (SDA) kelautan berkelanjutan.
\r\n
\r\n"Generasi muda milenial di Indonesia usia 20-35 tahun saat ini mencapai 24\r\npersen. Jumlah mereka diperkirakan bertambah pada kurun waktu 2015-2030 menjadi\r\n1,9 miliar. Ini potensi besar untuk diajak mengelola SDA kelautan dengan\r\nprinsip 'sustainable'," kata Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas Sri\r\nYanti Wibisana Dr Sri Yanti Wibisana di IPB International Convention Center\r\n(IICC) Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa sore.
\r\n
\r\nSaat membuka "Youth Forum SDGs-14 Sustainable Fisheries" yang diikuti\r\nBadan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan (BEM-FPIK)\r\nse-Indonesia yang juga dihadiri Ketua Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan\r\ndan Kelautan Indonesia (FP2TPKI) Prof Dr Lucky Adrianto, ia menegaskan kembali\r\nstrategisnya posisi generasi muda milenial dalam perspektif Sustainable\r\nDevelopment Goals (SDGs), khususnya Tujuan-14 mengenai ekosistem lautan, yang\r\ntelah diatur melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia No 59 tahun 2017\r\ntentang pelaksanaan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
\r\n
\r\nPada kegiatan yang digagas atas kerja sama UNDP melalui pembiayaan oleh Global\r\nEnvironment Facility (GEF) pada Proyek Global Sustainable Supply Chains for\r\nMarine Commodities (GMC) itu, ia meminta mahasiswa generasi muda dari Sabang\r\nsampai Merauke yang hadir dari 11 perguruan tinggi perikanan dan kelautan itu\r\nuntuk menyumbangkan sumbangsih pemikirannya dalam forum itu.
\r\n
\r\n"Kita berupaya terus melakukan pembelajaran dan inovasi yang kita peroleh\r\ndari manapun, maka sumbangkanlah di forum pertemuan ini, sehingga ada warga dan\r\nberagam inovasi di dalamnya dari berbagai daerah di Tanah Air," kata Sri\r\nYanti Wibisana.

Sementara itu, Ketua Forum FP2TPKI yang juga Dekan FPIK IPB Lucky Adrianto\r\nsebagai pembicara kunci dalam ajang itu memaparkan bahwa dalam kaitan SDGs-14,\r\ndalam era saat ini bukan hanya sekadar persoalan yang dibahas mahasiswa dari\r\nFPIK.
\r\n
\r\n"Ada unsur diplomasi internasional dan juga hukum, jelas itu adalah domain\r\ndari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Fakultas Hukum, dan\r\nFakultas Ekonomi," katanya

"Maka, untuk agenda SDGs-4 perlu menggandeng disiplin ilmu-ilmu yang\r\nlainnya," katanya. Karena itu, ia memastikan bahwa kolaborasi adalah sebuah keniscayaan dalam\r\nmenghadapi agenda-agenda SDGs-14
\r\n
\r\nLucky Adrianto pada bagian penutup paparan menyatakan bahwa pencapaian target\r\nSDGs-14 dan perikanan berkelanjutan memerlukan pendekatan adaptif agar sektor\r\nperikanan dan kelautan tetap menjadi lokomotif pembangunan bagi negara kelautan\r\nterbesar di dunia kita ini

\r\n\r\n


\r\nDalam konteks ekonomi, katanya, maka pencapaian target SDGs-14 memerlukan\r\npendekatan "inclusive benefit-cost analysis" di mana manfaat untuk\r\nekosistem dan masyarakat harus semaksimal mungkin dalam kondisi keseimbangan\r\nbiaya yang optimal.
\r\n
\r\nSelain itu, kata dia, adaptasi terhadap revolusi industri 4.0 maupun society\r\n5.0 akan menghasilkan banyak kesempatan khususnya dalam optimalisasi\r\n"benefit and cost".

\r\nKemudian, ekosistem sains dan teknologi harus dikembangkan sedemikian rupa\r\nsehingga adaptasi dan aplikasi revolusi industri 4.0 maupun society 5.0 dapat\r\nditerapkan dengan baik di perguruan tinggi di Indonesia.
\r\n
\r\nSedangkan Project Coordinator GMC UNDP Indonesia, Jensi Sartin menambahkan\r\nbahwa sektor kelautan dan perikanan, tentunya tidak terlepas dari peran\r\ngenerasi muda dan komunitas/kelompok masyarakat dalam proses pembangunannya.
\r\n
\r\n"Pemuda merupakan garda terdepan dalam pembangunan bangsa, terlebih untuk\r\nmemasuki era Revolusi Industri 4.0. Apalagi, ditambah dengan demografi\r\nIndonesia saat ini," katanya.
\r\n
\r\nIa mengatakan sudah muncul banyak inisiatif dan gerakan yang dimotori generasi\r\nmuda dalam pembangunan kelautan dan perikanan di Indonesia, baik untuk\r\nmeningkatkan efisiensi rantai suplai, menurunkan tekanan terhadap ekosistem dan\r\nstok perikanan, mengoptimalkan teknologi dalam produksi usaha perikanan, serta\r\nmenyalurkan aspirasi pemuda terkait isu kemaritiman.
\r\n
\r\nTerkait hal tersebut, sebagai salah satu bagian penting platform multi\r\nstakeholder perikanan berkelanjutan, diadakan forum untuk mengakomodasi solusi,\r\ninovasi, masukan dari generasi muda dan komunitas masyarakat.
\r\n
\r\nMelalui proyek GMC (2018-2021) yang dikoordinasikan oleh Kementerian\r\nPerencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dengan dukungan teknis UNDP dan\r\npembiayaan oleh GEF tujuannya untuk membantu transformasi pasar makanan laut\r\ndari sisi kebijakan dan perencanaan dengan mengarusutamakan keberlanjutan dalam\r\nrantai pasokan komoditas perikanan dari Indonesia.
\r\n
\r\nSalah satu fokus proyek ini adalah menggagas pembentukan platform\r\nmulti stakeholder untuk perikanan berkelanjutan. Platform ini telah diluncurkan\r\npada 25 Juli 2019.
\r\n
\r\nPertemuan itu juga dirangkai dengan pemaparan tiga narasumber dari generasi\r\nmilenial, yakni Utari Octavianty dari Aruna (Fisheries Entrepreneur), Sila\r\nKartikasari dari Reef Check Network Indonesia (RCNI), sebuah komunitas anak\r\nmuda, dan Bhirawa Ananditya Wicaksana, dari BEM-FPIK IPB.
\r\n
\r\nKemudian juga diadakan diskusi interaktif yang dipandu Project Coordinator GMC\r\nUNDP Indonesia, Jensi Sartin dengan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni\r\nRully Setya Permana dari DIGIFISH Network, Rahyang Nusantara, dari Gerakan\r\nIndonesia Diet Kantong Plastik, Dhini Sastroatmojo dari Asosiasi Pemuda Maritim\r\nIndonesia, Enggi Dewanti, pengampanye SDGs UNDP dan Vania Herlambang, Putri\r\nIndonesia Lingkungan 2018.


Sumber : Antara News

Tim Minapoli

Ditulis oleh

Tim Minapoli

Kontributor

Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Chat dengan Kami

Pilih departemen yang Anda butuhkan