World of Exotic Fish and Aquascape (WEFA) 2026 kembali menjadi wadah edukasi dan inspirasi bagi masyarakat yang tertarik dengan dunia ikan hias dan akuaskap. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 30 Mei ...
World of Exotic Fish and Aquascape (WEFA) 2026 kembali menjadi wadah edukasi dan inspirasi bagi masyarakat yang tertarik dengan dunia ikan hias dan akuaskap. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026, di Auditorium Sumardi Sastrakusumah, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University ini mengusung tema “A Journey into the Aquatic Soul of the Rainforest.”
Mengangkat konsep “A journey into the Aquatic Soul of the Rainforest”, WEFA 2026 ingin menggambarkan keindahan, keseimbangan, serta kelestarian ekosistem hutan hujan tropis yang kaya akan kehidupan.

Event ini diikuti oleh mahasiswa dan masyarakat umum dengan tujuan memperluas wawasan mengenai industri akuakultur, khususnya di bidang ikan hias dan akuaskap.
Menurut Beginer Subhan, Dekan FPIK IPB University yang turut memberikan sambutan pada acara tersebut, sektor akuakultur memiliki peluang karier yang sangat luas.
“Dunia kerja industri akuakultur sangatlah luas, baik dalam obat-obatan, pakan, hingga ikan hias, kegiatan ini bisa menjadi salah satu pemantik semangat bagi para mahasiswa untuk menambah ketertarikannya terhadap dunia akuakultur dan FPIK.”
Berbagai agenda menarik turut memeriahkan acara, salah satunya talkshow bersama Muhammad Dzulfikar, praktisi akuaskap yang telah berpengalaman menangani berbagai proyek, termasuk untuk kalangan publik figur dan instansi pemerintahan. Selain berbagi pengetahuan, ia juga menampilkan sesi live scaping selama satu jam untuk memperlihatkan secara langsung proses penyusunan akuaskap sekaligus memberikan pemahaman mengenai teknik dan tahapan pembuatannya.
WEFA 2026 juga dihadiri oleh Dekan FPIK, jajaran dosen, serta Duta IPB University. Seluruh rangkaian kegiatan digagas oleh mahasiswa Departemen Budidaya Perairan angkatan 61 sebagai bagian dari upaya menghadirkan media edukasi yang bermanfaat bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas. Antusiasme peserta dari berbagai angkatan, mulai dari angkatan 59 hingga 62 dan lintas jurusan, menunjukkan tingginya minat terhadap kegiatan ini.
Sebagai penutup, acara menghadirkan kompetisi live scaping yang diikuti oleh mahasiswa peserta Mata Kuliah Ikan Hias dan Akuaskap selama sekitar 1,5 jam. Pemenang kompetisi diumumkan di penghujung acara dan memperoleh hadiah berupa voucher layanan photobooth.

Ditulis oleh
Minapoli
Penulis
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
