Perikanan Tangkap dari Hulu hingga Hilir

| Sun, 07 Nov 2021 - 15:15

Provinsi Bengkulu merupakan salah satu provinsi yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat bagian Utara dengan 2⁰16’9” - 3⁰31’17” LS dan 101⁰1’0” - 103⁰41’5” BT. Dengan luas wilayah mencapai ± 32.254,53 km². Provinsi Bengkulu terdiri dari 9 kabupaten dan 1 Kota, dimana 6 Kabupaten dan 1 Kota termasuk dalam wilayah pesisir.


Kota Bengkulu merupakan Provinsi yang berada di pantai Barat Pulau Sumatera. Wilayah pesisir Kota Bengkulu memanjang dari Sungai Hitam di Kecamatan Muara Bangkahulu hingga Pulau Baai Kecamatan Kampung Melayu. Sumberdaya perikanan laut Kota Bengkulu meliputi dua kategori yaitu 12 mil dan 200 mil laut.


Masyarakat pesisir Kampung Bahari Kota Bengkulu merupakan masyarakat yang bermata pencaharian sebagian besar nelayan yang  memiliki kearifan lokal yang masih terus dipatuhi. Oleh karena itu, tidak bisa dipungkiri masyarakat Kampung Bahari sangat dekat dengan kehidupan laut. Kebanyakan penduduk di Kampung Bahari umumnya hanya memiliki Pendidikan formal sampai Sekolah Dasar atau Sekolah Menengah Atas.




Penangkapan ikan biasanya dilakukan di daerah perairan laut tengah dengan menggunakan alat tangkap yang bervariasi, seperti: pancing, dan jaring. Penggunaan alat tangkap menjadi suatu ketentuan keseragaman alat tangkap yang dipergunakan dalam musim tertentu, misalnya penggunaan alat pancing diperuntukkan dalam keadaan air laut berombang, sedangkan alat tangkap jaring diperuntukkan saat keadaan ombak stabil.


Penangkapan ikan merupakan rangkaian usaha yang berkaitan dengan pengolahan, pemanfaatan sumber daya ikan, serta pengelola lingkungan dan pra produksi sampai pasca produksi. Ketika para nelayan menepi, hasil tangkap tersebut akan diproses terlebih dahulu dengan cara disortir. 


Yuk, ikuti juga: Kompetisi LensaMina, Membuka Cakrawala Akuakultur Indonesia


Proses penyortiran dilakukan dengan cara memilah ikan berdasarkan jenis, dan ukuran.  Jenis-jenis ikan yang didapatkan oleh nelayan Kampung Bahari yaitu, : Ikan Kapur-kapur, Ikan Gaguk, Ikan Beledang, Ika Bleberan, Ikan Kape-Kape, Ikan Bawal Putih, Ikan Kerong. Dari hasil tangkapan nelayan ada beberapa jenis ikan yang diolah menjadi produk hasil perikanan yaitu ikan kering. Salah satu jenis ikan yang dikeringkan ialah Ikan Bledang.


Pada proses penjemuran ikan dilakukan di atas para-para atau disebut teletai yang berasal dari pelepah kelapa sawit. Penjemuran ikan di atas para-para disusun dengan rapi agar pada saat penjemuran  semua ikan menjadi kering merata. Ikan asin kering yang berkualitas dapat dihasilkan jika bahan baku yang digunakan berkualitas baik dan higienis.


Pengeringan ikan memiliki prinsip yaitu pengurangan kadar air dan penguapan, sehingga tidak memberikan kesempatan bagi mikroorganisme untuk berkembang. Saat proses pengeringan biasanya dilakukan dengan penggaraman terlebih dahulu, proses pengeringan ikan dilakukan oleh masyarakat di Kampung Bahari dengan cara memanfaatkan panas sinar matahari.


Hasil tangkapan nelayan di Kampung Bahari dipasarkan kepada pedagang pengumpulan seperti toke. Pedagang pengumpulan memasarkan dagangannya melalui tiga cara, yaitu dipasarkan secara langsung ke pedagang pengencer untuk selanjutnya dipasarkan ke pasar Kota Bengkulu, dipasarkan secara langsung kepada konsumen yang ada di sekitar Kampung Bahari dan Pulai Baii, dan didistribusikan ke luar kota. 

--- 


Penulis: Debby Meisyella

Profesi: Mahasiswa

Instansi: Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Artikel lainnya