• Home
  • Infomina
  • Pemanfaatan Ikan Cere Sebagai Pakan Tambahan (Suplemen Hewani) dalam Budidaya Ikan Gabus (Channa striata)

Pemanfaatan Ikan Cere Sebagai Pakan Tambahan (Suplemen Hewani) dalam Budidaya Ikan Gabus (Channa striata)

| Wed, 17 Nov 2021 - 11:23

Akuakultur atau budidaya perairan merupakan salah satu kegiatan perikanan yang dapat dilakukan di perkotaan yang dikenal sebagai urban fish farming , khususnya komoditas perikanan air tawar. Akuakultur air tawar dapat dilakukan di perkotaan karena selain adanya pasar yang besar, juga dapat dilakukan di lahan sempit, seperti dipekarangan rumah, lahan belakang rumah ataupun dapat menggunakan wadah ukuran kecil, seperti bak beton, kolam terpal, drum dan akuarium. 


Pada pertengahan tahun 2017 awal ketertarikan kami untuk berbudidaya ikan air tawar, ketertarikan ini didasarkan untuk memanfaatkan lahan kecil di belakang rumah. Dengan modal sebesar Rp 1.500.000,- hasil dari penjualan 1 ekor ikan arwana dan 2 ekor ikan lohan (yang lumayan lama kami pelihara di aquarium) kami dapat membuat 2 kolam terpal dengan ukuran 3 x 2 m² termasuk upah tukang untuk membuat pondasi batu bata dan tiang kayu penyangga kolam. 


Berbudidaya ikan gabus disamping nilai ekonomisnya yang tinggi di pasaran (khususnya Sumatera Selatan) karena ikan ini banyak dimanfaatkan untuk olahan (diversifikasi) untuk membuat makanan khas sumatera selatan seperti: pempek,kerupuk dan kemplang. Selain memiliki nilai jual yang tinggi, ikan gabus juga memiliki kandungan gizi yang baik bagi kesehatan. Seiring, berkembangnya teknologi, para ahli kesehatan juga mulai melirik kandungan gizi yang terdapat pada ikan gabus untuk dijadikan sebagai pengganti infus albumin yang harganya cukup mahal. Ikan gabus memiliki 70% protein, 21% albumin, asam amino yang lengkap, mikronutrien zinc, selenium dan iron. 




Pada masa awal penetasan (usia 3-4 hari penetasan) cukup diberi pakan naupli artemia atau kutir/kutu air Daphnia sp, setelah 5 hari ganti dengan cacing sutera (Tubifex sp), setelah 1 minggu stop pemberian pakan cacing sutera kita ganti dengan anakan ikan cere, pemberian pakan anakan ikan cere ini bertujuan untuk melatih dan memperkenalkan pakan alami kepada benih ikan gabus, bahwa secara alami inilah pakan ikan gabus sehingga mereka mengenal satu koloni mereka dan pemanfaatan ini dapat menekan tingkat kanibalisme ikan gabus sampai tumbuh dewasa. Anakan ikan  cere ini sempat mudah didapatkan dan melimpah banyak di aliran air parit, kolam retensi dan pinggiran waduk. 

 

Setelah 1 minggu pemberian anakan ikan cere, benih gabus sudah bisa dilatih pakan pelet dan pelet  PF-500 ini dilembutkan terlebih dahulu dengan mencampur probiotik EM-4 dan molase (air gula) dengan takaran 1 tutup botol EM-4 dan 1 tutup botol molase dicampur dengan 1 liter air, kemudian siram rata pada pakan pelet cukup untuk sekedar melembutkan/melenturkan pakan pelet.


Yuk, ikuti juga: Kompetisi LensaMina, Membuka Cakrawala Akuakultur Indonesia


Sampai usia 1 bulan atau lebih hanya 2 jenis pakan ini yang kita berikan untuk benih ikan gabus di masa pendederan. Media yang digunakan pada masa pendederan adalah aquarium dengan ukuran 100cm  x 50cm  x  50cm , ketinggian debit air antara 30cm-40cm dan menggunakan sistem aerasi dan pompa filter untuk pensirkulasian air, padat tebar 200 ekor-259 ekor.


Setelah 1 bulan atau lebih benih gabus sudah berukuran 5-7 cm artinya ukuran ini sudah siap untuk ditebar ke kolam pembesaran atau sudah siap untuk kita pasarkan. Dari 2 buah aquarium (dengan ukuran diatas) dapat kita tebar di kolam pembesaran 500 ekor benih ikan gabus untuk kolam berukuran 3m x 2m x 1m dan pakan gabus yang diberikan PF-800, selanjutnya ukuran pelet  disesuaikan tingkat ukurannya dengan pertumbuhan fisik ikan gabus, sampai usia 3 bulan setengah atau 4 bulan.


Pada usia 1 bulan pertama sejak penebaran benih di kolam pembesaran sampai usia 3,5 bulan – 4 bulan intensifkan pemberian pakan pelet dengan kadar protein tinggi, karna pada usia inilah ikan gabus membutuhkan protein tinggi untuk pertumbuhan fisiknya. Selanjutnya memasuki usia 4 bulan ke atas dengan sendirinya intensitas ikan gabus untuk makan pelet dengan kadar protein tinggi akan menurun, perubahan ini disebabkan karena faktor pertumbuhan genetika ikan gabus, logikanya di habitat alami kebiasaan ikan gabus di alam tidak selalu mengkonsumsi makanan dengan kadar protein tinggi, seperti ikan kecil, serangga  atau keong sawah.


Hasil panen dari penebaran 500 ekor benih ikan gabus dengan masa pemeliharaan 1 tahun, hasil panen yang didapatkan sebanyak -+ 400 kg dengan bobot rata-rata hampir 800 g/ekor. Nilai hasil keuntungan diatas 80% dari biaya-biaya yang dikeluarkan, hasil penjualan 400 kg x harga Rp. 40.000/kg (harga standar di pasaran). Nilai penjualan sebesar Rp. 16.000.000 dikurangi biaya-biaya selama produksi (biaya pakan dll) sebesar Rp 4.000.000 , hasil keuntungan yang didapat sebesar Rp 12.000.000.


Setelah 2 kali panen (berhasil membudidayakan ikan gabus) di tahun  2019 sebelum pandemi covid-19, kami berkunjung ke kantor dinas perikanan Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, bermaksud untuk mengurus izin usaha budidaya perikanan ikan gabus. Atas dasar inilah pembentukan atau berdirinya kelompok “POKDAKAN MINA HOKY”.         


Budidaya ikan gabus akan menjadi bisnis rumah tangga yang dapat menambah penghasilan ekonomi keluarga, budidaya ikan gabus tidak harus mempunyai lahan yang luas dengan memanfaatkan lahan di sekitar halaman rumah. Dari kolam kecil dan sederhana inilah kami dapat memperkenalkan dan mengajak masyarakat untuk mulai berbudidaya ikan gabus. 

--- 

Penulis: Syarbini S

Profesi: Pebudidaya Ketua Pokdakan

Instansi: Pokdakan Mina Hoky


Artikel lainnya