Penyakit masih menjadi salah satu tantangan utama dalam budidaya udang vaname di Indonesia. Petambak di lapangan hingga kini masih menghadapi berbagai jenis penyakit udang vaname seperti AHPND, EMS, W...
Penyakit masih menjadi salah satu tantangan utama dalam budidaya udang vaname di Indonesia. Petambak di lapangan hingga kini masih menghadapi berbagai jenis penyakit udang vaname seperti AHPND, EMS, WSSV, dan lain-lain.
Ancaman dari serangan penyakit udang ini tidak hanya kerugian akibat penurunan produktivitas atau bahkan kematian, namun juga risiko terjadinya infeksi ulang yang berkepanjangan.
Petambak udang diharapkan memahami berbagai jenis penyakit udang vaname yang ada serta gejalanya sebagai langkah identifikasi awal di lapangan.
Artikel ini menjelaskan 10 jenis penyakit udang yang telah terjadi dalam lingkup budidaya Indonesia serta cara mengatasi penyakit udang vaname tersebut.
Jenis Penyakit Udang Vaname
AHPND (Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease)
Patogen
Strain bakteri Vibrio parahaemolyticus yang menghasilkan toksin Pir A dan Pir B
Gejala AHPND
Usus udang terlihat kosong
Hepatopankreas pucat, mengecil, dan berbintik
Terjadi kematian bertahap atau massal hingga DOC 30
Cara Pencegahan AHPND
Deteksi penyakit udang dengan PCR pada tahap benur atau berkala pada saat pembesaran
Monitoring Total Vibrio Count (TVC) selama budidaya
Informasi Penting Lainnya
Penyakit AHPND dapat dapat memicu gejala Early Mortality Syndrome (EMS) atau fenomena terjadinya kematian udang hingga 100% populasi di tambak dalam 20-30 hari awal pembesaran.
Penyakit AHPND juga diperkirakan telah menyebabkan kerugian pada industri udang global sebanyak 43 miliar USD serta menyebabkan produktivitas budidaya udang pada wilayah yang terjangkit menurun hingga 60% menurut data dari penelitian.
Baca juga: Cek Penyakit Udang Anda di Laboratorium Penyakit Udang Tersertifikasi
EHP (Enterocytozoon hepatopenaei)
Patogen
Enterocytozoon hepatopenaei
Gejala EHP
Ciri-ciri paling umum yang menandai infeksi penyakit EHP pada udang di tambak adalah perbedaan ukuran ekstrem dalam wadah budidaya.
Cara Pencegahan EHP
Deteksi penyakit EHP pada benur sejak dari hatchery
Sterilisasi menggunakan klorin dan penerapan metode kejut pH pada saat persiapan wadah
Penerapan biosekuriti terutama pada disinfeksi alat serta pencegahan hama
Informasi Penting Lainnya
Infeksi EHP dapat meningkatkan kerentanan udang terhadap penyakit lain karena gangguan penyerapan nutrisi, sehingga mempermudah munculnya infeksi sekunder, seperti penyakit berak putih atau White Feces Disease (WFD).
Baca juga: Cara Cek Penyakit Benur dengan Akurat
WSSV (White Spot Syndrome Virus)
Patogen
White Spot Syndrome Virus
Gejala WSSV
Muncul bintik putih pada karapas
Udang mulai berenang di permukaan
Penurunan nafsu makan
Cara Pencegahan
Penerapan deteksi penyakit sejak dini menggunakan PCR serta penggunaan benur Specific Pathogen Free (SPF).
Informasi Penting Lainnya
Sumber menyebutkan bahwa penyakit WSSV pada udang mampu menyebabkan kematian 100% populasi udang dalam tambak dalam waktu 10 hari pemeliharaan.
Penyakit Myo atau IMNV (Infectious Myonecrosis Virus)
Patogen
Infectious Myonecrosis Virus
Gejala Myo atau IMNV
Jenis penyakit udang vaname satu ini utamanya ditandai dengan perubahan warna tubuh udang memerah seperti udang rebus
Cara Pencegahan Myo atau IMNV
Penggunaan benur SPF
Deteksi penyakit benur sejak dari hatchery dengan PCR
Pencegahan masuknya hama
CMNV (Covert Mortality Nodavirus)
Patogen
Covert Mortality Nodavirus (CMNV)
Gejala CMNV
Bagian otot perut berubah warna pudar
Usus terlihat kosong
Cangkang menjadi lunak
Cara Pencegahan CMNV
Deteksi penyakit menggunakan real-time PCR secara berkala
Terapkan biosekuriti, terutama pencegahan hama masuk
DIV 1 (Decapod Iridovirus)
Patogen
Decapod Iridescent Virus 1, khususnya strain Shrimp Haemocyte Iridescent Virus (SHIV)
Gejala DIV 1
Kepala berwarna putih
Insang menguning
Usus terlihat kosong
Antena terpotong atau rusak
Cara Pencegahan DIV 1
Penggunaan benur SPF
Menghindari praktik budidaya polikultur
Cek penyakit benur menggunakan PCR
TSV (Taura Syndrome Virus)
Patogen
Taura Syndrome Virus
Gejala TSV
Muncul bercak hitam pada tubuh udang
Cangkang melunak
Cara Pencegahan TSV
Penggunaan benur SPF
Deteksi penyakit udang menggunakan PCR secara berkala
Penerapan biosekuriti yang ketat sejak persiapan kolam
YHD (Yellow Head Disease)
Patogen
Yellow Head Virus
Gejala YHD
Jenis penyakit udang vaname ini punya ciri-ciri utama yaitu bagian kepala yang berubah warna menjadi kuning
Cara Pencegahan YHD
Penggunaan benur SPF
Sipon dasar tambak secara rutin
Pemberian imunostimulan pada pakan
Artikel terkait: Mencegah Penyakit Udang dengan Monitoring Sumber Patogen
IHHNV (Infectious Hypodermal and Hematopoietic Necrosis Virus)
Patogen
IHHNV
Gejala IHHNV
Jenis penyakit udang vaname ini ditandai dengan perilaku udang yang berenang menuju permukaan air dan kembali lagi ke dasar secara berulang.
Cara Pencegahan IHHNV
Gunakan benur SPF
Deteksi penyakit sejak dini menggunakan PCR selama budidaya
Manajemen kualitas air dan bahan organik yang baik
Cara Mengatasi Penyakit Udang Vaname
Setiap jenis penyakit udang vaname di atas belum memiliki “formula” yang dapat mengobati atau menghilangkan penyakit secara efektif. Namun, terdapat beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk menangani serangan penyakit udang:
Penerapan biosekuriti yang ketat untuk mencegah penyebaran penyakit lebih luas
Sipon tambak secara rutin serta monitoring kadar bahan organik (TOM) di dalam tambak
Evaluasi sistem pemberian pakan untuk menghindari overfeeding serta polusi bahan organik
Pemberian imunostimulan serta feed additive untuk memperkuat imunitas udang
Perbaikan kualitas air dengan pemberian probiotik
Pada penyakit yang berhubungan dengan bakteri Vibrio, lakukan monitoring TVC serta aktivitas quorum sensing secara rutin
Namun sejatinya dalam praktik budidaya udang, langkah untuk mencegah penyakit udang jauh lebih diutamakan daripada mengobati, karena penanganan setelah gejala muncul sering kali terlambat dan tidak memberikan hasil yang optimal.
Salah satu tindakan paling krusial dalam mencegah penyakit udang adalah cek penyakit udang. Dengan cek penyakit udang sejak dini, petambak dapat mengidentifikasi potensi jenis penyakit yang menyerang, sehingga langkah mitigasi dapat segera dilakukan bahkan sebelum gejala terlihat.
Cek Penyakit Udang sejak Dini bersama CeKolam
CeKolam adalah penyedia layanan cek berbagai jenis penyakit udang vaname yang yang bertandar international dengan sertifikasi ISO 9001 & ISO 17025, menunjukkan proses deteksi penyakit memiliki standar untuk menjaga akurasi.
Laboratorium CeKolam menyediakan layanan uji PCR yang akurat untuk 9 jenis penyakit udang vaname:
AHPND
EHP
WSSV
IMNV
CMNV
DIV 1
TSV
YHV
IHHNV
Untuk melakukan uji penyakit di laboratorium CeKolam, petambak bisa menghubungi admin CeKolam melalui WhatsApp, dan mengirimkan berbagai sampel ke laboratorium CeKolam di Banyuwangi dan Jakarta, mulai dari udang, benur, tanah, air, lumpur untuk melihat keberadaan patogen dengan teknologi PCR.
Bersama layanan cek jenis penyakit udang vaname dari CeKolam, kerugian di tambak udang dapat dihindari.

Ditulis oleh
Minapoli
Penulis
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
