Pada hari Selasa, 10 September 2019, PT.Gani Arta Dwitunggal (AquaTec) mengekspor untuk kedua kalinya Keramba JaringApung (KJA) HDPE ukuran 3m x 3m 8 petak per unit sebanyak 20 unit, dengan totaljumla...
Pada hari Selasa, 10 September 2019, PT.Gani Arta Dwitunggal (AquaTec) mengekspor untuk kedua kalinya Keramba JaringApung (KJA) HDPE ukuran 3m x 3m 8 petak per unit sebanyak 20 unit, dengan totaljumlah keramba sebanyak 160 petak ke Ministry of Fisheries and Agriculture (KementerianPerikanan dan Pertanian) Negara Republik Maladewa (Maldives), yang dikemasdalam 5 kontainer 40’HC.
Acara pelepasan ekspor ke Maldives diresmikanoleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat Bapak Jafar Ismail,dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT. Gani Arta Dwitunggal BapakBudiprawira Sunadim, Mantan Dirjen Perikanan tangkap KKP Dr. Ir. Dedi H.Sutisna, MS., Kepala Dinas Kabupaten Bandung Barat Bapak Chandra, perwakilanUNPAD Ir. Rita Rostika, perwakilan dari MAI Bapak Muhamad Husen, perwakilandari pemerintah Provinsi Jawa Barat, perwakilan dari IPB, besertaundangan-undangan lainnya.
Maldives, yang selama ini terkenal dengansektor pariwisatanya yang telah mendunia, ternyata memiliki minat besar untuk mengembangkansektor akuakultur. Ekspor kali ini merupakan kelanjutan dari ekspor kerambajaring apung AquaTec sebelumnya pada tahun 2018, dan merupakan perwujudan dariprogram pemerintah Maldives untuk memajukan sektor perikanan budidaya. Didukungdengan letak geografis Negara tersebut yang berbentuk kepulauan, sebagian daripulau-pulau yang ada di Maldives akan dialokasikan menjadi sentra-sentraperikanan budidaya dalam proyek Sustainable Fisheries Resources DevelopmentProject Male yang didanai oleh World Bank (Bank Dunia). Keramba jaring apungyang dibeli dari Indonesia ini akan dibagikan kepada pembudidaya-pembudidayalokal Maldives untuk meningkatkan produksi ikan kerapu, yang nantinya sebagian hasilbudidaya akan dikonsumsi secara domestik dan sebagian lainnya diekspor kenegara China.
AquaTec bangga bahwa produknya bisa kembalidipercaya oleh Kementrian Perikanan dan Pertanian di Maldives yang didanai olehWorld Bank untuk mengembangkan sektor perikanan Maldives di tahun 2019. Untuktahun 2020, Maldives berencana akan mengimpor kembali keramba jaring apung dariAquaTec dalam jumlah yang lebih besar.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan JawaBarat, Jafar Ismail mengatakan, “Teknologi KJA dari PT. Gani Arta Dwitunggalyang sudah dipakai oleh sejumlah negara membuktikan produknya sudah bertarafinternasional. Dalam pengembangan industri perikanan budidaya di Jawa Barat,kami juga akan mengembangkan KJA merek AquaTec. Untuk uji coba, kami akanmembeli sejumlah unit untuk diterapkan di Pantai Selatan di Sukabumi dan diPantura Subang. Ini untuk percontohan sehingga masyarakat bisa meniru,sekaligus dapat meningkatkan sektor pariwisata.” (dikutip dari Kompas, Rabu 11September 2019)
Di dalam negeri, Aquatec telah bekerjasamadengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dalam mengembangkan sektorperikanan budidaya. Dengan sebanyak 15.750 petak keramba jaring apung HDPE(High Density Polyethylene) terpasang di wilayah Indonesia, produksi kerapuIndonesia mencapai 5.600 ton pada tahun 2015. Selain Maldives, Aquatec jugasudah mengekspor produk-produknya ke berbagai negara seperti Singapura,Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Taiwan, China, dan Ghana. Bahan HDPEdipilih sebagai material keramba dikarenakan oleh karakteristiknya yang ramahlingkungan dan tahan lama, sehingga keramba mampu menghadapi ombak setinggi 2meter untuk KJA segi empat, dan mampu menghadapi ombak setinggi 4 meter untukKJA bundar offshore. Mari majukan sektor perikanan budidaya bersama Aquatec.
Sumber : Aquatec

Ditulis oleh
Minapoli
Penulis
-
