Tanaman Azolla merupakan salah satu sumber pakan alternatif untuk ikan yang kian dikenal oleh masyarakat, terutama di tengah harga pakan yang terus naik.Oleh karena itu, para pembudidaya ikan mulai me...
Tanaman Azolla merupakan salah satu sumber pakan alternatif untuk ikan yang kian dikenal oleh masyarakat, terutama di tengah harga pakan yang terus naik.
Oleh karena itu, para pembudidaya ikan mulai mencari informasi mengenai apa itu tanaman Azolla, cara pemberiannya pada ikan, serta cara budidaya Azolla di kolam ikan. Alur budidaya Azolla sendiri cukup simpel seperti budidaya ikan, yakni: menebar bibit, berikan pupuk sebagai sumber nutrisi, dan panen secara berkala.
Untuk informasi selengkapnya, artikel ini akan menjelaskan secara detail cara budidaya tanaman azolla di kolam ikan dan di kolam sendiri, cara panen dan penyimpanannya, kandungan gizi serta manfaatnya untuk ikan, dan cara pemberiannya.
Apa itu Azolla?
Azolla adalah tanaman paku air yang mengapung di permukaan air, termasuk famili Azollaceae. Tanaman kecil ini secara alami tumbuh di parit, kolam air tawar, dan sawah, serta ditemukan di wilayah tropis maupun beriklim sedang.

Sumber: Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak
Untuk pakan ikan sendiri, terdapat dua jenis yang umum dibudidayakan yaitu Azolla microphylla dan Azolla pinnata.
Salah satu keunggulan dari tanaman Azolla antara lain yaitu dapat menyerap nitrogen dari udara sehingga pertumbuhannya dapat dikatakan tetap stabil meskipun air habitatnya rendah akan salah satu unsur tumbuh tersebut.
Karena tinggi akan protein, mudah dibudidayakan, dan tumbuh cepat, tanaman Azolla dipakai sebagai pakan alternatif untuk ikan.
Baca juga: Membuat Sendiri Pakan Alternatif Ikan Gurami
Cara Budidaya Azolla di Kolam Ikan
Budidaya di kolam ikan berarti azolla tumbuh di permukaan kolam yang sama dengan ikan, sehingga ikan dapat langsung memakannya. Cara ini dipakai pada kolam tanah nila, serta pada sistem ganda azolla-lele dan kolam gurami.
• Siapkan kolam: gunakan kolam tanah yang sudah atau akan diisi ikan. Ikan omnivora seperti nila, lele, dan gurami adalah jenis yang umum dipakai dalam studi budidaya azolla.
• Siapkan bibit: ambil bibit azolla yang segar dan sehat, lalu bersihkan dari kotoran atau tanaman lain sebelum ditebar.
• Tebar bibit: tebar bibit merata di permukaan air. Dalam studi di kolam nila, bibit awalnya sebanyak 60 gram per m2.
• Beri pupuk: pupuk kandang kambing atau sapi dipakai untuk mempercepat pertumbuhan azolla di kolam nila. Pupuk organik cair dari limbah ikan patin juga terbukti meningkatkan biomassa azolla pada media pemeliharaan nila.
• Jaga kondisi air dan cahaya: azolla tumbuh paling baik pada pH 4,5-7,0 dan membutuhkan sekitar 25-50% sinar matahari penuh.
• Pantau dan panen: azolla yang tidak dipanen dapat mati dan membusuk. Ambil sebagian secara berkala dengan serokan halus, dan sisakan sebagian agar populasinya tumbuh kembali.

Sumber: MalangVoice
Artikel terkait: 6 Pilihan Pakan Alami Ikan Nila agar Cepat Besar
Cara Budidaya Azolla di Kolam Terpisah
Budidaya tanaman Azolla juga dapat dilakukan di kolam khusus (terpisah dari ikan), jika memang pembudidaya memiliki kolam yang tidak digunakan untuk budidaya ikan atau menyediakan kolam portabel menggunakan container.
Budidaya Azolla di kolam tersendiri dapat memaksimalkan hasil panennya bisa diatur untuk pakan, dijual, atau diolah. Cara ini cocok bila Anda ingin pasokan azolla stabil untuk beberapa kolam ikan.
• Siapkan kolam: tempat terbaik adalah kolam tanah. Wadah lain seperti kolam terpal, kolam semen, ember, atau dak juga bisa dipakai, dengan tanah dimasukkan ke dasar wadah. Tinggi air yang dipakai pada budidaya di ember dan kolam terpal adalah 5-20 cm.
• Siapkan media dan pupuk dasar: pastikan pupuk kandang sudah terfermentasi sempurna dan kolam tidak berbau sebelum bibit ditebar. Bila pupuk organik tidak tersedia, NPK 16-16-16 dapat dipakai, misalnya 10 gram per 10 liter air.
• Siapkan bibit: bibit dengan bobot awal sekitar 30 gram per wadah sudah cukup untuk dimulai dan akan berkembang cepat.
• Tebar bibit: tebar merata di permukaan air. Beri naungan agar azolla tidak terpapar sinar matahari langsung terus-menerus.
• Perkaya nutrisi: penambahan dolomit dan pupuk SP-36 meningkatkan biomassa azolla dalam uji di kolam terpal. Pupuk organik cair hasil fermentasi limbah cair pasar ikan dan tahu dengan EM4 selama 30 hari juga terbukti menambah biomassa azolla.
• Jaga kondisi dan kendalikan jentik: pertahankan pH 4,5-7,0. Tebar ikan kecil di kolam azolla untuk menekan jentik nyamuk.
• Contoh hasil: pada kolam terpal 1 × 1 m, azolla dari inokulasi 1 ton per hektar mampu menghasilkan 11,48-21,68 ton per hektar (kering tiris) dalam 24 hari, tergantung kesuburan media.
Manfaat Azolla untuk Ikan
Azolla bermanfaat sebagai pakan alternatif karena kandungan proteinnya tinggi dan biayanya relatif murah. Berikut penjelasan lengkapnya mengenai manfaat Azolla untuk ikan:
- Protein tinggi: kadar proteinnya dilaporkan 200-400 gram per kg berat kering. Beberapa studi Indonesia mencatat 25-35% (kajian Undhira), 28,12% (BPTP Yogyakarta), dan 31,25% (Unsoed). Kadarnya bervariasi menurut jenis azolla dan kondisi budidaya.
• Asam amino, vitamin, dan mineral: azolla mengandung asam amino esensial seperti lisin, leusin, dan valin, vitamin A dan B12, beta-karoten, serta mineral seperti kalsium, kalium, dan zat besi.
• Serat kasar sebagai pembatas: kandungan serat kasarnya sekitar 13% sehingga dalam jumlah besar sulit dicerna, misalnya oleh ikan nila.
• Menghemat biaya pakan: penggunaan Azolla microphylla dilaporkan menekan biaya pakan hingga 50% pada budidaya lele dan 20% pada nila di Bogor. Pada ikan Labeo fimbriatus, pakan dengan 40% azolla kering menurunkan biaya pakan 25% tanpa mengurangi hasil.
• Mengurangi tepung ikan dan kedelai: hingga 30% pakan berbasis tepung ikan untuk nila dapat digantikan tepung azolla kering. Substitusi 25% fermentasi tepung azolla untuk tepung kedelai memberi hasil terbaik pada benih patin siam.
• Memperbaiki kualitas air: azolla yang tumbuh di media pemeliharaan nila dapat berfungsi sebagai fitoremediasi.
• Bisa dijual: kelebihan biomassa azolla dapat dijual atau diolah menjadi pelet.
Cara Panen & Pemberian Azolla ke Ikan
Panen azolla dilakukan berkala karena tanaman ini tumbuh cepat dan akan mati jika dibiarkan menumpuk. Karena azolla mudah membusuk, hasil panen yang berlebih perlu diolah.

Sumber: Trubus
• Panen: gunakan serokan ikan yang jaringnya halus untuk mengambil azolla dari permukaan air. Azolla yang sudah bersih dan segar dapat langsung dipakai sebagai pakan atau digiling untuk bahan pelet.
• Gunakan segera: azolla segar membusuk bila tidak langsung dipakai, jadi sesuaikan jumlah panen dengan kebutuhan pakan.
• Jual atau olah: hasil panen berlebih dapat dijual, dibuat tepung kering, atau diolah menjadi pelet.
• Segar atau kering: azolla segar dapat langsung dimakan ikan, sedangkan azolla kering dicampur dengan pakan buatan atau pelet untuk menambah nilai gizi.
• Jangan dijadikan satu-satunya pakan: menurut berbagai studi, pemberian azolla terus-menerus atau berlebihan kurang baik untuk pertumbuhan, dan pengganti total pakan komersial memberi hasil negatif pada ikan uji. Padukan dengan pakan komersial.
• Gunakan batas substitusi yang teruji: nila merah tetap tumbuh normal saat pelet berprotein 24% digantikan azolla dan lemna hingga 30% selama 60 hari. Untuk gurami, tepung azolla fermentasi 20% memberi hasil terbaik. Pada barbs, substitusi azolla segar 25% memberi keuntungan lebih tinggi.
• Fermentasikan bila perlu: tepung azolla terfermentasi mempermudah pencernaan dan terbukti meningkatkan pertumbuhan pada gurami, patin, dan baung.
• Sesuaikan dengan jenis ikan: azolla cocok untuk ikan omnivora, terutama yang cenderung herbivora seperti nila.
Informasi Budidaya Ikan dari Minapoli
Selain azolla, Minapoli juga punya informasi budidaya berbagai komoditas ikan, seperti lele, nila, gurami, dan komoditas lainnya. Anda dapat mengaksesnya melalui tautan berikut:
• Panduan Lengkap Budidaya Ikan Lele

Ditulis oleh
Minapoli
Penulis
-
