Warna Air Yang Baik Untuk Budidaya Ikan

| Tue, 27 Sep 2022 - 16:55

Warna Air Yang Baik Untuk Budidaya Ikan – Bagi kamu yang sudah terbiasa membudidayakan ikan menggunakan kolam, tentunya sudah tidak asing lagi dengan warna-warni air yang muncul dari proses budidaya tersebut. Namun, bagi sebagian pembudidaya ikan pemula tentu wajar dibingungkan dengan kondisi air yang tidak sesuai. Kadang hijau, kadang coklat, bahkan hitam.


Perubahan warna air tambak budidaya ikan disebabkan oleh kualitas baku mutu air di tambak. Oleh karena itu, para pembudidaya ikan tidak perlu heran jika menemukan perubahan warna air, langsung saja analisa dan cari tahu penyebabnya. Perubahan warna sangat umum terjadi tidak hanya sekali dalam satu periode budidaya.


Warna air pada budidaya ikan umumnya ditentukan oleh jenis plankton dan bahan organik yang terkandung di dalamnya. Intensitas warna menunjukkan kerapatannya, misalnya warna hijau tua berarti banyak mengandung fitoplankton, sebaliknya warna perairannya hijau muda.


Warna Air yang Baik Untuk Berternak Ikan

Warna Air уаng Baik

Warna perairan umumnya ditentukan oleh jenis plankton dan bahan organik yang terkandung di dalamnya. Intensitas warna menunjukkan kepadatan kedua hal tersebut, misalnya hijau tua berarti mengandung fitoplankton yang tinggi, berbeda dengan warna perairan hijau muda.


Pada kolam ikan, faktor ini ditambahkan pada jenis ikan dan jenis fasilitas (kolam tanah/terpal) dan peralatan pendukung (aerator, jaring, plastik UV, dll) Warna kolam ikan dapat terjadi secara alami dan dapat terjadi karena diperlakukan – atau dengan kata lain, sesuatu sengaja ditambahkan untuk menghasilkan warna tertentu. Perubahan warna juga sering terjadi sehingga tidak hanya satu warna dalam satu periode budidaya.


Baca juga: Langkah Mudah Menjaga Kualitas Air Kolam Ikan Lele


Faktor Warna Air Budidaya Ikan

Faktor lain juga mencakup jenis ikan dan jenis fasilitas (tambak tanah/terpal) dan peralatan pendukung (aerator, paranet, plastik UV, dll) yang digunakan. Warna air kolam juga bisa berubah jika kamu sengaja menambahkan sesuatu untuk menghasilkan warna tertentu. Di kolam ikan, berbagai warna yang sering dijumpai adalah hijau muda, coklat muda, hijau/coklat tua, putih keruh dan merah kecoklatan.


Air kolam hijau muda

Air tambak berwarna hijau muda atau hijau jernih yang berarti terdapat plankton klorofil berdensitas rendah yang dikategorikan sebagai Cyanobacteria dan Gloeotrichia echinulata. Plankton ini berfotosintesis pada siang hari dengan bantuan sinar matahari sehingga kadar oksigen meningkat.


Hal ini baik karena meningkatkan nafsu makan ikan lele. Namun, pada malam hari, plankton menghasilkan CO2 (karbon dioksida) sehingga kadar oksigen menurun. Warna hijau muda ini sering terlihat pada kolam terpal, beton, dan fiber dengan komoditas ikan lele, nila, dan gurame.


Warna air kolamnya coklat muda

Warna air kolam yang berwarna coklat muda merupakan warna yang paling sering dijumpai misalnya pada kolam tanah, kolam air deras dan kolam beton. Warna air yang kecokelatan menunjukkan bahwa kandungan organik dan mineralnya cukup terjaga dan berfungsi sebagai suplai makanan. Warna coklat muda juga menjadi tanda bahwa pemberian pakan tidak berlebihan.


Air kolam berwarna hijau tua

Seperti yang telah disebutkan, warna hijau disebabkan oleh padatnya populasi plankton dan bahan organik, sedangkan warna coklat tua karena kepadatan pupuk kandang, sisa pakan dan lumpur yang tinggi. Pada kolam bioflok, warna ini menjadi alami karena sistem budidaya bioflok sengaja menambahkan kuman sebagai suplemen makanan.


Warna air yang kental ini juga menghindarkan ikan dari stres karena bebas dari bayangan dan hama dari luar kolam. Sedangkan pada tambak alami yang berwarna gelap harus lebih diperhatikan karena kondisi ini kurang baik karena kepadatan komoditas dan pencemaran organik yang terlalu tinggi. Pemberian aerasi pada malam hari dianjurkan karena populasi plankton dan bakteri akan menyerap oksigen pada malam hari.


Baca juga: Syarat Kualitas Air untuk Budidaya Ikan Koi


Air kolam berwarna merah kecoklatan

Warna merah kolam menunjukkan adanya Red Water System yang menambahkan bakteri probiotik (Lactobacillus dan Saccharomyces yeast) sebagai pengurai limbah dan penjaga kualitas air. Warna ini sering terlihat pada komoditas lele di kolam terpal, beton dan fiber.


Budidaya ikan lele dengan sistem ini terbukti baik pertumbuhannya karena kandungan bahan organiknya yang tinggi, walaupun volumenya tinggi tetapi berfungsi sebagai suplemen makanan. Selain karena adanya bakteri probiotik, warna ini juga dihasilkan oleh plankton yang memiliki pigmen merah seperti Diatom dan Alga Rhodophyta.


Air kolam putih keruh

Warna putih yang muncul secara alami menunjukkan sesuatu yang kurang baik karena menunjukkan banyaknya kapur/mineral tersuspensi. Penggunaan kapur/mineral yang berlebih berpengaruh langsung terhadap peningkatan kadar dH dan pH.


Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan penggantian atau pengendapan air agar kadar dH dan pH sesuai dengan yang diharapkan. Warna putih juga disebabkan oleh populasi bakteri Bacillus dan khamir Saccharomyces. Dalam Sistem Air Merah, putih adalah fase normal perubahan warna dari hijau, putih menjadi merah.


Air kolam berwarna air jernih

Seringkali orang yang membudidayakan ikan salah paham, beranggapan bahwa kolam ikan yang airnya terlalu jernih itu bagus karena berarti air di kolam itu bersih. Padahal, hal ini tidak dianjurkan karena komposisi alaminya tidak seimbang akibat kekurangan unsur hara organik.


Artinya, jumlah plankton, baik bahan organik maupun non-organik rendah. Padahal ketiga hal tersebut mendorong pertumbuhan ikan. Selain itu, warna air kolam dapat menarik hama dan predator ikan (burung) dari luar kolam sehingga keselamatan ikan terancam dan ikan stres.


Inі dіа jenis-jenis warna air kolam уаng perlu diketahui оlеh para peternak ikan, silahkan tentukan warna air yang baik untuk kamu budidaya ikan. Selamat membudidayakan ikan dan ѕеmоgа berhasil!

 

Artikel ini pertama kali dipublikasikan oleh Ikan.info. Ketepatan informasi dan efektivitas metode budidaya yang terdapat di dalamnya di luar tanggung jawab Minapoli.

Artikel lainnya