• Home
  • Infomina
  • Pre Filter sebagai Kunci Hadapi Patogen Udang dengan Teknologi UV

Pre Filter sebagai Kunci Hadapi Patogen Udang dengan Teknologi UV

| Thu, 30 Nov 2023 - 16:55

Kemunculan patogen penyebab penyakit adalah momok yang sangat menakutkan bagi usaha budidaya udang. Penyakit dapat menghambat pertumbuhan dan menyebabkan kematian masal pada tahap yang terburuk sehingga memberikan kerugian usaha.


Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan langkah preventif. Pencegahan ini biasanya dilakukan saat masa persiapan dan selama masa pemeliharaan, seperti proses disinfeksi yang diiringi dengan monitoring harian kualitas air. Disinfeksi air tambak sendiri menjadi tahap yang sangat penting untuk dilakukan mengingat air pasok adalah nyawa utama pada budidaya udang.


Hardi Pitoyo yang merupakan Anggota Dewan Pakar Shrimp Club Indonesia mengatakan “Air pasok yang digunakan dalam budidaya udang menyumbang 50% keberhasilan usaha. Oleh karena itu harus diperhatikan kualitasnya sebelum memasuki kolam pemeliharaan, seperti dilakukan proses disinfeksi dan filtrasi baik secara fisika, kimia, hingga biologi”.


Biasanya pembudidaya melakukan treatment kimia seperti penggunaan klorin pada kolam tandon untuk didapatkan air standard yang diinginkan. Namun perlu dipahami bahwa penggunaan bahan kimia dapat meninggalkan residu di perairan serta akan berdampak pada plankton/bakteri dan ekologi tambak udang.


“Saya juga mencoba menggunakan teknologi UV sederhana. Setelah Sumber air pasok diendapkan, saya mengaplikasikan UV pada tahap selanjutnya dan terbukti dapat menurunkan nilai tom dan bakteri”, ungkap Hardi Pitoyo yang juga merupakan pengusaha tambak udang Banyuwangi.



Foto 1 Hardi Pitoyo - Anggota Dewan Pakar Shrimp Club Indonesia


Pengusaha tambak udang berpengalaman yang akrab disapa dengan Pak Pitoyo ini juga menjelaskan bahwa penggunaan bahan kimia seperti klorin membutuhkan biaya yang lebih mahal dalam penggunaan harian. “Hal inilah yang juga harus dipertimbangkan karena ketika produksi budidaya tinggi dan membutuhkan air yang lebih banyak maka biaya klorin juga semakin besar bergantung pada kubik air yang digunakan. Sehingga pilihan lainnya pembudidaya harus mengambil tantangan untuk meningkatkan target produksi sehingga biaya air menjadi murah”, ujar Pak Pitoyo dalam acara webinar online BincangMina Bersama Yuki Water Treatment dengan tema “Optimalisasi UV melalui Pre-Filter untuk Hadapi Patogen di Tambak Udang” melalui platform Zoom Meeting dan YouTube Live (30/11/2023).


Lebih lanjut, acara ini membahas proses persiapan seperti filtrasi sebelum penggunaan UV yang menjadi kunci utama keberhasilannya. Langkah utama yang mendasar adalah mengenali sumber airnya. Menurut Angga Fradita selaku Industrial Sales Engineering Supervisor Yuki Water Treatment, air memiliki kondisi dan performa yang berbeda di setiap daerah sehingga penanganannya juga dapat berbeda namun tetap menyesuaikan kualitas baku mutunya.



Foto 2 Angga Fradita - Industrial Sales Engineering Supervisor Yuki Water Treatment


“Dalam penggunaan UV, air pasok sebelumnya harus difilter dengan target nilai yang telah disesuaikan. Jenis media filtrasinya dapat beragam, mulai dari pasir silika untuk menyaring partikel padat, Iron untuk menyaring kandungan logam besi, karbol filtrasi untuk menyaring bau atau warna hingga kekeruhan, serta water softener untuk menyaring kandungan kapur pada nilai tertentu” jelas Angga.


Penentuan filter tersebut dapat dilakukan dengan mengetahui terlebih dahulu baku mutu air dan target air yang ingin digunakan. Pembudidaya dapat melihatnya melalui nilai kualitas air, tekanan air, menentukan kapasitas dan spesifikasi pre filter yang digunakan. “Sebagai gambaran, air harus difilter dengan baik terlebih dahulu karena semakin airnya rendah kekeruhan maka sinar UV akan dengan mudah menembus air dan prosesnya menjadi lebih optimal” tambah Angga.


Sejalan dengan Angga, Lulu Imtinan Muthiah yang merupakan Aquaculture Sales Engineer Yuki Water Treatment menyampaikan bahwa keberhasilan UV juga bergantung pada dosis yang digunakan dan hal ini disesuaikan dengan target patogen yang ingin diinaktifkan.



Foto 3 Lulu Imtinan Muthiah - Aquaculture Sales Engineer Yuki Water Treatment


“Setiap bakteri atau virus membutuhkan energi UV yang berbeda untuk dapat diinaktifkan. Jika pembudidaya ingin menghilangkan vibrio akan berbeda energi yang dipakai untuk menghilangkan white spot begitupun untuk patogen lainnya” jelas Lulu.


Salah satu teknologi UV yang penggunaannya dapat disesuaikan adalah ULTRAAQUA. Alat UV ini memiliki bahan Polypropylene serta kemampuan proper sizing dengan komputerisasi untuk menentukan dosis UV yang dibutuhkan. ULTRAAQUA juga mudah dalam perawatan karena dilengkapi dengan ultra wiper, yaitu sensor yang dapat membersihkan lampu UV dengan pemberitahuan otomatis. 


Penggunaan teknologi UV juga dinyatakan lebih minim biaya dan efisiensi secara waktu dibandingkan proses disinfeksi konvensional dengan kaporit yang membutuhkan waktu kerja 36-48 jam serta biaya operasional lebih dari 100 juta dalam skema budidaya dengan tambak 3000 m3. Sedangkan penggunaan UV dapat langsung digunakan, hemat lahan, dan efektif bekerja selama 16.000 jam. Teknologi UV seperti ULTRAAQUA juga tidak akan meninggalkan residu sehingga lebih ramah lingkungan.



Foto 4 Dokumentasi penyelenggara, narasumber, dan peserta BincangMina Bersama Yuki Water Treatment


Kesuksesan acara ini tentunya tidak terlepas dari bantuan dan dukungan yang diberikan oleh Shrimp Club Indonesia dan media akuakultur lainnya, seperti Info Akuakultur, Trobos Aqua, dan Aqua Indonesia. Seminar kerjasama antara Minapoli dan Yuki Water Treatment ini berhasil mendapatkan antusiasme luar biasa dari 496 peserta yang mayoritasnya adalah petambak udang. Kamaru Budianto selaku Marketing & Sales Director Yuki Water Treatment menyatakan kepuasannya terhadap acara ini yang merupakan lanjutan dari acara Seminar Advanced Shrimp Farming yang sebelumnya juga sukses dilaksanakan di Banyuwangi. “Saya harapkan acara seperti ini akan terus berlanjut dengan pembahasan pengelolaan kualitas air di tambak udang, yang bukan hanya dari teknologi UV tetapi juga teknologi lainnya seperti injeksi oksigen hingga alat monitoring kualitas air secara real time” tukas Budi.


Yuk, coba ikuti keseruan rangkaian seminar akuakultur ini pada video berikut!



Jika perusahaan Anda juga ingin membuat seminar akuakultur yang menarik dan penuh insight, segera konsultasikan dengan Minapoli melalui marketing@minapoli.com atau hubungi secara langsung disini



Artikel lainnya