Salah satu komoditas budidaya laut yang mempunyai prospek\r\nbagus adalah ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch), di Asia dan Australia\r\nmerupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonom...
Salah satu komoditas budidaya laut yang mempunyai prospek\r\nbagus adalah ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch), di Asia dan Australia\r\nmerupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan salah\r\nsatu komoditas yang paling populer dibudidayakan. Ikan Kakap Putih memiliki\r\nbeberapa keunggulan seperti warna daging putih, pemeliharaan larvanya telah\r\ndikuasai, sintasan cukup tinggi, pakan yang digunakan pakan buatan, dan dapat\r\ndibudidayakan baik di air laut (sea water) maupun air payau (brakish water).\r\nBeberapa keunggulan yang dimiliki ikan kakap putih menyebabkan permintaannya\r\ncenderung meningkat setiap tahunnya baik pasar lokal maupun ekspor
Pemeliharaan Larva
Pemeliharaan dilakukan pada bak dengan ukuran 6-10 m3 bulat\r\nmaupun persegi dengan material beton maupun fiberglass. Larva ditebar\r\nsetelah menetas dengan sempurna (minimal 20 jam setelah pemijahan). Padat tebar\r\nlarva yang digunakan adalah 10-15 ekor/liter. Pemeliharaan larva\r\nmenggunakan green water system dengan menambahkan fitoplankton Nannochloropsis pada\r\nbak pemeliharaan. Selama pemeliharaan larva diberikan pakan alami dan pakan\r\nbuatan. Pakan alami yang digunakan adalah fitoplankton jenis Nannochloropsis, zooplankton\r\njenis Brachionus plicatilis/rotifera, dan naupli artemia.

Gambar 1. Jadwal pemberian pakan pada produksi\r\nbenih Kakap Putih
Perlakuan Suhu pada Produksi Benih
Kisaran suhu optimum pada media pemeliharaan berkisar antara\r\n30-32°C. Untuk Mencegah serangan penyakit bakterial secara dini, pada hari ke\r\n17 suhu media dinaikkan menjadi 37ºC selama 48 jam. Selain itu setiap ditemukan\r\ngejala serangan penyakit, maka suhu media kembali dinaikan menjadi 37 0C\r\nselama 48 jam.
Pengelolaan Media
Kualitas air berperan penting dalam pemeliharaan ikan kakap\r\nputih, untuk menjaga kualitasnya dilakukan perawatan media dengan cara\r\npenyiphonan kotoran dan pergantian air secara periodik. Penyiphonan dimulai\r\npada saat D10 dan dilakukan dua hari sekali serta seterusnya dialkukan\r\ntergantung dari kondisi bak pemeliharaan.

Gambar 2. Pergantian air selama\r\npemeliharaan larva kakap putih
Grading
Grading dilakukan untuk menyeragamkan ukuran larva yang\r\ndipelihara dalam satu wadah pemeliharaan. Ukuran ikan yang tidak seragam dapat\r\nmenyebabkan kanibalisme, kompetisi pakan, oksigen dan ruang. Grading dilakukan\r\nketika ukuran ikan dalam satu bak pemeliharaan sudah jelas nampak perbedaan\r\nukurannya.
Pemeliharaan Benih
Pendederan dapat dilakukan dalam bak yang terbuat dari beton\r\natau fiberglass, dapat berbentuk persegi panjang maupun bulat. Volume bak\r\nminimal 6 m3. Padat penebaran untuk masa pendederan disesuaikan dengan\r\nukuran benih. Padat penebaran awal pendederan adalah 2.000 ekor/m3 dengan\r\nukuran benih ± 2 cm.
Pakan yang diberikan dapat berupa pakan buatan\r\n(pellet) dengan ukuran 200 - 2000µm. Besarnya pakan disesuaikan\r\ndengan bukaan mulut ikan. Pada tahap awal pemeliharaan pemberian pakan\r\ndilakukan sesering mungkin atau minimal 4-6 kali sehari atau sampai ikan\r\nkenyang.
\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n
Pengelolaan media pemeliharaan terutama untuk menjaga\r\nkualitas air sekitar media sehingga ikan dapat tumbuh dengan optimal. Salah\r\nsatu caranya yaitu dengan perawatan wadah pemeliharaan secara kontinyu.\r\nPembersihan dasar bak dapat dilakukan dengan penyiphonan. Penyiphonan\r\ndilakukan setiap pagi dan sore setelah pemberian pakan. Untuk menjaga\r\nkualitas air tetap baik pada masa pendederan diterapkan sistem air mengalir 24\r\njam sebayak minimal 200%. Untuk mengatasi kanibalisme dan persaingan yang\r\ntidak seimbang dilakukan penyeragaman ukuran (grading). Grading sering\r\ndilakukan pada akhir pembenihan atau awal masa pendederan dan seterusnya dengan\r\nwaktu tidak tentu. Masa pemeliharaan benih selama ±60 hari hingga mencapai\r\nukuran panjang 7.0 – 8.0 cm.
Sumber : BPBL Batam

Ditulis oleh
Tim Minapoli
Kontributor
Pakar di bidang akuakultur dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Aktif berkontribusi dalam pengembangan industri perikanan Indonesia.
