• Home
  • Infomina
  • KKP : Perikanan Budidaya, Penopang Ketahanan Pangan dan Penggerak Ekonomi

KKP : Perikanan Budidaya, Penopang Ketahanan Pangan dan Penggerak Ekonomi

| Tue, 20 Aug 2019 - 11:31

Perikanan budidaya ke depan mempunyai peluang strategis sebagai kegiatan ekonomi masyarakat yang menguntungkan. Sehingga, akuakultut bisa dimanfaatan sebagai penggerak kegiatan ekonomi masyarakat. Hal itu dikarenakan, usaha perikanan budidaya atau akuakultur bisa menjadi komponen penopang ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, akuakultur ini peluang dan masa depan bagi masyarakat.  “Karena itu, Sarjana Kelautan dan Perikanan diharapkan mampu melihat potensi dan peluang serta siap menghadapi tantangan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.  Sehingga, kontribusi dan profesionalisme lulusan untuk mengelola kekayaan sumberdaya perikanan Indonesia mutlak diperlukan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0,” kata Slamet Soebjakto, saat memberikan pembekalan kepada wisudawan Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Senin (19/8).

Menurut Slamet, Perguruan Tinggi sebagai basis ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan tempat berkumpulnya kaum intelektual, diharapkan dapat berperan langsung dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan pembangunan perikanan nasional.

Lantaran, tantangan dalam pemanfaatan sumberdaya alam akan semakin besar di tengah fenomena perubahan iklim dan lingkungan, maka diperlukan solusi dengan mendorong pengembangan IPTEK yang sejalan dengan perkembangan dan tantangan yang ada.

 “Penerapan IPTEK seperti penggunaan autofeeder atau platform digital bidang investasi perikanan merupakan contoh nyata pemanfaatan teknologi informasi yang telah diadopsi sektor perikanan budidaya dalam upaya masuk ke era digitalisasi,” kata Slamet.

Slamet mengatakan, dalam rangka diversifikasi pasar KKP juga mendorong dibukanya pasar baru, salah satunya dengan mulai mengekspor ikan patin ke Arab Saudi tahun ini. Hal ini sejalan dengan salah satu aspek utama pembangunan perikanan budidaya yakni pengembangan komoditas yang berorientasi pada permintaan pasar.  “Kami harapkan ekspor komoditas itu dapat menjadi produk ekspor unggulan baru perikanan” ujar Slamet.

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta, Moch. Heri Edy, menyatakan bahwa pendidikan, utamanya pendidikan tinggi merupakan salah kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat global. Sehingga, diperlukan perubahan paradigma menghadapi modernisasi di sektor kelautan dan perikanan.

“Kita akan dorong kurikulum mata kuliah di bidang perikanan ini lebih fokus pada upaya-upaya dalam menjawab tantangan perikanan di era globalisasi saat ini. Kita ingin, sarjana perikanan lebih mumpuni dan menjadi problem solving bagi masyarakat perikanan,” pungkas Heri.


Sumber : Tabloid Sinar Tani

Artikel lainnya