Cara Fermentasi Probiotik Tambak Udang yang Optimal
| Sat, 31 Jan 2026 - 22:41
Penggunaan probiotik telah umum diaplikasikan pada tambak udang. Untuk memastikan bahwa probiotik tersebut bekerja dengan optimal, tahap persiapan dapat diberikan terlebih dahulu sebelum diaplikasikan. Caranya yaitu dengan fermentasi probiotik tambak. Fermentasi probiotik berperan untuk mengaktifkan mikroorganisme di dalam kandungan produk sekaligus memperbanyak kandungan mikroorganisme tersebut.
Namun, jika terdapat kesalahan pada tahap fermentasi probiotik, maka dapat membuat probiotik tidak bekerja atau bahkan berisiko memicu menumbuhkan mikroba yang tidak diinginkan. Artikel ini akan membahas mengenai cara fermentasi probiotik tambak serta langkah untuk memastikan bahwa hasil fermentasi sesuai dengan target.
Cara Fermentasi Probiotik Tambak
Fermentasi probiotik tambak merupakan istilah umum pada tambak udang sebagai proses mengaktifkan serta memperbanyak kandungan mikroorganisme anaerob pada probiotik. Berikut tahapan fermentasi yang umum dilakukan oleh petambak di lapangan.

Gambar: Agribiznetwork
1. Pahami Karakteristik Mikroorganisme Probiotik
Langkah awal fermentasi adalah memahami jenis mikroorganisme anaerob yang terkandung dalam produk probiotik. Pemahaman ini penting agar bakteri target dapat berkembang optimal selama fermentasi.
Baca juga: Cara Memilih Probiotik yang Cocok dengan Kondisi Tambak
2. Menyiapkan Wadah Fermentasi Probiotik Tambak
Siapkan wadah fermentasi sesuai dengan takaran hasil probiotik yang diinginkan. Pada tambak udang, umumnya wadah yang digunakan adalah tong atau ember. Pastikan wadah telah dicuci terlebih dahulu.
3. Siapkan dan Proses Fermentasi
Bahan yang digunakan antara lain:
- Probiotik, sebagai starter mikroorganisme
- Air, sebagai media fermentasi
- Molase, sebagai sumber karbon
- Dedak, sebagai sumber nitrogen
Molase merupakan sumber karbon umum yang mudah didapatkan. Alternatif sumber karbon lainnya dapat menggunakan gula pasir atau gula jawa, namun perlu disesuaikan dengan karakteristik mikroorganisme serta perhitungan biaya. Dedak juga dapat disubstitusi dengan bekatul atau bungkil kacang kedelai sesuai dengan pertimbangan tersebut.
Selain bahan-bahan tersebut, bisa juga ditambahkan sumber trace mineral seperti kapur dolomit untuk mendukung kebutuhan mineral mikroorganisme serta penambahan baking soda sebagai bahan untuk menjaga (buffer) pH.
Campur berbagai bahan tersebut dalam wadah dengan urutan air, sumber karbon, probiotik, dan sumber nitrogen. Jika sudah tercampur, aduk hingga merata lalu tutup wadah fermentasi dengan rapat.
Baca juga: Konsorsium Mikroba Tambak, Salah Satu Faktor Penentu Hasil Panen
4. Waktu Fermentasi
Setiap bakteri punya siklus hidupnya masing-masing. Ada bakteri yang baru tumbuh setelah 6 jam, 12 jam, atau bahkan 24 jam. Untuk memastikan proses fermentasi berjalan, maka pantau hasilnya setelah 48 jam. Jika hasilnya mengeluarkan bau masam seperti bau tapai, maka fermentasi dapat dikatakan berhasil.
Apakah Hasil Fermentasi Probiotik Tambak Sudah Sesuai?
Namun, tolok ukur utama dari keberhasilan fermentasi probiotik tambak tidak cukup dinilai dari aroma, melainkan keberadaan mikroorganisme probiotik yang diklaim pada produk tetap ada dan jumlahnya meningkat, serta tidak tergantikan oleh bakteri yang merugikan.
Untuk memastikan, hasil komposisi mikroba pada fermentasi dapat dicek lebih lanjut dengan teknologi Next-Generation Sequencing (NGS). Teknologi ini memungkinkan petambak mengetahui komposisi mikroorganisme yang dominan atau muncul setelah fermentasi. Salah satu layanan cek komposisi bakteri yang menggunakan teknologi NGS adalah ProCheck.

Berdasarkan hasil studi di lapangan, PT. Y melakukan fermentasi probiotik secara terkontrol dengan menjaga pH, kadar oksigen, dan waktu fermentasi yang sesuai, sehingga menghasilkan perubahan komposisi mikroba yang lebih stabil dan aktif dibandingkan kondisi awal. Berdasarkan hasil analisis sequencing dengan layanan ProCheck, terdapat kelompok bakteri yang tercantum pada label tidak terdeteksi, namun fermentasi menghasilkan dominasi bakteri kelompok Lactobacillus dan Bifidobacterium (Gambar 1) yang berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan udang dengan memperkuat lapisan epitel. Meskipun secara komposisi tidak identik dengan klaim, namun secara fungsional probiotik tersebut memberikan hasil positif terhadap pemulihan pertumbuhan udang pada kondisi positif EHP.
Kenapa Probiotik Tambak Udang Tidak Selalu Efektif?
Pastikan Hasil Fermentasi Probiotik Tambak dengan ProCheck
CeKolam adalah pionir layanan deteksi penyakit di sektor akuakultur. CeKolam juga menghadirkan ProCheck sebagai solusi untuk mengidentifikasi komposisi mikroba dalam probiotik yang digunakan petambak secara aktual.
Melalui layanan ini, petambak dapat memastikan bahwa probiotik yang digunakan memiliki kandungan yang sesuai dengan keterangan yang tertera serta bahwa proses fermentasi probiotik tambak telah berjalan tepat sasaran.

ProCheck memanfaatkan teknologi Next-Generation Sequencing yang mampu menghasilkan data komposisi mikroba secara akurat dan detail.
Dengan mengetahui kandungan probiotik yang akan diaplikasikan di tambak udang secara nyata, petambak telah memiliki dasar yang lebih kuat untuk memastikan efektivitas probiotik, meminimalkan risiko kesalahan fermentasi, dan mengoptimalkan kinerja probiotik dalam mendukung keberhasilan budidaya.
Kunjungi Layanan CeKolam di sini

Gambar: Youtube Jamaludin Jamsss



